Langsung ke konten utama

Postingan

Alita Battle Angel : Perkenalan Manis Nan Dramatis Si Cyborg Berwajah Malaikat

Film sci-fi aksi yang ber-setting tahun 2563 – 300 tahun pasca masa The Fall atau keruntuhan jaman – mengisahkan tentang seorang karakter perempuan cyborg yang hidup kembali atas bantuan nggak terduga dari dr. Ido (Christopher Waltz) yang pertama kali mendeteksi “kehidupan” pada sebuah kepala cyborg – mungkin juga manusia – di antara berbagai barang rongsokan dari sebuah kota terbang yang berada tepat di atas Iron City, Zalem. Film ini nyaman sekali ditonton, apalagi visual efeknya yang ciamik, membuat rasanya nggak ingin terlalu sering berkedip, sehingga setiap scene nggak ada yang terlewat oleh saya. Namun jika ingin mengajak anak-anak yang berada pada range usia di bawah 13 tahun, sebaiknya ditunda dulu ya. Nanti ada waktunya kok.

Mencari Peluang di 2019 Melalui Bisnis Online : Doakan Saya Ya

Sudah memasuki bulan kedua di tahun 2019 dan saya sedang menghitung pendapatan yang sudah saya terima di tahun lalu sebagai seorang freelancer. Senang sekali rasanya, sebab walaupun pada akhirnya waktu saya lebih banyak dihabiskan di rumah, ribet dengan berbagai urusan rumah, dapur, dan cucian, ditambah anak bayi yang senang sekali menempeli saya, tetapi saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT atas ridho partner saya, untuk tetap berkarya dan menghasilkan.

Pasutri Gaje Season 2 : Justru Tantangan Menjaga Komitmen Setelah Menikah Akan Semakin Menggila

Saya berterima kasih sekali pada author komik Pasutri Gaje yang begitu saya gandrungi sejak part pertamanya yaitu My Pre Wedding di Webtoon Indonesia, Annissa Nisfihani… karena Pasutri Gaje Season 2 ini terlalu menggoda saya sampai-sampai hampir tiap malam minggu sebelum terlelap, saya minta ijin pada partner saya untuk baca komik sebentar. Dalam artian, si partner harus sabar menghadapi celotehan dan ocehan saya sepanjang membaca. Maklum, kadang … saya akui, saya agak ajaib.

Milly & Mamet : Suami Istri Memang Butuh Untuk Kompak

Sejak menonton film Cek Toko Sebelah, rasanya saya seperti tersihir dan mulai ketagihan menyaksikan film yang disutradarai oleh Ernest Prakasa. Apakah saya nge-fans banget sama Ko Ernest makanya sejak nonton Cek Toko Sebelah, rasanya kalau bulan Desember nggak nonton film dia itu, hampa? Hahaha … bukan. Saya menyukai karyanya. Saya suka caranya menyampaikan komedi segar tapi menyelipkan makna yang manis di baliknya. Dan kali ini, Milly Mametmenjadi film penutup yang saya saksikan di tahun 2018.

Bumblebee : Tentang Pencarian Diri dan Hangatnya Pertemanan

Sebelumnya, saya akan mengakui dulu, kalau saya bukanlah klan pengikut setia film Transformer. Saya hanya tahu sedikit banyak, namun saat berkesempatan untuk menyaksikan film Bumblebee yang bahkan dipenuhi oleh banyak anak-anak di ruang studio, saya merasa beruntung karena bisa menikmati film yang sebenarnya disarankan untuk ditonton seseorang pada rentang usia 13 tahun ke atas ini. Sedikit menyayangkan memang, tentang banyaknya orangtua yang bahagia sekali mengajak anak-anak ke bisokop untuk menonton film animasi atau bertema fantasi, tanpa memerhatikan saran usia dan review terlebih dahulu. Semoga kelak saya nggak akan begini. Makanya saya sekarang semakin menikmati hobi menonton saya dan latihan menonton film yang “warna-warni” biar punya cukup referensi untuk tontonan anak-anak saya di rumah, nanti. Mohon doakan saya ya.

Mortal Engine : Kengerian Masa Apocalyptic yang Saling Memburu

Kalau kamu sudah menonton seenggaknya film yang bertema Apocalytic alias masa kehancuran duniaseperti A Quite Place, mungkin kamu sudah mempersiapkan diri pada seberapa ngeri dan menegangkannya dunia yang perlahan menuju kehancuran hakiki, namun manusia berusaha bertahan untuk tetap hidup di Bumi, walau dengan cara yang keji tetapi dianggap lebih baik dibandingkan mati tanpa arti. Menikmati Mortal Engine, saya dijebak dalam kengerian yang membuat saya harus beberapa kali menahan napas di bangku merah studio teater bioskop senja itu. Ngeri yang terlalu, ditambah pikiran awam saya yang terus saja berusaha mencerna tebaran kode-kode (keras) yang makin memaksa saya untuk fokus saja ke layar, nggak peduli keadaan penonton sekitar yang terkadang saling berbisik menyampaikan komentar.

Waspada, Ini 6 Modus Penipuan Online Terbaru Berkedok Agen Travel

Semakin berkembang teknologi, semakin beragam modus penipuan yang beredar. Para penipu itu mencoba mencari kesempatan lewat cara-cara tertentu, salah satunya dengan berkedok agen travel. Maraknya penipuan ini sudah banyak memakan korban, kepolisian juga terus bergerak memburu pelaku, Banyak yang tertangkap, namun seperti tidak kejahatan lainnya, mereka seolah tidak pernah jera.