Langsung ke konten utama

Postingan

KemSasNas 3

                We Here and You’re Not                 Udara perlahan-lahan berubah menjadi sejuk, ketika angkot yang kutumpangi semakin menanjak tinggi, mengikuti alur jalan sempit di daerah Ciapus, Kabupaten Bogor. Suasana kota Bogor yang hiruk-pikuk hampir menyerupai Jakarta, menghilang. Cuma hijau, tenang, hhh ... begitu menyenangkannya berdekatan dengan vegetasi dataran tinggi ciptaan Tuhan, dan indahnya tanah airku ini. Terima kasih Tuhan, penatku mulai menguap terbang ke langit biru oleh hamparan hijau yang memanjakan mataku.

Home

www.worldwithoutus.com Many times, in my trip, I always think about go home. Not a real home, a place to stay. Think about person who will wait all day long for my return. Wish I find my destiny, because I believe it. And he (or maybe ‘her’ for you) will teach me to growth up, together. We not only have a dream, but also two spesific dreams. A dream about mine, and a dream about us.

Para Pencari Fajar

                Lava Tour Merapi menjadi salah satu kegiatan yang disajikan kepada kami, para peserta Just Write 2. Sebuah petualangan singkat yang baru pertama kali kualami, mungkin juga untuk bebeerpa temanku yang lainnya. Aku dan mereka mencari jejak kemunculan fajar di kaki Merapi.

Just Write 2 dan Aku Bersyukur

            “Di dunia ini banyak hal tak terduga.”             Inilah kalimat sukses bin ampuh yang mungkin aja masuk ke klan ‘Jleb’ ya sodara-sodara.             Eh? Lupa aku kalo kamu semua yang baca blog ini aku sebut tomodachi. Ah, gomen nasai semuanya. Marilah kita kembali ke topik bersama-sama. Yuk bebekin aku!

The Black Guardian Angel

The Black Guardian Angel Akarui Cha             “Ayo, ayo!” ketua panitia rombongan kami mengarahkan kami untuk naik ke atas Jeep yang sudah dia tentukan. Tangan kanannya yang memegang walkie-talkie , terus saja dilambaikan, mengarahkan kami untuk naik ke atas Jeep.

Melewati Malam di Argo Lawu

                Argo Lawu malam membawaku pada sebuah pembuktian bahwa cinta dari keluarga lebih mampu menaklukan segala ketakutan yang menumpuk-numpuk, dan yang serinng meminta aku untuk mundur dari sebuah keputusan besar yang telah kubuat dengan mudah.

Suatu Ketika di Stasiun Buitenzorg

Bagian Depan Stasiun Bogor Padahal hampir setiap hari aku menginjakkan kaki di Stasiun Bogor sejak aku menjadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Depok, sebuah kota baru yang dulu merupakan bagian dari Bogor, setiap pagi dan sore atau malam hari saat pulang kuliah. Tapi lebih sering aku melewatkan stasiun kereta ini tanpa sedikit kesan berarti, hingga di suatu pagi saat aku mengantarkan adik sepupuku yang baru saja datang dari luar kota, dan aku berniat mengajaknya untuk mengunjungi Kota Tua Jakarta (pusat kota Batavia di masa lalu), perhatianku tertuju pada jam merah besar antik yang tergantung di langit-langit peron 3 Stasiun Bogor.