Langsung ke konten utama

The Last Witch Hunter

Kali ini saya menonton salah satu film yang dibintangi oleh Vin Diesel tanpa ekspektasi, tanpa memaksa diri saya untuk mencari tahu lebih dulu, jalan cerita apa yang akan disajikan oleh The Last Witch Hunter. Namanya juga super dadakan, karena saya mampir ke XXI benar-benar tanpa rencana. I just keep a keyword about this film, Witch ... penyihir.




www.dreadcentral.com
             
Jalan ceritanya sebenarnya hanya berputar sama Oom Vin Diesel sebagai Kaulder si Witch Hunter yang setelah pertempuran satu lawan satunya dengan Ratu Penyihir, malah dikutuk untuk hidup abadi dan melalui hidup abadinya setelah 800 tahun kemudian. Tapi di opening scene, saya terkecoh sama setting gunung bersaljunya yang saya kira bakal menyajikan setting negeri dongeng semacam Narnia. Eh ... ternyata malah dunia modern di kota New York. Sementara Kaulder yang punya profesi sebagai Witch Hunter dan nggak pernah mengalami kematian ini, terus berkeliling untuk mencari para penyihir nakal yang patut di hukum. Dia bergerak di bawah bendera organisasi Kapak dan Salib ... kalau saya nggak salah ingat. Kaulder juga ditemani seorang tangan kanan yang disebut Dolan.
             
Setelah sebuah misi remeh di menit-menit awal, di suatu malam Dolan ke-36 yang sangat dipercayai Kaulder, meninggal dunia. Kemudian digantikan oleh Elijah Wood, si Dolan ke-37. Usut punya usut, ternyata kematian Dolan ke-36 bukan secara alami, melainkan dibunuh oleh penyihir jahat. Lalu Kaulder mulai bertemu dan bertempur dengan banyak Penyihir untuk mencari tahu, sebenarnya siapa yang membunuh Dolan ke-36, tanpa ditemani Dolan ke-37 yang kelihatannya lemah dan nggak berdaya banget kalau diajakin adu tembak doang. Hingga bertemulah Kaulder dengan Chloe, si Dream Walker, penyihir yang bisa menjajah mimpi.
             
Dari sinilah akhirnya sosok penyihir jahat yang ternyata ingin membangkitkan Ratu Penyihir yang sudah mati 800 tahun lalu, terlihat. Termasuk Dolan ke-37 yang diam-diam berkhianat demi keinginan pribadinya untuk membunuh pembunuh orangtuanya.
             
Kalau ditanya apakah film ini menarik, kalau boleh saya berpendapat, film ini menarik karena setiap cerita pasti memiliki sisi menariknya masing-masing bukan? Maaf, saya nggak bermaksud bersikap diplomatis. Sebab di tengah banyaknya orang yang nggak berminat untuk menonton film ini, bahkan nggak boom juga, saya menemukan something yang membuat saya tersadar.

Setiap anak manusia memiliki motif tersendiri untuk melakukan tindakan apapun, seperti Dolan ke-37. Sebagai manusia kita pun punya rasa takut yang saat dilawan, akan menghasilkan kekuatan dan keberanian yang besar, seperti Chloe. Dan ... kesendirian terkadang mengajarkan banyak hal, terutama bersikap netral sehingga pada akhirnya kita tahu, sisi mana yang harus dipercaya dan sisi mana yang tak perlu kita lihat dan dengan, seperti Kaulder. Apalagi ternyata Dolan terdahulu, sebenarnya sudah berkhianat pada Kaulder dan baru ketahuan setelah 800 tahun kok.

Btw, saya suka sama soundtrack film The Last Witch Hunter ini, dan ... saya paling suka setting scene kebun permen jelly-nya walau cuma sebentar. 

Komentar

  1. Itu ada yang typo tuh, harusnya Ratu Penyihir tapi ditulis Ratu Penyirih.

    Wah jadi penasaran nih sama filmnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehiyak ada yang typo, upsss skwkwkwk. Bolehlah ditonton buat hiburan.

      Hapus
  2. Pengin nonton tapi udah dibeberin semua disini. Siapa itu dolan dan kenapa dia mati. Dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi siapa tau kalau kamu nonton, kamu malah dapat sudut pandang yang beda sama yang saya dapat. Mending ditonton aja.

      Hapus
  3. eh, vin diessel main film yang sihir-sihir gini.
    saya penasaran walau sedikit.

    karena biasanya saya nonton filmnya yang bisa dibilang lebih manusiawi tanpa ada kekuatan super.

    apa ini bakal semenarik seperti filmnya pit black ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, mendingan kamu tonton dulu Ara. Siapa tau point of view aku sama kamu beda soal film Vin Diesel yang ini.

      Hapus
  4. Em, kurang tertarik deh dengan jalan ceritanya.

    BalasHapus
  5. Aku gak begitu ngerti sama film ini. Ya secara blm pernah nonton sih hehehe
    Tap lumayan buat referensi , apalagi klo ada penyihir2nya, suka.

    BalasHapus
  6. Gue tertarik buat download nih hahaha bukannya nnton malah download..

    Gue baru tau kalo film ini gak booming gitu. Mungkin tanggal rilisnya kali ya, atau gimana..

    Ternyata dari film yg km tnton bisa disimpulkan sedemikian rupa. Keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung sudut padangnya Tofik. Mungkin kalau kamu yang nonton, bakalan beda kesimpulannya.

      Mungkin ....

      Hapus
  7. wah, settingnya di new york. bakal seru nih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.