Aplikasi Siap Kerja untuk Meningkatkan Kemampuan Sebagai Freelancer

Aplikasi siap kerja apa sih yang bisa banget dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang freelancer? Aplikasi yang kalau bisa, menghadirkan banyak sekali materi kursus online gratis dan tentunya bikin sesi belajar gak ribet karena waktunya bisa disesuaikan sama kebutuhan?

aplikasi-siap-kerja-untuk-freelancer

Hmm … apakah ada?

Saya terkejut saat menemukan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tentang meningkatnya jumlah pekerja lepas di Indonesia sejak tahun 2019.

Hey hey, rupanya nggak perlu menunggu hingga pandemi tiba untuk menyaksikan betapa dengan makin berkembangnya teknologi saat ini, membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan penghasilan dari tempat bekerja yang nyaman di hati dan tenang di jiwa. Eh, samaan nih kita.

Bayangkan. Jumlah freelancer meningkat menjadi 33,34 juta alias naik sebanyak 26%. Sementara, posisi sebagai pekerja kantoran yang terikat office hour alias para karyawan full-time, malah menurun peminatnya sebanyak 11%.

Wah wah wah, jangan-jangan nih, alasan kebanyakan orang memilih untuk bekerja sebagai pekerja lepas, karena pekerjaan ini, selain bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, tetapi juga bisa disesuaikan dengan kegiatan lain yang ingin dilakukan. Hmm … iyap, memang pekerjaan sebagai freelancer itu bikin waktu kerja jadi lebih fleksibel sih.

Kalau saya sedang mau mengambil cuti sebab ada urusan lain, semisal kegiatan keluarga yang memerlukan perhatian lebih, saya bisa menunda mengambil projek baru. Bahkan, sering kali, setiap saya staycation di Anyer, misalnya … eh si pekerjaan bisa saya selesaikan dengan curi-curi waktu bersantai selama di hotel.

Selain itu, karena pekerjaan yang saya tekuni ini sebenarnya diawali dari sebuah hobi menulis, jadilah saya merasa kalau tingkat stres akibat berbagai tugas yang saya ambil, nggak terlalu memberatkan. Kalau istilah anak-anak milenial dan gen z jaman sekarang sih, work with passion gitu.

Asik ya kalau dibayangkan. Bisa memulai aktivitas pagi tanpa perlu merasa khawatir akan terlambat sampai di kantor, soalnya si tugas kebanyakan dilakukan dari jarak jauh. Bisa mulai bekerja tanpa perlu repot bersiap-siap alias cukup mandi pagi dan seduh kopi – kalau Ka Acha sih susu hangat sama roti sih biasanya – lalu duduk di depan laptop dengan pose ternyaman.

Mau menjeda waktu bekerja dengan tidur siang? Ahaha … saya sih sering banget. Kadang kalau si pekerjaan bisa saya selesaikan hanya melalui smartphone doang, bisa dipastikan saya menyelesaikannya sambil rebahan, dan setelah selesai … langsung saya lanjut dengan memulai memutar episode dari serial yang sedang saya marathon-in.

Ihiy, cihuy bener ya jadi freelancer. Mungkin ini sih yang juga jadi alasan dari kebanyakan pekerja lepas, sampai-sampai ya – masih menukil data dari BPS – 60% freelancer mengaku ogah kembali bekerja secara full-time di kantor, walau ditawari pendapatan besar. Alasan lainnya, banyak yang curhat kalau pendapatan sebagai pekerja lepas bisa mengalahkan gajinya saat bekerja full-time. Nah lho.

freelancer-bekerja-dimana-saja-kapan-saja

Weits … jangan terus membayangkan aduhai rasanya kalau bisa menemukan peluang sebagai pekerja lepas terus ya. Sebab hidup itu ada sisi gelap dan sisi terangnya.

Kalau sisi terangnya sudah saya jabarkan dengan indah, ada sisi gelap yang sebenarnya membuat saya pun terkadang seperti “berjuang sampai berdarah-darah” sepanjang menekuni jalan ninja sebagai freelancer begini.

Apalagi kalau bukan, projek yang kelap-kelip datangnya. Ada masanya tabungan saya terisi penuh sampai bisa langsung sewa hotel dan bawa keluarga jalan-jalan tanpa pikir panjang. Ada pula masanya si tabungan dengan berat hati harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok bulanan saat sedang nggak punya pemasukan alias invoice belum cair, dan kalau diingat-ingat, auto mau nangis.

Mungkin ini juga ya alasannya, mengapa para pekerja lepas begini sering dipandang sebelah mata, bahkan waktu partner saya mau mengajukan pinjaman untuk membeli rumah ke salah satu bank, posisi saya sebagai freelancer nggak masuk hitungan aman untuk dimasukkan sebagai tertanggung dalam proses pelunasan. Ya sudahlah ya.

Belum lagi kalau ingat pesan Kakak HRD di kantor lama ketika saya mau mengajukan pengunduran diri alias resign. Beugh … betapa ia berpesan kalau, bisa jadi pekerjaan sebagai pekerja lepas yang saya pilih nantinya nggak akan sanggup menopang hidup saya dengan mandiri seutuhnya.

Ditambah nih ya … akibat dari makin maraknya orang-orang yang memilih untuk menjadi seorang freelancer, turut menyebabkan persaingan dari sesama pekerja lepas, meningkat. Hati-hati … lahan perburuan yang tadinya ala ala blue ocean bisa menjadi red ocean nih. Eh … kamu kenal tentang strategi marketing ala blue ocean strategy kan?

Hihihi … mohon maaf Ka Acha malah menyenggol materi skripsi sendiri.

Tapi beneran lho, mulai berasa nih kalau nggak pandai berburu dan menunjukkan diri dengan cara meningkatkan personal branding. Setiap hari … rasanya selalu bermunculan teman sesama pekerja lepas yang lebih bersinar, dan … kok rasanya dia bisa meraup penghasilan lebih karena banyak yang kepincut sama skill dia ya?

Saatnya Upskilling dan Reskilling Demi Menaikkan Harga Tawar Kamu Sebagai Freelancer

Persaingan yang semakin mengetat, ditambah oleh makin bermunculannya freelancer moncer baru, membawa saya pada perenungan untuk menemukan cara belajar efektif dan efisien. Dimana nih tempat saya bisa menempa diri, tapi nggak mengambil banyak waktu keseharian Ka Acha sebagai mama muda yang hidupnya selalu penuh drama di rumah?

Tekad membara ala Naruto saya jaga, biar nggak ngampang menyerah sama kenyataan yang kadang bikin mau mewek bombay di depan laptop sampai mata bengkak terpampang nyata.  Jadilah … perjalanan untuk menemukan aplikasi belajar online yang bisa membantu saya untuk terus upskilling dan reskilling pun dimulai.

Kenapa sih harus upskilling, Ka Acha?

Wokh, jawabannya tentu saja, sebab dengan upskilling alias meningkatkan kemampuan di bidang pekerjaan sebagai freelancer yang kamu tekuni … hmm, atau dengan kata lain, kamu menaikkan jam terbang kamu dengan belajar, biar cara bekerja kamu nggak begitu dan begitu terus, berulang seperti roda putarnya hamster yang nggak pernah kemana-mana.

Semisal nih, Ka Acha … monmaap kalau contohnya cuma diri saya mulu … sebagai blogger yang kalau mengambil sudut pandang orang lain yang bukan penulis blog, kelihatannya ya hanya menulis curhatan saja, di-publish, eh terus tiba-tiba bisa dapat cuan.

Padahal, di balik itu semua, ada kemampuan lainnya yang diam-diam tanpa diketahui orang lain prosesnya, saya pelajari dan asah pelan-pelan. Sesederhana, memotret. 

belajar-memotret-untuk-upskilling

Jangan salah lho, rupanya belajar memotret ini bisa banget menunjang pekerjaan sebagai seorang penulis blog. Siapa sih yang nggak betah melihat foto ciamik terpampang di antara berderet-deret tulisan?

Nah, kalau reskilling itu, bagaimana sih Ka Acha?

Reskilling ini sebenarnya punya makna, mempelajari kembali. Semisal, kamu menjadikan bidang penulisan sebagai lahan kamu untuk mendapatkan cuan. Ya dipelajari terus-menerus. Sampai batin kamu merasa, kalau kemampuan menulismu masih belumlah ada apa-apanya.

Reskilling sering membawa saya pada pengetahuan baru soal dunia kepenulisan yang mungkin selama ini nggak sepenuhnya terjamah. Semisal, bagaimana sih menulis ala storytelling yang bikin pembaca betah? Bagaimana ya caranya memasukkan data dalam tulisan, tapi nggak memberi kesan kaku nan dipaksakan?

Nah, kesediaan kamu untuk selalu upskilling dan reskilling ini lho yang bisa juga menjadi salah satu cara meningkatkan personal branding kamu di mata calon pemberi projek nantinya.

Aplikasi Siap Kerja yang Bikin Belajar Gak Ribet

Penting. Beneran deh, saya selalu mencari-cari aplikasi belajar online yang nggak bikin saya harus menyediakan waktu khusus untuk mengikuti sesi pembelajaran. Mohon dimaklumi ya.

Saya tuh sadar diri. Waktu saya untuk bekerja dan belajar sudah nggak sebanyak dulu waktu masih singlelillah. Apalagi, saya bekerja sebagai freelancer dari rumah rumah, sambil menjaga dua balita, tanpa asisten rumah tangga pula. Semua urusan ya bergantung sama saya dan partner, ya … berdua saja.

Sudah begitu, jiwa-jiwa selalu ingin belajar saya kadang terbentur sama tuntutan pengeluaran bulanan. Akhirnya, cukup sering, dana yang saya sisihkan untuk belajar, harus teralokasikan ke post dana lain demi memenuhi kebutuhan pokok. Makanya … saya senang luar biasa kalau bisa menemukan kursus online gratis.

Ya dong, masa nolak kalau dapat ilmu untuk meningkatkan kemampuan yang nggak perlu menguras dompet terlalu dalam. Apalagi, pas belajar, eh ketemu sama mentor yang dengan senang hati memberikan “ilmu daging”. Uyeah.

Pssstt. Bisikin dong Ka Acha, belajarnya bisa dimana.

menemukan-kursus-online-gratis

Saya sih sedang keranjingan belajar di aplikasi siap kerja QuBisa. Di aplikasi ini nih, saya menemukan banyak sekali kelas kilat, kursus, bahkan webinar yang bisa membantu saya untuk upskilling dan reskilling sebagai freelancer. Asiknya, waktu belajarnya sangatlah fleksibel.

Kalau kamu berminat untuk melihat-lihat atau malah tergoda untuk ikutan mencoba belajar gak ribet ala  Ka Acha dan pengguna QuBisa lainnya, aplikasi ini bisa kamu unduh melalui App Store dan Play Store kok. Cusss dicoba.

Pengalaman Mengikuti Kelas Di QuBisa

Sebenarnya, saya sudah cukup lama memanfaatkan QuBisa untuk memenuhi kebutuhan belajar saya. Ya … namanya juga, walau bekerja berdasarkan projek yang didapatkan sebagai pekerja lepas alias freelancer begini, saya juga memendam impian biar bisa sukses di usia muda

meningkatkan-kemampuan-di-aplikasi-belajar-online

Apalagi beberapa kelas di QuBisa menyediakan sertifikat selepas mengikuti sesi pembelajaran. Ada pre-test dan post-test dari beberapa kursus yang saya ikuti juga lho, jadinya bisa saya manfaatkan untuk mengukur kemampuan sebelum dan seusai belajar.

Beberapa waktu lalu, saya juga menyediakan waktu untuk mengikuti kursus online gratis tentang 3 prinsip dalam memaknai pekerjaan. Pemberi materinya adalah Dr. Abdul Latief yang menjabarkan makna dari bekerja itu adalah sebuah ibadah.

Sepanjang mengikuti kelas beliau, saya dibawa untuk menelusuri kembali, apa sih alasan terbesar saya untuk memilih menjalani profesi sebagai freelancer di bidang kepenulisan? Kenapa? Buat apa?

Kemudian, saya dibawa untuk merenungi diri lagi. Apakah hanya karena melihat bahwa bekerja sebagai freelancer itu fleksibel? Atau terseret arus dari khayalan kebanyakan orang, bahwa pendapatan freelancer bisa mengalahkan jumlah gaji bulanan saat bekerja sebagai pekerja full time?

Ternyata … jauh lebih dalam dari itu semua.

Kalau kamu berharap menemukan jawaban dan motivasi berbeda dengan memaknai pekerjaan – apapun itu – yang kamu jalani, coba deh ikuti kelas beliau.

Terakhir, saya sedang senang juga nih dengan QuBisa karena QuBisa menghadirkan kompetisi blog yang  waktu pengumpulan karyanya cukup panjang. Coba deh main main ke situsnya QuBisa buat cari tahu info lengkapnya. Ikutan juga ya … soalnya hadiahnya lumayan lho.

Senang rasanya saya menemukan QuBisa. Sebuah aplikasi yang menyajikan cara belajar efektif dan tentunya membuat saya bisa belajar berbagai skill baru, juga mengasah lagi skill yang saya miliki, tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam, mengkhususkan waktu luang untuk mengikuti kursusnya, bahkan mendapatkan sertifikat pula.

Kalau kamu sedang mencari aplikasi siap kerja untuk meningkatkan kemampuan sebagai freelancer, mungkin kamu bisa mengikuti pilihan saya dengan menemukan hampir semuanya, melalui QuBisa.

Komentar

  1. Wah mantep ini udah ada aplikasi siap kerja yang membantu banget untuk jadi freelancer mengingat sekarang sulit untuk mencari kerja.

    BalasHapus
  2. Baru tahu ada aplikasi ini, bisa dapet sertifikat juga ya mba Acha.
    seru nih bisa nambah skill dengan ilmu yang didapat.

    BalasHapus
  3. Freelancer juga wajib update kemampuan ya mbak
    biar makin luas mendapatkan peluang pekerjaan
    dan sekarang klo mau meningkatkan kemampuan ya ikutan kursus online gratis di QuBisa ini

    BalasHapus
  4. Memang banyak kursus di QuBisa ini yang menarik dan bisa membawa kita ke sebuah renungan ya Kak Acha. Dan videonya juga pendek-pendek jadi bebas ngulang materi yang mana aja.

    BalasHapus
  5. Baru 3 bulan jadi freelancer dan masih engap-engap buat jalan. Perjuangan banget emang.

    BalasHapus
  6. asiknya jadi freelancer itu bisa mengatur waktu kerja ya kak. Pas sih buat ibu2 seperti saya kalau memilih pekerjaan freelance. Tapi jadinya harus mengatur upskilling dan reskilling sendiri biargak tertinggal

    BalasHapus
  7. Qubisa membantu milenials banget ya buat upgrade skill.

    BalasHapus
  8. Hihihi baca artikel kak Acha berasa senasib ya kak. Pas dapet proyek yang gede rasanya langsung pengen bawa keluarga foya-foya. Giliran sepi job, tabungan diputar-putar biar bisa makan.
    Makanya ikhtiar untuk tetap update dengan zaman now ya upskilling dan reskilling. Nah beruntung banget dah qubisa ini bukan hanya kelas berbayar. Tapi banyak juga kelas gratis yang bagus banget buat kita sebagai freelancer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya relate banget sama aku ini..
      Tapi pekerja lepas ini enaknya memang bisa dikerjakan dimana saja dan kapan saja. Sungguh membutuhkan ilmu dan kreativitas tinggi. Kudu menimba ilmu di aplikasi Qubisa.

      Hapus
  9. mantap! jadi freelancer juga harus menjiwai makna pekerjaannya, ya. biar bisa all out. materi2 lain yang dibutuhkan bisa dipelajari di QuBisa

    BalasHapus
  10. Aplikasi siap kerja QuBisa memang memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk reskilling dan upskilling kemampuan diri. Sehingga, memutuskan untuk jadi freelancer nggak lagi keputusan yang menakutkan. Kekhawatiran akan nggak menentunya pemasukan bukan lagi jadi persoalan. Karena hasil nggak pernah mengkhianati setiap usaha yang sudah kita lakukan. Benar kan Kak?

    BalasHapus
  11. Jadi freelancer cocok buat orang2 yg memiliki jiwa bebas dan lepas, gak terbiasa hidup teratur sesuai jam kerja... Aplikasi semacam ini bisa membantu mereka buat cari kerja lepas yg diinginkan

    BalasHapus
  12. Jangan pernah berhenti belajar karena hidup akan terus ada aja perkembangan technology yang baru. Qubisa bisa jadi andalan nih buat meningkatkan kompetensi dalam dunia kerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mpo.. bahkan ibu rumah tangga kayak saya pun pengen terus bisa update belajar. Alhamdulillah ada Qubisa yang memudahkan proses belajar.

      Hapus
  13. Saya juga pernah kursus pas mau ngisi materi. Lumayan membantu bangeett tipsnya..

    BalasHapus
  14. Buat yang ingin meningkatkan skill dan penghasilan, bisa nih recommend aplikasi QuBisa.
    Biar ibu rumah tangga sekalipun tetap bisa produktif dan menghasilkan cuan ya

    BalasHapus
  15. Oya bangrt nih, gabisa jadi kebanggan ya pada mertua gini kalau bilangnya kerjaannya freelancer gt. Tapi dia senang sih pernh kukasih produk endorse, enak katanya ga usah beli beli.. Hihi..

    Meski freelance kita tetap harus upskilling diri ya kak. Untung ada QuBisa nih..

    BalasHapus
  16. Freelancer memang harus meningkatkan skillnya supaya tetap bisa bersaing demi bisa menghasilkan cuan, namun syukur banget sudah banyak cara kita bisa meningkatkan kemampuan yang salah satunya adalah aplikasi QuBisa

    BalasHapus
  17. Asyik ya belajar online di qubisa... Saya juga udah beberapa kali belajar di qubisa... Kebetulan nih lagi kepingin mencoba pekerjaan baru, ikut kelasnya dr. Abdul latief ah...

    BalasHapus
  18. Setuju sekali ini, Mbak. Dan saya sangat bersyukur adanya QuBisa ini. Saya yang notabene freelance bisa terus meningkatkan skill, dan terus bisa mencari rezeki. Banyak kursus yang bisa saya ikuti, termasuk webinar juga.

    BalasHapus
  19. Hayuu saatnya tingkatkan skill bukan lagi bermalas-malasan, karena jaman berubah demikian cepat, maka perlu skill yang mumpuni untuk mendukung dalam bekerja

    BalasHapus
  20. Dengan ikutan upgrade skill di Qubisa, makin PD untuk pekerjaan saya sebagai free lancer ini. Ah, mantap

    BalasHapus
  21. Memaknai pekerjaan. Hmmm, ini seringkali terlewatkan. Kadang bekerja cuma jadi rutinitas aja, kemudian seneng pas gajian. Abis itu, udah aja.

    Aku jadi pengin belajar tentang itu juga deh di QuBisa, Kak Acha. Kmrn baru belajar dua materi aja nih. Kayaknya banyak topik2 yg seru ya buat nambah2 pengetahuan dan skill yang berguna juga.

    BalasHapus
  22. Wiih mantep banget nih aplikasi siap kerja untuk freelance dari Qubisa. Untuk terus menambah skill dan pengetahuan, melalui aplikasi ini dapat terus belajar meski secara online.

    BalasHapus
  23. Nah iya sebagai freelancer harus tetep meningkatkan kemampuan dan skill ya kak.. Cocok banget nih kalo mau meningkatkan skill di QuBisa, banyak banget tema kursus online gratis yang ada yaaa

    BalasHapus
  24. Beberapa kali udah pakai Qubisa buat bikin artikel sih kak, eh jadi keterusan ikut pelatihan-pelatihan materi yang lain. Karena emang Qubisa ini solusi banget buat pekerja digital, termasuk freelancer macem aku yang pengen ningkatin skill sambil terus ngerjain deadline haha

    BalasHapus
  25. review aplikasi ini sangat bagus dan kelasnya jga menarik. jadi, belajar hal baru apapun bisa dilakukan juga dimanapun berada.

    BalasHapus
  26. Sebagai seorang freelancer, aku juga selalu melakukan upskilling dan reskilling mbak
    aku pun ikutan kursus online gratis di QuBisa ini
    ambil kelas personal branding

    BalasHapus
  27. Meski freelancer tapi hasilnya Alhamdulillah ya. Memang sih tidak instan dan freelancer juga butuh perjuangan. Menaikan kemampuan kita sendiri pastinya sangat dibutuhkan. Untunglah sekarang ada QuBisa. Upgrade skill jadi mudah

    BalasHapus
  28. Aku juga udah kepo kepo nih situsnya qubisa. Banyak banget kelas gratisnya ya, untuk blogger atau penulis juga ada. Yang berbayar juga harganya terjangkau ternyata.

    BalasHapus
  29. Pentiiiiing memang skr ini yg namanya skill. Kalo dulu patokan orang2 pasti melihat ke IPK, zaman skr mah, skill apa yg dipunya. IPK mungkin masih dilihat, tapi lulusan sarjana mah banyaaaak. Kalo yg daftar ada 100an, pastilah utk memilih dilihat dari skill yg dia punya.

    Makanya aku juga seneng mba ikutan kursus online begini. Apalagi aku udh resign dan full di rumah. kadang bosen juga ga ada kegiatan, dan ikitan webinar ATO kursus lainnya, jadi pengisi waktuku bangettt.

    BalasHapus
  30. Jadi freelancer itu asyiknya, kita bisa menentukan waktu kerja, ya Cha namun tetap dong kita meningkatkan skill. Nah bisa melalui QuBisa. Saya pun sudah mengikuti beberapa webinarnya.

    BalasHapus
  31. Sebagai freelancer butuh banget apllikasi yang bisa mendukung pekerjaannya. Karena jadi freelancer itu haru sterus upgrade ilmu agar terus berkembang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels