Label

Rabu, 15 Januari 2020

Bagaimana Sih Caranya Agar Bisa Menjadi Blogger Profesional? Poin Terakhir Paling Penting!


Saya paham, bahwa seni untuk menjadi “sesuatu” yang diimpikan itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu pula untuk bertahan dalam industri kreatif sebagai seorang narablog, sesungguhnya yang selama ini tampak adalah beberapa sisi dari “gunung es” yang kadang nggak diketahui orang-orang di luar dunia narablog itu sendiri. Perjuangan panjang yang – jujur saja – melelahkan, seringkali membuat mood jadi berantakan akibat bounce rate yang menggendut seusai ikut ajang blogwalking … sayangnya beberapa teman seprofesi hanya membaca super duper sekilas saja, asal sudah menulis komentar. Rasanya, meraung dalam diam.


Cara Jadi Blogger Profesional

Terkadang saya merasa, ah … apakah saya juga melakukan hal yang sama kepada teman seprofesi saya ya, makanya semesta memunculkan teman-teman yang sebenarnya nggak punya ketertarikan pada tulisan saya, sehingga terburu-buru menyelesaikan kunjungannya, dan menuliskan komentar sekadarnya, sekenanya, bahkan kadang melenceng dari apa yang saya ceritakan? Ya … bisa jadi, saya juga melakukan hal yang sama, maka sebelum tulisan panjang ini saya lanjutkan, saya secara pribadi … minta maaf atas kunjungan saya ke blog kamu yang mungkin super singkat hingga menyakitimu dan semesta membalaskannya pada saya.

Pada Sabtu, 11 Januari kemarin, saya akhirnya datang ke Hotel Ibis Tamarin Menteng, demi menuntaskan gundah akibat rasa lelah menulis yang datangnya tiba-tiba, memaksa saya berdiam lama-lama menatap layar tanpa menghasilkan apa-apa. Saya inginnya mendengar cerita dari Teh Ani Berta, selaku founder dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, salah satu komuniats blogger yang membuat saya merasa sebagai “gelas kosong” terus-menerus. Tentu karena bekerjasama dengan Natur Hair Care, aih … sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui jadinya.

Natur Hair Beauty Dating
Natur Hair Beauty Dating & Sharing Session

Temukan Tujuan Menulis Di Blog
Saya dibawa kembali untuk menyelami diri, apa sih tujuan saya menulis di blog selama ini? Sudah sewindu lho, Cha. Dari jaman kuliah lho. Tapi lama-kelamaan, dengan makin berkembangnya jaman dan blogger dianggap sebagai sumber penghasilan sampingan yang menjanjikan, nggak bohong jika tujuannya berubah menjadi monetasi, penghasilan.


Polosnya saya yang hingga hari ini masih menggaungkan bahwa menulis di blog berawal dari berbagi informasi. Padahal menulis di blog bisa berkembang menjadi silaturrahmi – tentunya dengan menjadi pembaca yang baik, bukan? Lalu, menulis di blog merupakan ajang untuk menuangkan ide, menunjukkan opini dan gagasan – abadi pula – sebab berbicara kepada publik bukanlah hal yang semudah itu.

Manjakan Pembaca Maka Jadilah Pembaca yang Baik Pula
Betah nggak sih, kalau kamu mampir ke sebuah tulisan blog yang hard selling? Seperti hanya copy paste dari press realease brand yang sudah mengundang si narablog? Sekarang, mari posisinya di balik ya. Adakah rasa “malu” ketika tulisan yang kamu sajikan pada pembacamu belum terolah secara apik? Tanpa ada sentuhan personal yang menjadi ciri khas dari seorang narablog? Lalu, jika akhirnya di-review oleh pemilik brand dan jadinya sebal sama tulisan itu, ditambah dana yang sudah digelontorkan sebelumnya, hhmmm … bagaimana jadinya ya?

Quote Ani Berta

Saya tertohok sebenarnya di bagian ini. Sepanjang perjalanan pulang, saya bertanya-tanya pada diri saya, apakah saya sudah memperbaiki kualitas diri saya sehingga mampu menyajikan bacaan menarik bagi pembaca Taman Rahasia Cha? Sudah seberapa banyak buku dan literatur yang saya baca, sehingga saya punya sihir lebih untuk melenakan para pengunjung blog saya dengan mantra diksi yang menunjukkan “isi hati dan kepala” saya? Sungguh poin ini merupakan PR sepanjang hayat. Semoga kamu pun merasakan demikian.

Konsistensi dan Teruslah Belajar
Kelihatannya enak ya, melihat beberapa teman akhirnya sukses bekerjasama dengan brand ini, lalu nggak lama, menulis lagi untuk brand itu. Iri? Ih, iya … saya nggak mau bohong soal ini. Apalagi kalau tujuan ngeblog sudah bergeser sebagai alat mengisi pundi pundi duniawi. Lah, siapa sih yang kalau dapat kabar invoice cair, pipinya nggak merah merona dan senyumnya sumringah. Serasa surga di depan mata, ya nggak?

Ani Berta
Ani Berta -- Founder Komunitas Indonesian Social Blogpreneur

Tetapi sesungguhnya, konsistensi dan terus belajar merupakan perjuangan yang tiada akhir. Ya kan, masa, skill mentok sampai di utak-atik Snapseed? Maunya menulis terus tanpa melirik caranya bermain-main di platform Canva? Yakin nih? Dengan konsisten dan kemauan terus belajar, memberi nilai mahal tersendiri. Yah … Teh Ani Berta menjawil pipi saya dengan celotehan panjangnya soal ini. Kadang rasa malas saya mungkin saja berhulu dari perasaan bosan karena menulis tentang itu-itu melulu, lalu kehilangan semangat ingin tahu akan berbagai hal baru. Bukankah “nilai jual” saya akan naik jika terus meng-upgrade diri?

Jaga Penampilan Agar Nyaman Pada Diri Sendiri
Saya sempat singgung kan, kalau kehadiran saya di event yang disponsori oleh Natur Hair Care ini serasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui? Nah, inilah poin penting terakhirnya. Bahwa menjaga penampilan itu penting, paling nggak, menyamankan diri sendiri dulu nih, agar bisa terus berjuang untuk menjadi seorang Blogger Profesional. Salah satunya dengan menjaga kesehatan rambut.
 
Natur Brand Activation Executive
Clara -- Natur Brand Activation Executive

Mbak Clara, selaku Brand Activation Executive Natur, memaparkan berbagai manfaat dari produk perawatan rambut yang mungkin selama ini kita pakai, namun bisa jadi belum dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Semisal, shampoo punya manfaat untuk membersihkan rambut. Namun shampoo yang menghasilkan terlalu banyak busa, bisa jadi mengandung detergen yang cukup tinggi sehingga kurang baik bagi kesehatan si rambut. Lalu, conditioner dengan fungsinya yang melembabkan rambut, ternyata sebaiknya hanya diaplikasikan pada rambut hingga sebatas kuping saja. Kalau sampai akar rambut? Hati-hati bisa memunculkan ketombe. Kemudian hair tonic nih, karena fungsinya menguatkan akar rambut, maka pengaplikasiannya tentu di sekitar akar rambut, disertai dengan memberikan pijatan lembut pada kepala. Kalau hair mask? Siapa yang belum tau jika produk ini bermanfaat untuk menutrisi rambut? Paling mantap kalau diaplikasikan sekitar seminggu sekali. Kalau hair vitamin? Ya, fungsinya untuk merawat rambut yang rusak akibat perlakuan kita seperti hair styling atau seringnya membiarkan rambut terpapar sinar matahari terlalu lama.

Salah satu masalah yang menjadi concern dari Natur Hair Care yang saya kenal sedari kecil itu, bahwa Natur hadir sebagai wujud keprihatinan dari PT Gondowangi Tradisional Kosmetika akan berbagai produk perawatan rambut yang banyak sekali mengandung bahan kimia di indonesia. Maka, siapa yang nggak ingat kalau dulunya aroma shampoo Natur ini, jamu banget? Tapi kini, produk Natur Hair Care punya aroma yang lebih enak, tapi tetap dengan berbagai kandungan alami tentunya.

Di event ini, saya belajar bahwa untuk mengakhiri masalah rambut rontok, bukan dengan sesegera mungkin memotongnya, tetapi dengan cara pilih yang alami dulu. Duh, saya nih kemarin, waktu rambut rontok parah, saya potong rambut, eh … taunya masih rontok dengan aduhai sampai sekarang. Ternyata ya … penyebab rambut rontok itu bisa dari : usia, genetik, pola makan, stres, debu, cuaca, sinar matahari, perlakuan dekoratif pada rambut, sampai pengaplikasian dan penggunaan kosmetika rambut yang kurang tepat. Duh, saya yang mana ya?

Selanjutnya, sebelum melakukan tindakan pada rambut rontok, ternyata perlu dicaritahu dulu nih, apa penyebabnya. Jangan-jangan karena ketombe.
 
Natur Tea Tree Oil + Ginseng Series
Natur Tea Tree Oil + Ginseng

Jika benar ketombe, produk apa yang sebaiknya digunakan? Ya tentu produk anti ketombe dulu dong, baru produk anti rontok untuk perawatan. Nah, Natur Hair Care menghadirkan prduk Natur Tea Tree Oil + Ginseng Series yang rangkaian produknya bermanfaat sebagai anti bakteri dan jamur, sehingga si ketombe pun kabur. Kalau sudah bebas ketombe, kemungkinan munculnya rambut rontok akan berkurang. Saya akhirnya mencoba produk ini selama beberapa hari, rasanya, jumlah rambut saya yang rontok jadi berkurang. Tapi saya masih butuh waktu lebih lama, karena Natur dari bahan alami jadi aneh kalau hasilnya instan binti simsalabim kan.
 
Natur Hair Mask
Natur Hair Mask

Keuntungan lain nih, saya hadir di event ini. Saya jadi bisa mencoba rasanya memakai Natur Hair Mask Olive Oil sepulang dari acara. Rambut saya memang beberapa kali diwarnai, walau tertutup hijab, memangnya nggak boleh? Lho, Ka Acha bukannya pirang ya? Iya, tapi, beberapa kali saya warnai burgundi atau coklat – sewaktu belum berhijab. Ternyata, untuk tampil cantik begitu, rambut saya merengek butuh perawatan ekstra. Nah, setelah coba Natur Hair Mask Olive Oil untuk pertama kalinya, jadi terasa nggak terlalu kusut dan kering. Sepertinya saya akan beli produk Natur ini lagi di supermarket, atau di Shopee saja ya biar simple nggak perlu kemana-mana.

PT Gondowangi Tradisional Kosmetika
Thanks to NaturXISB

Baiklah, segini saja ocehan saya sebagai hasil reportase atas kunjungan saya pada event NaturXISB Hair Beauty Dating & Sharing Session pada 11 Januari lalu. Semoga informasi yang saya sampaikan, bermanfaat bagi kamu ya. Mari berdiskusi di kolom komentar. Saya tunggu.


51 komentar:

  1. Semoga setelah dari acara ini tambah semangat ya Mba 😊

    BalasHapus
  2. Konsisten menulis dan isi blog jadi salah satu cara supaya blog kita semakin dikenal ya... Pastinya senang banget bisa ikutan acara bermanfaat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senaaang banget Teh. Semoga kapan kapan Teteh juga bisa ikutan.

      Hapus
  3. Hi Mbak, saya juga kemarin ikut juga acara NATUR. Semoga kita bertemu lagi dan saling menyapa di acara-acara berikutnya ya. Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mba. Semoga ketemu di event berikutnya.

      Hapus
  4. Ya betul teh ani tipsnya menginspirasi banget deh, semoga kita semua lebih baik ya ngeblognya😊

    BalasHapus
  5. Acara Natur bermanfaat sekali. Sangat informatif. Banyak ilmu sampingannya. Soal produk udah gak diragukan lagi. 2x saya lahiran, 2 masa juga rambut rontok pascapersalinan, ya Natur lah shamponya. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh mantap nih Mba, konsumen setia.

      Hapus
  6. sekarang NATUR banyak variannya buat merawat rambut ya mbak. kalau dulu kan cuma ada shampo aja. sekarang udah bahkan sudah ada hair masknya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Bahkan kabarnya, Natur akan meluncurkan skincare juga.

      Hapus
  7. Semoga kita semua selalu istiqomah dalam ngeblog ya karena dari sini kita jadi punya segalanya..ilmu, temen, penghasilan...lengkap banget pokoknya

    BalasHapus
  8. Kadang untuk bisa konsisten ini agak susah kak Acha, kalau daku sih gitu, suka lupaan apalagi kalau udah jiwa malasnya tumbuh 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaahhh iyaaaa banget. Duh kudu tangguh tangguh.

      Hapus
  9. Aku mau fokus komentarin ke Natur ah. CMIIW, Natur ini brand yang udah lama banget. Bener nggak mbak? Aku perasaan dulu pernah nyobain sih. Cuma parahnya aku suka ga konsisten. Suka ganti-ganti gitu. Sekarang malah punya masalah rambut yang ga abis-abis. Mau nyoba lagi ah nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Udah lamaaaa banget ada. Bahkan saya kenalan sama Natur waktu SMP dan ortu saya yang pakai.

      Hapus
  10. Senangnya dapat ilmu ngeblog dari mbak Ani Berta
    Blogger idolaku tuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaan kalo gitu kita Ambu. Aku oun mengidolakan Teh Ani.

      Hapus
  11. Kereen semoga semakin semangat berkarya ya Mba, terima kasih masukannya. Aku jadi makin semangat ngeblog

    BalasHapus
  12. Saya juga merasa sering begitu mbak, merasa kalau tulisan saya itu mungkin kurang menarik sampai2 ada beberapa orang yang berkunjung dan leave comment menanyakan padahal sudah dibahas di dalam tulisan, atau bahkan orang memilih bertanya langsung (misal tentang harga, dan sebagainya) tanpa tertarik untuk klik link yang saya bagikan 😥
    Sepertinya harus lebih banyak belajar juga nih saya.

    Btw, saya baru ngeh nih mbak kalau ketombe bisa bikin rambut rontok soalnya rambut saya juga rontok parah dan ada ketombe nya. Wah, harus benar dalam memilih treatment nih untuk rambut, seperti Natur yg sekarang sudah mengeluarkan berbagai macam treatment untuk rambut 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. I feel you mba. Kadang jadinya patah hati dan merasa, apa penyampaian saya kurang dimengerti atau gimana. Gitu.

      Iya banget. Ternyata gitu mba. Kalau rambut rontok, cek dulu, jangan jangan kita berketombe.

      Hapus
  13. Aku adalah kawan yang kalau nulsi di blog isinya kaya salinan press release, capek juga bacanya.
    Natur ini emang good banget, cocok buat yang bermasalah dengan ketombe dan rambut rontok.
    Keren ini acara yang diadakannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren banget Mba.

      Duh mba, kalo saya pun, pegel bacanya. Apalagi kalo giliran BW, mo komen salah, mo nggak komen tapi bingung.

      Hapus
  14. Wah jd pengen mewarnai rambut juga wkwkwk :D
    Pakai Natur udah gak khawatir ya soalnya bagus buat perawatan rambut :D
    Manteb dapat ilmu ttg blogging biasanya bisa merecharge kembali semangat buat trus ngeblog ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuklah Mba April, jadi yang tau kan anak anak sama pasangan juga orang rumah ini. Etapi rambit jadi butuh perawatan super duper ekstra setelahnya.

      Hapus
  15. Ayo jangan menunggu ditegur kalau ada event biar peluang job makin banyak hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Glek. Iya yaaaaa. Ya ampun. Aku kalo weekday masih susah kemana-mana ini. Hiks.

      Hapus
  16. Artikelnya menarik kak...
    Kalau menurutku mau jadi blogger profesional itu kuncinya konsisten nulis, mau belajar dan berkomunitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes. Dan itu pe er nggak berkesudahan ya.

      Hapus
  17. aku belum pernah pake natur sih, pankapan dicoba deh

    BalasHapus
  18. Terus terang saja sih, membuat artikel yang personal sekaligus storytelling itu butuh jam nulis yang nggak sebentar. Saya saja masih belajar sana-sini untuk bisa membuat artikel yang enak dibaca dan kerasa renyah. Soalnya, kalau pembaca sudah sekali suka sama gaya bercerita kita, biasanya mereka akan sering balik ke blog kita untuk melihat update terbaru. Ini yang saya alami kepada beberapa blog, sayangnya, mereka sudah jarang banget update blognya.

    Brand Natur ini memang sudah lekat dikenal sebagai produk alami yang wanginya jamu banget. Makanya setahu saya, orang-orang sekitar jarang yang pakai. Tapi kalau sekarang sudah berubah wanginya, patut direkomendasikan nih untuk dijajal.

    Ngomong-ngomong produk Natur ini pas enggak sih buat pria?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dong. Produk Natur kan untuk perawatan rambut yang nggak cuma bisa dipakai sama kaum Hawa aja, Bang.

      Yes banget. Jam terbang nulis itu yang bikin tulisan bisa storytelling dan jalannya panjang.

      Hapus
  19. Konsistensi itu juga penting banget!
    kadang, kalau dalam perjalanan ngeblog kita bosan, atau merasa tidak menghasilkan, ada tawaran tapi fee nya tidak menarik, lalu hiatus hihihi.

    PR banget mencintai kegiatan ngeblog, anggap saja rutinitas yang mengasyikan sambil terus upgrade pengetahuan :)

    BalasHapus
  20. konsistensi bagian terberat ku nih mba, musuh berat dari rasa malas itu hehe. Tetapi saat ini sedang terus belajar untuk bisa konsisten dalam menulis. ;)

    BalasHapus
  21. Konsisten menulis itu yang kadang jadi kendala blogger, apalagi kalo pas tak ada ide, eh di dunia nyata banyak pekerjaan.😃

    BalasHapus
  22. Wahhh bener banget, masalah utamaku adalah konsistensi. Dan sekarang Masi coba terus belajarr

    BalasHapus
  23. Wah ada Teh ANI eui! Kalau beliau mah pengalamannya udah banyak yaa. Btw, Natur ini wanginya enaak, aku syukaa

    BalasHapus
  24. Menarik sekali kak, jujur aja sejak tahun kemaren udah jarang BW dan saya sekarang juga mau kayak dulu lebih santuy aja. Btw pengen deh diundang brand Natur di event gitu. Salam kenal ya kak

    BalasHapus
  25. Menjaga tetap konsisten kadang-kadang agak sulit buat saya. Apalagi kalau abis liburan. Suka males banget buat di depan laptop lagi dan mulai ngeblog. Biasanya saya agak sedikit paksakan sebagai awal. Kalau gak begitu bakal terus-terusan mager

    BalasHapus
  26. Ss dan bounce rate yang gendut, author yang gerah. Hehehe.. Setuju sama poin, kalau kita mau pembaca berlama2 di laman kita, kita pun harus berlama2 juga di laman mereka. Semesta akan membalas. Kadang gak bisa sounding ke temen2 ug BW krn rame banget. Gak tau siapa yg asal baca aja.

    BalasHapus
  27. jaga penampilan. kadang di artikel kan juga terselip foto saat kita memakai produk. blogger kudu PD dg diri sendiri donk

    BalasHapus
  28. Memang benar bahwa poin terakhirlah yang paling penting. Menyamankan diri sendiri dulu, dan melakukan perawatan rambut dengan tepat

    BalasHapus
  29. Hi kak salam kenal ya, kemarin waktu di acara belum sempat buat ngobrol bareng hehe. Setuju banget sih sharing dari teh Ani kalo kegiatan menulis blog jgn sampe dilupakan walaupun trend platform dari waktu ke waktu berubah

    BalasHapus
  30. Iya sih ya. Pengen dapat pembaca mulai dari jadi pembaca dulu. Kita bisa membayangkan apa yang dibutuhkan para pembaca dan apa yang diharapkannya.

    BalasHapus
  31. Setuju banget harus jaga penampilan bukan karena mau impress tp karena biar nyaman dan pede jadi diri sendiri. Kan jadi kalau ngobrol pede dan nggak mikirin kurang apa yaa gitu hihi. Terus belajar, setuju banget pastinya untuk jadi bloger profesional

    BalasHapus
  32. Aku masih baru banget didunia blog, apalagi harus terjun secara profesional, mungkin baru beberapa bulan. Tapi berusaha sepenuh hati mengikut rule, memberikan komen yang pantas. Aku jg sering banget Nemu komen yang alakadarnya banget. Mungkin jg aku gitu aih, balik lagi ke personaliti masing-masing.

    BW dijadikan untuk ajang silaturahmi atau sekedar mengejar tugas...

    BalasHapus
  33. Bicara soal blog memang harus saya akui perkembangannya banyak banget sejak ngeblog 8 tahun yang lalu, dulu pertama kali nulis yah...nulis aja sesuai kehendak hati karenanya tulisan awal kebanyakan curhat tapi seiring waktu tulisan di blog bisa di monitize maka secara otomatis tuntutan juga semakin bertambah, harus belajar edit foto, teknik mengambil foto, bagaimana membuat tulisan yang soft atau hard selling, dan banyak lagi yang bikin kita pusing, belum lagi urusan DA/PA, DR, tuntutan Page View...hahaha, jadi kangen nulis receh zaman dulu. Tapi aku nikmatin aja dan kalau kita fokus ke blog berarti tulisan senjata utama kita, yang lainnya dipelajari perlahan. Jangan samapai stress soalnya ngaruh ke kesehatan juga plus pastinya rambut juga dong, apalagi kayak saya nih kalau dikejar deadline jarang mandi dan ngerawat badan hiks.

    BalasHapus