Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.

Bagaimana Sih Caranya Agar Bisa Menjadi Blogger Profesional? Poin Terakhir Paling Penting!

Saya paham, bahwa seni untuk menjadi “sesuatu” yang diimpikan itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu pula untuk bertahan dalam industri kreatif sebagai seorang narablog, sesungguhnya yang selama ini tampak adalah beberapa sisi dari “gunung es” yang kadang nggak diketahui orang-orang di luar dunia narablog itu sendiri. Perjuangan panjang yang – jujur saja – melelahkan, seringkali membuat mood jadi berantakan akibat bounce rate yang menggendut seusai ikut ajang blogwalking … sayangnya beberapa teman seprofesi hanya membaca super duper sekilas saja, asal sudah menulis komentar. Rasanya, meraung dalam diam.

Film Imperfect : Cantikmu Bukan Selalu Tentang Timbangan dan Dandanan

Sekali lagi, sebagai tontonan penutup di tahun 2019 saya menyaksikan salah satu karya dari Ernest Prakasa dan mengusap airmata di ruang studio. Selalu ya, Ernest dan kali ini Meira Anastasia lihai sekali membuat saya menghela napas dan membawa pulang sebuah pesan yang membekas sekali di ingatan. Impian saya untuk bisa menjadikan film karya Ernest Prakasa sebagai film tutup tahun buat saya, sudah terwujud beberapa tahun ke belakang. Alih-alih selalu dibuat jatuh cinta oleh karyanya, kini impian saya menanjak, ingin sekali kalau Ko Ernest jadi mentor menulis saya. Semoga semesta membuka jalan menuju ke impian-impian saya ini ya. Aamiin. Baiklah, mari saya kisahkan pengalaman menonton Film Imperfect yang punya subjudul Karier, Cinta dan Timbangan ini yuk!

Trik Tampil Percaya Diri Saat Menghadiri Undangan Pesta Pernikahan Bersama Pasangan

Apa kamu percaya bahwa sebenarnya dunia ini sempit dan lingkaran pertemanan seringnya mempertemukan dengan orang-orang yang nggak terduga dan ternyata saling terkait? Jika ditanya begini, saya akan dengan percaya diri berujar, “Yes.” Ada banyak sekali pertemuan dengan teman lama yang menghasilkan pertemanan baru, pun sebaliknya. Salah satu kesempatan yang seringnya nggak terduga membawa saya pada hal itu, ketika menghadiri undangan pesta pernikahan. Belum lagi, sejak sudah menikah, seolah ada tuntutan tersendiri untuk tampil serasi dan pantas di depan khalayak. Wajar mungkin hal ini saya rasakan, sebab bagi saya, apa yang saya tampilkan adalah cerminan dari pribadi partner saya, begitu juga sebaliknya.

Sewindu Ngeblog, Sudah Dapat Apa Saja?

Sebagai tulisan pembuka di tahun 2020, sebelum ada serangkaian pengalaman lagi yang saya bagikan di tahun ini dan jika panjang usia saya, begitu ingin saya bagikan terus di tahun-tahun selanjutnya, saya ingin merefleksikan sedikit, hal-hal apa saja yang setelah delapan tahun saya menulis di blog ini, kini bisa membuat saya tersenyum simpul. Benar saja ucapan Dama Vara untuk saya pada sebuah sharing session di suatu selasa malam, melalui grup whatsapp asuhan komunitas ISB. Dama bilang pada saya, “ Ingat, blog kita itu adalah karya kita loh ”. Seketika itu pula, semua hal hal berat yang membebani pikiran saya, runtuh, lebur perlahan.