Langsung ke konten utama

Postingan

Perhentian Pertama di Pangandaran : Pondok Wisata Arwana

Seusai menikmati makan malam sederhana saya dengan nasi hangat dan Rajungan Goreng yang beberapa hari lalu saya beli sebagai oleh-oleh di Pangandaran, berteman lagu Banda Neira – Hujan di Mimpi – juga hujan deras yang mengguyur Jakarta, saya tenggelam dalam ingatan saya di Sabtu pagi yang lalu, saat supir dan kenek bus Budiman menurunkan saya dan Nurul Djanah di depan Terminal Pangandaran.

A Begin of a Journey to Pangandaran

Menjelang adzan magrib di hari Jumat, saya melangkah santai keluar dari kos saya yang berada di bilangan Jakarta Selatan. Ijin cuti untuk hari Sabtu sudah berhasil saya dapatkan. Walaupun senja itu, Jakarta Selatan kembali macet, parah, as usually it never change. Angkot yang saya tumpangi menuju stasiun Pasar Minggu mulai melaju dengan kombinasi ngebut dan menyiput. Tapi, seiring malam yang mulai turun, dan juga ekspektasi saya tentang Pangandaran sebagai pantai yang menyajikan sunrise dan sunset dalam satu kawasan, membuat saya tetap duduk tenang dan diam.

The Last Witch Hunter

Kali ini saya menonton salah satu film yang dibintangi oleh Vin Diesel tanpa ekspektasi, tanpa memaksa diri saya untuk mencari tahu lebih dulu, jalan cerita apa yang akan disajikan oleh The Last Witch Hunter. Namanya juga super dadakan, karena saya mampir ke XXI benar-benar tanpa rencana. I just keep a keyword about this film, Witch ... penyihir.

Feel the Week End with Music

After I finally became an in house Copywriter, i just have a half of Saturday and a Sunday that I named it with week ends. Kalau nggak dipakai jalan-jalan, saya memilih pulang ke rumah orang tua, atau diam saja di kos dan menyelesaikan pekerjaan saya yang ternyata selalu memberikan tantangan untuk diselesaikan setiap harinya. Banyak teman-teman yang bingung dengan saya yang betah-betah saja kehilangan waktu panjang untuk tidur seharian dan nggak melakukan apa-apa. Tapi, kalau mereka tau rahasia saya, semoga mereka –termasuk kamu-- nggak jadi geleng-geleng kepala ya.

Melupakan Hiruk Pikuk Ibukota di Taman Mangrove Muara Angke Jakarta

Rutinitas bangun pagi, ke kantor, bekerja seharian dan nggak jarang pulang malam, kemudian kembali ke kamar kos saya yang mungil untuk tidur, dan berulang terus 6 hari seminggu. Saya bosan juga, walaupun saya bekerja pada bidang yang boleh dikatakan sudah menjadi passion saya. Hingga keputusan untuk keluar dari kamar kos, bukan untuk pulang ke rumah, melainkan untuk jalan-jalan, bagi saya kini merupakan kebutuhan primer. Seperti udara segar yang membiarkan saya bebas menarik napas lebih dalam daripada biasanya.

Menikmati Passion dan Mengejar Cita-Cita

Book Trailer 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres                 Sebelumnya, saya merasa bersyukur dan luar biasa bahagia karena saya dipertemukan dengan banyak orang-orang kreatif, sehingga tanpa sadar ... salah satu impian ‘remaja’ saat saya dulu berusia 14 tahun, ingin menjadi seorang penulis, membawa saya pada dunia yang nggak hanya berurusan dengan buku fiksi, melainkan content social media, content website juga microsite, print ads, artikel-artikel, blog, bahkan ketika suatu waktu saya dipercaya oleh Teh Eva Sri Rahayu untuk ikut memberikan ide bagi Book Trailer 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres, kurang beruntung apa saya?

The Invention of Love

tiket nonton (Dokumen Pribadi)                 This is my first experience for watching a German Film at German Cinema Festival last week. Hmm, do you think, I know clearly what the actress talking about at this film? Whats story they gave to me? Ehm, sorry to say, saya baru memahami makna dari film ini setelah setengah harian memikirkan apa yang sebenarnya sangat ingin film ini sampaikan. Dan ... tadaaaa, ternyata ini film yang keren dalam segi pembuatannya.