Langsung ke konten utama

Postingan

Resolusi 2016 : Jangan Lupa Bahagia

Sumber dari http://happyologist.co.uk                 Tahun ini, ternyata banyak sekali langkah besar yang berani saya ambil dalam kehidupan saya, alasannya ... karena saya hanya ingin membahagiakan diri saya sendiri. Usia dua puluhan membuat saya berpikir banyak, bahwa hidup bukan hanya tentang bersenang-senang, ceria, berisik, kemudian menghilang untuk menenangkan diri. Saya menemukan bahwa hal-hal terpenting di dunia ini bukanlah hanya tentang berpoin-poin target yang harus saya capai dalam setahun. Mungkin, jika dilihat mundur ke belakang, saya pernah begitu, memamerkan banyak sekali target saya ke khalayak luas tapi di akhir tahun malah nggak banyak terjadi perubahan dalam hidup saya. Ujung-ujungnya, hanya beberapa target terpenuhi, lalu saya kecewa dan sakit hati pada diri saya sendiri. Hasilnya, saya merasa nggak bahagia.

Camilan Pantai Ala Pangandaran

Sambil memutar lagu Judy & Mary – Kaze ni Fukarete, saya berpikir keras, apa lagi ya yang keren di Pangandaran? Tempat-tempat yang saya kunjungi rasanya sudah habis saya bahas, mulai dari Pantai Batu Hiu , Pantai Barat Pangandaran , Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran, sampai Pantai Timur Pangandaran yang sunrise-nya cantik banget. Hmm ... bagaimana dengan camilannya?

Sunrise Perpisahan di Pantai Timur Pangandaran

Aroma pagi menyeruak, ketika Nurul Djanah membuka pintu kamar nomor 11 kami di Pondok Wisata Arwana , menaikkan mood saya. Matahari yang belum meninggi. Langit masih kebiruan dengan udara dingin pagi yang khas sekali. Ah, kalau boleh, rasanya saya ingin menari-nari. Tetapi suara seorang Ibu Penjual Nasi Kuning menghentikan saya. Aha, inilah menu sarapan pagi kami, sepertinya.

Pluviophile Petrichor Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi di balik awan hitam Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini Menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember Di bulan Desember -Efek Rumah Kaca-

Heaven dan Pantai Barat Pangandaran

Hooo thinking about our younger years There was only you and me We were young and wild and free               “Jodoh itu apa dan bagaimana sih?” pertanyaan ini berputar-putar di otak saya sejak kami melangkah keluar dari Masjib Besar Al-Istiqomah Pangandaran hingga kami sampai di pintu kecil menuju tepi pantai.

Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran dan Cerita Papa

Awalnya, saya hanya ingin menuliskan tentang arsitektur minimalis dari masjid yang berada tepat di pertigaan Pangandaran ini, di depan Tugu Pangandaran yang berlambang tiga ikan melompat tinggi dari laut. Juga tentang saya yang tiba-tiba saja ingin memiliki sebuah rumah dengan pintu yang menyerupai pintu masjid ini. Ditambah ketertarikan saya pada taman yang dibangun di sekeliling masjid. Hmm ... tergoda saja dengan suasananya yang biasa namun menenangkan bagi saya.

Batu Hiu dan Ombak-Ombak Pemberani

Sehabis membersihkan diri di kamar mandi umum yang masih satu bagian dengan Pondok  Wisata Arwana , saya dan Nurul Djanah sudah siap dengan tas kecil masing-masing, topi untuk saya dan sunglasses untuk Nurul. Dengan semangat, kami akan mengunjungi Batu Hiu pagi itu. Rasa pegal yang tadi menyiksa di punggung saya akibat tidur tegap semalaman di bus Budiman, mendadak hilang saat saya menemukan wajah saya yang tampak segar di cermin, seusai mencuci muka dan sikat gigi.