Familiar Wife (2021) : Jika Pilihan Masa Depan Bisa Diulang Kembali

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya kesempatan untuk memundurkan waktu dan mengulang pilihan hidupmu? Inilah yang terjadi dalam kehidupan Motoharu Kenzaki (diperankan oleh Tadayoshi Okura) ketika ia merasa kalau istrinya sudah berubah menjadi “monster” dalam arti sering marah-marah, seperti yang muncul pada episode awal drama jepang Familiar Wife.

drama-jepang-familiar-wife

Sepanjang menyaksikan dorama yang merupakan hasil adaptasi dari drama Korea berjudul sama yang muncul pada 2018 ini, penonton akan dibawa pada perjalanan Motoharu Kenzaki yang berusaha “melarikan diri” dari hidup sebagai suami yang baginya nggak menyenangkan lagi … namun ternyata dia disiksa oleh penyesalan yang terus bertambah-tambah.

Sinopsis Dorama Familiar Wife

Dorama yang juga diberi judul Shitteru Waifu ini mengisahkan kacaunya kehidupan Motoharu bersama dengan istrinya, Mio Tateishi (diperankan oleh Alice Hirose). Mio sering mengamuk marah, memaki, bahkan melempari Motoharu dengan benda apa saja – pernah juga dengan pisau – setiap kali amarahnya memuncak.

familiar-wife-mio-tateishi

Motoharu merasa tertekan luar biasa dengan kelakuan istrinya. Pelampiasannya selama ini ya hanya curhat dengan kedua orang temannya, Chiharu Tsuyama (diperankan oleh Kouhei Matsushita) si bapak bahagia yang punya anak kembar, sosok yang selalu membanggakan betapa luar biasanya sang istri yang dinikahinya.

Sementara teman satunya, Naoki Kida (diperankan oleh Kanro Morita) si pengusaha kedai makan yang memilih hidup membujang hingga usia kepala tiga. Sosok yang nampak paling lekat dengan Motoharu, namun kesendiriannya sering menyusahkan Motoharu juga sih.  Ya gitu lah kalau apa-apa sendiri dan belum punya pasangan yang menemani.

Di lain pihak, Mio Tateishi merasa kelelahan hidup sebagai seorang istri dan juga ibu yang sibuk bekerja paruh waktu. Ia merasa frustrasi dengan Motoharu sebab rasanya kehidupan rumah tangga sepenuhnya dibebankan kepada dirinya. Mulai dari mengurusi kedua anak yang masih kecil-kecil, mencari tambahan pendapatan, bahkan mengurusi urusan domestik yang tiada habisnya.

Bagi Mio, Motoharu terlalu sibuk bekerja, lupa pada keluarga. Bahkan sepulangnya dari kantor, Motoharu hanya menyusahkannya saja. Motoharu sering asik sendiri, bermain game, bahkan ia membeli konsol game terbaru, di saat kebutuhan keluarga membuat Mio merasa sesak, harus sering berhemat.

Mio Tateishi menyesali keputusannya nggak mengejar karirnya sebagai calon penyelia keuangan di salah satu bank, dahulu sekali. Muak sebab kehabisan waktu sampai mengurusi diri dan menyenangkan hati saja nggak sempat.

Suatu waktu, Motoharu mendapatkan koin 500 yen terbitan tahun 2010, tahun heisei 22, dari seseorang lelaki paruh baya di taman kota. Seolah sang lelaki mengerti kegelisahan hati Motoharu. Tapi ya … Motoharu waktu itu nggak ambil pusing dengan koin yang diterimanya.

Lalu, saat akan kembali pulang dengan mobil, di suatu jalan lintas yang sepi, Motoharu menemukan sebuah gerbang – semacam gerbang tol yang pakai koin gitu – dan memasukkan koin 500 yen yang tadi diterimanya.

Mohoharu nggak tahu kalau di langit, bulan sedang ada dua buah. Lalu, perjalanan Motoharu pun dimulai ….

familiar-wife-motoharu-kenzaki

Motoharu terbangun di kamar apato-nya pada tahun 2010, saat masih menjadi mahasiswa. Muncul pula sahabatnya, Naoki Kida yang sedang menginap. Juga ia kedatangan adiknya, Nagisa Kenzaki (dperankan oleh Rina Kawaei). Menyadari ia kembali ke masa lalu, serta-merta Motoharu berniat mengubah takdirnya.

Ia menahan diri untuk nggak bertemu dengan Mio Tateishi yang saat itu masih menjadi murid SMA, dan memilih menunaikan janji kencan pertama dengan adik tingkatnya di kampus, Sayaka Egawa (diperankan oleh Miori Takimoto).

familiar-wife-sayaka

Aliran waktu pun berubah cepat. Motoharu bangun di pagi hari dan menemukan dirinya menjadi suami dari Sayaka Egawa. Hidupnya berkecukupan, namun nggak memiliki anak. Hidupnya enak karena Sayaka anak dari keluarga berada. Namun, Motoharu tetap bekerja di kantor yang sama dengan posisi yang sama pula, Bank Aoi.

Motoharu gembira bukan kepalang karena takdirnya berubah. Hingga ia menyadari, di kantor, ternyata ia kembali dipertemukan dengan Mio Tateishi yang masih lajang. Sahabatnya, Chiharu Tsyuyama juga lajang. Malah adiknya, Nagisa Kenzaki, menikah dengan Naoki Kida dan mengurus kedai bersama.

Apakah Motoharu Kenzaki akan hidup bahagia setelah mengubah pilihan hidupnya? Apakah Mio Tateishi bisa ia lupakan? Lalu, bagaimana dengan kehidupan orang-orang terdekatnya yang ikut berubah karena pilihan Motoharu untuk kembali ke masa lalu?

Pelajaran dari Dorama Shitteru Waifu

Walau pilihan saya untuk menonton dorama yang menghadirkan Alice Hirose ini sebenarnya pelarian sementara karena menunggu episode lanjutan drama korea Mr. Queen – berat memang kalau nontonnya on going tuh – tapi saya cukup menikmati, walau perubahan alur waktunya bagi saya seperti gaya Ultraman saat mau berubah jadi besar.

Hehehe … memang saking lama sekali saya nggak menikmati tontonan Jepang, jadi butuh adaptasi lagi dari segi rasa visualnya.

Sejujurnya, di episode awal dorama adaptasi dari drama korea Familiar Wife tahun 2018 ini, saya memang lebih memihak pada Mio Tateishi. Terasa sekali betapa beban hidup, mengubah sikap seorang perempuan atas diri dan orang-orang terdekatnya.

Belum lagi, bagi Mio, Motoharu benar-benar lupa untuk mengenali istri yang mengurusi semua kebutuhannya, bahkan ikut berjuang juga untuk keluarga. Mio tertekan atas keabaian Motoharu. Mio lelah menjaga citra Motoharu di depan keluarga besar mereka.

Sebenarnya, pada scene awal Familiar Wife versi Jepang ini sudah nampak sekali, jika penonton perempuan digiring untuk merasa kesal dengan tingkah Motoharu. Disajikan dialog dan adegan yang membuat saya sendiri sebagai perempuan, merasa wajar saja jika Mio Tateishi marah dan mengamuk setiap kali nggak puas dengan tingkah sang suami.

Lelah hati banget. Punya suami yang tahunya hanya kerja, tapi nggak bisa memenuhi segalanya. Membebankan terlalu banyak urusan. Bahkan nggak punya waktu untuk turut turun tangan membersamai perkembangan anak-anak. Sesederhana, menemani si kecil main ke tama.

Ya … seolah pemanasan sebelum olahraga bersama keluarga saja nggak ada tiap akhir pekan. Sebab Motoharu hanya tahu, kalau dirinya butuh libur ngapa-ngapain, mentang-mentang jadi kepala keluarga yang lelah bekerja penuh selama seminggu. Duh … please, its not a good man, not a family man. Hey, ngana punya baju aja masih disetrikain Mio, makan dimasakin, ya masa anak nggak bantu diurusin.

Begitu pula ketika akhirnya Motoharu mengubah takdirnya dan hidup dengan Sayaka Egawa. Ngenes sih. Nggak sama levelnya. Nggak cocok klop kompak gimana gitu.

Pokoknya, buat penonton baperan seperti Ka Acha, emang Motoharu terlalu banyak menuntut, nggak ngaca, tahunya hanya melarikan diri saja. Cuma kok perasaan saya diaduk-aduk sama berbagai scene yang dimunculkan Sayaka Egawa, Mio Tateishi, juga ibunya Mio, Hisae Tateishi (diperankan oleh Nagisa Katahira).

Drama jepang Familiar Wife ini bisalah ya jadi hiburan buat nonton bareng pasangan di rumah, ringan banget ceritanya sepanjang 11 episode. Agak berbeda dari kisah drama korea Go Back Couple yang beneran bikin saya mewek. Shitteru Waifu cukup bikin ekspresi saya tetap lempeng.

Namanya juga adaptasi kali ya. Sensasinya pun nggak terlalu greget, bisa jadi karena saya sudah lama terbiasa dengan gaya visual drama korea. Namun saya mengapresiasi karya sutradara Masato Hijikata, bersama penulis skenarionya, Atsuko Hashibe, juga Studio Dragon yang menghadirkan Familiar Wife versi Jepang di masa pandemi begini. Ada tantangan tersendiri pastinya saat proses produksi.

Komunikasi Selalu Jadi Kunci Mulusnya Sebuah Pernikahan Ala Familiar Wife

Seperti yang banyak dihadirkan oleh drama romansa pasangan yang sudah menikah, walau drama Familiar Wife ala Jepang begini juga turut bermain di genre fantasi dan komedi, cukup menghadirkan pesan tersirat soal menjaga komunikasi dengan pasangan.

Nggak ada lagi ceritanya untuk punya banyak rahasia soal kehidupan kantor dan pertemanan, kalau sudah punya pasangan. Perlu kesadaran diri untuk membagi waktu antara urusan pekerjaan, dan membersamai keluarga kecil yang sudah dibina dalam sebuah upacara pernikahan.

Butuh mata yang sering saling menatap. Telinga yang lebih banyak mendengar. Juga fisik yang lebih sering membersamai segala aktivitas pasangan dan anak-anak yang hadir kemudian. Rumah tangga nggak sekadar melamar anak orang, menikah dengan acara meriah, lalu hidup untuk minta dimengerti hingga akhir hayat.

Drama jepang Familiar Wife walau mungkin nggak sampai membuat saya menikmati sensasi haru biru. Walau nggak menghadirkan visual yang sekaya drama korea. Namun cukuplah bagi saya untuk merasa, bahwa hidup ya tentang hari ini, soal pilihan yang telah dijalani, maka lalui dengan sebaik-baiknya diri.

Eh, sekarang saya merasa tergoda untuk menyaksikan Shitteru Waifu versi Negeri Ginseng. Tapi, jeda dulu deh ya.

Komentar

  1. Aku tuh juga nonton Familiar WIfe tapi yang versi Korea, bagus banget ceritanya dan bikin campur aduk perasaan. Kalau yang versi ini aku belum nonton, mau ah nonton juga mumpung si bebep mafia udah selesai dramanya.

    BalasHapus
  2. Bertambah nih list tontonan. Bisa ditonton di mana ini, Mba?

    BalasHapus
  3. Seru sekali nih cerita drakor seperti cerita di kehidupan nyata aja... He.. Emang meskinya perhatian dan kasih sayang harus selalu ada untuk keluarga krn keluarga adalah harta yg berharga

    BalasHapus
  4. Aku belum pernah nonton Dorami, kalau ini adaptasi dari Drama Korea. Menurut mbak seruan Doramanya atau Drakornya nih? jadi pengen masukin ke list tontonan

    BalasHapus
  5. Penasraan deh jadi pengen nonton filmnya cerita tentang suami istri ini emang yah dalam keluarga butuh komunikasi biar ga ada salah paham

    BalasHapus
  6. Wah aku baru tahu kalau ada versi Jepang, soalnya aku nonton versi Drakor dan udah agak lama sampe aku lupa ceritanya apalagi sekarang banyak drakor baru...hihihi, coba ah nonton versi Jepang, terima kasih mbak rekomendasinya.

    BalasHapus
  7. Woh Familiar wife ini ada versi doramanya ya, soalnya aku baru nonton yg versi drakornya, oke next coba nonton versi doramanya ah

    BalasHapus
  8. Seru banget ya ceritanya...
    Jadi pengen nonton juga, soalnya relate sama kehidupan emak-emak ya, hehe...

    BalasHapus
  9. aku blm pernah nonton nih, bisa jadi refensi.

    berat banget gak nih kak dramanya,
    kaya penthouse . hehehe

    BalasHapus
  10. Aku uda feeling kalau drama remake sama negara lain, pastinya plotnya mirip-mirip yaah...
    Tapi lebih seru gak siih..?
    Pas Korean Versionnya Jisung euuii...asa aktor uda paling TOPnya.
    Aku belum pernah lihat akting Tadayoshi Okura.

    BalasHapus
  11. drakor dengan tema keluarga dan rumah tangga ini banyak dan lumayan terkenal yaa.. aku lagi ngikutin yang 18 again aja udah deg2an haha kalau yg ini aku belum nonton

    BalasHapus
  12. Aku nonton drama versi koreanya Familiar Wife ini. Nggak seseru Go Back Couple sih memang ceritanya dan agak monoton

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels