Novel Seri Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran Karya Aiu Ahra

Jelang Ramadan, keinginan untuk baca buku-buku bertema Islami makin menjadi-jadi. Akhirnya novel seri Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran karya Aiu Ahra jadi pembuka. 

Ka Acha pernah diingatkan oleh kakak editor ketika dulu menggarap naskah Hilal Halal Ifthar. Naskah Islami itu nggak menyertakan skinship di dalamnya. Tapi harus ada gereget rasa sayang antara dua orang lawan jenis yang bisa tercipta ketika disajikan pada pembaca. 

Lalu sepanjang membaca salah satu seri dari Hijab for Sisters ini, Ka Acha mencicipi dag dig dug dan gereget itu berkali-kali. Sampai menyadari bahwa Islam memang meminta kita untuk nggak mengatasnamakan rasa naksir lawan jenis di atas segalanya. Demi alasan positif yang baik untuk laki-laki dan perempuan tentunya. I mean, cinta itu ujian dunia juga, Dears. 

aiu ahra hijab for sisters klub anti pacaran

Profil Novel Remaja Hijab for Sisters - Klub Anti Pacaran Karya Aiu Ahra

Judul        : Hijab for Sisters - Klub Anti Pacaran

Penulis    : Aiu Ahra

Editor      : Dion Rahman

Penerbit : Laiqa (Elex Media Kompetindo) 

Cetakan  : Pertama, 2024

Tebal       : 218 halaman

ISBN        : 978-623-00-5975-9

Blurb Novel Hijab for Sisters - Klub Anti Pacaran

Saat SMP, Azna pernah menyaksikan temannya melahirkan di dalam kelas. Kejadian tersebut meninggalkan sedikit trauma, membuatnya mulai mengasingkan diri dari makhluk berjenis laki-laki. Bahkan di semester awal SMA, bersama dua sahabatnya, dia mengajukan ekskul Anti Pacaran pada pihak sekolah guna mencegah kejadian yang menimpa temannya terulang. 

Seperti melempar bumerang yang kemudian berbalik arah. Ide anti pacaran itu menjadi rancu ketika Farah, salah satu sahabat yang juga penggagas ekskul tersebut, mulai berhubungan kembali dengan teman dekatnya saat SMP. Lalu, debar-debar yang kerap dirasakan Azna setiap kali melihat Reksa, si ketua kelas, latihan panahan di sekolah, semakin membesar meskipun selama ini terus dia tekan. 

Mendapati kenyataan bahwa dirinya sendiri merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis, bisakah Azna tetap pada prinsipnya untuk tidak pacaran? 

Rasa Tertarik pada Lawan Jenis itu Fitrah

Dears, nggak ada yang salah dengan naksir seseorang. Iya kan? 

Ka Acha yakin, kamu yang mampir ke blog ini sudah pernah mencicipi yang namanya jatuh cinta. Sama teman sekelas saat masih di sekolah. Teman main bareng. Perasaan yang muncul seiring usia masuk ke masa baligh alias dewasa. 

Malah, harusnya bersyukur banget karena menikmati perasaan suka sama lawan jenis. Soalnya kalau nggak, ngeri banget, Dears. 

Suka sama seseorang yang sering berada dalam radius dekat sehari-hari merupakan hal yang wajar sekali. Momen pendewasaan yang mau nggak mau perlu dilalui. Masa-masa menahan diri, paham kebutuhan diri sendiri, termasuk ujian hidup buat berlatih memilih tujuan masa depan, hingga waktu yang tepat untuk menaut cinta itu datang. 

Azna dalam novel Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran ketika pertama kali menyadari kalau dirinya jatuh cinta pada seorang lelaki bernama Antariksa, jujur saja dia panik. Traumanya mengenai pacaran yang menjerumuskan teman di masa SMP-nya pada pergaulan bebas sampai melahirkan di ruang kelas, membuat dia tentu saja bergidik. 

novel islami seri hijab for sisters klub anti pacaran

Di sisi lain, proposal yang ia buat demi menghadirkan klub anti pacaran di sekolah, susah untuk diterima. Bayangin! Bagaimana bisa seseorang yang nggak pernah sekali pun mencicipi pacaran apalagi kelihatan naksir seseorang, keukeuh buat klub yang dari namanya saja bisa bikin satu sekolah gempar. 

Ada pula si Antariksa alias Reksa yang lama-kelamaan juga menyadari kalau dirinya jatuh cinta sama Azka. Membaca bagian ini, Ka Acha perlahan mengerti mengapa seorang lelaki diminta menundukkan pandangan ketika memandang perempuan. 

Bukan tentang Reksa yang tiba-tiba nafsuan. Itu sih kelewat seram ya. Naudzubillah. Tapi ... laki-laki sebagai makhluk visual memang bisa tanpa sadar memandangi lekat seseorang yang membuatnya jatuh hati lamaaaa sekali. 

Bagaimana langkah Azna dan Reksa dalam menahan diri mereka dari berpacaran? Pas sekali, kedua tokoh utama kita ini punya prinsip yang serupa. Nah ... di sini nih bagian gregetnya. 

klub anti pacaran aiu ahra

Batas Diri Memperjuangkan Rasa Suka

Sepanjang membaca novel ringan dari seri Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran ini, Ka Acha disadarkan bahwa sebagai insan muda yang mudah pula jatuh cintanya, perlu banget paham tentang batas diri. Sehingga, ketika menghadapi si lawan jenis yang buat jantung berdebar-debar itu, prinsip mengedepankan masa depan diri sendiri bisa dijadikan pegangan kuat. 

Pernah nggak sih kamu kepikiran, pacaran itu buat kamu nggak fokus mengejar impian-impianmu? Pikiran jadi terlalu riuh oleh beragam problema baru yang berhubungan dengan perasaan? 

Cemburu lah. Sebal karena merasa kurang diperhatikan sama si orang yang "katanya" sayang sama kamu lah. Tiba-tiba si orang itu menuntut begini-begitu lah. Ada hari-hari spesial yang diada-adain buat dirayain lah. Dompet juga bisa jebol tuh karena pengeluaran buat pacaran sementara punya pendapatan yang bisa menopang hidup mandiri juga belum. Asas saling menanggung beserta hak dan kewajiban tanpa landasan ijab kabul dan kehalalan itu, buang-buang kesempatan waktu dan usia, bukan sih? 

novel remaja islami klub anti pacaran seri hijab for sisters

Ih, Ka Acha nggak pengertian banget sama yang lagi naksir-naksiran ya? Hmm ... Azna tuh awalnya terkesan begitu. Tapi setelah dipikir lagi, ya ... nggak juga. 

Lingkungan Bisa Berpengaruh, Tapi Prinsip Paling Buat Kamu Kukuh

Bila kamu berkesempatan membaca buku Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran karya Aiu Ahra ini, kemungkinan kamu akan terbawa ke momen merenung. Betapa pacaran itu bahkan juga terjadi dalam lingkup yang dianggap aman.

Dikisahkan kemudian, Azna akhirnya bergabung dalam rohis. Sebuah unit kegiatan sekolah yang jelas-jelas berbasis keislaman. Sayangnya mendapati apa yang terjadi di dalam, sukses bikin batin Azna jadi makin berisik. 

Ada ya yang gabung rohis tapi tetap pacaran. Oh, ada banget!

Secara ya ... Ka Acha pernah dapat cerita dari kakak sepupu yang dulunya bersekolah dalam lingkungan pesantren, ada saja yang berhasil menjalin kasih cinta ala pacaran. Bahkan diawali dari saling berkirim surat yang disimpan di dinding perbatasan asrama ikhwan dan akhwat. Tuh kan, ujian para remaja berat kan. Ujian prinsip yang ditempa keadaan dan lingkar pertemanan sejak dini. 

novel remaja islami tentang pacaran

Mau disiram sesering apapun sama ceramah atau beragam siraman rohani, bila prinsip nggak digenggam baik-baik, goyah dan terbawa arus juga jadinya. Kalau istilah yang kejadian di Reksa sih, mau sesering apapun diciye-ciyein dan ketangkap basah ketauan naksir Azna, tapi kalau teguh dan kukuh, tetap bisa jaga batas. Ya ... berat. Seriusan. 

Di dalam novel Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran, masih ada banyak lagi kejutan-kejutan yang akan kamu temukan. Siap-siap terperangah oleh kisah hidupnya Azna dan Reksa. 

Kehidupan Reksa sih yang paling dar der dor buat Ka Acha. Pelik. 

Di saat yang bersamaan, pesan penting dari Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran juga semoga melekat di jiwamu, seperti hal yang sudah terjadi banget sama Ka Acha selepas menamatkan novel ini. Poin utamanya, pacaran bikin rugi laki-laki dan perempuan. 

Masa depan sebagai seorang individu jelas dipertaruhkan. Bermain dengan sesuatu yang belum halal jalannya, kemungkinan kelak akan membawa penyesalan. 

Sudah. Begitu doang. Semoga seri Hijab for Sisters : Klub Anti Pacaran berikut seri lainnya juga bisa jadi bacaan yang menyenangkan buat kamu. 

Komentar