Langsung ke konten utama

Go Back Couple (2017) : Tonton Dengan Pasangan untuk Couple Time

Jujur, saya sudah dua kali menyaksikan serial drama Go Back Couple yang dibintangi oleh Jang Na Ra sebagai tokoh Ma Jin Joo, dan Son Ho Jun yang memerankan tokoh Choi Ban Do. Hingga kini, serial drama ini masih menjadi bahasan saya dan si partner di rumah, setiap mulai masa sebel-sebelan.


go-back-couple

Bagaimana nggak melekat di pikiran saya dan si partner, kalau Go Back Couple mengangkat cerita sepasang suami istri yang mungkin sudah terlalu lama bersama dan menganggap kehidupan percintaan itu nggak terlalu penting lagi, alih-alih tanggungjawab masing-masing dalam rumah tangga sudah cukup berat untuk dijalani.

Apalagi kalau pola pikirnya ya ... perempuan di rumah urus anak dan segala kebutuhan rumah tangga, lelaki ya cari nafkah sebanyak-banyaknya. Padahal bukan begitu doang lho. Memutuskan menjadi pasangan suami istri, ada lebih banyak lagi usaha yang perlu dilakukan agar langgeng selalu.

Padahal ya, di episode pertama, penonton disuguhkan dengan sajian acara pernikahan antara Ma Jin Joo dan Choi Ban Do yang khidmat, manis, dan romantis. Keduanya tampak saling jatuh cinta, dan diprediksi akan mesra terus.

Namun semuanya berubah setelah lebih dari 10 tahun pernikahan. Kehadiran Choi Seo Jin yang dimainkan apik oleh si aktor cilik Park A Rin, nggak banyak memberi makna apa-apa dalam kehidupan kedua orangtuanya. Segalanya malah menambah beban hidup bagi Choi Ban Do dan juga Ma Jin Joo. Seolah keduanya hanya berjuang sendirian di dalam rumah tangga mereka.

Ada banyak pelajaran berharga yang saya dan si partner petik sepanjang menyaksikan 12 episode dari drama yang naskahnya ditulis oleh Kwon Hye Joo dan disutradarai oleh Ha Byung Hoon ini.

Sinopsis Go Back Couple

 Sebagai suami yang bertugas mencari nafkah, berat dan menyakitkan bagi Choi Ban Do. Ada banyak siang dan malam yang ia lewatkan dengan merendahkan dirinya kepada para dokter, demi mereka mau membeli dan memesan kembali obat-obatan yang ia jual. Sebagai sales di perusahaan obat-obatan, Choi Ban Do rela melakukan apa saja, demi bisa dapat pemasukan.

Mirisnya, Choi Ban Do ini persis budak bagi beberapa dokter. Mau saja ia membantu mengganti lampu di klinik, persis Office Boy. Ditambah, bertemulah ia dengan Dokter Park Hyun Suk yang mengiming-imingi akan membeli dan terus berlangganan obat-obatannya, dengan catatan ... Choi Ban Do mau membantu menutupi perselingkuhannya.

Mulai dari memakai kartu kredit milik Choi Ban Do untuk memesan love hotel, sampai menjadikan Choi Ban Do sasaran empuk untuk dipukuli, ketika Dokter Park ini tertangkap basah sedang menggandeng perempuan lain. Alasannya ya, Dokter Park mau menolong wanita tadi dari gangguan Choi Ban Do. Duh, ngenes banget.

Sementara bagi Ma Jin Joo, menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi anak sendirian, belum lagi urusan  rumah, telah membuatnya lupa akan dirinya sendiri. Sering Ma Jin Joo harus buang air besar ditemani anaknya yang menangis memanggil-manggil, atau makan terburu-buru sembari menggendong anak yang rewel.

Baca juga : My ID Is Gangnam Beauty (2018) : Inikah Standar Cantik Ala Korea Selatan?

Ma Jin Joo sudah jarang pakai pakaian yang cantik seperti saat masih gadis, dan ia selalu minder tiap  berada di tempat umum. Padahal di masa kuliahnya, ketika pertama bertemu dengan Choi Ban Do, Ma Jin Joo adalah bunga kampus dari fakultas Sejarah.

Di msa depan? Ma Jin Joo sering tampil dengan kaos kebesaran khas Ibu Rumah Tangga. Kadang ada noda bekas makanan bayi pula. Belum lagi dia benar-benar kelihatan nggak terawat karena rambutnya diikat sekadarnya saja. Belum lagi, tuntutan menjadi istri dan ibu, membuat ia nampak jauh lebih tua.

Tokoh Ma Jin Joo sukses menarik saya pada dilema. Betapa menjadi Ibu Rumah Tangga itu nggak mudah, melelahkan. Belum lagi dengan begitu banyaknya pekerjaan yang tiada habisnya di rumah, dan suami yang cuek bebek karena terlalu sibuk mencari nafkah. Nggak ada lagi masa masa bercanda. Hari terlewat begitu saja, penuh dengan banyaknya tanggungjawab.

ma-jin-joo-choi-ban-do
awalnya Ma Jin Joo dan Choi Ban Do semanis ini lho pas pacaran

Di suatu malam, keduanya sama sama meledak. Choi Ban Do yang sudah membelikan buket bunga untuk merayakan hari pernikahan mereka, nggak berani pulang. Ia baru saja babak belur, ulah dari Dokter Park yang menutupi kesalahannya di depan sang istri yang datang melabrak suaminya.

Di sisi lain, Ma Jin Joo sedang menangis kesal. Sejak tadi ia berusaha menghubungi Choi Ban Do karena anak mereka butuh dibawa ke Rumah Sakit. Namun ternyata telpon Ma Jin Joo nggak diangkat, sebab Cho Ban Do sedang menemani pelanggannya minum di ruang karaoke. Ya, Choi Ban Do mau melakukan apa saja demi obat-obatannya laku.

Belum lagi, sepulangnya dari Rumah Sakit, Ma Jin Joo menemukan banyak sekali tagihan love hotel dari kartu kredit Choi Ban Do. Makinlah naik pitam karena Ma Jin Joo merasa dikhianati diam-diam. Segala kesalapahaman itu, menimbulkan ledakan hebat. Keduanya pun berakhir dengan perceraian.

Di masa sedih itu, setelah kembali ke rumah keluarganya masing-masing, keduanya saling mengenang masa lalu, di awal pernikahan mereka. Lalu berakhir dengan kekesalan lagi. Cincin pernikahan mereka buang jauh. Lalu, mendadak terjadi gempa bumi, dan mereka terlempar ke masa lalu, saat masih sama sama berusia 20 tahun.

Mereka dipertemukan lagi di kampus. Menjadi mahasiswa kembali. Namun karena saling tahu, bagaimana buruknya kehidupan mereka berdua di masa depan setelah menikah, mereka saling menghindar. Ma Jin Joo akhirnya memutuskan untuk dekat dengan seseorang yang pernah jatuh cinta juga padanya di kampus dulu, Jung Nam Gil, diperankan oleh Jang Ki Yong.

Choi Ban Do pun nggak mau kalah. Dia mendekati mahasiswi jurusan ballet yang dia kagumi hingga di masa depan, Min Seo Young. Tokoh manis nan anggun yang dimainkan secara cantik oleh Go Bo Kyul.

Apakah Ma Jin Joo dan Choi Ban Do akan memutuskan untuk terus bermusuhan? Apakah kehidupan mereka di masa depan, akan benar-benar berubah? Apakah keduanya nggak merindukan putra mereka, Choi Seo Jun? Nonton bareng pasanganmu, bakalan seru banget.

Komunikasi Itu Cara Saling Terkoneksi

Seringnya, mentang-mentang sudah lama bersama, pun sama sama merasa punya tanggungjawab yang nggak mudah dalam sebuah rumah tangga, komunikasi dan keterbukaan sesama pasangan jadi terlupakan. Kentara sekali seperti apa yang disampaikan dalam drama Go Back Couple ini.

Baca juga : Susah Sinyal : Untuk Mama ... Semoga Kita Tetap Terkoneksi

Ma Jin Joo dan Choi Ban Do pun sudah saling kehilangan diri mereka sendiri di masa depan, namun ketika kembali ke masa lalu, mereka berjuang mengubah segalanya agar nggak mengulang hal yang sama. Sayangnya, kedekatan yang pernah mereka jalin, pun ingatan mereka akan betapa saling pengertiannya mereka dulu, nggak bisa terlupakan.

Sepanjang saya dan partner menonton drama ini, ada saja masa masa dimana saya atau partner saya yang berkaca-kaca, mendapati Ma Jin Joo yang sebenarnya tahu bahwa ia masih menyayangi Choi Ban Do, dan begitu pula sebaliknya. Mungkin kamu bisa menontonnya juga bersama pasanganmu. Setelahnya, bisa dijadikan bahan diskusi dan evaluasi bersama.

Saling Terbuka dan Berbagi Beban Hidup Bersama

Bagaimanapun, Ma Jin Joo dan Choi Ban Do ini sudah menjalani kehidupan bersama cukup lama, lebih dari 10 tahun, sebab mereka memutuskan menikah muda. Sebenarnya Choi Ban Do begitu mengerti akan Ma Jin Joo. Namun karena terlalu banyak kesialan dan sakit hati yang ia tutupi dari istrinya terkait pekerjaan, kehidupan rumah tangganya pun ikut kacau jadinya.

Ma Jin Joo yang sepanjang menikah merasa nggak lagi disayangi oleh suaminya, akhirnya nggak bisa menahan perasaan marah pada Dokter Park yang menjahatinya di masa depan. Saya paling senang di-part ketika Ma Jin Joo membantu Choi Ban Do membalaskan dendamnya pada Dokter Park di masa lalu, dan membuat Dokter Park nggak menikahi istrinya di masa depan.

Baca juga : Percayalah … Jadi Ibu yang Bekerja dari Rumah … Nggak Semenyenangkan Itu

Saya mengambil pelajaran dari sini. Walau hanya untuk urusan pertemanan, bahkan sampai ke urusan pekerjaan, saya pun mulai belajar membaginya dengan partner saya. Sementara si partner yang sulit bercerita, seringnya hanya memberi tahu sepotong-sepotong saja, menjadikan saya persis investigator di rumah. Hihihi, Go Back Couple memberikan banyak energi positif untuk kebersamaan saya dan si partner.

Nah, setelah ini, kamu terpikir untuk mengajak pasanganmu menonton drama Go Back Couple ini bersama nggak? Atau malah kamu sudah melakukannya lebih dulu daripada saya? Ceritakan di kolom komentar yuk!

 


Komentar

  1. Sepertinya seri ini emang layak tonton bagi mereka yang sudah lama berumah tangga. Kisahnya pasti berangkat dari kenyataan, bahwa setelah menikah begitu lama, kita merasa sudah mengenal satu sama lain begitu dalam. Begitu terbiasa, begitu akrab, sehingga abai bahwa pelan-pelan kemesraan mulai menghilang. Semoga dengan nonton drama ini, grenyit-grenyit cinta di masa muda kembali terulang ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Bagi saya yang belum terlalu lama menikah pun, sungguh banyak pelajarannya.

      Hapus
  2. Hiks sayangnya belum punya coue nih Mba hehehe. Tapi ulasan drama nya menarik sih, jadi penasaran juga pen nonton, tak apalah yah nonton sendiri ;)

    BalasHapus
  3. Bener mba, komunikasi itu penting apalagi dalam sebuah rumah tangga yang sudah lama pula, ih jadi pengin nonton film nya

    BalasHapus
  4. Baca sinopsisnya seru banget. Dan aku malah jadi belajar juga meski Lewat sinopsis dr Mba Cha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah ampir ke blog saya ya Mba Eka.

      Hapus
  5. Kdrama punya banyak kisah suami istri yang seperti ini ya
    Mungkin disukai karena bersenggolan dengan realitas hidup sehari hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Ambu. Makanya bagi saya nonton kdrama itu seru.

      Hapus
  6. Kak, mohonmaaf nih, musti sama pasangan banget nih aku nontonnya? Bentar aku cari pasangan dulu deh wkwk. Btw, filmnya emang cocok banget sih ditonton sama pasangan, adan banyak cinta-cintaan gitu haha. Menariik buat ditonton euy~

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk. Dotnton sendiria juga seru kok Bang Ipul.

      Hapus
  7. yang belum punya couple kaya aku cukup menonton dan baper seketika saja deh wkwkw

    BalasHapus
  8. Sebenernya aku ga pernah nonton film Korea, selain Parasite. Tapi
    yang ini kayaknya ini menarik ya. Ga terlalu menye-menye.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Rahma. Go Back Couple ini nggak terlalu banyak menye-menyenya menurut saya.

      Hapus
  9. Layak tonton buat yang sudah berumah tangga atau belum karena bisa sama2 menjadi pembelajaran bahwa komunikasi itu sangat penting untuk meluruskan maksud. Para pemainnya pasti ini udah jam terbang tinggi ya Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Teh. Terutama Jang Na Ra, memang sudah saya kenal sedari masa sekolah, beliau sudah bermain di banyak drama korea.

      Hapus
  10. Tetap belum kenal sama pemain dan nama namanya yg sebagian susah saya hafal. Hehehe ...
    Cerita baiknya, pasti bisa kita jadikan pelajaran hidup supaya gak ngalamin hal yg tidak diinginkan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ke tulisan ini ya Teh.

      Hapus
  11. Wwaaa aku belom nonton ini drakor.. pelajaran yg bisa diambil bagus juga ya. Komunikasi terbuka dengan pasangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Semoga Mba Wida punya kesempatan untuk nonton juga ya.

      Hapus
  12. Aku sudah nonton ini mbak. Meskipun aku belum menikah tapi bisa jadi pembelajaran buat menikah nanti. Idenya menonton bersama pasangan bagus banget ya mbak, biar sama2 instrospeksi.
    Yang aku ambil sebagai pelajaran adalah kita gak bisa take it for granted. Karena rutinitas dan kewajiban, kita jadi sering mengabaikan hal2 kecil untuk menyenangkan diri sendiri, apalagi ke pasangan. Hmmm.. pelajaran berharga banget!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.