Langsung ke konten utama

Dae Jang Geum Is Watching (2018) : Kenalan Sama Banyak Rupa Kuliner Korea Selatan

Sebenarnya saya sudah cukup lama menonton drama korea ini. Tapi belakangan jadi teringat lagi, karena sejak si partner memulai Work From Home, jujur saja, saya perlu punya lebih banyak referensi menu masakan agar kami nggak bosan. Terutama saya sih, selain karena alasan demi bisa berhemat, sebenarnya saya kangen juga jajan di luar ... jadi, butuh tontonan pemicu semangat buat saya untuk mau ngulik masakan dengan bumbu dan bahan yang ada. Dan … dua karakter dalam drama ini, yaitu si kembar Han Jung Sik dan Han Jin Mi lah yang jadi suporter saya.

dae-jang-geum-is-watching
Dae Jang Geum is Watching
(joreandrama(dot)org)

Drama dengan 16 episode dan disutradarai oleh Sun Hye Yoon ini, berkisah tentang keturunan ke sekian dari Dae Jang Geum – bagi kamu yang pernah menonton serial drama di awal tahun 2000-an berjudul Jewel in the Palace pasti tahu deh, soalnya Dae Jang Geum kan ikonik sekali. Nah, dalam drama Dae Jang Geum is Watching inilah, ketiga orang keturunannya mempunyai kemampuan aneh – kadang mereka merasa itu kutukan, tapi kadang ya itu berkah juga – dimana kemampuan itu saling mendukung satu sama lain.

Tersebutlah tokoh Han San Hae si kakak tertua yang punya lidah ajaib. Saya menyebutnya demikian, sebab indera perasanya paling tajam di antara kesemua saudaranya. Dia tahu setiap bahan apa yang dicampurkan ke dalam sebuah masakan, sehingga kolaborasi dari bahan-bahan yang dicampurkan,  bersatu dan membentuk istilah “makanan lezat”.

Belum lagi, dia paling bisa mencocokkan makanan dari suatu resto atau kedai, dengan suasana dan perasaan teman yang akan dia ajak makan bersama. Jadilah karaker Han San Hae ini persis peta resto dan tempat makan di Korea Selatan.

Tapi payahnya, Han San Hae paling nggak boleh kena ludah orang lain. Artinya, dia ciuman pun nggak boleh. Uhuk. Sesederhana dia minum dari gelas yang baru dipakai sama orang lain pun, nggak boleh. Kalau sampai itu terjadi, lidahnya  Han San Hae yang diperankan oleh Shin Dong Wook, bisa mendadak kebas selama beberapa lama, termasuk bikin dia nggak bisa ngomong dengan benar. Hanya saja, pengaruh dari kekuatannya, nggak akan mempan jika dia akhirnya bertemu dengan jodohnya. Nah, bagian inilah yang akan ikut merajut ceritanya lho.

Kemudian, adik perempuannya yang bernama Han Jin Mi, si trainee anggota girlband yang ingin sekali bisa jadi artis terkenal, diperankan dengan menggemaskan oleh Lee Yeol-Eum. Han Jin Mi punya penciuman yang luar biasa kuat, sehingga tahu banget, bahan makanan apa yang bisa dikolaborasikan dengan apa, sehingga memunculkan paduan rasa yang bagaimana.

Saya sangat ter-influence nih dengan Han Jin Mi yang hobi main campur campur saja berbagai bahan makanan lalu … voila, makanan lezat nan unik pun tercipta. Apalagi dia hanya mencampurkan berbagai makanan yang ada di semacam minimarket begitu, lalu dipanaskan saja di microwave. Walau terkesan payah dalam urusan dapur, pun hobi ngambek – mungkin karena dia satu-satunya anak perempuan – tapi saya suka dengan ekspresi ketika Han Jin Mi akan mulai berkreasi dengan menu makanannya. Seperti mengendus-endus begitu deh.

Namun lagi-lagi, Han Jin Mi bukanlah sosok yang sempurna. Dia paling nggak boleh jatuh cinta. Karena dia bisa saja mimisan bahkan sampai pucat sepucat-pucatnya kalau sudah bersama seseorang yang sukses membuat jantungnya berdebar-debar. Nah kan … jadi repot banget ya kalau Han Jin Mi jatuh cinta.

Lalu karakter terakhir yang sebenarnya punya paling banyak porsi untuk mengenalkan penonton dengan berbagai kuliner khas Korea Selatan. Dialah si bungsu tampan menggemaskan Han Jung Sik. Punya tangan ajaib yang selalu dibungkus sarung tangan hitam – mohon maaf, di bagian ini, saya selalu teringat anime Jigoku Shensei Nube … soalnya Nube juga pakai sarung tangan hitam begitu … peace. Karakter imut-imut gemesinnya diperankan oleh Kim Hyun Joon.

Kenapa sih tangannya Han Jung Sik harus selalu dibungkus dengan sarung tangan? Sebab tangannya panas, dan makanan yang dia pegang bisa jadi matang atau meleleh. Pun kalau terkena kulit, bisa melepuh. Jadilah, ada beberapa scene dimana Han Jung Sik yang dimunculkan memiliki profesi sebagai Youtuber dengan channel khusus masak-memasak ini, sesekali membuka sarung tangannya dan mulai memegang bahan makanan yang akan dimasak sambil merem. Beuh … scene yang selalu membuat saya ikut berimajinasi punya tangan dewa memasak juga jadinya.

Muncullah sosok Bok Seung Ah yang diperankan oleh Kwon Yuri sebagai pemanis kisah romantis. Juga pemeran laki-laki yang walau nggak terlalu banyak muncul, tapi lebih bikin saya merasakan dag dig dug,  karakter Lee Min Hyuk yang diperankan Min Hyuk


Makan Bersama Keluarga Itu Wajib
Sejak awal cerita, penonton diajak berkejaran dengan keenggak-bebasan tokoh Han San Hae dan Han Jin Mi yang lebih banyak beraktivitas di luar rumah, untuk segera pulang demi melakukan ritual makan malam bersama. Alih-alih, jika mereka melanggarnya, maka akan terjadi sebuah tragedi atau bahaya yang sampai di akhir serial, saya masih belum tau bahayanya apa.

Tetapi maknanya memang terasa ya. Bayangkan kalau kamu harus melewati bermalam-malam tanpa makan malam bersama keluarga. Tanpa obrolan hangat yang akrab. Apakah hubungan antar anggota keluarga akan terjaga kehangatannya? Mungkin sih, makan bersama disini, tujuannya agar memunculkan kedekatan antar saudara, apalagi ketiganya sama sama berada di rantauan.

Makanan Korea Selatan Kaya Bumbu dan Berbeda di Tiap Daerahnya
Saya menikmati sekali setiap scene saat Han Jung Sik sedang memasak. Paling sepele, saya jadi tahu kalau ternyata Kimchi si makanan khas Korea itu berbeda-beda di setiap daerahnya. Selama ini saya hanya tau kalau Kimchi hanyalah makanan yang terbuat dari sayur sawi dan dibaluri dengan bubuk Cabai, lalu didiamkan cukup lama hingga terfermentasi. Ternyata nggak juga lho.

Di beberapa tempat di Korea, punya Kimchi khasnya sendiri. Semisal ada yang dicampur dengan udang kering, bagi masyarakat di wilayah pesisir Korea Selatan. Pun Kimchi khas dari setiap keluarga itu berbeda-beda. Belum lagi ada hari khusus tersendiri untuk membuat Kimchi bersama untuk disimpan selama satu tahun. Unik kan?

Ngomong-ngomong, partner saya pernah membawakan saya Kimchi buatan salah satu UMKM lokal, sepulangnya ia bertugas liputan di salah satu acara entah apa, beberapa tahun lalu. Jujur, saya kurang suka, sebab terasa asam, berbau nggak menyenangkan dan pedas yang nggak pedas-pedas amat. Saya rasa, saya akan lebih jatuh cinta saat mengunyah acar yang dicampur di nasi goreng atau sate.

Sementara partner saya tertawa-tawa, dia berkisah bahwa Kimchi yang saya makan memang aneh rasanya. Berbeda dengan Kimchi yang pernah ia cicipi saat sedang tugas belajar di Korea Selatan, dulu. Jadilah, seusai menonton drama Dae Jang Geum is Wathing, mau juga saya bisa kulineran di sana, kapan-kapan. Tapi yang halal tentunya.

Dan ya … sedikit banyak, seusai menonton serial drama ini, saya jadi eungeuh tentang beberapa makanan di sana yang memang dicampur dengan arak masak, kaldu dan daging Babi. Yes, paling nggak, sedikit banyak, jadi dapat pengetahuan tambahan ya.

Kalau Cari Cinta-Cintaan, Ini Bukanlah Salah Satu Serial yang Pas
Memang sih, sangat saya akui, penambahan kisah cinta pada penulisan naskah serial drama Dae Jang Geum is Watching oleh Park Eun Jung dan Choi Woo Joo ini, nggak serta merta membuat saya menikmati romantismenya. Terlalu klise dan mengambang. Atau mungkin karena saya yang bukan lagi berada di usia remaja alias bukan bagian dari segemen pasarnya, makanya nggak membuat pipi saya merona atau berbunga-bunga?
Jadilah, serial drama Korea Dae Jang Geum is Watching ini bagi saya, lebih banyak mengenalkan saya dengan kuliner dari Korea Selatan saja. Ah ya, termasuk tips meminum air rendaman lemon alias infused water lemon dulu sebelum makan, bisa membantu lidah menjadi lebih tajam dan baik untuk membantu mengenali setiap campuran bumbu dan bahan makanan yang disajikan. Ala ala Han San Hae banget deh ya.

Pesan terakhir dari Kak Acha, percayalah bahwa berbagai makan Korea yang disajikan di berbagai gerai makanan di Indonesia pastinya rasanya sudah disesuaikan dengan lidah kita. Kalau mau coba rasa aslinya ya sebaiknya berkunjung langsung ke negara asalnya. Nah, dengan menonton serial Dae Jang Geum is Watching ini, sedikit banyak, saya juga jadi tahu mana menu makanan yang aman dan nggak aman untuk muslim. Penasaran? Silakan tonton saja secara lengkapnya ya.


Mungkin kamu juga punya pengalaman lain yang berbeda dengan saya seusai menonton drama korea Dae Jang Geum is Watching ini? Silakan ceritakan di kolom komentar ya.



Komentar

  1. Yang paling repot memang si cewek sih karena mimisan parah Kalau jatuh cinta. Meski kisah cintanya biasa saja, tapi soal masak2 nya kusuka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya repot banget Sampai cowoknya sedia perlengkapan kalao si cewek sampai mimisan. Hihihi.

      Hapus
  2. aa ternyata seru ya. aku kebetulan lagi cari drakor masak2. tengkiyu repiunya yaa

    BalasHapus
  3. Ini dulu aku pernah mau nonton ini di VIU. Karna masih nonton drama lain, selesaiin yang lain dulu. Terus lupa mau nonton ini. Wkwkwk..

    Aku liat awalnya doang waktu itu. Unik sih.

    BalasHapus
  4. Suka juga nonton ini. Pernah ketemu Minhyuk. Aslinya sopan banget orangnya.

    BalasHapus
  5. Td aku lgs cari filmnya di drakor.id+ mba, dan ada. Uwaahhhh 32 episode yaaaa :D.pjg jugaaaa :D. Tapi aku tertarik mau nonton. Mungkin Krn aku hobi kulineran, jd nonton drama berbau masak aku jg suka.

    Sbnrnya aku sdg nonton 4 Drakor, tp Gpp lah, ditambahin Ama Dae Jang Geum ia watching ini jg :D. Hahahahah mumpung sdg WFH :D.

    Kuliner korea selatan jujurnya jauh LBH enak yg di negara aslinya. Aku ga terlalu suka kuliner Korsel yg ada di resto2 Korea di JKT. Makanya pas ke Korsel kemarin, aku ga expect bakal suka Ama makanannya. Ternyataaa, yg aslinya jauuuh LBH enak. Kalo ditulis spicy, itu beneran spicy.

    Makanya pas ke Korut sept yg lalu ,aku kira makanan bakal sama Ama Korsel. Ternyata jauh beda.Korut cendrung ga berani bumbu :D. Lebih light dari segi rasa.

    Selalu menarik kalo bahas soal makanan gini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap langsung babat 5 drakor dong ya Mba. Semoga suka ya sama drama ini.

      Iya bangetttt. Dan beneran bikin saya penasaran bagaimana rasa masakannya di negeri asalnya. Soalnya kalau sudah di Indonesia, tentu taste-nya disesuaikan sama lidah orang Indonesia.

      Hapus
  6. referensi yang ok nih, secara saya doyan banget sama kuline korsel. Mau coba nonton ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idem, pengen juga nonton, kalau nggak sibuk banget, soalnya EFH itu sesuatu juga sih godaannya ya nonton ataau dengerin musik haha

      Hapus
    2. Hahah iya nih, WFH ini godaannya buat bersantai itu sungguh kuat sekali.

      Hapus
  7. Kalau yang lain jadi pengen nonton, aku malah jadi pengen makan. Btw, ada naskah novel lamaku yg tokohnya bisa mudah mengenali rasa makanan. Karena sesuatu hal, belum jadi terbit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, lanjutkan dong Teh. Mana tau nanti bisa hits nih.

      Hapus
  8. Jang geum dulu nge-hits banget ya..
    Saya itu saya masih awal kuliah.
    Saya suka nonton film Korea tentang makanan begini, jadi tau kuliner si sana. Oh ya, nasi bimbimbap alias nasi campur Korea ada gak ya di film ini..
    Tapi lucu juga ya kalo sampe kissing sama yang bukan jodohnya lidahnya bisa kelu gitu. .

    Berarti harus segera cari pasangan itu biar gak penasaran lagi dan kutukan semacam itu hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adaaa. Ada scene dimana si nasi bibimbab ini dimasakin langsung plus ada trik-trik masaknya juga. Tapi upa deh di episode ke berapanya.

      Hapus
  9. Aku nonton Jewel in Palace yang ada Jang Geumnya. Jadi film ini keturunan Jang Geum yang hidup di zaman modern, berarti, ya? Penasaran pengen nonton langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi seperti ini tuh spin off gitu, cuma lebih fantasi dan modern. Jauh banget dari Jewel in Palace-nya.

      Hapus
  10. Setelah nikah aku jarang nge-drakor karena takut ketagihan haha, pengendalian diriku lemah mba huhu. Tapi sebelum nikah lumayan suka. Ada aja pelajaran yang bisa dipetik hihi.. alurnya unik dan selalu bikin penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Apalagi kalau punya anak kecil, perjuangan banget untuk mengendalikan diri biar nggak nonton melulu tapi ingat untuk urusin anak anak di rumah.

      Hapus
  11. Abis baca judulnya saya auto nyanyi lagu Dae Jang Geum jadul dooong. Kekeke. Waaah, ini dramanya udah modern ya. Emang ada-ada aja ide home production korea bikin cerita-cerita kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu yang bikin betah ngedrakor memang karena mereka idenya ada ada aja.

      Hapus
  12. Walah, aku blmn kena racun drakor, tp rata2 kl dah pernah nonton sekali jadi nyandu hehe
    Tq reviewnya, siapa tau kelak saya tonton hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung sama orangnya sih Bang Sani sebetulnya. Kalau gampang nyandu yaa jadi nyandu deh. Kalau masih bisa membatasi diri ya in syaa Allah nggak terlalu ngeganggu ritme tanggung jawab lainnya.

      Hapus
  13. Enak kl y nonton Drakor sambil makan ala Korea. Bs serasa kaya di negeri ginseng kali y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi biar makin lengkap rasa nontonnya ya.

      Hapus
  14. Banyak di rumah saja tapi sekalipun saya blm pernah nonton drama apapun. Tapi kalau baca sih iya. Seperti baca artikel seperti ini lebih seru menurut saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi selera tiap orang memang beda ya Teh. Terima kasih banyak sudah mampir ke sini.

      Hapus
  15. Selalu takjub dengan Korea, negara miskin SDA tapi bisa bikin drama sekreatif ini

    saya nonton Jang Geum tapi ngga dengan keturunannya ini, kebanyakan jadi bingung :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Ini seperti spin off alias film lain yang terinspirasi dari kisah Jang geum saja, Ambu. Cuma karena teman kuliner jadi bikin hati senang.

      Hapus
  16. Kalau di Drakor pernah kimchi rata-rata ada Kimchi. Daku pernah coba salah satu resto Korea, Alhamdulillah enak, nggak terlalu asam dan pedasnya juga enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yang enak dan sesuai selera ya. Tapi dengar dengar emmang disesuaikan sala lidah Indonesia kalo di sini sih Kak.

      Hapus
  17. Saya belum nonton drakor ini tapi makasih mba rifiuwnya jadi pingin segera meluncur nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama. terima kasih banyak juga sudah mampir ke mari.

      Hapus
  18. Wah aku belom nonton nih drama ini. Kayaknya seru deh. Tapi nanti deh aku nontonnya. Sekarang aku lagi punya 4 drakor yang lagi ditonton :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udha mulai nandain website yang punya drakor ini. Nanti mau mulai download aaah...

      Hapus
    2. Mantap bisa nonton langsung banyak. Kalo saya satu satu banget kalau nonton.

      Hapus
    3. Selamat bersiap menonton Dae ang Geum is Watching ya mba.

      Hapus
  19. Bagus nih mbak filmnya, saya blm pernah nonton film ini. Jadi pengen buru2 nonton deh, krn saya penyuka drakor juga

    BalasHapus
  20. Udah lama gak nonton darkor yang genrenya tentang masakan. Noted dulu judulnya ah kalau ada kesempatan mau nonton juga soalnya baca ulasannya keliatan seru juga nih drakor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah mampir ke sini ya Mba.

      Hapus
  21. Pernah juga sih kulineran Korea beberapa kali cocok di lidahku ternyata tapi aku engga tau apa itu sudah dimodiv dgn bumbu Indonesia atau tidak soalnya belum pernah ke Korea belum pernah nyoba aslinya gimana hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya Mba. saya juga nih belum pernah nyobain rasa aslinya di Korea Selatan sana.

      Hapus
  22. wahh aku uda lama banget ga nonton drakor, mba, hihihi.
    Ternyata film ini bagus juga ya, jadi bisa lebih tau banyak tentang makanan KOrea :)

    BalasHapus
  23. Pernah sih nyobain kimchi, 2 kali nyobain 2 kali punya rasa yag beda hehe, anw jadi penasaaran nih sama Drama nya ini mba :)

    BalasHapus
  24. wah kayaknya bagus ya filmnya, boleh nih drakornya buat tontonan dirumah, biar ada hiburan baru dirumah aja.

    BalasHapus
  25. waaa udah lama ih aku nggak nonton drama korea, jadi pengen nonton drama korea lagi deh biar nggak bosen juga yaaa selama dirumah aja hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat hunting drama korea Dae Jang Geum is Watching ini Mba.

      Hapus
  26. Aku dulu nonton Dae Jang Geum paling depan..hahaha, ga akan ketinggalan tayangannya. Kini karena sudah enggak nonton drakor lagi...ku salut kalau ada Dae Jang Geum is Watching yang ngulik lagi soal masak-memasak. Enggak tahu kenapa meski bukan yang hobi banget ngulik dapur kalau lihat tayangan masak apalagi dalam fil itu seneng rasanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. I feel you Mba. Sebagai yang nggak terlalu semangat ngulik masakan, entah kenapa malah senang banget nonton tayangan masak masakan.

      Hapus
  27. Karakter tokohnya unik unik yah Mbak. Hehe aku belun pernah nonton drakor berseri-seri sih karena kadang suka terkendala platformnya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Kalau saya betahnya di VIU sih. Kalau donlot masih maunya langsung copy aja.

      Hapus
  28. Selalu ada hikmah dari setiap hal ya. Saya tidak suka nonton drama apapun. Tapi lewat tulisan ini, saya pun bisa ambil ilmu dan manfaatnya. Terimakasih atas ulasannya 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah mampir ke sini ya Teh.

      Hapus
  29. Ku maluu...
    Aku belom nonton Jang Geum. Huhuu~
    Dan seru yaah...kalau di karuniai lidah (perasa) yang tajam. Mirip-mirip sama Film Aruna dan Lidahnya gak yaah..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak apa kok Mba Nggak semua hal yang orang lakukan perlu kita lakukan juga, semisal nonton drama. Tiap orang kan punya seleranya masing-masing,

      Hapus
  30. Nonton ini bisa bikin laper ya mbak? hahahhaa soalnya isinya makanann melulu. Aku juga lagi pengen korean fried chicken nih huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kalau bisa sambil nonton ini langsung praktek masak juga atau siapin camilan yuk Kak Fara biar nggak terlalu lapar haha

      Hapus
    2. Iya banget Mba Fara. Isinya memang makan melulu sama cinta-cintaan.

      Hapus
    3. Nah, setuju banget sama Kak Fenny. Kudu banget siapin camilan buat nemenin nonton.

      Hapus
  31. Aku juga abis baca baca dikit tentang Korea, baru tau kimchi itu banyaaaak banget bahan dasarnya hahaha. Abis nonton episode BTS bikin kimchi juga sih hahaha. Ternyata banyak juga variasi dalam masakan Korea. Jadi pengen nonton ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa banyak banget variasinya dan sama sama disebut kimchi. katanya tiap keluarga juga punya kimchi khasnya sendiri deh.

      Hapus
  32. Aku punya drakor ini tapi belum kutonton
    Suka ga punya energi lagi buat nonton serial eh cha
    Kasih semangat dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Kak pring. Semoga dengan masa WFH, bisa muncul lagi semangat nonton serialnya ya.

      Hapus
  33. Aku suka nonton tayangan masakan. Termasuk jika ada di drama korea. Drama ini akan jadi pemilihan aku buat ditonton bersama keluarga

    BalasHapus
  34. Duh kalau ngeliat ini pasti bawaaanya jadi laper terus ya, seru sih tapi jadi kenal makanan khas korea selatan. Baca ini malah sekilas teringat aruna dan lidahnya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya. Aku udah nonton aruna dan Lidahnya tapi malah belum ditulis di blog ini.

      Hapus
  35. Asik banget nih kalau sudah bicara soal makan dan tradisi makan bersama. Saya itu paling senang dengan kegiatan makan bersama mbak. Film ini cocok sama aku apalagi kalau bicara makanan..

    BalasHapus
  36. Hahaha bener banget. Pernah nyobain toppoki aja aku nggak suka padahal itu pasti udah ditambahi bumbu khas indonesia.

    Btw kusuka nih drama drama soal masakan, jadi pengen masak juga soalnya. Ya pengen doang sih, eksekusinya gatau kapan wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk i feel you Afri. Kadang pengen sampai beli bahannya, eh pas mau eksekusi, malasnya datang. Repot deh, hihihi ....

      Hapus
  37. Ini karakternya unik-unik banget yaa, seru deh kayaknya. Si bungsu untungnya walaupun sarung tangannya mirip Nube tapi gak kayak Nube ya. Bahaya tangan iblis wahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya. Kalau ujungnya malah nangkapin iblis di dapur kan repot ya. Hihihi.

      Hapus
  38. Wahhh wajib banget nonton nih. Walaupun aku uda lama banget ga nonton. Apa lagi menceritakan ttg masakan ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ada kesempatan buat nonton lagi ya Mba.

      Hapus
  39. Saya juga saat work from home ini kerap mengisinya dengan nonton juga kak, kayanya saya jadi pengen nonton film ini juga, seru ya ceritanya dengan karakter tokoh yang unik gitu, asli penasaran saya. Langsung saya masukin list daftar film yang ingin ditonton nih. :)

    BalasHapus
  40. Sempat pengen nonton drama ini tapi cuma 1 episode. Maklum aku kalau nonton biasanya milih yang banyak diomongin orang. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi. Kalau aku, biasanya tergantung ketertarikan di episode awal sih Mba.

      Hapus
  41. Karakter di film drakor ini unik ya mba, pasti adikku suka kalau tau ada film drakor judul Dae Jang Geum Is Watching ini.
    karena adikku no 2 suka banget nonton drakor sampai berjam-jam.

    Apalagi kalau udah nonton film drakor yang romantic gitu,kalau ada adegan nangis. pasti ikutan nangis bombay juga dech

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuuwww adeknya Mba Elva menghayati banget tiap adegannya berarti ya.

      Hapus
  42. Han Jung Sik punya kesaktian tuh bisa membuat matang apa yang di pegang. Boleh juga nih drama tentang kuliner khas korea selatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kekuatannya unik sendiri nih si Han Jung Sik di Dae Jang Geum is Watching ini.

      Hapus
  43. Haruskah aku nontonin inii.. suka liat sliweran nih judul di aplikasi.. duh.. nonton deh haha

    BalasHapus
  44. Idenya keren banget. Punya lidah ajaib. Sederhana tapi mengena bingit. Nah yang kayak gini nggak ngebosenin ditonton ya. Mendadak laper juga nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan bikin pengen ikutan ngulik masakan juga deh jadinya.

      Hapus
  45. Walaupun kata beberapa orang Drama Korea itu alurnya lambat, tapi menurutku kalau kita cari referensi dahulu sebelum nonton pasti bakalan nemu yang bagus deh. Terbukti aku baru aja nontonin 6 bulan belakangan ini dan ingin banget ke Korea jadinya. Udah mulai cobain pesen makanan-makanan Korea juga. Ya ampun....

    BalasHapus
  46. Wah aku belum pernah nonton Drama Korea nih kak hehe walaupun banyak temen-temen khususnya cewek pada nonton. Ternyata kaya akan makna juga yaah sampek ada ragam kulinernya gitu hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang Ipul. saya seringnya mencari tontonan yang ada maknanya gini sih.

      Hapus
  47. Aku gak pernah nonton Drakor..jadi kalo ada yang bahas film Drakor aku melongo ajah .hehehe btw tapi aku pernah dengar kimchi...teman temanku sering makan itu..tapi aku gak pernah juga makannya...pedas kah rasanya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pedas asam sih Mba. karena kan itu hasil fermentasi.

      Hapus
  48. Lupa kapan terakhir nonton Korea-Korean. Kini, pas di rumah aja malah gak sempat, padahal lagi jadi obrolan semua orang nih banyak D-Korea.

    BalasHapus
  49. Baca berulang kali bikin saya mulai memahami kebiasaan makan serta informasinya terkait makanan di negara ginseng. Lewat film atau drama kita pun bisa belajar apa saja ya

    BalasHapus
  50. Wah aku bukan penggemar drakor, tapi baca review ini aku malah jadi penasaran pengen nonton yang ini deh
    Pengen tau ragam-ragam kuliner korea jadinya

    BalasHapus
  51. kalau drama korea bahasannya makanan korea, saya jadinya suka penasaran ingin nyobain, lapar aja bawaannya hehe. Tapi makanan korea emang enak - enak,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin ya Mba kalau soal enak, soalnya kan selera tiap orang itu beda beda.

      Hapus
  52. Wah saya nggak nonton yang ini, ternyata seru juga ya. Terima kasih sudah sharing, bisa langsung nonton ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak juga sudah mampir ke mari ya Bang.

      Hapus
  53. dulu aku nonton dae jang gem. Sukak bangeeeeet. Ampe keimpi2 gitu makanan2nya sampai akhirnya dapet lah kesempatan traveling ke korsel. Bahagia banget bisa ketemu kimchi meskipun pas pertamakali makan pengen muntah hhahaha.
    anyway, keknya harus meluncur ke drakor dae jang geum is watching ini. Tampak seruuuuu. Thanks buat review nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama. Terima kasih banyak sudah mampir ke sini juga ya Kak.

      Hapus
  54. Wah aku mau ikutan nih minum air rendaman lemon sebelum makan
    PAsti lebih segar ya rasanya. Ikut nyontek resep alaala Korea jadinya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Di dramanya sih, dibilangnya, ilidah jadi bisa ngerasain lebih tajam rasa si makanan yang kita makan setelahnya.

      Hapus
  55. Berbicara kuliner Korea pasti g jauh dr barbeque yg ku suka bngt nih. Apalagi di all you can eat. Bikin begah pokoknya, 90 menit santap daging

    BalasHapus
  56. Uda lama g nontin drakor ni, sepertinya drakor ini bisa jadi pilihan yg bagus

    BalasHapus
  57. Aku tuh kalau nonton drakor suka sama menu makan mereka yang lengkap, ada ayur, lauk-lauk gitu. Sampai cari serepnya apa aja sih tapi belum nemu. Makanya aku suka makan ke Koba berasa lagi di Korea :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resep yang real beneran resep masakan sana ya.

      Hmm, mungkin drama Jang Geum is Watching ini nanti bisa bantu kamu sedikit sedikit nemu resepnya, Mba.

      Hapus
  58. Entah kenapa sampai sekarang saya belum tertarik nonton serial, baik Korea, Barat, atau Indonesia.
    Kalau film cerita lepas saya sih suka, sekali nonton langsung selesai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih Mas. Kalo serial gitu, lama dan panjang waktu buat nontoninnya.

      Hapus
  59. Baca ulasannya langsung pengen nonton.. bayangin seru gitu.
    Lumayan buat nemenin rebahan di rumah ��

    BalasHapus
  60. Aku belum pernah nonton drakor ini. Ini temanya kuliner banget ya. Bagi pecinta kuliner, nih recommended utk memperluas wawasan kuliner Korea. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih ke masak masak, eh iya deng, kuliner banget. Soalnya semuanya berhubungan dengan makanan.

      Hapus
  61. Karena dulu aku penggemar jang geum, jadilah saya nonton drama ini. Tapi sayang cuma sampai episode 6 saja dan gugur di tengah jalan gak lanjut lagi. Ada drama yang lebih menarik entah apa lupa judulnya, hehehe. Maklum, emak-emak gak bisa nonton semua drakor apalagi secara online. Padahal ceritanya ini bagus sih tapi kalah sama drama lain (menurutku sih)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih. Drama Dae Jang Geum is Watching ini memang nggak terlalu cinta cintaan sih. Lagian nonton drakor memang tergantung selera ya, Mba.

      Hapus
  62. aku belum nih nonton yang ini, aku masukin ke list nonton nanti ah apakah aku akan keracunan sama drama ini apa engga. hehe

    BalasHapus
  63. baca ulasan tentang drama korea ini, bikin aku penasaran pengen nonton deh. Di netfliz ada ngga ya ka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya ada. Kalau aku sih biasanya di Viu, Mba.

      Hapus
  64. Aku salah satu penggemar dae jang geum nih.. dulu ngikutin bnget dramnya.. inspiratif karakternya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Nah, kalau di drama ini, beda banget. Spin off nya saja, jadi, cuma dijadikan sebagai backgorund kisah ajasih dae jang geum-nya.

      Hapus
  65. melihat drama ini dengan cerita kulinernya dan bagaimana meraciknya menjadi makanan sungguh memikiran filosofi dan juga manfaat secara kesehatan. Rasa makanannya lebih mengandalkan rempah dan herbs yang tajam serta banyak menggunakan bumbu fermentasi.
    menarik sih buat di coba ini masak sendiri selama work from home hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drama ini langsung menginspirasi buat ngulik makanan ya, Bang?

      Hapus
  66. karena aku tuh habis nonton drama Chocolate, yg ada unsur makan dan masak-masakannya, trus aku jadi kepoin beberapa drakor yg memang temanya tentang masak dan makanan gitu. Nah berarti kalo ini judulnya Dae Jang Geum ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum

      Dae Jang Geum is Watching atau Dae Jang Geum Oh My Grandma.

      Hapus
  67. Menarik banget nih drakornya, aku suka cerita yang kayak gini dibanding drama romantis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih. Ada romantisnya tapi, hanya saja kisah romantisnya ngambang banget.

      Hapus
  68. Aku udah nonton drama Dae jang geum is watching ini. Tiap episode bikin ngiler dan laper terus karena liat mereka masak-masak yang enak mulu hehe. Kayaknya bisa rewatch lagi deh selama wfh ini, buat ngilangin bosen.

    BalasHapus
  69. Paling suka dengan drama Korea yang menampilkan makanan khas dari sana. Suka dengan cara mereka buat makanan tersebut lalu menyantapnya dengan ekspresi yang menggambarkan lezatnya.
    Dan saya jadi ikut pengen makan makanan Korea, dong hihihi

    BalasHapus
  70. asik list drakor aku bertambah nih, kebetulan lagi suka banget ngikutin menu masakan korea, aku juga suka cara mereka nikmatin makanan

    BalasHapus
  71. Paling suka nonton drama Korea yang ada masak-masaknya gitu. Jadi tau makanan khas dari sana. Tapi dampaknya jadi pengen nyicipin juga makanannya hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... kapan kapan hunting masakan ala ala korrea ya habis masa di rumah aja ini.

      Hapus
  72. Saya gak pernah nonton drama Korea lho kak. Jadi saya biasanya nengok judulnya aja hehe.. klo pun saya nonton, film aja dan itu pun yg thriller pembunuhan gt.

    BalasHapus
  73. Hohoho kadang jadi pengin juga punya penciuman yang tajam biar kalau masak enak terus atau kalau bisnis makanan jdi laris manis ya, kaya di drakor ini. Duh seru ey pasti jadi pengin jajalin banyaknmakanan korea abis liat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Trus kalau punya tangan dewa memasak, makin laris manislah itu bisnis makanan.

      Hapus
  74. Waaah, unik dan menarik banget ini ceritanya, Mba! Haduuuh, jadi tergoda, tapi aku selalu takut untuk memulainya, takut ga bisa move on dan pekerjaan terlantar, seperti ketika aku dulu 'terjebak' nonton Goblin. The first and one only Korean series that I watched till now.

    Btw, ini beneran unik dan menggoda banget kisahnya ya, hm.... nonton ga, ya? Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo gimana Mba Al, nonton nggak nih. Hihihi.

      Hapus
  75. sedaaap banget kalo nikmatin film korea yg ada masak-masakannya gitu, jadi auto pengen coba masak. Dan kebetulan habis nonton drakor chocolate jadi pengen tau ada drakor yg temanya masak makan kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum nonton yang chocolate lho. Ok, aku masukin list dulu.

      Hapus
  76. Wah alur ceritanya antimainstream yah Mbak. Bukan drama cinta cintaan hehe lebih ke value keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba. Cinta cintaannya ada sih, cuma ya nggak dalam dan berasa selewat doang gitu.

      Hapus
  77. Walaaaah aku baru tahu ada drama ini mbak, Karena dulu aku sukaaaaa banget sama dejanggeum sampai apal lagu yang onara onara itu sampai sekarang, cus nontooooon ternyata sekarang sudah beranak pinak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhehe, ini tuh drama spin off Mba. Nggak ada si Dae Jang Geum-nya. Malah ceritanya lebih ke pamer masak masakan.

      Hapus
  78. masih nggak menyukai Drakor tapi saya suka makanannya.. masih cocok di lidah soalnya.. macem bulgogi ata tteokbokki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bulgogi enakkkk banget memang ya Mba.

      Hapus
  79. Aku belum pernah nonton drakor ni. Kayaknya seru.. aku belum pernah nonton drama genre masakan. Nanti pas aku mau ke korea, aku nonton deh drakor ni biar tau banyak makanan korea

    BalasHapus
    Balasan
    1. kala jadi ke korea, kabarin ya Kak. Aku mau banget baca cerita perjalanannya.

      Hapus
  80. MEnarik juga ya, aku nggak nonton sih tapi ini. Padahal biasanya suka lo genre yang masak2 gini. Termasuk favorite genre selalin dokter dan detektif wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dicari, mungkin bakalan suka Mba.

      Hapus
  81. Wahh mantepp nihh, bisa buat referensi jugaa kalo lagi dirumahh nihh😆

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.