Langsung ke konten utama

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media


Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.

image by Penerbit Loka Media


Sebelum saya menjabarkan mengenai informasi buku antologi Intai ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Penerbit Loka Media dan editor saya juga teman-teman – Mba Risna Utami – atas kerja kerasnya, sehingga buku antologi bergenre Romance, berbalut Horor, Misteri, dan Thriller ini akhirnya muncul juga dan bisa kamu nikmati – etapi pesan langsung melalui Penerbit Loka Media ya.
 
image by Penebit Loka Media
Informasi Buku
Judul           : Intai
Penulis      : Denaner Pratama, Akarui Cha, dkk
Penerbit     : Loka Media
Cetakan      : Pertama, Desember 2019
Tebal           : 303 halaman
ISBN            : 978 – 602 – 5509 – 63 – 6

Blurb
Khaira dan lelaki itu selalu berada di sana, duduk di halte yang sama dan naik bus yang sama. Setiap menunggu bus, lelaki itu selalu memainkan ponsel dengan earphone terpasang di telinganya atau membaca buku, sedangkan Khaira akan memperhatikan lelaki itu diam-diam. Sudah tiga bulan mereka selalu bertemu, tetapi tak ada aktivitas spesial di antara mereka, sekadar bertegur sapa pun tak pernah.

Ketika bus tiba, lelaki itu masuk pertama sedangkan Khaira selalu membuntuti di belakang. Secara ajaib, selalu ada kursi kosong di samping lelaki itu. Selalu ada tempat khusus yang seakan-akan ada papan di sana dengan label namanya, Khaira.

Lalu, suatu hari, tanpa terduga lelaki itu berbicara padanya. Kalimat yang terlontar dari mulut lelaki itu membuat Khaira membeku.

“Kau harus pulang. Kau tidak seharusnya di sini.”

_*_

Saya senang sekali karena pada akhirnya, saya bisa kembali menggelar GIVEAWAY di blog saya ini setelah sekian lama, apalagi yang akan saya hadiahkan untuk pemenangnya nanti merupakan buku antologi yang memuat karya saya.

Sebenarnya, seusai saya menamatkan buku ini, saya lebih banyak menikmati karya dari beberapa teman penulis yang namanya juga terpampang di cover buku. Terutama untuk cerpen Intai yang menjadi judul dari buku, pun ada kisah Borderline dan juga Membo. Benar benar membuat saya ketakutan, sekaligus menikmati romansa yang disajikan pada kisah-kisah tadi.

Lha, kalau tulisan Ka Acha bagaimana? Nah, begini ceritanya. Saya itu penakut, dengar atau baca cerita horor – apalagi kalau diajak nonton film horor doang – nyali saya seringnya ciyut duluan. Tapi uniknya hidup saya ini, nggak jauh-jauh dari momen horor, semisal ketika saya harus menyaksikan bagaimana teman saya kerasukan lalu meracau dan meraung-raung nggak jelas. Jujur saja, di momen itu, saya paling takut. Gemetar rasanya. Tetapi dengan menuliskan kisah horor berbalut romance, semoga kelak saya jadi lebih berani menghadapi berbagai situasi horor yang sering datang tanpa diduga ya.

Maka di giveaway saya kali ini, saya ingin membaca tulisanmu tentang hal apa atau momen apa yang membuat kamu merasa takut. Jadi, marilah kita mulai saja biar nggak berlama-lama ya.

Giveaway
  • Follow akun Instagram saya di @akarui.cha dan akun penerbit Loka Media di @loka_media
  • Tuliskan nama akun Instagram kamu sebelum menulis jawaban di kolom komentar ya
  • Yuk jawab pertanyaan berikut : Apa sih hal atau momen yang paling membuat kamu merasa takut?
  • Giveaway ini berlangsung mulai 28 Januari – 10 Februari 2020
  • Pemenang akan saya umumkan selambatnya pada 15 Februari 2020
  • Ada 1 (satu) eksemplar buku antologi Intai bagi 1 orang komentator yang beruntung.


Saya tunggu jawabanmu di kolom komentar ya.


16 Februari 2020
Ok, akhirnya saya kelebihan satu hari juga, padahal sudah janji sama diri sendiri untuk nggak lagi lagi telat sama deadline yang sudah dibuat sendiri. Selain masalah teknis akibat belakangan ini sinyal sedang agak menyebalkan di daerah tinggal, saya juga ternyata sedikit keteteran dengan hal lainnya. namun alhamdulillah, dari 19 orang peserta, akhirnya saya menemukan salah satu orang yang komentarnya bikin saya ikutan bergidik, dan ....



Selamat ya Mba Hastin. Semoga buku ini akan membuat Mba menemukan lebih banyak lagi imajinasi setelah membacanya.

Terima kasih tak terhingga saya ntuk teman-teman yang juga turut meramaikan kolom komentar di blog saya ini, walau hanya jadi penggembira. Semoga saya bisa menggelar Giveaway lagi untuk karya saya yang selanjutnya. Doakan saya bisa berkarya lebih banyak dan lebih baik lagi. 

Komentar

  1. Ini buku tebal sekali 303 halaman, jika ikutan GA apakah masih berlaku kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya masih dong. Kan jumlah halamannya nggak mungkin saya kurangi.

      Hapus
  2. Ikut ah
    @jiahjava

    Aku gak suka yang horor, tapi gak penakut juga sama setan-setanan. Cuma kagetan, wahahaha. Moment apa yang buat takut? Kalau bohong yang besar sih. Rasanya kaya bom waktu. Terus kalau gak mau ketahuan, harus bohong lagi dan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  3. Tadinya mau ikutan giveaway-nya, tetapi harus follow instagram, jadi saya mundur alon-alon sebagai salah satu yang udah uninstall IG.hehe

    BalasHapus
  4. @luafizz_sy
    Momen paling menakutkan ya. ��Gw sering takut sih emang dasarnya penakut apalagi kalau pas mandi malem sehabis futsal. Bayangin coba, futsal jam 8 malam pulang paling tidak jam 10 bahkan bisa lebih sebab sedikit melepas lelah ditempat futsal dulu. Sekitar setengah 11 malam lah, mandi, di kamar madi tentunya. Belum lagi ditemani suara jangkrik, burung malam dan lain sebagainya.. ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  5. bau bau horor nih saya suka. ikutan giveaway nya ah siapa tau beruntung.. @ikatcn momen menakutkan yang sering aku alami adalah ke kamar mandi setelah jam 12 malam yang letaknya di belakang rumah. meski ada lahan terbukanya tp ga serem sih sebenarnya, tapi entah kenapa kaya ada yang lihatin. rasanya pengen selalu nengok klo gak pengen cepet2 lari masuk rumah. kayaknya emang ketakutan paling besar malah timbul dari dalam diri sendiri deh, iya ga sih kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  6. Keren bisa nulis fiksi!

    Sukses untuk antologinya ya kak

    BalasHapus
  7. Waw, laris manis dan makn sukses untuk karya2nya ya Kak. Mau ikutan GA nya ah...

    @wahyuwidya22

    Momen takut dan agak trauma tanggal 17 Agustus 2015 terkunci di kamar mandi. Nggak ada orang di rumah. Sampai berjam-jam panik sendiri. Kedinginan, teriak jauh dari tetangga. Akhirnya nunggu anak-anak pulang sekolah dan upacara. Kalau ingat duh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  8. Ikutan yaa @sri.rahayu.sp
    Momen yang paling bikin aku takut adalah saat dokter menyatakan anakku tidak dapat tertolong..dan aku takut, sedih, nyesal, marah serta tak percaya. Sampai kemudian air mata yang menetes mampu menggugah jiwanya untuk fight dan kembali pada pelukan kami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  9. IG : @Wandakaniawati

    Hal yang menurutku horor, pasti dong sama kayak kebanyakan orang lain, segala sesuatu yang berhubungan sama hantu-hantuan.
    Tapi Alhamdulillah..., jangan sampai ada momen seperti itu, jangan sampai pernah ketemu, walaupun pernah merasa seperti ada yang manggil namaku saat lagi sendirian di rumah ngerjain naskah. Merinding iya.
    Tapi ada yang lebih horor lagi momennya bagiku, yaitu kalau ketemu dengan sesuatu yang aku phobia dengannya. Salah satunya hewan yang bernama Anjing.
    Momen-momen saat berpas-pasan sama anjing adalah yang paling horor dalam hidup aku, walaupun ya, padahal anjingnya nggak ngapa-ngapain cuma menggonggongin aku aja. Whuaaaa..., diliatin (ngeliat dari jauh aja) udah ndredeg lutut gemetar apalagi ini digonggongin.
    Pernah juga dikejar-kejar anjing pudel yang kecil itu, lho. Kata yang punyanya bilang, itu anjingnya ngajak main.
    Buat aku ..., bikin kocar-kacir sampai naik ke meja di depan bos aku. Kalau bisa teriak, saat itu mau aja teriak, "Go to hell...!" Saking takutnya.
    Hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  10. @janetteroseline

    Momen yang paling membuat aku takut adalah kejadian saat aku masih SD. Pas jam istirahat sekolah, ada seorang murid cowok yang kesurupan. Dia teriak-teriak sambil mencakari tanah seperti macan. Sekolah sampai heboh waktu itu. Apalagi desas-desus sekolah yang katanya adalah adalah kuburan zaman penjajah yang kemudian dibangun jadi sekolah. Bagi aku yang masih SD, cerita dan pengalaman itu menakutkan banget sampai hari itu aku nggak bisa tidur, kepikiran kejadian horor itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  11. wah akhirnya berbuah manis juga nih, nggak papa lelet asal sudah selesai :D punya kak acha horor juga romance, aku jadi penasaran gimana jalan ceritanya :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikutan GiveAway nya dong Marfa. Atau kamu bisa pesan langsung ke penerbit Loka Media biar pasti dapat bukunya. 🙏

      Hapus
  12. ig : @firafirdaus13
    Hal yang bikin aku merasa takut, kalau suasana tiba-tiba hening. Seperti kayak beberapa detik sebelum petir, kan ada kilat disusul keheningan sejenak sebelum suara petir menggelegar. Aku benci keheningan karena kalau sudah hening, rasanya pikiran bisa jalan kemana-mana, membayangkan yang tidak-tidak. Makanya kalau sudah terasa hening atau harus berdiam diri, aku suka nyanyi dalam hati atau tidur saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  13. @diahalsa

    Huaaa, Acha ngajakin cerita horor niih.. Hmm, sejujurnya saya pun jg penakut Cha, tapi sejak jadi mamak saya harus tegar dan pura² berani di depan anak².

    Saya biasanya takut di rumah saat tengah malam yg udah sepi banget. Takut tiba² ada yg menyapa, hiiy, apalagi PakSu seringnya pulat larut, huhuhuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  14. IG : @hastinpratiwi

    Sebenarnya aku termasuk penakut, tp anehnya suka nonton film horor :D

    Momen paling menakutkan adalah ketika anak perempuanku yg waktu itu berusia 3 thn ternyata kemasukan makhluk halus wanita. Dari sini baru terdeteksi bahwa anakku punya bakat indera ke-6 yg membuatnya sering dimanfaatkan oleh makhluk gak keliatan. Sejak itu mau gak mau hidupku jadi harus terbiasa dgn yg beginian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  15. Wah sebagai pecinta horor sepertinya buku ini menarik! Kalau aku ikut giveawaynya masih berlaku gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masiiihhh. Kan ada deadline-nya tuh, sampai 10 Februari.

      Hapus
  16. Kalau horor aku mundur tp aku suka penasaran hehe..keren kak , sukses buat bukunya.. semangat berkarya

    BalasHapus
  17. Mau ikutan Giveaway ini, tapi mikir lagi, aku kan takut horor hehehe

    BalasHapus
  18. Waah, makasih mas infonya dan jadi pengen ikutan give away nyaaa nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, saya mba mba.

      Silakan ikutan. Digelar di sini kok giveaway-nya.

      Hapus
  19. Waahh selamat ya atas buku Antologinya :)
    Keren ih!

    Btw, momen yang paling menakutkan dalam hidup saya? apa ya? mungkin momen di saat nggak punya duit kali yak, hahahahaha.
    Duh kalau nggak punya duit itu bukannya apa-apa, entar anak-anak gimana? makannya gimana? sekolahnya gimana?
    Oke, tetep dibahas! hahaha

    Btw keren ih, penakut tapi nulis buku ginian, saya mah nggak berani nulis yang horor-horor, suka kebawa perasaan ke mana-mana soalnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi. Makasih mba Rey.

      Komen lagi yuk mba. Syarat akun IG nya ketinggalan nih. Biar kehitung sebagai peserta.

      Hapus
  20. Wahhh seru bet nih keknya, ngena banget ke pembaca... Tertarik sama give away nya juga nihhh🤩🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuklah ikutan. Digelar di sini kok giveaway-nya.

      Hapus
  21. Jadi ingin ikutan giveaway nya nih. Btw selamat ya kak atas buku antologinya keren nih jadinya ingin baca.

    BalasHapus
  22. @artha.amalia

    paling takut kalau suami terlambat pulang ke rumah dan tak ada kabar darinya, padahal cuaca sedang hujan deras. ingin telepon, tapi takut malah ganggu perjalanannya, karena beliau kan motoran. sudah kirim pesan juga kok juga belum dibalas2. saya cemas, juga takut beliau kenapa2. kalau sampai celaka, bagaimana? apa saya dan sang buah hati bs bertahan tanpanya? bagaimana cara bertahan hidup tanpa orang tersayang? apa saya harus kembali pada orang tua?

    pikirab buruk mengganggu dan membuat ketakutan bertambah. saya pandangi jendela, pusatkan indera pendengaran siapa tahu suara motornya terdengar, lafalkan doa yg saya bs demi keselamatannya. saya benar2 takut akan hidup sendiri tanpa sang pengisi hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  23. gua penasaran kenapa lelaki itu berbicara seperti itu. Dia menyuruh si gadis pulang. By the way kamu bertulisan ya bukunya kayaknya ke c dan bakalan best seller nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga laris manis buku ini. Terima kasih.

      Kalau pensaran dan nggak mau ikutan giveaway, buku ini bisa dipesan langsung ke Penerbit Loka Media atau beli di Google Play Books. Sudah tersedia di sana juga.

      Hapus
  24. Aku baca nya jadi makin penasaran sama Khaira yang selalu memperhatikan sosok lelaki itu dalam diam.
    Hingga akhirnya lelaki kita berbicara kepadanya dan.....
    Ah makin penasaran kelanjutan nya seperti apa.
    Btw aku pengen ikutan juga dong giveaway nya, siapa tahu menang dan tadaaaa 'INTAI' bisa aku miliki sebagai hadia pemenangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dong ikutan. Jawabannya ditunggu di kolom komentar post ini ya.

      Hapus
  25. WAjib ikutan ih giveawaynya, relate sama kehidupan nih bukunya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Mba. Udah dua kali komen tapi belum juga ikutan nih.

      Hapus
  26. Pengen ikutan Giveaway, tapi bukunya horor ya? Ehmmm... Sebagai orang yang penakut, saya menghindari cerita horor. Sukses buat bukunya ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi boleh. Terima kasih banyak sudah berkunjung.

      Hapus
  27. Saya udah lama enggak nulis fiksi. Novel ini sepertinya menarik, ya. Kisah Khaira ini jadinya bikin penasaran. Moga bukunya laris manis, Mbak.

    BalasHapus
  28. Moment paling intai dan menakutkan adalah sehabis nonton bioskop. Aih takutnya sampai tidak bisa tidur

    BalasHapus
  29. Wah bukunya menarik nih. Bikin penasaran. Udah lama gak baca buku bergenre begini. Nanti balik lagi ke sini ah mau ikutan GA-nya. Sukses dan lancar GA-nya. :)

    BalasHapus
  30. Bismillah ikutan ah... @jasmi_bakri Hal yang paling menakutkan bagi aku adalah ditinggalkan pas lagi sayang-sayangnya. Itu tuh kayak lagi liat bayangan tinggi hitam mata berapi ngejar-ngejar dan ingin mencekik aku. hahahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  31. Momen menakutkan yang saya ingat smpai skrang ada jaman sd saya ingat tidur sndiri mati lampu dan mendengar jelas suara cekikikan kuntilanak yang jlas bngt ..aura mistis terasa bngt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk komen lagi Mba Yanti, syaratnya masih kurang dikit nih biar bisa ikutan sebagai peserta.

      Hapus
  32. Waah, selamat mbak atas rilisnya buku antaloginya, sukses ya mbak sayang..

    Moment menakutkan yang saya pernah rasain adalah, melihat dengan nyata adanya kuntilanak, mahluk berjubah hitam yang ketika saya lihat, lampu di area tempat kerja saya langsung mati semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak Mba.

      Yuk komen lagi. Syarat akun IG nya masih belum nih. Biar bisa ikutan sebagai peserta.

      Hapus
  33. Wah asyik, ini mah BW sekalian ikut giveaway. wkwk. Ikut ah

    @afifahhaq
    Hal yang paling bikin aku takut.. Waktu lagi curhat sama temen, ngomongin dosen eh ga tau nya dosennya ada di belakang. Huahaha. Dosen pembimbing pula, astaghfirullah.. Jangan ditanya pas bimbingan selanjutnya nasibku gimana. Habis aku dimarahinya! Haha. Tapi jadi pelajaran sih buatku, kalau mau ngomongin orang pastikan ga ada orangnya, eh, gimana? Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  34. Wah senang banget ada Giveaway nya dan kalau aku enggak terlalu takut sama buku dan film horor mbak, kalau ditanya soal ketakutan, aku paling takut tidak menjadi orang tua yang bijaksana untuk anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Mba, komen lagi. Masih ada syarat menuliskan akun IG nih yang kelewatan buat bisa jadi peserta giveaway kali ini.

      Hapus
  35. Wiii keren pecah telor lagi bukunya..selamat ya kak semoga laris manis bukunya.

    @daniristyawati
    Hal yang paling menakutkan buatku adalah tertidur saat lagi nyetir motor, pengalaman pernah bebrapa kali ketiduran dan hampir nabrak pembatas jalan dan sekali hampir ketabrak bus yang sampai sekarang aku nggak pernah ingat adegannya...kaya ada sebagian yang hilang dari ingatanku dari kejadian itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  36. Sebenarnya aku penasaran sama bukunya, kak. Tapi berhubung ada horornya, ya udah, gak jadi ikutan GA nya...takut ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah mampir ke nari ya.

      Hapus
  37. Masih ada waktu ya untuk ikutan giveaway-nya.. Tapi kalo cerita2 horor saya takut..

    BalasHapus
  38. Wah genre thriler mantap ini. Sekarang selain buku banyak film bergenre ini juga. Semoga laris manis mba buku dan lancar GA nya

    BalasHapus
  39. Jadi kangen nulis fiksi. :(((( Loka media lagi. :") Menarik sekali premisnya. 🥰🥰🥰

    BalasHapus
  40. Kak Acha suka banget sama non fiksi ya. Saya pas jaman sekolah juga gitu, tapi kalo sekarang tulisan berubah genre jadi fiksi, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi kebalik. Aku dulu sukanya fiksi, nah sekarang karena rajin ngeblog, jadi belok deh ke nonfiksi.

      Hapus
  41. Selamat atas buku antaloginya, Mbak. Pastinya jadi semakin semangat menulis. Dan ini beragam ceritanya, dari romantis sampai horor.

    BalasHapus
  42. Ikutan ya twin
    @richamiskiyya

    Kalo paling takut sih sebenernya aku takut ular, trus kalo soal hantu, Alhamdulillah belum pernah lihat dan jangan sampe ahhaha.
    Tapi meski begitu, aku agak ciut juga sih kalo di rumah berdua doang sama ayya. Tiap malam, lampu-lampu kunyalain semua sampe pagi 😆😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  43. Keren! Hmmm ... apa ya yang bikin saya takut. Banyak pastinya, tapi saya mau mikir dulu untuk jawabannya ^_^

    BalasHapus
  44. keren mb, bisa nerbitin buku-buku seperti ini. Jadi pengen belajar gimana sih caranya buat nulis buku karya fiksi ato non fiksi. Kali aja tips triknya bisa di share di blog mb biar saya bisa langsung belajar juga. he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, saya belum apa apa mas di dunia kepenulisan fiksi begini. Masih banyak yang lebih senior dan mumpuni.

      Hapus
  45. @Linasasmita

    Hal yang paling membuat saya takut akhir-akhir ini adalah saat mengingat kematian dan kesepian di liang lahat atau di kuburan. Gelap, pengap, sesak. Duuh Ya Allah seram dan takut bukan kepalang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  46. Momen paling menakutkan adalah saat aku hampir saja kehilangan anakku. Jadi ceritanya saat hujan lebat trus ban sepeda bocor. Nah, saat jalan di tengah hujan ada bapak-bapak nawaring tumpangan dan karena sepedanya kecil anakku yang aku tumpangin, huhuhu. Kukira dibawa lari aja sama tuh bapak ternyata diajak berteduh, hahaha

    BalasHapus
  47. Buku romance berbalut horor yang pastinya memancing adrenalin pembaca juga nih. Penasaran pengen baca lebih lanjut tapi khawatir takut juga kalo ada cerita hantunya,hehhee. Hal yang membuat takut memang bertemu dengan hal aneh dan takut dikhianati,hehee.

    BalasHapus
  48. Blur buku antologinya menarik deh. Jadi pengen punya bukunya apalagi dikasih langung sama salah satu penulisnya jadi saya ikut GAnya ya.

    Akun IG saya @siskadwyta

    Momen yang paling menakutkan buat saya apa ya *mikirdulu hehe sebenarnya saya orangnya aseli penakut. Dengar orang cerita horor atau berkaitan dengan pembunuhan saja bisa bikin saya terbayang-bayang sampai berhari-hari sampai gak berani tidur sendiri. Wkwkw. Eh tapi itu waktu masih kecil sih sekarang udah gak terlalu meski masih tetap aja penakut

    Dan jujur sekalipun saya orangnya penakut tapi hal yang paling membuat saya merasa takut adalah KEHILANGAN. Iya, satu takut kehilangan orang-orang terdekat saya. Saya takut ketika tidak bisa lagi menemui mama, papa, suami, anak2, saudara dsb di dunia ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  49. Waah.. apa ya yang bikin takut. Kalau berkaitan sama setan-setan gitu kok belum pernah mengalami dan jangan sampai mengalami sih. Hehe.

    Aku sih takut kehilangan.. etdaaah.

    Eh tapi aku pernah lihat teman kesurupan.. ngeri Juga lihatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh ngeri banget deh kalau lihat teman kesurupan Mba.

      Hapus
  50. Setelah ditinggal bapak 'pergi' satu²nya hal yang bikin takut adalah ketika mikirin ibu juga bakal ikut 'pergi'.

    Tapi gimana pun juga, mau gak mau, suka gak suka, itu pun bakal terjadi. Makanya takut.
    @hd.kurniawan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak sudah ikutan ya. Senang sekali.

      Hapus
  51. Covernya mengundang rasa penasaran nih dan jadi pengen tahu tentang isinya, apalagi ada berbau horor ya? Seru pastinya. Mau coba intip-intip giveawaynya ah, atau kalau nggak coba cari bukunya langsung aja di toko buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah ada di Google Play Book Kak Mon. Kakak bisa intip juga di sana.

      Hapus
  52. Uwoooowww... Selalu senang saat tahu ada teman yang publish buku baru. Tema yang diangkat juga bikin penasaran. Etapi sudah lewat masa GA.. nabung dulu ah, buat beli ntar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dibeli di Google Play Book juga lho Kak.

      Hapus
  53. Wah serem amat kalimat terakhirnya mbak, kayaknya ceweknya arwah ya? Apalagi temanya horror ini. Ah pasti iya...

    BalasHapus
  54. hmm pasti bukunya penuh dengan cerita horor, ini kalo bacanya sendirian saat malam jumat, apa tidaknya merinding hihi

    BalasHapus
  55. Ini menarik banget mba. Aku baru tahu ada giveawaynya. Telat nih

    BalasHapus
  56. Wah, kelewatan mau ikutan giveaway-nya. Adain lagi dong kak Acha.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.