Langsung ke konten utama

7 Amunisi Menjadi Blogger Untuk Menemukan Peluang Dari Ngeblog

Profesi sebagai blogger digadang-gadang sebagai profesi menyenangkan yang jika ditekuni, bisa mendatangkan peluang baru untuk mendapatkan cuan. Tapi di balik semua yang terlihat mudah itu, ada amunisi yang perlu dipersiapkan.  Menyandang predikat sebagai seorang blogger ternyata bukanlah hal yang mudah.

Saya pun mengulik, apa sih amunisi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang blogger? Apakah saya sudah pantas menyematkan kata “blogger” di semua akun media sosial milik saya, hanya karena saya selama ini sudah menulis di blog? Terkadang saya memang sanksi pada diri saya sendiri, sebab ternyata menjadi blogger bukan hanya tentang suka menulis saja, namun ada banyak amunisi lainnya yang dibutuhkan.

lomba-blog-im3ooredooxiidn

Sebagai pengingat bagi diri saya sendiri, pun semoga bisa jadi bahan renungan bagi kamu yang berkunjung ke tulisan saya kali ini. Yuk kita mulai saja curhatnya. Jika nantinya kamu ingin menambahkan amunisi lainnya sesuai dengan pengalamanmu, kolom komentar saya selalu bersedia menampung, selama kamu nggak pakai akun unknown atau menitipkan link spam ya.

Amunisi Pertama : Niat Untuk Berbagi

Kok saya berani banget sih cerita sana sini tentang diri saya, padahal saya nggak pernah tahu siapa saja yang mampir untuk membaca? Nggak pernah benar-benar tahu karena selama ini kalaupun pada akhirnya saling sapa, hanya bertemu melalui dunia maya saja.

Berbagi. Mudah ya diucapkannya?

Makanya, sedari awal memulai menulis blog, sebaiknya nggak langsung berharap agar blog bisa simsalabim dijadikan lahan mengumpulkan rupiah. Nanti dulu!

Kalau ngarepnya cuma untuk dapat cuan melulu, kok rasanya jadi tertekan ya sepanjang menulis? Kegiatan pendukung ngeblog lainnya yang mau nggak mau harus dilakukan, semisal memotret untuk foto pendukung, bahkan sampai membuat video, kok berat banget ya rasanya? Melelahkan. Serasa sibuk banget tapi hasilnya nggak kelihatan. Capek lho.

Segala sesuatu yang dilakukan memang sebaiknya kembali lagi kepada niat. Apa sih tujuannya? Mau cari cuan atau mau benar-benar berbagi tentang sudut pandang? Ternyata, niat inilah yang menentukan, apakah bisa bertahan atau nggak, bisa berkembang atau malah stagnan.

Amunisi Kedua : Punya Support System

Sepanjang menjalani kegiatan ngeblog, dengan segala perintilannya, belum lagi ngurusin media sosial pribadi sebagai pendukungnya, nggak bisa sebentar dan langsung tring seperti sihir. Ada banyak waktu yang harus direlakan, teralokasikan untuk urusan ngeblog ini. Kadang bisa lama banget, kadang lirik-lirik sebentar tapi kok jadinya sering banget ya durasinya?

Jadi punya support system alias orang-orang terdekat yang selalu mendukung dan terus memberikan semangat positif, nggak kalah pentingnya. Apalagi kalau si blogger ini sudah masuk ke jenjang kehidupan sebagai mama muda, seperti Ka Acha … hihihi, ternyata saya sudah jadi ibu-ibu.

Para anggota koloni support system saya, merupakan keluarga dan orang-orang terdekat. Tempat saya curhat dan sekadar diskusi ringan. Orang-orang yang juga memberi saya insight. Termasuk keluarga yang sabar banget saya titipin duo batita kalau saya sedang ada pekerjaan.

Fungsi support system bagi saya pun, seringnya menjadi alarm saya. Geng koloni support system saya ini seringnya menegur, kalau saya sudah terlalu rempong. Mengingatkan bahwa kehidupan bukan hanya tentang berbagi dan berbagi terus di blog, tetapi diri saya sendiri pun sejatinya butuh untuk diisi, di-recharge, juga diistirahatkan sejenak dari rutinitas.

Sejatinya support system yang saya punya, menjadikan saya tetaplah manusia. Saya bukanlah super girl yang bisa multitasking untuk segala urusan. Saya bukanlah supermom yang bisa mengatasi semuanya, tanpa mengalami stres atau kelelahan. Tanpa mereka, orang terdekat yang saya punya, saya nggak akan sanggup mempertahankan niat ngeblog saya sedari awal, apalagi godaan untuk agak melenceng sedikit itu, banyak.

Amunisi Ketiga : Gadget

Ya pasti dong ya, tanpa gadget, bagaimanalah saya dan juga kamu, bisa saling terkoneksi di dunia digital. Dan ternyata, nggak semua blogger ngeblog dengan laptop yang mumpuni. Banyak cerita dari teman-teman yang selama ini sudah ngeblog, tapi melakukan kesemuanya hanya dari ponsel pintar saja. Nggak perlu menunggu sampai punya laptop dulu kan ya? Mulai saja dulu.

Nah, setelah gadget, ada amunisi pendukung untuk mendulang peluang dari dunia blog selanjutnya nih, dan tentunya saling mendukung dengan keberadaan gadget yang kamu punya. Siap siap ya, Ka Acha akan beri kamu kejutan menarik yang bukan cuma bisa bikin kamu senang, tapi keluargamu juga ikutan gembira.

Amunisi Keempat : Kuota Cukup Dan Sinyal Lancar

Sudah jadi rahasia umum, kalau punya gadget tanpa kuota atau punya gadget dan kuota tapi sinyal nggak lancar itu sungguh bikin mati gaya. Mau update di Instagram, lelet karena sinyal. Mau blogwalking. lama banget nunggu loading-nya. Lah, kapan selesai dan bisa melakukan aktivitas yang lain?

Sinyal lancar itu seperti juru kunci, nah kalau kuota … ini cukup tricky sih. Bisa beli kuota yang cukup dan nggak bikin pengeluaran lebih besar dari pemasukan itu, merupakan salah satu penyemangat untuk ngulik blog dan media sosial yang dipunya demi menemukan peluang. Ya kan nguliknya harus dalam keadaan online.

Senangnya, saya berkesempatan mengikuti beberapa webinar yang diselenggarakan oleh IM3 Ooredoo bareng IIDN yang memberi banyak sekali ilmu dalam dunia ngeblog. Makinlah saya tertantang untuk terus meningkatkan kualitas konten dan juga ngulik apa apa saja sih yang selama ini perlu dilirik tapi belum pernah tersentuh sepanjang ngeblog.

Di sinilah saya berkenalan dengan layanan IMprener dari IM3 Ooredoo. IMprener merupakan produk layanan dari IM3 Ooredoo yang menyediakan kuota 320GB dan bisa dibagi ke beberapa nomor telepon IM3 Ooredoo dari para koloni support system yang ada di rumahmu. 

paket-impreneur-im3

Kurang bahagia apa coba, sekali jajan kuota, bisa bagi bagi sekeluarga? Jumlah kuotaake tiap nomor telepon pun bisa dibagi sesuai kebutuhan pula.

Amunisi Kelima : Bergabung Di Komunitas Blogger

Baru bulan kemarin banget nih saya mengajukan request untuk bergabung di facebook group milik komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis. Gara gara 25 webinar yang mengupas tuntas soal peluang dari dunia blog.

webinar-blog-iidn
keikutsertaan saya di salah satu webinar IM3OoredooXIIDN

Terkejut dengan betapa aktifnya komunitas yang didirikan oleh Mba Indari Mastuti sejak Mei 2010, dan kini diketuai oleh Mbak Widyanti Yuliandari. Luar biasa sekali IIDN karena sepertinya cukup sering menggelar lomba di bidang kepenulisan. Bukan hanya menulis di blog, bahkan buku nonfiksi dan fiksi juga ada.

Seperti menemukan kolam renang, walau masih banyak malu-malunya di sana, sering juga saya berenang-renang di pinggiran dan menemukan pengetahuan baru yang berhubungan dengan dunia kepenulisan.

Bergabung di komunitas blogger akan membawa kamu untuk semakin aktif ngeblog. Akan ada teman yang kelak bisa kamu temui dalam event blogger dan mengajaknya mengobrol secara langsung. Akan ada pula orang-orang yang selalu membuatmu menemukan ide tulisan baru, karena biasanya sesama blogger itu akan saling kunjung ke tiap ke blog alias blogwalking.

Menjadi bagian dari suatu komunitas blogger pun akan membuat kamu lebih mudah diidentifikasi, dikenali, dan menemukan peluang-peluang baru yang nggak akan kamu duga nantinya. Mulai dari undangan ke event, dapat job review, atau sekadar bisa menemukan teman-teman yang bisa diajak untuk saling bertukar backlink pun, bisa banget.

Amunisi Keenam : Terus Belajar

Seperti yang saya singgung sedikit di atas, tentang 25 seri webinar yang bertema “Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog”. Salah satu webinar-nya membahas mengenai SEO Off Page dan membawa saya untuk lebih mengenal IIDN secara dekat.

Seri webinar yang panjang, dengan narasumber yang kesemuanya keren, mementung saya, bahwa jangan mentang-mentang sudah menyandang status sebagai blogger tapi malah berhenti belajar.

Konten memang raja yang harus diperhatikan dalam menjaga traffic blog, namun urusan SEO On Page, SEO Off Page, Domain Autorithy, menghadirkan foto yang pas sebagai image pendukung, mendesain infografis, dan masih banyak sekali perintilan dari ngeblog yang selalu baru dan perlu dipelajari.

materi-webinar-im3ooredooxiidn
skill yang masih harus banget saya pelajari juga nih

Jam terbang dalam menulis memang akan membuat semuanya semakin lancar dan mengalir, termasuk dukungan riset yang sering pun akan membuat tulisan menjadi makin empuk tebal berisi. Tapi tetap belajar akan menguji keseriusan niat saya, maka di amunisi keenam kali ini, jika belum bisa lancar, maka saya sendiri akan kembali lagi ke amunisi saya yang pertama.

Semisal waktu kemarin saya belajar tentang SEO Off Page bersama Mas Priangga Otviapta yang menyampaikan bahwa betapa pentingnya backlink dari situs berkualitas untuk blog personal yang dimiliki. Cara mendapatkannya, selain dengan silaturrahmi yang dijaga dengan sesama rekan blogger, bertukar backlink, atau bisa juga dengan jadi guest post di blog si rekan tadi. Tapi ya nggak ngarep juga sih ya … berteman tentunya butuh ketulusan dan saling berbagi biar majunya bersama-sama.

Belum lagi, saya belajar tentang bagaimana menjadi blogger yang dicintai oleh brand. Nah, di webinar ini, saya diberitahu oleh Mas Muhammad Firman bahwa brand akan loyal pada blogger yang juga loyal. Iya juga sih ya, sebagai blogger pun perlu mencitrakan diri dengan baik. Termasuk menjaga traffic blog, sampai keurusan memperhatikan engagement rate di media sosial yang dipunyai.

Masih banyak ya PR untuk saya. Semoga saya semangat terus belajar ngeblog-nya, dan kamu pun sama ya. 

Amunisi Ketujuh : Konsisten

Inilah amunisi pamungkas yang akan diuji entah sampai kapan. Ditantang di masa sepi job dan harus membenahi kembali perintilan blog, diuji di masa peluang banyak berdatangan sampai bingung memilih mana duluan yang harus diterima dan diselesaikan secara paripurna.

Konsistensi ini ujiannya berat dan banyak sekali. Ada saja urusan di dunia nyata yang menghentikan laju berbagi, ada saja urusan lain yang lebih meminta banyak perhatian sehingga blog seolah harus ditinggalkan sejenak. Eh terus lupa, dan lama kelamaan blognya malah jadi sarang laba-laba, sampai mau menulis paragraf pertama pun jadi kaku macam kanebo kering.

Tapi begitulah sepengalaman dan sudut pandang yang saya percayai hingga kini. Amunisi menjadi blogger bukan hanya tentang suka menulis saja. Amunisi menjadi blogger adalah tentang kemauan, yang terus berkembang menjadi siklus pembelajaran, dan konsisten menjadi lingkaran alias bagian yang nggak terpisahkan dari kehidupan seseorang yang ingin memaksimalkan peluang dari blog.

Kamu semangat? Saya juga. Siap? Yuk persiapkan amunisi menjadi blogger dan temkan peluangmu dari ngeblog.

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN : Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging



 

 


Komentar

  1. Aku suka crashed sama amunisi ke empat nih kak, ide brilliant muncul eh sinyal ambyar akhirnya lupa deh hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haruskah ganti provider nih Mba? Ups. Hehe. Peace.

      Boleh dicoba sama provider yang saya pakai, mana tau sinyalnya lancar jaya.

      Hapus
  2. Menjaga trafik blog dan konsisten untuk menulis ini nih, walau jadi pe er lumayan tetapi kalau SemangatCiee dilakukan pasti bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat selalu Kak Fenni. Aku malah kagum sama Kak Fenni yang awal ngeblog tanpa laptop. Keceeeeee.

      Hapus
  3. Chaa, keren tulisannya. Iyaa, amunisinya kita sendiri yang usahain ya. Misalnya ada yang pakai ponsel ngeblognya, gak pakai laptop. Kalo saya pakai laptop kalo nulis tapi gantian sama anak2 pakainya. SUkses ya lombanya, semoga menang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak Bunda Niar. Senang sekali blog Acha disinggahi sama Bunda.

      Hapus
  4. Menjadi blogger ternyata butuh perjuangan dan juga ada banyak yang harus di pelajari ya.
    Aku pun masih naik turun nih belajar Ngeblog. Semoga kita selalu istiqomah ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga kita selalu istiqamah ya Kak. Semangat.

      Hapus
  5. Baca dari satu hingga enam, saya bergumam 'ah gampang', pas terakhir? Ini tantangan sesungguhnya. Untuk konsisten itu sangat sulit sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat berjuang untuk konsisten ya Bang Raja. Eh saya juga sih, sama.

      Hapus
  6. Poin 1-7 sebenernya udah selalu aku lakuin :). Tp memang tujuanku ngeblog hanya utk nyalurin hobi nulis dan menjalin pertemanan dengan banyak blogger :). Belum kepengin cari peluang monetisasi :D. Biarlah itu dari pintu yg lain :).

    Tapi yg terberat dari semua poin, buatku konsisten :D. Duuuh, itu hrs dibuatin kuat bangetttt. Supaya ga lupa menulis stiap minggunya sesuai yg udh ditargetkan :). Kadang kalo males udh mulai datang, aku lgs baca2 lagi blog temen2, dan biasanya termotivasi lagi untuk rutin nulis kayak mereka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terharu. Hebat nih Mba Fanny, temotivasi dengan baca blog dari teman teman bloger lainnya.

      Hapus
  7. Dari sekian banyak amunisi di atas, konsistensi adalah yang paling besar tantangannya, hehehehe ... Bisa banget sih pakai modal tekad kuat buat maju. Tapi setelah maju, tetap bisa bertahan nggaknya itu. Makanya kudu gabung di komunitas seperti IIDN biar semangat terus, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum. Punya teman teman sesama yang suka ngeblog memang memantik biar ikutan konsisten juga deh ya.

      Hapus
  8. Bener banget nih, komunitas itu menurutku penting sekali. Tanpa komunitas, kita kayak kehilangan energi, motivasi jadi rendah. Kalau pergaulannya sefrekuensi sama temen2 blogger yang lain, semangat konsisten itu terus adaaa. Udah ngalamin banget huhu. Alhamdulillah seneng dengan komunitas yang sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga Kak Jihan. Teman sefrekuensi beneran bikin semangat bisa ada terus dan terus walaupun ada sih masa naik dan turunnya

      Hapus
  9. Amunisinya tepat semua nih. Setelah dimulai dan dijalani yang paling penting namun gak mudah diterapkan ya konsisten.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak Mba Puput. Terima kasih juga sudah mampir ke mari.

      Hapus
  10. makasih sharingnay semoga aku konsisten

    BalasHapus
  11. amunisinya mantap banget mba dan jleb buat aku yang baru mulai ngeblog pas udah punya anak 3 pas niat ngeblog itu buat tapi niatkan untuk berbagi informasi jangan cuma diniatkan untuk cuan. bismillah doain saya konsisten ya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah. Mari sama sama kita siapkan amunisi buat ngeblognya.

      Hapus
  12. Profesi blogger sekarang makin menjanjikan apalagi di masa bagusnya kerja dari rumah. Etapi ini perlu dipahami intrik-intriknya juga ya biar maksimal bloggingnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap sekali Mba.

      Terima kasih banyak sudah mampir ya.

      Hapus
  13. Setuju! 7 amunisi yang sudah disebutkan di atas pentiny buat dipunyai oleh semua blogger

    BalasHapus
  14. Serius ini tulisan yang lagi aku cari banget. ❤️
    Soalnya aku udah ngeblog dari 2011 tapi masih di situ-situ aja...
    Terima kasih atas tulisan ini ya, Mbak Cha... 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama Ambu. Wah saya juga sudah dari 2011 mulainya, tapi baru sekarang nih mulai lebih banyak belajarnya. Semangat. Terima kasih sudah berkunjung ya, Ambu.

      Hapus
  15. kalau aku lagi memantangkan soal SEO yg mmg susah klo cmn teori, harusnya dibarengi dgn praktek scr langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Kak Gina. Dan ilmu SEO ini bejubel banget. Walaupun pusing karena perlu utak atik kode akhirnya serass harus banget dipelajari.

      Hapus
  16. Yang paling sulit itu adalah konsisten memang. Semoga apa yang kita kerjakan saat ini, kita tetap konsisten

    BalasHapus
  17. Terima kasih banyak kak atas tulisannya. Suka banget dengan pembawaan artikelnya dan menambah inspirasi. Saya izin share tulisannya ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan.

      Terima kasih banyak Mas Yudha sudah berkunjung ke tulisan saya

      Hapus
  18. Ke tujuh amunisi sangat penting untuk seorang blogger mbak. Apalagi kuota internet yg tidak terbatas ya mbakm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Tanpa kuota sama jaringan lancar, mati gaya bangrt karena nggak bisa ngurusin blog dan medsos.

      Hapus
  19. Zaman sekarang, peran komunitas masih sangat penting ya Mbak. Tempat kita berkumpul dan bergerak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap Mba Susi. Tempat cari insight, berbagi, bahkan sampai ke tahap saling menyemangati

      Hapus
  20. Sebagai seorang blogger yang mulai serius ngeblog di tahun 2017 menurut saya ini tuh bener banget. terutama bagian support system karena kita perlu banget dukungan dari orang terdekat supaya bisa konsisten dan fokusnya ngeblognya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Kalau support systemnya nggak sepenuhnya support, lelah banget rasanya mungkin ya Mba

      Hapus
  21. support sistem dan komunitas serta konsisten itu yang benar benar harus di kuatkan. selain itu di jaman yang serba mudah infomrasi gini, kita harus mengikuti tred juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya nih Kak Manik. Trend juga perlu diperhatikan.

      Terima kasih untuk masukannya Kak.

      Hapus
  22. Blogging memang memiliki peluang yang gak akan lekang waktu yaaa, agak nyesel sih dulu terbengkalai banget blogku, jadi mulai merintis lagi deh dari awal, yang penting kitanya mau belajar terus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum. Belajar terus dan terus biar nggak stagnan.

      Hapus
  23. Benar banget ini
    Apalagi yg gabung di komunitas blogger
    Banyak manfaatnya khususnya bangun link
    Sy dpt banyak info job krn gabung di komunitas blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba. Bisa juga tukeran backlink dari guest post misalnya

      Hapus
  24. Rata-rata berkomentar tentang konsistensi ya, memang agak berat untuk menjaga konsistensi. Padahal bisa membuat trafiic blog kita semakin kencang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Perjuangan banget urusan konsistensi ini Mba. Dan saya pun merasakan tantangannya dari amunisi terakhir.

      Hapus
  25. Kalau diniatkan untuk berbagi Insya Allah berkah juga buat orang lain yang membutuhkan ya.
    Alhamdulillah punay support system yang selalu mendukung aku ngeblog juga di rumah nih termasuk support gadget & kasih koneksi internet yang cepat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Support system, gadget dan kuota terpenuhi ya Mba. Semangat selaluuu.

      Hapus
  26. Dari ketujuh amunisi di atas, poin terakhir yang masih susah aku jalani. Kalau lagi rajin, rajin banget. Tapi kalau lagi malas, duhh blog ga diliat lagi. Semoga aku kedepannya bisa berbenah diri dan meningkatkan performa blog.

    BalasHapus
  27. Kalo aku sringnya masalah kuota sih kak, hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduwww Kak. Semangat terus ya Kak.

      Mungkin bisa coba IMpreneur Kak.

      Hapus
  28. YESS bener banget mbaaaaa... harus banyak amunisi, harus banyak restu, harus banyak support system, tetap rendah hati dan terus mau belajar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peluuukkk Mba Nita.

      Terima kasih sudah menyemangati.

      Hapus
  29. ih komenku nggak masuk ternyata, tak ketik ulang yaa mbak. hihi

    Kemarin aku ikutan kelas IIDN juga mbak, merasa banyak banget yang tersindir, apalagi soal konsistensi. haha. Tapi kemarin ikut kelasnya sambil disambi2 jd kurang fokus. makasih banget kak acha udang ngerangkum nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama.

      Terima kasih juga sudah mampir ke mari Mba Ghina. Etapi ini bukan sepenuhnya rangkuman dari kelas yang kemarin kok. Malah banyakan curhatannya

      Hapus
  30. Keren semua 7 tipsnya, Mbak. Dan memang niat utama ngeblog itu memang berbagi cerita. Jadi sayang kalau ada teman ikutan ngeblog, tapi karena ingin mendapatkan penghasilan dari blog. Intinya nikmati dulu prosesnya, termasuk 7 tips di atas, maka peluang-peluang dari blog akan mampir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mas Bams. Prosesnya nggak bisa simsalabim jadinya niat masuk sebagai amunisi nomor wahid

      Hapus
  31. Bener banget nih, buat ngeblog ya harus ada kuota. Ga cuma pas posting, pas bw-bw juga harus ada kan....Niat untuk berbagi juga harus tetap muncul ya, jadi konsisten nulis dan memberi informasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat

      Terima kasih sudah mampir ke mari ya Mba

      Hapus
  32. Kalau aku paling khawatir dengan nomor 2. Bukan tidak punya dukungan, tapi memang ngeblog ini sebagai me time sehingga kadang orang sekitar menganggapnya bukan kegiatan bergengsi. Padahal kalau sudah sukses, blogging itu keren ya. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap semangat berbagi ya Mba Iim. Akan ada masanya semuanya malah mendukung Mba nanti. In syaa Allah.

      Peluk jauh

      Hapus
  33. Bener banget, niat ini penting banget loh. Tanpa niat gak akan jadi tulisan juga. Apapun pengalaman yang saya rasa penting akan saya share di blog

    BalasHapus
  34. Susah yak dapetin support system yang keren kaya gitu,huhu. Aku pengen loh .nyari dan nemu dimana? Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di rumah. Dari orangtua, saudara kandung aja dulu, teman dekat juga bisa. Kalau pasangan, akan ada waktunya.

      Hapus
  35. 7 amunisi yang keren benar-benar membantu blogger untuk terus semangat ngeblog dan ngeblog lagi. Bukan menjadi beban, tetapi bisa dinikmati dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mba Asih

      Terima kasih juga sudah berkunjung ke blogku

      Hapus
  36. Yoiiii....kalo mau serius dan prof di blogging emang mesti konsisten, loyal, terus belajar, dll dsb. Omong2 gadget, hp yang kupake sekarang juga kudapat dari hadiah ngeblog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuaaa keren Teh Eno. Semoga kapan kapan Acha juga bisa begini

      Hapus
  37. punya support system, sejatinya penting banget untuk semua usia lho. Ngga harus nunggu jadi mama muda (awas nyanyi) ... intinya, kita bisa merasa bahwa kita ngga sendirian di dunia ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya banget Mas Ari.

      Kalau nunggu jadi mama muda dulu, entah kapan dimulainya ya kan. Hihihi

      Hapus
  38. Setuju sama amunisi berupa support system, itu ga bisa diremehkan loh. Kalau punya tim yang ngingetin atau kasih semangat gitu jadi bagus buat kita yang malas, hehe. Bisa maju dengan dorongan. Untuk kuota kami sekeluarga ya pakai IM3 Ooredoo, belum yg IMPreneur sih, baru tahu ini. Sinyal dan kecepatan IM3 andal sejauh ini, ngeblog dan kirim email kerjaan desain lancar hehe. Aku nyesel banget ga ikut satu pun webinar di IIDN :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bisa dicoba Mas Rudi, pindah ke IMpreneur. Mana tau bisa lebih hemat dan dapat kuota banyak. Sinyal IM3 Ooredoo juga stabil nih, jadi saya pakai IM3 Ooredoo juga untuk paket internet.

      Hapus
  39. Above all, blogger juga harus menjaga performa blog. Mulai dari tampilan yang eye catching, speed blog yang wuuuuss, hingga rangking yang lebih bagus juga harus diperhatikan. IMPreneur patut dicoba nih apalagi yang baru mau berbisnis didunia digital.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya nih. Amunisi soal kesehatan blog ini terlupa kumasukkan nih Kak Jas. Thanks sudah mengingatkan ya Kak.

      Hapus
  40. Keren nian, niihh. Ini artikel berisikan kompilasi tips n trik yg kudu dipraktekin para bloger.
    Btw, webinar IIDN dan Indosat memang mantabb
    Banyak insight dan ilmu baru dari sana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Senang banget bisa ikut bergabung di beberapa webinar dari IM3 Ooredoo X IIDN kemarin. Ada banyak catatan yang harus banget mulai dipraktekan.

      Hapus
  41. Paling penting memang selain traffic blog, SEO On Page, SEO Off Page, Domain Autorithy, menghadirkan foto yang pas sebagai image pendukung, mendesain infografis, adalaaah konsisten menulis!

    BalasHapus
  42. yup penting banget punya amunisi kalo pingin jadi blogger profesional

    ikut komunitas misalnya, ngelihat teeman2 ikut BW, jadi tertantang untuk nulis

    apalagi kalo ada yang menang, rasanya pingin nulis yang bagus, ngga astul :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Acha pun banyak belajat dari tulisan Ambu. Selalu ada sesuatu yang terbawa setelah menamatkan membaca dan menulis komen di blog Ambu. Jadi terpantik untuk menyajikan tulisan berisi jadinya.

      Hapus
  43. Sedari awal ngeblog memang saya niatkan untuk berbagi, masalah cuan belakangan aja dulu. Alhamdulillah masih bisa bertahan untuk bloggin sampai saat ini, dan cuan pun berdatangan dengan sendirinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Selalu membuat makin bersyukur ya Kak. Senangnya.

      Hapus
  44. Semoga kita semua tetap punya amunisi lengkap buat ngeblog, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.

      Mba Farida pun amunisinya sampai sanggup nulis buku. Mantap.

      Hapus
  45. Semua kembali ke niat ya mbak,dari awal tentukan dulu kenapa mau nulis blog. Biasanya kalo dari awal niatnya memang berbagi pasti senang aja melakukannya gitu. Mood booster memang perlu banget nih biar tetap konsisten ngeblognya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap banget Kak Ririn.

      Semangat selalu Kak Rin.

      Hapus
  46. Bergabung di Komunitas IIDN ini membuka peluang dan jalan kita menuju Blogger Profesional. Banyak blogger hebat di sana yang gemar berbagi ilmu. Pengurusnya sering memberi kesempatan memberi dan mendapat ilmu ttg dunia perblog'an. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan beruntung menjadi pemenang ya mbak. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.

      Iya banget Mba. Saat pertama diterima masuk ke grup facebook-nya dan scroll ke bawah, banyak sekali pengetahuan di dunia kepenulisan yang bertebaran di sana.

      Hapus
  47. Amunisi kedua penting banget ya, kl gak ada support system gak bs ngeblog dg lancar deh. Sy kemaren2 menjadikan ART bagian dari home support system saya. Saat beliau gak kerja lg wah masa2 adaptasi gak bs rutin posting ngeblog deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semangat selalu Mba Mia. Selalu ada tantangan untuk beradaptasi biar tetap konsisten ya.

      Hapus
  48. Amunisi terus belajar ini yang bikin paling semangat biar blog terus growing ya, terus kalau ikut komunitas, keahlian juga bisa lebih cepat diaplikasikan, seru sekalii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Marfa. Duh kubelajar banyak juga dari konsistennya kamu.

      Hapus
  49. Bener tuh mbak. Kalau sinyalnya lelet yang ada bikin darah tinggi. Secara waktu blogging biasanya buka banyak tab di satu browser. Kan gak lucu kalo koneksinya lemot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa. Makanya aku senang nih dipertemukan sama provider keren IM3 Ooredoo. Dari SMA udah pakai IM3 dan suka sama lancarnya sinyalnya selama ini.

      Hapus
  50. Dari 7 hal diatas semua nya penting,
    Dan hal paling berat adalah poin ke 7 menurut saya.
    Mungkin diulas lebih detail, tips agar bisa konsisten ini kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak.

      Tips biar tangguh di amunisi nomor 7 kalau menurut saya sih, balik lagi ke amunisi no 1 sampai 6.

      Hapus
  51. penting banget memang punya kuota dan sinyal yang lancar supaya kegiatan ngeblognya bisa berjalan dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget Mba Irra. Sinyal ngambek tuh bisa bikin mati gaya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.