Langsung ke konten utama

Postingan

Turis Romantis

Libur lebaran kali ini, saya nggak bisa traveling karena terserang tiphus. Hmm ... positifnya, mungkin inilah kesempatan saya berada di rumah lebih lama dan bermanja-manja sepanjang waktu sama Mama Papa sampai jatah cuti bersama berakhir. Beruntungnya lagi, tayangan di televisi setiap liburan begini, asik juga. Ada beberapa film bioskop yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta untuk membuat orang-orang yang memilih diam di rumah sepanjang libur seperti saya, merasa betah memandangi tabung kaca berlama-lama. Seperti yang stasiun ANTV lakukan dengan menghadirkan film Turis Romantis.

Dakishimetai (I Just Wanna Hug You)

Shinjitsu no monogatari (kisah nyata). Dirilis pada 2014.                 Suatu ketika, Koyanagi Masaki bertemu dengan Yamamoto Tsukasa di sebuah arena olahraga milik pemerintah. Pertemuan yang sederhana, biasa saja. Tak ada hal yang istimewa selain Masaki dan teman-temannya ingin berlatih basket, sementara Tsukasa ingin memakai arenanya untuk berlatih Boccha. Kemudain, arenanya pun dibagi dua.  Juga ... setting Hokkaido yang dingin. Hanya itu.

Hello Ghost

Sebenarnya, kesendirian dan kesepian itu nggak ada. Iya bukan? Kenangan yang manis dan indah akan selalu ada, menyemangati siapapun untuk tetap menjalani hidup. Merasa jatuh hingga ingin mati bunuh diri, ternyata malah menyakiti diri sendiri. Bukankah setiap anak manusia terlahir dengan kebahagiaan? Separah apapun, selalu ada yang menemani, di dalam hati. Begitu pesan yang saya dapatkan setelah menonton film yang dirilis pada 2010 ini.

Ramadhan Homesick

Semakin jarang bertemu, semakin rindu.                 Ini tahun kedua, saya harus melalui Ramadhan sendirian. Sebenarnya jarak dari rumah ke kota Jakarta ini nggak jauh-jauh amat. Cukup ditempuh dengan waktu 2 jam lebih sedikit, saya sudah bisa sampai di rumah dan bisa jadi, Ramadhan saya akan dipenuhi waktu-waktu sahur yang menyenangkan bersama Mama, Papa, juga adik-adik saya. Tetapi saya ini agak sedikit ‘bandel’ untuk urusan pulang ke rumah sejak bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta Selatan. Bukan apa-apa. Saya cuma punya masalah ‘gengsi’ dan saya sudah janji pada diri saya sendiri, untuk mandiri. Apalagi, sebagai anak sulung, saya anti dilihat manja oleh adik-adik saya. Berbeda kalau saya jarang pulang, semuanya akan memanjakan saya karena selama berpisah, kami cuma mengobrol melalui BBM dan WA. Anggap saja ini salah satu modus saya untuk bisa dimanja keluarga.

Batu Cinta – Pulau Asmara – Situ Patenggang

Sudah jadi hal wajar bagi saya setiap mengunjungi tempat baru, saya tidak tidur terlalu pulas. Bangun sangat pagi akibat suara speaker masjid yang mengumandangkan banyak sekali pengumuman, termasuk adzan Subuh, membuat saya terjaga lebih awal dibandingkan biasanya. Perjalanan kami pagi itu, akan langsung menuju Situ Patenggang, tujuan akhir trip kami.

Melompat Lebih Tinggi bareng Sheila on 7

Modus saya untuk mengunjungi Jakarta Fair 2015 di JI EXPO Kemayoran pada 11 Juni kemarin, murni karena ingin mencari hiburan yang sudah sangat lama ingin saya rasakan, saksikan secara langsung. Sejak SMP, sekitar tahun 2000-an, saya jatuh cinta setengah mati sama band Sheila on 7 karena lagunya yang berjudul Melompat Lebih Tinggi. Itulah lagu pertama yang membuat saya mulai mencari tahu tentang Sheila on 7. Lagu yang merupakan OST 30 Hari Mencari Cinta – yang jujur saja film-nya baru saya tonton bertahun kemudian setelah jadi siswi SMA, berkat VCD bajakan milik salah seorang sahabat saya.

Menginap di Desa Cimanggu - Ciwidey

Ini kali kedua. Pertama kalinya mencari penginapan dadakan waktu ke Cibodas dengan Om Ayip, my real uncle. Lagi-lagi yang membantu kami menemukan penginapan ini adalah supir angkot. Sudah dua kali, tetap saja supir angkot yang bantuin. Mungkin keberuntungan saya selalu ada di supir angkot. Tapi ... untuk keamanan, kalau saya mendapatkan penginapan tanpa rekomendasi yang sudah saya baca atau dari orang terpercaya, saya tak berani meninggalkan barang bawaan di penginapan. Lebih baik dibawa jalan-jalan biar bisa sekalian pulang.