Label

Minggu, 24 Juli 2016

Jiah Al Jafara : Bikin Saya Kemimpian Jalan-Jalan

Entah karena saya sudah kangen binti rindu kebangetan untuk menyambangi mungkin Stasiun Senen mungkin Stasiun Gambir untuk naik kereta ke Jawa ... hmm, padahal sih saya memang tinggal di Pulau Jawa ya, tapi nggak tau bagaimana, kalau judulnya pergi berkunjung ke Jawa Tengah atau Jawa Timur itu namanya ‘pergi ke Jawa’ menurut kebanyakan orang ... lalu, kemarin malam saya mendadak terbangun dari mimpi indah yang sampai saya menuliskan postingan ini, saya masih ingat potongan-potongan mimpinya.

Header Blog Jiah Al Jafara

Bukan! Saya nggak mimpi buruk lalu saya tersadar sampai-sampai saya mandi keringat saat terjaga. Saya malah mimpi jalan-jalan naik kereta api, menemukan daerah persawahan, matahari terbit di pagi hari, sambil bernyanyi lagu ‘Indonesia Tanah Air Beta’. Aduh ... padahal 17 Agustus masih lumayan lama lho, tapi saya sudah kangen berat untuk menikmati indahnya Tanah Air Beta ini.

Belakangan saya terpikir tentang Magelang yang kebetulan berdekatan dengan Jogjakarta. Saya pernah mem-posting listicle tentang air terjun kece apa saja yang bisa disambangi kalau sedang main-main ke daerah Magelang, dan itu membuat saya makin kangen jalan-jalan. Ditambah lagi oleh penemuan saya pada keberadaan postingan milik Jiah -- panggilan manis untuk Jiah Al Jafara – tentang Andong Peak yang walaupun dalam kisahnya Jiah belum berhasil menemukan sunrise di sana, tapi dia sudah mencatat pengalaman muncaknya, nyonya-nyonya sekalian.


Gunung Andong yang berada di daerah Magelang, dan konon katanya mudah didaki oleh para pemula sekalipun ini, sudah berhasil disambangi Jiah beberapa minggu lalu. Jiah membuktikan rumor yang sering saya dengar dari beberapa teman-teman saya kalau saat mendaki puncak Andong, para pendakinya nggak perlu bingung mencari warung, karena sudah tersedia di sana. Heih, beneran, Jiah? Belum lagi kalau saat muncak di Andong, nggak perlu bawa air terlalu banyak, karena ada mata air di jalur pendakian. Lagi-lagi, terima kasih ya Jiah, sudah memberikan beberapa fakta dari pengalaman mendaki yang sering bikin saya makin semangat mencoba ... walaupun kalau sudah ingat pola hidup saya yang doyan lembur belakangan ini, semangatnya mendadak kendor. Ditambah postingan Jiah yang terbaru banget tentang perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk mendaki sebuah gunung. Haduh Jiah, ini saya kapan naik gunungnya ya? Perlengkapan segambrengnya gampang lah, tapi kesempatannya itu ... tolong saya didoakan ya.

Jiah merupakan teman blogger kesekian yang berhasil dengan sukses sesukses suksesnya bikin saya semakin kangen jalan-jalan. Setelah sebelumnya ada Mba Evrina SP dan Mba Muna Sungkar, sekarang malah Jiah nih. Haiya .... Tetapi membaca berbagai tulisan mereka mengenai pengalaman travelingnya, entah bagaimana, saya semakin merasa bahwa traveling bisa membantu saya untuk menemukan pengalaman hati yang lebih mendalam. Belajar untuk lebih bersyukur lagi dengan kehidupan, berempati, dan juga semakin sadar bahwa Allah SWT benar-benar menciptakan dunia ini untuk dijelajahi dengan hati.

By the way, masih ada banyak pengalaman traveling lainnya yang Jiah ceritakan di blog-nya dan ... terima kasih lagi ya karena sudah memberi saya motivasi secara nggak langsung untuk menabung dengan giat dan bersabar demi banyaknya perjalanan menyenangkan yang akan saya jalani sebentar lagi. Ehm, ini kode keras  lho buat partner saya yang kece dan para travelmate saya untuk ... ayolah kita kemon ganks.

Nah, kembali membahas mengenai Jiah Al Jafara yang bukan cuma bikin saya kemimpian karena baca beberapa article di blog pribadinya, tapi juga diam-diam berdoa dalam hati agar bisa segera jalan-jalan karena kunjungan saya yang kesekian ke Instagram account-nya, sampai saya akhirnya menguatkan diri untuk mem-follow akibat nggak bisa mencegah diri saya yang beberapa minggu ini kangen berat untuk traveling lagi.

Jiah Al Jafara – atau panggil Jiah saja biar akrab ya – ini punya jargon keren yang bikin saya merasa kalau Jiah merupakan salah satu blogger Indonesia yang tingkat percaya dirinya bagus banget. The Power of Anak Kampung. Tuh kan, bikin saya terpikir kalau, menjadi sebenar-benarnya diri sendiri dan apa adanya dengan nggak terus berhenti belajar itu, membuat banyak hal yang diimpikan akan diwujudkan Sang Maha Pemberi Rejeki secara pelan-pelan. Saya mendadak kagum, jadinya. Semua yang Jiah posting di blog-nya merupakan tulisan yang sederhana, tapi benar-benar menunjukkan seperti apa Jiah sebenarnya.

Jiah Al Jafara


Hey gadis yang suka baper – sama kayak saya sih – dan menyenangkan banget menemukan berbagai ocehan ceria kamu di chat, semangat terus dalam berkarya ya. Semoga suatu waktu kita bisa bertemu dan bisa traveling bareng menjelajahi Jepara-mu.