Langsung ke konten utama

Postingan

Se-anak Path Apakah Kamu Kalau Lagi Hang Out?

Sebagai anak yang masuk dalam golongan Generasi Y atau yang biasa dikenal sebagai Generasi Milenial, dimana menurut teori generasi, biasanya anak anak milenial lahir pada 1981 – 1995, merupakan generasi yang sangat dekat dengan perkembangam teknologi termasuk dunia social media, saya dan mungkin juga kamu telah termasuk ke dalam bagian ini ya. Lalu, dengan semakin berkembangnya dunia digital saat ini, lama kelamaan, kalau nggak bisa buka aplikasi social media di smartphone itu rasanyaaa … sudahlah, sudah banyak juga kok yang kena Nomophobia. Tapi, bersyukurlah kalau kamu masih tau waktu, kapan waktunya untuk main smartphone dan menyimpannya saja di dalam tas ya … apalagi kalau sedang hang out sama teman-teman.

Kenapa Perempuan Suka Belanja?

Apa kamu setuju dengan judul postingan saya di atas? Banyak yang bilang kalau salah satu cara agar perempuan merasa gembira adalah dengan berbelanja. Termasuk, berbelanja sebagai salah satu bagian dari stress healing kaum Hawa. Benarkah hal ini memang terjadi dan telah lama bersemayam dalam diri seorang perempuan?
Pertanyaan ini mungkin sesekali terlintas, bukan hanya di benak kaum pria, bahkan di benak perempuan itu sendiri. Para perempuan bisa jadi bingung dengan hobi belanja yang memang sudah jadi watak bawaan makhluk Tuhan yang satu ini. Blanja seakan jadi pelengkap hidup kaum perempuan, baik itu belanja kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan kebutuhan sekolah atau alat tulis kantor, sampai membeli berbagai random stuff yang bahkan setelah dibeli malahan jarang digunakan, alias menumpuk begitu saja.

Kenapa Sih Banyak Orang Mengandalkan Online Travel Agent?

Kamu pernah merasa bingung saat hendak berlibur atau booking hotel dan tiket pesawat, sayangnya budget belum mencukupi? Kalau iya, berarti kamu juga  pernah merasakan hal yang sama seperti saya, bahkan mungkin banyak orang pernah merasakan pengalaman yang sama juga ya.
Nggak semua orang bisa menabung secara rutin setiap bulan, apalagi untuk urusan, mengisi penuh post dana traveling. Tapi gimanapun juga ya, karena trabeling itu sebenarnya cukup perlu juga untuk kesehatan hati, kenapa nggak sih berjuang untuk bisa mewujudkan traveling ke destinasi impian walaupun harus sabar menabung dulu?

Ponorogo : Keysha dan Bunga Bunga Tepi Jalan

Siang ini, saat jam makan siang di kantor, saya dan beberapa rekan kerja saya, seperti biasa, memutuskan untuk berkunjung ke tempat makan untuk melewatkan waktu sembari mengobrol. Beberapa teman saya sudah memesan makan siangnya, sementara saya duduk diam di meja, tanpa membuka tas bekal yang belakangan ini sering saya bawa bawa.

Kayangan - Pototano : Kalembo Ade

Saya bersyukur punya banyak kesempatan untuk menjalani berbagai perjalanan yang membawa saya pada berbagai pengalaman untuk melapangkan hati saya, membentuk saya menjadi diri saya yang saat ini. Banyak cerita dari perjalanan itu yang meninggalkan kesan mendalam, lebih banyak pula yang nggak bisa saya lupakan. Seperti perjalanan yang saya lakukan di bulan Agustus kemarin.

[Blogtour Giveaway] Searching My Husband – Octya Celline

Pernah terpikir kalau kamu sudah menikah di usia yang bisa dibilang muda, dengan seorang lelaki yang belum pernah sama sekali kamu lihat? Kamu menikmati kebersamaan bersamanya hanya dalam gelap? Kamu merasa aman dan dicintai tanpa pernah tau seperti apa wajahnya? Bahkan di foto pernikahan kalian, kamu hanya menemukan gambar dirimu saja? Bayangkan, apa jadinya hidupmu?

Irawati Hamid : Anak Perempuan Perlu Berpikir Matang Sebelum Menikah

Potingan panjang ini bermula dari sebuah artikel post yang saya temukan di blog milik Mba Irawati Hamid – panggil saja Mba Ira biar akrab ya – seorang blogger yang saat ini menetap di Bau Bau, Pulau Buton. Artikel post-nya yang berjudul ‘Nikah Muda, Wanita, dan Pendidikan’ berhasil membuat saya menemukan greget yang sudah cukup lama saya pendam sendiri. Greget yang bermunculan akibat betapa seringnya saya menemukan artikel berlabel ‘Wedding’ di berbagai media anak muda belakangan ini. Belum lagi, pengalaman saya dulu saat mengambil side job untuk menjadi petarung garda depan bagi akun media sosial milik salah satu lembaga pemerintahan yang mengurusi banget masalah pernikahan dini.