Postingan

Kenalan dengan White Coat Syndrome Lewat Fiksi Romance Indonesia Bernapas Korea

Gambar
Dalam hidup, manusia yang satu, kenal atau pun nggak, sebenarnya saling memberikan pengaruh. Iya nggak sih? Sesederhana, sebuah karya yang dihadirkan oleh seorang penulis, bisa ngasih pengaruh tersendiri ke pembacanya. Menemukan novel White Coat Syndrome di aplikasi Cabaca yang biasanya menjadi lahan bagi Ka Acha untuk melewati masa lapang belakangan ini – jika kamu sering berkunjung ke Taman Rahasia Cha pasti eungeuh deh – memberi Ka Acha sedikit banyak pemahaman baru mengenai fobia, salah satu isu dari mental health . Masih suka dengar celotehan para orang dewasa yang menakut-nakuti anak-anak dengan berbagai profesi semisal Dokter atau Satpam? “Hayo, kalau kamu nakal, nanti disuntik lho sama Dokter!” Pernah dengar kalimat begini? Ada satu pengalaman personal Ka Acha ketika mengunjungi sebuah kantor urusan administrasi, dimana saat mengantre, ada ibu dan ayah yang menakut-nakuti buah hati mereka yang nggak bisa diam, dengan ocehan, “Duduk diam! Kalo nggak, nanti kamu dimarahi

Mencicipi Batagor Bandung Di Batagor Haji Isan

Gambar
Bandung selalu punya ceritanya sendiri. Apalagi, kuliner di Bandung seolah senang sekali meninggalkan kesan untuk pengunjungnya agar tersandung rindu, kemudian kembali lagi. Belum lagi pergerakan dari para influencer Bandung yang banyak mengangkat plus mengenalkan berbagai ragam kuliner khas Bandung di media sosial. Diiringi pula oleh berbagai tempat kulineran Bandung yang terus saja bermunculan. Sedari lama, bagi saya, Bandung selalu punya kisahnya sendiri dalam setiap perjalanan. Menjadi sebuah kota dan kabupaten yang bukan hanya sekadar pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat, tempat yang beberapa kali saya sambangi demi menimba pengalaman, semisal saat saat ikut seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara. Si Kota Kembang punya ronanya sendiri yang bikin betah. Banyak kisah perjalanan yang saya tuangkan di blog Taman Rahasia Cha, mulai dari kunjungan ke Curug Omas Maribaya, dan beberapa destinasi wisata Bandung lainnya. Ya … Bandung punya tempat tersendiri di hati saya. Beranj

Antologi Romantika Cinta Pertama

Gambar
Banyak yang berkata bahwa kisah cinta itu paling mudah dituliskan, terutama dalam dunia fiksi, genre romance dianggap sebagai genre yang paling ringan untuk dihadirkan kepada pembaca. Sampai beberapa waktu lalu, Ka Acha mengikuti sebuah webinar bertema “Memikat Hati Editor dengan Kisah Romance Mainstream”. Tuh kan, bahkan di dunia penerbitan dan perbukuan, dunia romansa ini sudah bertebaran dimana-mana. Padahal, disadari atau nggak, kisah cinta sebenarnya paling tricky karena bisa punya banyak versi. Mundur pada diri Ka Acha beberapa tahun lalu yang pernah menganggap, kisah cinta tertinggi ada di tangan seorang ibu dengan anaknya, kemudian saya menghadirkannya dalam antologi Perempuan Itu … Sesuatu , rupanya membawa saya untuk menyelam lebih jauh. Satu dekade berlalu. Waktu mengubah saya dari seorang remaja menjadi ibu muda, berkali-kali pula perasaan saya diombang-ambing oleh urusan cinta. Menuntun saya melengkapi kisah cinta antara ibu dengan anak tadi, dengan kisah serupa, a

Menyalakan Lentera Sejarah dan Budaya Melalui Fiksi di Platform Digital

Gambar
Apa kamu juga suka membaca fiksi di platform digital? Walau saya pun masih sangat menikmati momen-momen membaca melalui buku fisik, kemunculan berbagai platform digital yang dikhususkan bagi penulis dan pembaca muda, tak pelak menggoda saya juga. Apalagi, kehadirannya makin menjamur ya. Alasan remehnya, mencegah saya menjadi tsundoku, alias si penimbun buku yang terus membeli tapi ditamatkan nanti-nanti. Sering kalap memang kalau ke toko buku. Lihat saja, seberapa banyak ulasan buku yang akhirnya saya tayangkan, dibanding yang saya beli, baca, namun nggak sukses dituntaskan? Nggak apa-apa. Membaca bagi saya bukan beban kok. Proses menikmati bacaan itu, punya tempat sendiri di diri saya. Ada sisi asiknya sendiri ketika Ka Acha menyambangi berbagai platform digital untuk membaca karya fiksi. Keseruan yang terasa ringan dan nggak terlalu banyak menuntut sebab jejaknya hanya ada dalam telepon genggam. I mean , rak buku saya nggak makin penuh sesak. Tambahan lain. Adanya notifikas

Pakai Pelembut dan Pewangi Pakaian Ala Korea untuk Pakaian Kesayangan

Gambar
Sebuah lagu yang sedari tadi saya dengarkan melalui aplikasi pemutar musik di smartphone saya baru saja berhenti. Jeda beberapa detik, bersamaan dengan lampu penanda pada tombol rinse mesin cuci satu tabung bukaan atas saya mulai berkedip, membawa saya bangun dari duduk. Dari tempat saya bersantai membaca buku tadi, si mesin cuci seolah memanggil. Sudah waktunya saya mencampurkan cairan pelembut dan pewangi pakaian ke dalam air bilasan. Ketika tombol pause saya tekan, lalu membuka tutupnya, suara IU menyapa saya dengan intro lagu Strawberry Moon.

Winter Tea Time yang Mengajak Pembaca Ikut Menemukan Cinta dalam Jebakan Waktu

Gambar
Pernah nggak sih kamu sukses dibikin jadi baper menjurus bapik sama karakter fiksi yang sedang kamu baca? Ini kali kedua untuk Ka Acha, setelah sebelumnya pernah sampai jatuh cinta sebegininya sama karakter Adimas di seri komik My Pre Wedding . Karakter lelaki yang sebenarnya nggak sempurna, tapi bisa banget bikin jatuh cinta oleh sikap manisnya. Melalui novel Winter Tea Time karya Prisca Primasari, saya dibuat kepincut sama karakter Hayden yang manisnya nggak ketulungan, mengetuk jiwa-jiwa bucin Ka Acha yang sudah lama terkubur dalam tenang. Bahkan, saya nggak pake malu-malu buat bilang, “love you, Hayden” di beberapa kolom komentar dari bab yang sedang saya baca. Waktu menemukan komentar balasan dari penulisnya, di saat yang sama, jantung saya berdetak heboh, girang, persis anak kecil yang dihadiahi kue cokelat kesukaan. Asiknya membaca di platform khusus begini, interaksi antara pembaca dan penulis bikin terasa dekat. Memangnya, Winter Tea Time ini mengisahkan tentang apa si

Kesetaraan Dalam Urusan Domestik Sama Si Partner Hidup

Gambar
“Makanya bro, nikah, biar ada yang ngurusin lau, man.” Saya yang kala itu sedang asik bekerja di depan laptop, seketika merinding. Udara dingin yang ditiupkan AC central ruang kerja, mendadak serupa angin beku musim dingin. Sebelum saya hipotermia karenanya, saya memilih menegakkan punggung dan meraih gelas air untuk minum, demi menyadarkan diri. Memangnya, di dalam sebuah rumah tangga, nggak boleh ada kesetaraan dalam urusan domestik ya? Perempuan akan jadi pihak yang banyak mengurusi, sementara si lelaki menjadi yang diurusi alih-alih sudah menghadiahkan nafkah bagi keberlangsungan keluarga?