Langsung ke konten utama

Postingan

Little Tokyo dan Lautan Manusia

Keluar dari Blok M Square, sejauh mataku memandang, hanya ada orang-orang yang lalu-lalang. Berkerumun. Menyemut di sepanjang jalan Little Tokyo, sekitar kawasan Melawai. Stand beratap payung ada dimana-mana, menutupi berbagai restaurant Jepang yang ada di sepanjang jalan. Wajah-wajah yang ditangkap mataku, bukan hanya anak muda pribumi, melainkan juga warga Jepang asli. Sementara sepasukan Mikoshi sedang sibuk mempersiapkan diri.

#FFCintaPertama Lelaki Pertama

Dua puluh empat tahun. Sudah dua puluh empat tahun, aku baru menemukan perasaan yang begitu membahagiakan namun juga menakutkan, menyakitkan tapi menenggelamkan aku pada kerinduan. Kusebut ... cinta pertama. Bukan karena bertahun lalu aku tak pernah jatuh dalam cinta. Bukan karena aku tak pernah menjalin hubungan dengan seorang lelaki pun. Bukan pula karena tak ada seseorang pun yang dulu hadir, dan membuatku bertekad mempertahankan perasaan kami bersama-sama.

Warna Apa yang Kamu Lihat Dariku?

Dunia ini abu-abu, Tomodachi. So grey. Too grey. Sebab orang lain begitu mudah menilai seseorang dengan tingkah polah yang terkadang nggak mencoba di dalaminya. Judge a person with its cover. I mean, bukan cover dalam artian penampilan ya. Sering juga dari sikap seseorang, pilihan hidupnya, tanpa ada yang sadar sedalam apa pemikirannya. Kenapa aku sampai menuliskan demikian? Ah, aku sangat bergairah untuk menceritakannya pada kalian, Tomodachi.

Sampai Jumpa Lagi, Garut! #Touring2Garut Bag. 4

Sampai jumpa lagi Garut! Iring-iringan motor kami melaju lambat menuju ke pintu keluar kota. Belum begitu jauh, sebuah gunung menjadi latar dari pom bensin yang kami kunjungi.


Kutulis Namaku di Pasir Putih Santolo #Touring2Garut Bag. 3

Sore baru saja datang saat motor kami beriringan memasuki gapura yang bertuliskan, ‘Selamat Datang di Pantai Santolo Indah, Kabupaten Garut’. Kami dikejutkan oleh ramainya tepian pantai penuh pegunjung yang sedang menikmati libur panjang mereka. Hmm, sepertinya kami juga nggak bisa berlama-lama, sebab perjalanan jauh masih akan menyita stamina kami sepulangnya nanti. Tetapi aroma laut begitu menggoda, jadilah ... kami tergesa mencari tempat parkir.

Jejak Hijau Gunung Gelap #Touring2Garut Bag. 2

Menuju Garut bagian selatan, meninggalkan keramaian tengah Kota Garut yang persis kota tua dengan delman yang bebas lalu-lalang mengangkut penumpangnya. Ditambah dengan mobil angkutan berbagai warna dan panasnya udara yang menyilaukan.
Motor-motor kami melaju melewati jalan perkampungan. Mataku menyapa deretan padi yang menjelang kekuningan. Sementara sebuah gunung di kejauhan, gagah menopang langit.

Tuhan Ada Dalam Tiap Perjalanan #Touring2Garut Bag. 1

Touring. Sebelumnya mana pernah aku masukan kegiatan touring ke dalam daftar pengalaman yang ingin kurasakan sepanjang hidupku. Namun, di pengalaman pertamaku, aku menemukan rasa yang dalam ... sangat dalam ... tentang betapa mungil dan kerdilnya aku di dunia milik Tuhan ini.