Langsung ke konten utama

Oh My Baby (2020) : Berawal Dari Simpati Berujung Bikin Sensi

Drama korea Oh My Baby mengenalkan saya pada endometriosis, salah satu masalah kesuburan yang dialami oleh perempuan.

Ditambah lagi karena drama korea yang dibintangi oleh Jang Na Ra ini, menghadirkan karakter Jang Ha Ri sebagai jurnalis majalah The Baby yang begitu loyal dengan pekerjaannya, sampai-sampai di usia 39 tahun, ia belum juga berkeluarga. Nah lho banget kan jadinya, gengs. Eits, tapi Jang Na Ra juga seusia ini deh kalo nggak salah ya.

drama-korea-jang-nara

Dulu, kalo Ka Acha nggak disentil sama salah satu teman dari jaman kuliah yang sudah menikah duluan, bisa nggak ingat untuk nikah di usia 20an deh. Soalnya Ka Acha dulu hobi kerja banget, bahkan sampai sering lembur lho hitungannya. Agak mirip sih sama kerjaan Jang Ha Ri yang editor majalah. Eh, Ka Acha mah copywriter in house ya, hihihi … ups. Tapi kalo kepadatan kerjaannya, jangan ditanya ya. Huhu ….

Jujur, di beberapa episode pertama drama korea yang juga menghadirkan Go Joon sebagai salah satu pemeran utama laki-laki dengan nama karakter Han I Sang ini, Ka Acha sukses dibuat bersimpati. Ikutan nangis dan sesak di dada, sampai hampir putus asa, karena alur ceritanya. Eh, pas di episode akhir, Ka Acha jadi sensi. Agak gemas, kenapa ending-nya jadi begitu? Berasa kena prank ish.

Tapi, daripada saya jadi biang spoiler karena bocorin ending-nya duluan sebelum kamu kenalan sama sinopsis drakor Oh My Baby yang sesungguhnya bagus banget untuk kamu tonton, trus ujungnya kamu ngasih bounce rate ke blog Taman Rahasia Cha Dot Com, jadi … yuk sini, duduk samping saya, biar saya bisikin.

Sinopsis Drama Korea Oh My Baby

Kenyataan akan masalah kesuburan yang dialami oleh Jang Ha Ri akibat endometriosis, menyulitkan dirinya untuk mencapai impiannya semasa kecil, menjadi seorang Ibu. Obsesinya untuk menjadi ibu tangguh seperti ibunya, Lee Ok Ran – diperankan oleh artis senior Kim Hye Ok – terancam. Ia hanya punya kesempatan untuk hamil, sekitar 6 bulan saja.

Stres menyerang seketika. Harus dicari kemana nih, calon ayah untuk anaknya kelak, kalau kemungkinan dia untuk bisa hamil hanya 6 bulan saja, itu pun kemungkinannya cukup kecil. Belum lagi, kesibukannya bekerja, membuat Jang Ha Ri sampai nggak sempat untuk serius memikirkan urusan percintaan. Kalau sudah setertekan itu, wajar jika seseorang bisa mengalami depresi, bahkan putus asa.

“Akulah masa depan kalian,” menjadi salah satu celotehan Jang Ha Ri kepada dua rekan kerjanya yang juga masih melajang, tapi masih pada muda. Sementara satu lainnya, sudah menikah, tapi nggak pernah berkeinginan punya anak, karena hidup sebagai pasangan DINK (Double Income No Kids) itu sungguh memberi kemapanan hakiki secara finansial.

Padahal, mereka bekerja di majalah dengan segmentasi pasar mom and kids. Ulasan dan event yang mereka adakan untuk The Baby, nggak pernah jauh dari ceruk parenting. Tapi yang sukses punya bayi, hanya pemimpin redaksi mereka, Shin Jung Hwa – diperankan oleh aktris kelahiran 1980, Kim Jae Hwa.

Tapi, dibalik semua kecuekan yang Jang Ha Ri tunjukkan, dan semua penyangkalan yang ia lakukan dan disembunyikannya dengan performa kerjanya yang kece banget, sebenarnya Jang Ha Ri terjebak dalam ketakutan yang sungguh menyedihkan.

Padahal di kantor, ada seorang pemuda bernama Choi Kang Eeu Ddeum yang diperankan oleh Jung Gun Joo yang kelihatan naksir nih sama Jang Ha Ri. Masalahnya, usia mereka terpaut terlalu jauh. Lha wong Jang Ha Ri seumuran sama tantenya si Eeu Ddeum. Ya … walaupun nih, dengan karakter manisnya, Eeu Ddeum tetap berusaha menarik hati Jang Ha Ri sih.

akting-park-byung-eun-di-oh-my-baby
Do Ah Baby dan ayahnya yang habis dicampakkan

Di keadaan yang lain, muncul sosok Yoon Jae Young – dimainkan dengan tampan oleh aktor Park Byung Eun – di rumah Jang Ha Ri. Ibunya menerima Jae Young yang baru bercerai, dengan seorang bayi mungilnya, karena Jae Young sudah nggak punya rumah lagi. Karirnya sebagai dokter anak pun terhenti, demi mengurusi bayi 8 bulan cantik, buah hatinya dengan mantan istrinya yang juga seorang dokter.

Masa lalu Jang Ha Ri dan Yoon Jae Young sebagai sahabat, membuat keduanya persis serupa kakak adik. Saling menjaga dan melindungi. Maka, ibu Lee Ok Ran pun punya maksud terselubung dengan menerima kemunculan Jae Young yang sedang butuh tempat tinggal. Bisa ditebak ya, bu Lee Ok Ran mau Jang Ha Ri menikah dengan sahabatnya sedari kecil, Yoon Jae Young, tentunya. Berhasil nggak ya?

han-i-sang-oh-my-baby
Ahjussi rasa Oppa juga nggak nih?

Sementara itu, di masa lalu, Jang Ha Ri pernah ikut kencan buta dan dijodohkan dengan Han I Sang. Seorang freelance photographer terkenal. Sayangnya, prosesi perjodohannya dulu nggak berlangsung lancar. Usut punya usut, Han I Sang juga punya masa lalu nggak menyenangkan dalam urusan percintaan yang bikin dia tetap memilih untuk melajang hingga mencapai usia 41 tahun. Alasannya apa ya?

Lama kelamaan, karena “terpaksa” kerja bareng di ruang studio, akhirnya Jang Ha Ri dan Han I Sang bisa ngobrol luwes lagi sih. Nggak ada benci benci club lagi.

Semuanya berjalan sedikit normal sampai suatu ketika, dengan bodohnya, Jang Ha Ri yang putus asa atas kondisinya, memutuskan mencari penjual sperma. Hal yang illegal banget untuk dilakukan di Korea Selatan. Apalagi oleh seseorang yang belum menikah. Beneran ini mah si Jang Ha Ri udah konslet saking nggak tau harus bagaimana lagi menghadapi keadaan dirinya yang hampir mandul.

Apakah Jang Ha Ri akhirnya bisa punya anak? Siapakah di antara Choi Kang Eeu Ddeum, Yoon Jae Young, dan Han I Sang yang akan dipilih Jang Ha Ri sebagai pasangan hidupnya? Ataukah Jang Ha Ri akan memilih untuk tetap melajang demi karirnya? Eh … memangnya Jang Ha Ri dibolehin jadi pemimpin redaksi The Baby? Kan udah bikin malu majalah The Baby karena ketauan mau beli sperma.

Baca juga : Go Back Couple (2017) : Ada Jang Na Ra Juga Nih Yang Jadi Pemeran Utamanya

Mengenal Endometriosis Dari Drakor Oh My Baby

Endometriosis yang terjadi pada Jang Ha Ri merupakan kondisi jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim, tumbuh di luar rahim. Biasanya, sebelum haid, endometrium akan menebal sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Kalau nggak dibuahi, ya ikut meluruh dengan darah menstruasi. Nah, si endometrium ini nggak berdiam di rahimnya Jang Ha Ri.

Makanya, salah satu gejalanya, saat dalam masa menstruasi, Jang Ha Ri sampai merasakan nyeri perut luar biasa persis orang mau melahirkan. Makanya, kemungkinan Jang Ha Ri untuk bisa hamil pun kecil. Ditambah oleh saran dokter yang menangani Jang Ha Ri untuk melakukan prosedur operasi saja. Kasihan sih lihat Jang Ha Ri harus kesakitan sambil minum obat penahan rasa sakit terus. Sedih.

Manisnya Cinta Nggak Melulu Untuk Yang Masih Muda Belia

Bagi Jang Ha Ri. Yoon Jae Young, dan Han I Sang, cinta itu bisa membuat seseorang di usia jelang 40an bisa mendadak jadi kekanak-kanakan. Kadang saya sampai pasang muka datar menonton kelakuan kedua lelaki usia om-om ini berebut perhatian Jang Ha Ri. Payahnya, Jang Ha Ri nggak kalah bucin. Aduh, ampun deh.

drakor-oh-my-baby
Cewek yang pakai baju batik ini lho yang lebih cucmey buat kamu, Eeu Ddeum Ssi, ish ish ish

Tapi nggak sebucin Choi Kang Eeu Ddeum sih. Malah terkesan, Eeu Ddeum lebih berani untuk punya tujuan hidup lho di urusan cinta-cintaan begini. Rela banget doi hidup hemat ceria demi beli cincin untuk Jang Ha Ri. Heih, tanpa sadar, ada orang lain yang seumuran sama Eeu Ddeum dan naksir sama dia. Benang kusut banget deh urusan cinta-cintaan begini.

Baca juga : The Invention of Love : Sebuah Film Jerman

Sepanjang saya menikmati 16 episode drama korea Oh My Baby yang naskahnya ditulis oleh No Sun Jae dan disutradarai oleh Nam Ki Hoon ini, saya menyadari satu hal … bahwa, perempuan dan lelaki, punya batas usia jika ingin memiliki keturunan. Dan keturunan bukan merupakan teman yang menemani di masa tua, namun juga kebanggaan lain saat semua masa muda seseorang direnggut oleh waktu.

Nggak perlu juga terlalu egois memikirkan perjalanan karir sampai nggak mau berkeluarga. Walaupun tetap saja setelah berkeluarga, mempertahankan loyalitas diri pada karir yang sudah lama dibangun itu, tetap memiliki tantangannya masing-masing. Hidup ya nggak bisa senang terus dong ya.

Baca juga : My Stupid Boss : Bahan Ketawa Pekerja Kantoran

Eh Ka Acha, katanya pas di episode terakhir dari Oh My Baby, berasa kena prank? Nggak jadi cerita nih?

Pokoknya saya hanya nggak mau mendukung sesiapapun yang memilih dengan tinggal dan hidup bersama tanpa mau menikah. Apalagi sampai punya keturunan. Haram, gengs. Sumpah, hidup pilihan hidup yang begini nggak ada manis-manisnya sama sekali. Nggilani yang ada. Nonton drama korea Oh My Baby-nya sampai selesai deh ya. Mana tau kamu juga jadi sebal kayak saya, ujungnya.

Komentar

  1. waaah salfok sama batik!

    Btw di keluarga aku ada tuh satu kasus , mantan adik ipar (mantan istrinya adikku) usia 34 nikah dengan seorang kakek usia 71 tahun yang masih bugar, so ...... inikah namanya cinta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilihan hidup seseorang seringnya nggak ada yang tau ya.

      Hapus
  2. Wah, Kak Acha kena prank..jadi penasaran deh aku nonton Oh My Baby..hm, jadi tahu soal endometriosis pasti nanti, terus juga kepo ku sama siapa yang hidup bersama tanpa menikah itu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi silakan kepo kepo drakornya, Mba Dian.

      Hapus
  3. Mungkin karena di negara mereka kan bebas kaki ya, jadi kumpul kebo pun mereka tak masalah.
    Tapi jadi penasaran juga hahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi sih ya Teh. Walaupun sesama asia yang menjunjung budaya ketimuran, ya tetap ada bedanya sama budaya kita.

      Hapus
  4. Wow gimana ya rasanya kerja di dunia jurnalis parenting tp gak punya anak. Berasa nulis blog curhatan ala emak2 rempong tapi tanpa nak kanak. Duhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, mungkin begitulah pikira para pemimpin redaksi dan dewan pengawas media, makanya mempertimbangkan banget posisinya Jang Ha Ri ini.

      Hapus
  5. Batiknya baguuusss :D Aku juga udah nonton drakor ini. dan selalu terpukau dgn paras Jang Nara yang imuuuttttnya kebangetan! Baby face buangeett, gemashhh.
    Apalagi pas dia nyanyi di acara kawinan itu, ya ampyuun imut pol!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Sampai penasaran. perawatan apa yang dia lakukan sampai se-baby-face begitu mukanya ya.

      Hapus
  6. Ampon mak kl sedih2 ampe buat nangis mah, saya nontonnya sendiri aja... Kl rame2 malu hhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya lah Bang. Tontonan yang biki mewek, enaknya ditonton dengan ketenangan maksimal.

      Hapus
  7. Kayaknya seru nih jalan ceritanya. Baru denger yg ada topik endometriosis.
    Kmrn lihat sekilas di Viu, cuma blm sempet ditengok trailernya :)

    BalasHapus
  8. Jadi banyak belajar dari drakor ini ya mba. Aku jadi penasaran untuk menontonnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat menonton ya Kak. Mana tau dapat insight yang berbeda dari aku.

      Hapus
  9. Aku bukan penggemar drakor sih mba.. tapi temenku banyak penggemar drakor. Pada cerita gitu seru sampai Baper ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi begitulah kalau sesama pecinta drakor udah ngumpul biasanya.

      Hapus
  10. Jang Na-ra! idola banget ini mah, eh enggak banget nget sih, tapi suka aja ama dia, saking namanya lebih mudah diingat hahaha.

    Udah pernah baca review di blog siapaa gitu, tapi nggak selengkap ini.
    Kan jadi pengen kepoin juga sayanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba Rey, namanya memang bikin gampang diingat, termasuk mukanya.

      Hapus
  11. Ini alur ceritanya dibaca dari sinopsisnya udah menarik. Tambah lagi daftar drama ku nih. makasih kakaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama.

      Terima kasih banyak juga sudah mampir ke mari ya.

      Hapus
  12. Sesudah nonton Oh My Baby saya merasa bersyukur.
    Bersyukur karena ngga punya masalah di rahim
    bersyukur bisa memiliki 4 anak yang sehat dan cerdas
    Begitulah drama Korea ya? Mengajak penontonnya untuk selalu bersyukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Ambu. Bersyukur dan memang banyak pelajaran yang bisa diambil biar nggak ikut ikutan meniru juga.

      Hapus
  13. Cinta itu nggak kenal usia. Di perjalanan waktu nanti, akan lebih banyak melihatnya dari dekat, Cha :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Teh. Mungkin semakin mendewasa nanti. Acha akan makin menemukan kejutan yang sebelumnya nggak Acha kenal atau pahami.

      Hapus
  14. Masalah kesuburan wanita ini memang sensitif banget ya mbak. Apalagi kalo sampai gak bisa menghasilkan pasti sering dikucilkan. Memang bersyukur banget yang tidak memiliki masalah di rahim. Btw, ini filmnya ada sentuhan romantisnya juga ya?. Pengen nonton juga nih drakornya meskipun slama ini ku jarang banget buka drakor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang Kak Ririn, romantisnya banyak kok, sampe luber luber. hihihi.

      Hapus
  15. Hmm drama ini related ya dgn kehidupan srhari hari, soal anak memang mrnjadi hal yg sensitif

    BalasHapus
  16. Penasaran pengen nonton drama Korea lainnya, tapi saya belum bisa move on dari Kapten Ri nih..huhuhu..susah bener~

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduw ... noraknya saya belum kenalan sama Kapten Ri nih Mba. Hihihi.

      Hapus
  17. Mbaa ceritanya menarik nih, auto nyari di Netflix ah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.