Langsung ke konten utama

Postingan

Dae Jang Geum Is Watching (2018) : Kenalan Sama Banyak Rupa Kuliner Korea Selatan

Sebenarnya saya sudah cukup lama menonton drama korea ini. Tapi belakangan jadi teringat lagi, karena sejak si partner memulai Work From Home, jujur saja, saya perlu punya lebih banyak referensi menu masakanagar kami nggak bosan. Terutama saya sih, selain karena alasan demi bisa berhemat, sebenarnya saya kangen juga jajan di luar ... jadi, butuh tontonan pemicu semangat buat saya untuk mau ngulik masakan dengan bumbu dan bahan yang ada. Dan … dua karakter dalam drama ini, yaitu si kembar Han Jung Sik dan Han Jin Mi lah yang jadi suporter saya.

Steak Moen Moen : Steak Murah yang Rasanya Semoga Masih Meriah

Sebuah bangunan bergaya industrial nampak ramai oleh banyaknya kendaraan roda dua yang terparkir di halaman depannya. Terletak begitu dekat dengan Stasiun Depok Lama, ditambah plang Steak Moen-Moen besar yang sudah terlihat dari tepian jalan, membawa saya pada banyak ingatan semasa kuliah. Beberapa kali pula, tepat di bawah plang tadi, biasanya saya memilih menunggu driver ojek online yang akan membawa saya pulang ke rumah seusai bekerja atau menghadiri kegiatan di Jakarta.

Mencari Rumah Sakit Terdekat dan Jadwal Praktik Dokter Dengan SehatQ

Belajar dari salah seorang teman sekantor saya dulu, ketika ia sakit dan beberapa teman kantornya termasuk saya – nggak mendapatkan kabar apapun di hari sebelumnya, lalu pada hari itu, ia mengabari kalau dirinya sedang dirawat di rumah sakit, sendirian pula, saya jadi khawatir … lebih kepada diri saya sendiri yang sedang tingga jauh juga dengan orangtua dan keluarga. Ya, kondisi saya nggak jauh berbeda dengan teman saya itu, sebenarnya.

Forest Cuisine Blogger Gathering : Peran Besar Perempuan untuk Keberadaan Hutan

“Siapapun yang berani merusak hutan kami, akan kami kejar sampai dapat!”, seketika mata saya turut berkaca-kaca mendengarkan ujaran Ibu Tati dengan nada suara bergetar. Ibu Sri Hartatiyang berdiri di depan dengan mengenakan pakaian khas Minang itu berurai air mata. Bahwa betapa hutan begitu berharga, tempat ia dan beberapa temannya membesarkan komunitas pemelihara hutan Bundo Kanduang di Nagari Kapujan Koto Berapak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

OYO Hotel 1329 Tanjung Pakuan : Linen Bersih Tidur Pun Nyaman

Penat. Hanya satu kata ini saja yang asik mondar-mandir di pikiran saya akhir bulan lalu. Padahal saya sudah meminta jatah tidur yang lebih panjang dibanding biasanya, dan partner saya mengalah untuk mengambil tugas meninabobokan anak-anak. Padahal nggak terlalu banyak pekerjaan dengan deadline berderet yang harus saya selesaikan, bahkan saya masih punya waktu santai untuk baca komik di salah satu platform. Tapi, semua yang sudah saya lakukan di dalam rumah itu, nggak memberi efek berarti untuk semangat saya menjalani hari.
Mau ganti suasana deh. Begitu saja yang saya bayangkan. Sayang keuangan sedang kurang memungkinkan bagi keluarga kecil saya sekadar bersenang-senang. Standar biaya menginap di hotel yang agak lumayan kan, sekitar dua atau tiga ratusan kalau di Kota Bogor. Maka saya hanya memendam keinginan itu tanpa berani menyampaikannya, khawatir partner saya kepikiran juga sama saya.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Kulwap MoM Academy Bogor : Cara Sederhana Membuat Blog Sebagai Catatan Harian Digital

Kalau bukan karena ikut menemani Mba April Hamsa mengulas tentang “Cara Sederhana Membuat Blog Sebagai Catatan Harian Digital” pada sebuah grup whatsapp temporary yang dipersembahkan dengan manis dari komunitas MoM Academy Bogor, mungkin saya nggak akan terpikirkan untuk merangkumnya blog.
Terima kasih banyak untuk Mba April yang sepanjang menemani Mba menyampaikan materi, saya malah tersadar kalau nggak membagikan hal ini sepanjang sewindu sudah saya sibuk menulis di blog ini. Bukankah berbagi itu nagih, dan salah satu cara menyenangkan untuk berbagi adalah melalui tulisan di blog? So, mari kita mulai saja ya.