Langsung ke konten utama

Se-anak Path Apakah Kamu Kalau Lagi Hang Out?

Sebagai anak yang masuk dalam golongan Generasi Y atau yang biasa dikenal sebagai Generasi Milenial, dimana menurut teori generasi, biasanya anak anak milenial lahir pada 1981 – 1995, merupakan generasi yang sangat dekat dengan perkembangam teknologi termasuk dunia social media, saya dan mungkin juga kamu telah termasuk ke dalam bagian ini ya. Lalu, dengan semakin berkembangnya dunia digital saat ini, lama kelamaan, kalau nggak bisa buka aplikasi social media di smartphone itu rasanyaaa … sudahlah, sudah banyak juga kok yang kena Nomophobia. Tapi, bersyukurlah kalau kamu masih tau waktu, kapan waktunya untuk main smartphone dan menyimpannya saja di dalam tas ya … apalagi kalau sedang hang out sama teman-teman.


sumber : sidomi.com

Tapi ya, salah satu ujian dari jaman kekinian ini bagi saya adalah kemunculan platform Path yang walaupun kabarnya sudah ada Path Ads-nya, masih sangat sangat bikin nyaman karena terasa lebih private dibandingkan platform social media yang lainnya, sehingga godaan untuk up date Path itu selalu datang kalau lagi hang out sama gank-an. Bahkan teman-teman saya banyak yang lebih addict sama Path lho.

Belum lagi, kalau saat membuka aplikasi Path itu, sebenarnya cukup makan kuota banget. Nggak mungkin dong, saya jadi fakir wifi terus, demi meng-up date berbagai keseruan saya dengan gank-an?

1. Up date Location
Kesannya apa banget sih ya. Tapi kalau di antara jam janjian saya and the gank udah ada yang up date location di Path dan nge-tag jamaah gank lainnya, ini ciri ciri kalau dia udah nggak sabar menunggu. Reaksi pertama saya kalau ngerasa di-tag dan memang ada kepentingan sih, makin grabag grubug biar bisa cepat sampai. Tapia da satu alas an lainnya sih buat up date location. Alasannya … mau pamer aja nih, kalau saya sedang ada di sini. Apa kamu juga begitu?

2. Foto Makanannya Dulu Ya
Kalau ngumpul di tempat makan, memotret kekecean makanan yang tersaji di depan mata ini, udah seperti ritual wajib ya. Hanya saja, saya baru bakalan up date ke Path kalau ternyata fotonya bagus, kalau nggak ya udah. Cuma beberapa teman saya, entah gimana ya, sepertinya hang out dan makan bareng tanpa up date foto makanannya di Path itu, seperti hal yang wajib banget. Bahkan nggak akan mulai makan sebelum dapat angle yang bagus dan udah muncul di Path-nya. Nah,  kalau kamu, apa begitu juga?

3. Welfie
Bagi saya, punya waktu untuk sekedar hang out sama teman-teman itu seperti momen berharga banget yang bikin saya merasa rugi kalau nggak diabadikan dengan welfie. Kalau untuk urusan ini sih, tergantung welfie-nya pakai smartphone siapa. Smartphone dia yang dipakai welfie its mean dia juga yang wajib nge-up date-in. Kamu sama gank-an kamu juga begini nggak?

4. Nyetatus Gaje Pakai Path Daily
Curhat diam diam di Path Daily selagi bergabung sama gank-an ini seperti dosa sih ya. Ketauan banget kalau udah bosan dan pengen pulangnya. Tapi kadang jadi status becandaan juga, setelah asik ngumpul dan sudah saatnya dipisahkan oleh keterbatasan waktu. Aih, lebay ya? Btw, seberapa sering sih kamu bikin Path daily?

Buat saya, 4 poin inilah yang seringnya saya lakukan di sela-sela hang out saya dengan gank-an. Kegiatan yang berujung menjadi kebiasaan ini. Bersyukur deh ada provider yang cepat, berkualitas, serta pas di kantong untuk mendukung saya agar tetap bisa meng-up date banyak cerita di Path. 


Adakah di antara kamu yang juga suka up date Path tiap kali hang out sama teman-temanmu? 

Komentar

  1. Ka Acha, gue cuma suka hasil foto dari orang-orang yang update di path. Soalnya resolusi gambarnya bagus dan bisa dijadikan gambar pendukung buat artikel di blog, ya walaupun belum pernah pake gambar dari path sih, lebih seringnya dari visualhunt sama stocksnap. Hehe

    Kalo ngeliat foto makanan dan kualitas gambarnya bagus, yang ngeliat itu foto jadi ikutan laper rasanya. Haha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Visualhunt sama stocksnap. Ok. Besok besok aku hunting image di sini juga.

      Banget. Emang kalo ngeliat foto makanan cantik gitu, bikin ikutan laper.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Di uninstall karena berat ya Mba? Emang lumayan gede sih datanya.

      Hapus
  3. saya belum pernah pakai path ini Mba, rasanya udah terlalu banyak medsos yang kupakai, hihihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya mba. Aku pun kebanyakan punya medsos. Tapi nyaman lho main di path ini.

      Hapus
  4. ahahaha, aku biasanya update foto sihh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali. 

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya. Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan ? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.