Tips Sukses di Usia Muda

Berapa usiamu saat ini?

Weits … tenang, Kak Acha nggak akan ngajakin kamu berdebat soal standar yang terlanjur tersebar di media sosial soal usia sekian pencapaianmu sebaiknya sudah begini dan begitu. No. I don’t. Really. Tapi saya mau berbagi tentang tips sukses di usia muda yang masih saya jalani, saya pelajari, dan semoga sudah afdol saya bagi.

So … apa sih definisi sukses buat kamu? I mean, sukses itu yang bagaimana sih buat kamu? 

sukses-di-usia-muda

Apa Sih Sukses Itu?

Sebenarnya, makna sukses dari setiap orang akan berbeda-beda. Nggak bisa dibandingkan atau disamaratakan, sebab latar belakang dan karakter setiap orang juga kan nggak bisa disamakan kan?

Tapi, kalau mau menukil dari makna sukses yang tertuang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka sukses memiliki makna, keberuntungan atau keberhasilan.

Lantas, bagaimana sih kebanyakan orang mendefinisikan sukses itu sendiri?

Pertanyaan begini tuh hanya kamu seorang yang bisa menjawabnya, gengs. Kembali lagi tentang kesuksesan bagi setiap individu nggak bisa diseragamkan.  

Ada yang sudah merasa dirinya sukses jika berhasil membeli rumah di usia 20-an, walau dalam keadaan masih single bahagia. Ada yang merasa sukses jika pendapatannya sudah mencapai nilai 25 juta per bulan, dan bisa mengumrohkan beberapa orang di kampung halamannya setiap tahun.

Ada pula sosok lain yang merasa dirinya telah menapaki puncak sukses kalau kontennya di media sosial berhasil viral, nggak peduli kalau yang ia tunjukkan itu berfaedah atau nggak jelas level cadas. Ada pula yang merasa kalau pintu sukses sudah berhasil ia buka, kalau follower di Instagram miliknya sudah banyak dan akunnya sampai dapat centang biru.

Ada juga orang yang baru mau mengatakan dirinya sukses, jika strata sosialnya naik alih-alih jabatannya makin tinggi di pemerintahan atau tempatnya mencari penghidupan. Lain waktu, sukses bagi seseorang, bisa jadi ketika ia bisa dianggap sebagai sosok yang menginspirasi, walau nggak selalu berkelimpahan dalam materi.

Sehingga, istilah “sudah jadi orang sukses” itu ya hanya pandangan dari kacamata orang lain yang menganggap si subjek telah mencapai level keberhasilan atau keberuntungan tertentu, menurut si yang melabeli tadi. Eh, dianggap jadi orang sukses sama sudah merasa sukses itu, beda lho.

Kesimpulannya? Ya itu tadi, sukses dari masing-masing individu, suksesnya kamu, hanya kamu yang paham apa maumu, apa yang kamu anggap keberhasilanmu, walau nggak perlu selalu sama serupa yang telah dijadikan standar oleh kebanyakan orang di luar dari dirimu. Career development rancanganmu kan nggak harus kembaran sama orang lain tho.

Nah, saya sempat mengikuti microlearning pada sebuah platform belajar daring dan mendapati materi tentang bagaimana sih caranya agar bisa sukses di usia muda. Di sana, menurut apa yang dipaparkan oleh Ibu Maria Theodora Kurniawati selaku pemateri, sukses sesungguhnya sebuah proses yang dijalani setiap hari.

Proses pencapaian yang disebut sebagai “sukses” ini merupakan sebuah perjalanan, bukanlah hasil.

Ya … serupa hidup, terus bergerak, terus berproses, sebab sukses bukanlah hasil akhir. Tahulah ya, nggak ada kehidupan yang statusnya nge-freeze di satu titik dan jadi abadi. Kecuali, si sosok tadi sudah menjadi bagian dari sejarah dan nggak bisa menghadirkan sejarah selanjutnya. Gampangnya sih, sudah berpulang dan cukup dikenang.

Sekarang, apa kamu sudah bisa menjawab, apa sih definisi sukses menurut kamu? Ingin kesuksesan serupa apa sih? Seberapa banyak sih? Temukan ini dulu, biar jalan menujunya ketahuan sama kamu.

Sukses di Usia Muda Dimulai Darimana?

Dari webinar pengembangan diri yang sudah saya ikuti beberapa waktu lalu, agar saya – dan kamu – bisa sukses, semuanya bermula pada pembiasaan.

Segalanya berawal dari suatu pola yang telah lama dibiasakan hingga berjalan begitu saja, lalu menjadi “kendaraan” untuk menggapai standar sukses yang telah diimpikan.

Alih-alih makna sukses bagi setiap anak manusia itu nggak seragam, maka bentuk pembiasaannya pun berbeda-beda pula. Walau demikian, kuncinya kemudian adalah konsistensi yang disiplin.

Ada banyak jalan untuk menjadikan saya – juga kamu – sampai pada titik konsistensi tadi. Cara termudahnya adalah menemukan dahulu, dorongan terkuat untuk mencapai titik sukses terdekat yang sedang diimpikan.

Misalnya saja, saya ingin berhenti menjadi tsundoku alias si penimbun buku. Kemudian saya menguatkan diri saya untuk membuat akun Instagram yang baru dengan nama akun @bacha.santai dan mendsiplinkan diri untuk berjuang rutin memasukkan quote dari bacaan yang saya temukan, dan menuliskan pengalaman seusai membaca di blog Taman Rahasia Cha.

Bagi saya, itulah usaha saya, memaksa diri saya yang gampang sekali tergoda membeli buku bacaan baru, agar nggak hanya berakhir menjadi pajangan di lemari baca.

agar-sukses-di-usia-muda

Di lain kesempatan, ketika saya mendadak menemukan ilham kalau saya berniat suatu waktu nggak perlu menyusahkan kedua orang tua saat akan menikah. Pokoknya, biaya pernikahan saya nantinya, nggak boleh sampai memberatkan orangtua, nggak mau deh saya juga sampai mengambil pengajuan pinjaman cuma untuk resepsi pernikahan doang.

Seperti yang saya tampilkan dalam mind mapping di atas, setelah menemukan tujuan saya, lekas saya coba berbagai usaha hingga menemukan mana yang cocok dengan keadaan saya. Mulai dari menabung hampir setengah dari gaji, mumpung saya singlelillah, soalnya calon pasangan saja hilalnya belum kelihatan.

Ok. Bagi saya kala itu metode yang agak ekstrim untuk kelangsungan dana traveling dan senang-senang saya. Tapi semua berjalan aman, apalagi saya tetap bisa kok ikutan kursus online gratis untuk menambah skill mencari tambahan uang jajan.

Kemudian semua berubah seiring si calon dimunculkan oleh Sang Maha Pengasih di dalam hidup saya yang masih bebas atur jadwal suka-suka jiwa. Ia hadir, meminta sedikit waktu dan perhatian saya untuk menyadari akan hadirnya dirinya. Tantangan datang lho ini.

Gaya menabung itu pun berubah presentasenya. Ada dana lebih yang perlu dikeluarkan untuk saling mengenal si doi lebih dalam. Jalan sana sini, ngobrol seru tiada henti, sampai ke urusan ngasih perhatian ke masing-masing keluarga inti yang makin terasa penting.

Time flies, tantangan berat untuk mau mengeluarkan dana tabungan, mengalokasikannya ke post-post pengeluaran, urusan ke wedding organizer dan lainnya pun datang satu per satu.  Wuhu … saya hampir berhasil.

Apakah kala itu saya sudah merasa sukses? Belum. Setelah impian itu terealisasi, baru deh, dan saya bersyukur luar biasa. Ternyata satu titik sukses saya di usia muda, tercapai juga.

Rahasia lainnya adalah doa. Wah, ini bagian yang paling nggak boleh disepelekan, sebab hidup saya – juga kamu – numpang di dunia yang Allah SWT hadirkan.

Saya meminta agar dipertemukan dengan partner yang semisi, ya itu … nggak membiarkan saya mengejar titik sukses untuk nggak menyusahkan orangtua dalam mengurusi acara nikahan kelak, sendirian saja.

motivasi-sukses

Jadi Kak Acha, biar sukses di usia muda itu, dimulainya darimana? Dari tujuanmu, yang dibarengi dengan usahamu, dan nggak lepas dari doa-doamu.

Terus Belajar Menjadi Versi Diri yang Lebih Baik

Bersyukur karena saya dan kamu, hidup di masa ketika teknologi banyak menghadirkan kemudahan. Mau ambil kursus online gratis, wah bisa banget. Banyak platform e-learning yang menyediakan layanan semacam ini, salah satunya adalah QuBisa.

QuBisa adalah sebuah platform belajar yang mana kamu bisa menemukan berbagai ilmu untuk mengembangkan diri menuju suksesmu di sana. Bahkan kamu bisa mengikuti kursus online digital marketing dari berbagai mentor yang tersedia, jika kamu mau.

Sebagai sebuah platform belajar online, QuBisa memberikan banyak sekali kemudahan belajar, dari berbagai subjek ilmu yang bisa kamu pilih sendiri juga di sana.

Pengalaman Kak Acha mencoba kursus kilat dan microlearning di QuBisa sih, dalam satu rangkaian tema pembahasan besar, ada list video belajar yang durasi tayangnya nggak terlalu lama. Jadi pas banget buat kamu yang nontonnya suka disambi berbagai kesibukan, atau belajarnya nggak mau langsung sekaligus. Mau diulang pun nggak masalah.

Selain itu, kalau kamu bergabung di QuBisa dan mengambil kelas di sana, kamu bisa kumpulkan poin di Liga PoinQu sambil belajar. Asik kan?

belajar-di-qubisa
image via Instagram @qubisa.id

Sudah begitu, buat kamu yang mulai tertarik berbagi ilmu atau skill tertentu, kamu bisa bergabung dalam lomba microlearning festival berhadiah 95 juta. Nah lho … ayo tunjukkan kemampuanmu, berbagilah ilmu, mana tahu hadiahnya nanti bisa juga buat kamu.

platform-belajar-online-qubisa
image via Instagram @qubisa.id

Yuk, terus belajar menjadi versi yang lebih baik dari dirimu di hari ini, dan semoga berbagai titik sukses yang sudah kamu tuju selagi di usia muda, bisa kamu jajaki.

Temukan berbagai mentor dan bentuk lingkunganmu sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan apa yang jadi impian terdekatmu.

Ah ya … bukan berarti saat mengejar sukses, mencoba peruntunganmu, kamu melupakan orang-orang yang ada di sekitarmu ya. Belajar sering boleh, namun tetaplah hidup dengan seimbang. Work-life balance biar tangki semangat dan produktivtasmu selalu terisi doa dan dukungan dari sesiapa selain dirimu. Semangat!

Standar Suksesmu Berbeda dengan Standar Orang Lain

Jika kamu merasa tertekan, seolah kamu sudah banyak mencari pengetahuan dan mengasah kemampuan di bidang tertentu, tapi rasanya kok kamu belum juga sampai ke titik kesuksesan di usia muda, hmm … mungkin kamu perlu melalukan evaluasi diri nih, gengs.

Walau kamu sudah mengikuti berbagai kelas di platform belajar online seperti orang-orang yang sama-sama berjuang menuju “sukses” di jalan yang kamu pilih, walau kamu merasa rekan seangkatanmu sudah jauh melejit melalui dirimu, nggak perlu kamu merasa sedih.

Hey, saingan terberatmu bukanlah orang lain, bukan kesuksesan orang lain, bukan orang lain yang usia masih 20-an sudah bisa begini begitu, bukan. Saingan itu sesungguhnya adalah dirimu sendiri.

Ingat, waktu muda nggak bisa diputar ulang kembali seperti di drama korea 18 Again. Usiamu nggak akan berulang. Memangnya ada orang yang tahun lahirnya bisa di-request berbeda setiap tahunnya semau dia? Demi tetap ada di usia yang sama? Mimpi kali ya.

Akhirulkalam, jika kamu masih merasa dirimu saat ini muda, dan selalu mencari berbagai tips sukses di usia muda kemana-mana tapi kok belum ketemu juga jalannya, mungkin itu tadi, kamu butuh evaluasi diri. Jadilah versi terbaik dari dirimu yang 5 tahun lalu, hari ini. Begitu pula seterusnya.

Lagi dan lagi ya gengs, sukses yang kamu tuju, nggak perlu sama plek ketiplek seperti yang sudah khalayak percayai. Sukses yang kamu sanggup, nggak perlu menunggu pengakuan dari orang lain. Merdekakanlah jiwamu dari standar umum. Jalani hidupmu sebaik mungkin, semoga sukses yang kamu mau, menjadikan dirimu kaya raya bukan oleh materi semata namun semangat dan doa yang tiada hentinya.

Yuk bisa yuk. 


Komentar

  1. Betul dan setuju sekali kak, selagi muda gunakan kesempatan sebaik-baiknya ya supaya tidak menyesal kelak apalgi kalau bisa mapan dalam usia mudah wah hebat sekali itu

    BalasHapus
  2. bener banget tuh, jangan jadiin standar orang lain sebagai standar kesuksesan kita, hidup kan bukan balap lari mana yang harus sampai finish duluan soalnya setiap perjalanan punya ujung dan tantangan berbeda

    BalasHapus
  3. Wah setuju banget, sukses bukanlah hasil tetapi adalah sebuah perjanjian/proses. Maka dari itu kak, saya juga terus bersemangat belajar. Salah satu caranya belajar lewat kursus online gratis di QuBisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul nih, setuju.. memang sebuah proses yang akan terus diperjuangkan ya :) jd penasaran sama QuBisa :)

      Hapus
  4. Setujuuubange sama tulisan ini. Bagus buat dishare nih kk.

    BalasHapus
  5. Aku sih gak bisa kalau hanya usaha aja tanpa doa. Sukses versi kita sendiri ya. Tapi poinnya memang sesuai banget sama yang udah di tulis ini.

    BalasHapus
  6. sukses memang jadi ukuran pribadi masing-masing sih, hehe.. semoga langkah kita yang dijalani ini selalu membuahkan hasil yang sesuai dg kebutuhan kita :)

    BalasHapus
  7. Standar sukses setiap orang memang berbeda. Tapi kalau ditanya, aku sepakat dengan mbak. Bagiku perasaan tenang adalah sukses. Tenang karena punya rasa ingin selalu belajar. Belajarpun nggak ada patokan waktu juga :) sukses selalu ya mba!

    BalasHapus
  8. Bener banget standar sukses tiap orang berbeda-beda. Sekarang ini belajar untuk meningkatkan skill bisa secara online. Kaya lewat qubisa, jadi di rumah tetap produktif untuk terus belajar.

    BalasHapus
  9. Suksesnya orang memang beda-beda, karena itu jangan berpatokan sama suksesnya orang lain, kalau dia bisa sukses, kita juga pasti bisa.

    Btw, keren banget ya Qubisa, belajar online jadi menyenangkan.

    Salam sukses untuk kita semua ya, kak Cha 😍

    BalasHapus
  10. Kesuksesan tiap orang pastinya berbeda ya Mba, tpi dgn pelatihan dari qubisa bsa membantu mencapai kesuksesan tsb ya

    BalasHapus
  11. sekarang kalau mau belajar bisa kapan aja dan dimana aja ya. pilihan kursus pun beragam. generasi digital banyak diuntungkan. selamat belajar.

    BalasHapus
  12. Keren banget tipsnya. Emang bener tuh standar kesuksesan orang berbeda. Saat pandemi ini aku malah seakan mulai dari nol setelah terkena phk. Aku mulai bantu bokap ke sawah sambil belajar hidroponik. Kayaknya masa muda dan tua gw akan dimulai dari sekarang. Lupakan deh hedon di kota besar lagi. Hahaha..

    BalasHapus
  13. Nah ini nih, kemarin yg pada rame soal pencapaian itu lhooo..
    Aku juga sempet terpengaruh hehe, maksudnya menyamakan standar kesuksesan kita dengan orang lain

    BalasHapus
  14. Menentukan target kesuksesan yang ingin kita raih menjadi penting kita lakukan di awal. Jadi, kita bisa berusaha untuk meraih sukses yang kita inginkan. Hingga membuat kita bahagia tiada tara. Begitu kan kak?

    BalasHapus
  15. Senang aku kalo liat anak muda jaman sekarang pada sukses banget
    didukung denga qubisa yang bisa belajar dari rumah ini makin mantep nih

    BalasHapus
  16. Saya jelang 45 tahun, kak Acha (hahaha..jawab pertanyaan di awal artikel)
    Setuju jika menjadi versi terbaik diri itu adalah sukses. Kalau ada batasan tertentu, situasi dan kondisi tiap orang kan berbeda jadi ga bisa disamakan.
    Dan kalau mau versi terbaik diri ya upgrade, lewat kursus kilat dan microlearning di QuBisa misalnya....

    BalasHapus
  17. Usah itu harus dengan doa, dia udah jadi satu paket yang tak terpisahkan. Memang kadar penglihatan kita terhadap kesuksesan orang pasti berbeda², tinggal diambil teknik positifnya dalam meraih kesuksesan

    BalasHapus
  18. Betuuul, standar sukses kita itu pasti berbeda dengan orang lain
    Ga usah insecure karena titik start kita juga kan berbeda

    Dengan belajar di QuBisa, bisa jadi sumber ilmu supaya kita makin sukses di usia muda

    BalasHapus
  19. yuk bisa yuk. bener banget sih kl sukses setiap orang berbeda, nggak harus plek ketiplek dengan orang lain. Poin di atas memang mesti digaris bawahi ya mbak, penting banget menentukan tujuan sukses kita tuh yang macam mana, pun untuk memunculkan karakter unik kita dan konsisten melakukan suatu hal. Boleh nih kepoin Qubisa ah.

    BalasHapus
  20. Meskipun masih usia muda tapi juga bisa sukses ya, mba. Asal ada kemauan dan usaha paling penting tidak mensia-siakan waktu yang ada. Ikut kursus online bersama Qubisa menjadi salah satu pilihan bagus untuk mengisi waktu luang dan menambah ilmu juga wawasan.

    BalasHapus
  21. Cara memyampaikannya keren banget, saya jadi twrmotivasi buat sukses di usia muda,, amin

    BalasHapus
  22. Kalau buatku sukses itu berbahagia dan mensyukuri setiap proses yang kulalui.

    Memang ya standard sukses itu beda2 tiap orang. Btw.. aku seneng nih belajar di Qubisa. Platformnya nyaman.

    BalasHapus
  23. Aduh tertoyor nih ditanya usia, udah mau kepala tiga soalnya. Udah makin tua aja, tapi belum menghasilkan yg waw. Apalagi soal konsisten ini, PR banget buat aku yg moodan bgt.

    Makanya ikutan kelas kelas pengembangan diri itu perlu bgt ya, kayak Qubisa ini.. Keren keren kelasnya

    BalasHapus
  24. Kesuksesan emang subyektif banget ya. Tiap pribadi bisa beda2 memaknainya. Tapi yaa senyampang masih muda emang kudu bisa optimasi diri.
    Beidewei aku juga penimbun buku nih. Huhu.. Pingin tobat aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal dibaca nggak apa-apa mbak... aku kadang belinya tahun lalu, bacanya baru dua tahun kemudian, wkwk. Parah banget daah.

      Hapus
  25. Kebanyakan orang hanya mengukur kesuksesan seseorang dari luarnya saja, padahal mah nggak tau di dalam diri orang itu seperti apa. Saya masih belum sukses nih, meski udah hampir kepala empat, tapi saya sangat mensyukuri apa yang udah saya capai selama ini.

    Ternyata enak juga ya belajar di Qubisa. Banyak pilihan materinya, salah satunya adalah belajar kesuksesan seperti ini.

    BalasHapus
  26. Aamiin. Kalau saya sih usaha dan mencapai hasil yang diinginkan itu sudah masuk kategori sukses. Apalagi kalau usaha itu benar2 mengerahkan seluruh kemampuan pastinya bakal terasa istimewa hasilnya.

    BalasHapus
  27. Di zaman sekarang ini emang kudu lebih hati hati mendefinisikan sukses ya, karena banyak orang yang mengidentifikasikan sukses sebagai dikenal banyak orang apapun caranya. Kayk gini nih yang harusnya dihindari.... Lebih baik sukses dengan karya, karena sekarang belajar bisa dimanapun dan gratis pula, salah satunya di qubisa ini...

    BalasHapus
  28. dengan niat dan usaha yang sungguh sungguh, suskes di usia muda tak lagi sekadar impian ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bangett mba Dee. InsyaAllah yg sungguh2 itu akan berbuah manis kok

      Hapus
  29. Sukses di usia muda bentuknya bisa berbeda karena start dan caranya juga pasti beda. Setuju dengan kak Acha, yang penting terus berusaha untuk jadi lebih baik. Salah satunya dengan ikut kelas career atau self development ya.

    BalasHapus
  30. Hihi makasih tipsnya kak acha, walaupun usia saya sudah tidak muda lagi, tapi pengen dong tetap sukses

    BalasHapus
  31. Setuju banget. Standar sukses setiap orang beda beda. Tergantung mindset dan persepsi dari orang itu sendiri. Maka coba capailah suksesmu yang sudah ditetapkan olehmu sendiri. Begitu ya kira-kira?

    BalasHapus
  32. wah sekarang ada poin juga di qubisa yaaaa.. pas banget aku dah daftar di Qubisa juga nih, mau cuss ikutan ngumpulin poinnya aaahhh

    BalasHapus
  33. Aku seringnya malah doa tanpa usaha hahaha
    Omong kosong banget Jadinya ye kan?!
    Makanya ini mau seimbangkan usaha dengan doa

    BalasHapus
  34. Setuju! standar sukses satu orang dengan orang lainnya berbeda. Begitu pun proses yang harus dilalui dalam mencapai sukses. Maka jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain ya, mending fokus pada apa yang bisa dilakukan. Aku kebetulan belajar juga nih dari QuBisa platform belajar online untuk materi pengembangan diri, motivasi dan berbagai microlearning lainnya. Tentang membandingkan diri itu aku juga belajar di sana

    BalasHapus
  35. saya juga daftar kelas di QUbisa banyak banget buat nambahin ilmu dan setuju banget sukses setiap orang beda-beda ga bisa saling bandingkan

    BalasHapus
  36. Setuju kalau sukses itu relatif. Alhamdulillah saya sudah sukses menurut versi saya sendiri. Meski dilihat orang lain pasti masih jauh dari sukses. Masih blm punya kendaraan roda empat,asih belum naik haji dll

    BalasHapus
  37. Ketampar banget nih baca nya kak hehe. Tapi memang bener sih bahwa sukses dari masing-masing orang tuh beda-beda definisi nya. Yang penting jangan sering compare sama orang lain, lebih baik fokus sama tujuan kita aja, biar bisa mencapai sukses sesuai definisi kita masing2. Thanks for tips nya yah kak ;)

    BalasHapus
  38. Tujuan sukses orang berbeda yach. Tapi sekarang sudah ketemu definisnya setelah belajar di QU. Wah nambah ilmu sekali dapat poin. asyik banget

    BalasHapus
  39. "makna sukses dari setiap orang akan berbeda-beda" Setujuu mba 😍

    BalasHapus
  40. Terkadang aku bingung sih sukses itu apa. Soalnya, standar tiap orang berbeda-beda. Ada yang bilang kalau sukses itu saat banyak duit. Ada yang bilang kalau sukses itu saat kita udah punya rumah pribadi, nggak ngontrak maupun numpang orang tua. Ada yang bilang kalau sukses itu saat kita selalu ingat Allah.

    Apapun definisi sukses, setidaknya, aku mencoba melakukan yang terbaik di kehidupan ini.

    BalasHapus
  41. Duh setuju banget kak acha, saingan terberat itu ya kita sendiri, kalau dari kita gak mau berubah ya gak akan bisa jalan, oleh karena itu materi microlearning pas banget nih dipelajari biar kita semakin menambah wawasan dan diterapkan sesuai cita2 yang diharapkan :)

    BalasHapus
  42. KOnsisten untuk melakukan sesuatu juga merupana kunci terbaik untuk sukses. Dan juga tak patah semangat. Semoga sukses selalu ya mba :)

    BalasHapus
  43. Yes, standar sukses setiap orang pasti berbeda ya kak Acha. Yang pasti , impian menjadi sukses sama-sama impian setiap orang

    BalasHapus
  44. sukses menurut saya sih jika seseorang sudah mampu mandiri

    dia juga bermanfaat untuk orang lain, karena itu saya sering ikut jadi relawan

    tapi emang harus menambah keahlian sih

    salah satunya dengan belajar online bersama Qubisa, agar kita punya skill tertentu

    BalasHapus
  45. Pesaing terberat memang diri sendiri. Jadi sukses menjalani hidup menurut saya bagaimana hari ini lebih baik dari hari kemarin. Terdengar abstrak memang, tapi bisa dikonversi ke hal-hal yang bisa diukur. Sesederhana misal tujuan sukses dalam blogging adalah menulis satu artikel per bulan, lalu bisa ditingkatkan per 2 minggu, per minggu, hingga bisa nulis per hari.

    BalasHapus
  46. Iyapp sepakat banget
    Sukses masing masing orang tuh berbeda. Sesuai dengan keunikan dan bakat

    Yang penting jangan pernah berputus asa dan terus update ilmu dan kemampuan

    BalasHapus
  47. Seneng banget deh baca-baca artikel ini, setuju sekali kalau standar suksesnya orang lain itu beda dengan diri kita ya, org menganggap sukses itu kl tongkrongannya supercar dan liburannya ke Maldives ya, kl kita beda lagi dan itu sah-sah aja. Izin share ke anak sulung yg remaja ya Kak Acha, makasih^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels