Ujian pernikahan itu banyak bentuknya. Salah satunya, diceritakan secara mendalam sebetapa sakit dan sesaknya melalui novel (Bukan) Pengantin Baru karya Yessie L. Rismar ini.
Dunia memang seringnya nggak adil. Ada ya orang yang merasa pertanyaan receh semisal, "kapan punya anak?" dianggap basa-basi? Tanpa pernah terpikirkan betapa sesak dan jengahnya seseorang yang tengah dijadikan subjek perbincangan.
Sejak awal membaca novel perdana dari penulisnya ini, Ka Acha sudah diajak sesak napas, mau marah tapi malah nangis duluan. Hhh ... empati saya ditarik mendekat dan dibawa merasakan seberapa sendunya perasaan si tokoh utama perempuannya, Kiara.

Profil Novel (Bukan) Pengantin Baru - Yessie L. Rismar
Judul : (Bukan) Pengantin Baru
Penulis : Yessie L. Rismar
Editor : Anindya Larasati
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 2024
Tebal : 190 halaman
ISBN : 978-623-00-6807-2
Blurb Novel Lika-Liku Pernikahan (Bukan) Pengantin Baru
Di awal pernikahan Kiara dan Yaris tidak pernah terusik dengan pertanyaan kapan punya anak. Namun, ibarat suara nyamuk, lama-kelamaan pertanyaan itu mengganggu juga. Terlebih ketika mertua Kiara yang biasanya adem ayem mulai merengek ingin cucu dan membandingkan mereka dengan orang lain.
Masalahnya, bagaimana bisa punya anak kalau berhubungan suami-istri saja Kiara dan Yaris masih tidak bisa?
Drama Pernikahan yang Selalu Saja Ada
Novel (Bukan) Pengantin Baru ini, belum apa-apa sudah mengingatkan Ka Acha pada kisah seru yang dihadirkan sama komik Pasutri Gaje season 1. Bukan di sisi yang lucu dan seru, tapi perasaan seorang perempuan yang tengah beradaptasi sebagai seorang istri.
Ada banyak goncangannya. Ada beragam rasa yang campur aduk di dalamnya.
Perubahan status seorang perempuan dari yang tadinya masih gadis yang hanya dinaungi lingkungan keluarga dari pihak ayah dan ibunya, perlahan berubah menjadi menantu dari keluarga pasangannya. Ada sikap yang perlu dijaga, ada tingkah polah yang diracik sedemikian rupa demi komitmen dan kedamaian bersama, ada pula perasaan yang terkadang disesap sendirian demi pasangan tetap merasa tenang.

Perlahan tapi pasti terjadi, begitulah drama yang digenggam setiap perempuan ketika akhirnya menjadi bagian dari sebuah janji yang disebut pernikahan. Wajar bila menikah merupakan sebuah ibadah terpanjang. Anggapan yang lekas terngiang selepas menamatkan novel ini hingga membuat Ka Acha mengenang buku Hijrah Sakinah yang ditulis Hanny Dewanti.
Di novel (Bukan) Pengantin Baru, pembaca perempuan seperti Ka Acha seolah langsung diingatkan untuk turut menjaga perasaan sesama perempuan lain. Masalah sensitif sebaiknya tak dibicarakan terang-terangan bak bahan candaan di ruang publik.
Sakit hati dan tangisan serba salah dari Kiara sudah cukup jadi pemantik Ka Acha merasa sebal dengan para tokoh perempuan lainnya di novel ini. Paling kesal dan terus-menerus buat dada sesak, malah tingkah mertuanya Kiara.
Padahal, tadinya si mertua itu begitu menyayangi Kiara. Sayang yang tulus, ikhlas, selayaknya ibu pada anak perempuannya. Tapi, gara-gara omongan dan bisikan dari perempuan lain di sekitar si mertua, dhuarrr ... sang mertua berubah menyerang menantu perempuannya.

Tuh kan, efek kupu-kupu dari omongan dan pertanyaan sensitif yang disuarakan persis obrolan basa-basi tuh, efeknya ngeri. Dears, mulai Idul Fitri kali ini, yuk kita latihan tahan diri buat nggak ikutan jadi orang yang memicu munculnya api atau duri di kehidupan orang lain ya.
(Bukan) Pengantin Baru Ajarkan Bagaimana Sebaiknya Laki-Laki Memosisikan Diri Selaku Anak Maupun Suami
Ka Acha seketika jatuh hati pada karakter Yaris, suaminya Kiara. Ia berani menyatakan sikap kepada ibunya demi membela istrinya. Tapi lembut caranya sehingga sang Mama bisa tersentuh dan memahami perasaan Yaris.
Sikap Yaris rasanya nggak serta-merta bisa muncul sebegitunya ketika akhirnya ia menjadi suami ya. Ada andil besar yang diteladani oleh papanya Yaris juga.
Pola pengasuhan kedua orang tua di rumah, rupanya membentuk sikap dan langkah-langkah yang Yaris dan Kiara pilih saat dewasa. Termasuk dengan cara yang Yaris perbuat untuk menunjukkan rasa cinta, sayang, serta memberi perlindungan pada Kiara yang ia pilih sendiri sebagai istrinya, tanggungjawabnya.

Demi apa, sikap Yaris berkali-kali membuat Ka Acha ikut melted deh. Tangguh banget caranya Yaris menjaga perasaan Kiara, walaupun sepenuhnya sempurna.
Berasa banget juga pergolakan hatinya Yaris sebagai laki-laki. Pasti ... pasti ada kebutuhan yang dia pendam dan tahan. Bagaimana dia menyetia di sisi Kiara yang merasa dirinya gagal jadi istri seorang Yaris.
Mengenal Vaginismus Melalui Novel Cinta Yessie L. Rismar
Semua pengantin rasanya bisa melakukan "itu". Bukankah "itu" hal alamiah?
Runtuh semua pernyataan itu oleh pemahaman bahwa ada masalah kesehatan pada perempuan yang menjadikan si perempuan ini mengalami kesulitan untuk melakukan kontak fisik ala suami-istri. Peristiwa yang mampu memberi efek patah hati berkepanjangan bagi dua orang, si suami dan si istri.

Vaginismus sendiri merupakan keadaan ketika otot vagina mengalami kontraksi yang menimbulkan rasa nyeri, sehingga menciptakan tantangan besar ketika melakukan penetrasi seksual, pemakaian tampon, atau pemeriksaan medis yang memerlukan pendekatan dengan organ reproduksi. Begini sih informasi singkat yang Ka Acha pahami mengenai masalah yang dialami Kiara.
Sepanjang membaca novel karya Yessie L. Rismar ini, perlahan sebagai perempuan, empati saya dibangun bahwa ada lho di dunia ini perempuan-perempuan yang kacau-balau rumah tangganya tanpa tahu bagaimana langkah terapi untuk mengatasi gangguan vaginismus ini. Ada banyak pasangan di luar sana yang bisa jadi ketika mendapati masalah kesehatan dari partner hidupnya, malah memilih melepaskan daripada mendukung dan memperjuangkan kesembuhannya.
Langkah demi langkah yang Kiara dan Yaris tempuh, selanjut membawa Ka Acha memahami proses seperti apa, gejolak emosi serupa apa, yang kemudian Yaris dan Kiara lalui. Bersyukur Kiara punya Yaris. Rejeki banget Yaris punya Kiara.
Novel (Bukan) Pengantin Baru karya Yessie Rismar rasanya bisa memberi perspektif tersendiri mengenai bagaimana sebuah ikatan pernikahan itu berlangsung. Sebab mencapai cinta ala Happily Ever After ternyata berat juga.
Komentar
Posting Komentar