Film Balada Si Roy Jadi Proyek Perdana IDN Picture

Belakangan ini, di beranda facebook Kak Acha, status Bunda Tias Tatanka, istri dari penulis Gol A Gong yang merupakan penulis dari novel seri Balada Si Roy, serinng banget muncul. Beliau semangat sekali mengabarkan perkembangan pembuatan film Balada Si Roy yang sudah dipinang oleh IDN Picture.

Bukan hanya buku Balada Si Roy saja yang banyak mendapat pesanan, namun ternyata tersedia juga kaos Balada Si Roy yang bisa dipesan melalui Bunda Tias Tatanka. Sebagai yang belum familiar dengan kisah Roy dalam Balada Si Roy, tentu saja saya mulai kepo kepo.

Hingga terkuaklah tabir sosok sepasang suami istri kreatif yang ada di balik IDN Picture, yaitu Fajar Nugros dan Susanti Dewi. Keduanya bersiap menghadirkan Balada Si Roy ke layar lebar. Lho, bukannya dulu mereka mengelola Demi Istri Picture bukan sih, Ka Acha? Yes, seratus kali tepuk tangan buat kamu.

film balada si roy rilis 2021

Balada Si Roy Berkisah Tentang Apa Sih?

Usut punya usut, serial Balada Si Roy ini berawal dari cerita seri yang muncul di Majalah Hai pada tahun 1980-an akhir. Ok fix, tahun segitu keberadaan Ka Acha masih di angan-angan. Namun, remaja yang suka membaca di tahun itu, sungguh menggilai kisah Roy, si pemuda yang kelihatannya bandel, namun punya semangat dalam merombak tatanan kehidupan.

Dari blurb buku Balada Si Roy dengan sub judul Joe, saya mendapati bahwa sosok Roy ini beneran remaja ala ala tahun 1980-an akhir yang ke sekolah saja, sukanya naik sepeda balap dan bawa anjing herder. Nah lho, kok tokoh Roy ini unik sih?

Belum lagi, dikisahkan kalau Roy ini ditaksir sama banyak gadis. Eihiy, akankah nuansa yang dimunculkan antara tokoh Roy dan tokoh Ani, nggak jauh beda sama film Dilan yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq dan berlatar tempat di awal tahun 1990-an?

 buku balada si roy

Tapi rasanya Balada Si Roy kan memang lebih dulu hadir dibandingkan Dilan, hanya saja memang kebagian rejeki digarap menjadi sebuah filmnya ya belakangan. Maka saya menaruh harapan besar agar film Balada Si Roy ini nantinya menjadi tayangan yang bukan hanya sebagai ajang nostalgia remaja angkatan 80an dan 90an, namun juga angkatan milenial macam saya, lebih kece lagi kalau sampai ngasih banyak pengaruh positif hingga ke generasi z.

Balada Si Roy Merupakan Proyek Perdana IDN Picture

Setelah 32 tahun berlalu sejak Balada Si Roy hadir, akhirnya Gol A Gong mempercayakan karyanya untuk digarap menjadi sebuah film kepada IDN Picture. Wah, benar benar waktu tunggu yang cukup lama bagi para penyuka kisah Roy demi menikmati kehadirannya di layar lebar ya. Saya baca pun, sampai ada lho Komunitas Balada Si Roy yang kesemua pastinya nge-fans berat sama karya Gol A Gong ini.

Film Balada Si Roy dikatakan akan bertabur bintang muda, seperti Abidzar Al-Ghifari  yang akan mmerankan tokoh Roy, dan Febby Ranstanty sebagai tokoh Ani. Turut muncul juga Bio One yang akan mengampu peran sebagai Dullah, Zulfa Maharani sebagai Wiwik, Sitha Marino sebagai Dewi, Omara Esteghlal sebagai Toni.

Proses reading dan pra produksi film Balada Si Roy sudah dilangsungkan sejak November 2020, dan syuting akan dimulai pada bulan Januari 2021. Kalau saya lirik lirik akun Instagram-nya Fajar Nugros sih, seharusnya di hari ini. Semoga proses produksinya berjalan lancar ya.

Ka Acha juga sempat menonton wawancara dari tim Grid ID dengan para pemain di film Balada Si Roy, dan dapat sedikit bocoran kalau proses syuting akan berlangsung di Serang, Banten. Selain itu, semua pemain dan kru yang bertugas, secara rutin melakukan tes swab. Bukan hanya itu, untuk keamanan bersama, keseluruhan tim dari film Balada Si Roy pun melakukan proses karantina.

Beberapa pemain dari film Balada Si Roy ini sempat bertutur, bahwa tantangan yang cukup butuh banyak perjuangan dalam mendalami karakter yang mereka perankan di Balada Si Roy adalah logat Sunda khas Serang. Nah kan, walaupun bahasanya sama sama Sunda, beda daerah memang beda logat. Apalagi latar cerita dari fiksi Balada Si Roy memang di Serang, Banten.

IDN Picture sendiri merupakan sebuah perusahaan film berbasis teknologi yang memiliki visi agar bisa membawa dampak positif bagi masyarakat. IN Picture bernaung di bawah IDN Media, perusahaan media platform yang segmentasinya terfokus pada generasi milenial dan generasi z. Mungkin visi dan segmentasi ini pula yang membuat Gol A Gong mempercayakan karyanya digarap IDN Picture.

Baca juga : Film Tanah Cita-Cita (2016) : Melirik Sedikit Kehidupan Masyarakat Mbojo

Balada Si Roy Merupakan Salah Satu Projek Impian Fajar Nugros

Penelusuran di berbagai media daring yang Ka Acha lakukan, berakhir pada sebuah pernyataan bahwa film Balada Si Roy merupakan salah satu dream project dari Fajar Nugros. Bagi sutradara film Yowes Band yang tayang pada 2018 ini, Balada Si Roy membawa dirinya pada ingatan masa sekolahnya saat masih di Jogja, tentang ia yang mencintai karya Gol A Gong.

Baginya, diberi kepercayaan untuk menyutradarai film Balada Si Roy, seolah ia dibawa untuk menyusuri kembali masa masa awal ia belajar menulis dan mengembangkan cerita. Fajar Nugros berkisah, bahwa dari Balada Si Roy, keinginannya untuk terus belajar menulis, terpupuk.

Rasa bangga bertahun kemudian bertandang, saat akhirnya Fajar Nugros bisa bertemu dengan sang penulis idolanya, Gol A Gong, kemudian mendapatkan amanah untuk mengolah naskah Balada Si Roy hingga kelak menjadi sebuah film.

Film Balada Si Roy Juga Melibatkan Salman Aristo

Salah satu nama penulis yang begitu Ka Acha kagumi karya-karyanya selama ini adalah Salman Aristo. Penasaran sekali sebab ternyata Salman Aristo terlibat dalam penggarapan scenario film Balada Si Roy. Kalau kamu belum kenal, Salman Aristo merupakan penulis scenario dari film Bumi Manusia lho.

Dari pernyataan Salman Aristo di media daring pun, Ka Acha menemukan kisah bahwa Balada Si Roy sering ia baca di masa remajanya. Berawal dari pekerjaan ayahanda Salman Aristo yang merupakan seorang agen media cetak, sehingga Salman Aristo kecil mendapat kesempatan untuk membaca karya popular seperti Balada Si Roy di Majalah Hai, lebih dulu dibandingkan orang lain.

Bahkan, disampaikan oleh Salman Aristo, jika kisah dalam Balada Si Roy sudah lama mengakar di hatinya. Tokoh Roy mengajarkan dirinya, bagaimana menjadi atau nggak menjadi laki-laki. Maka, baginya, adalah menjadi “jejak” ketika Fajar Nugros dan IDN Picture mengajaknya untuk mengadaptasi novel Balada Si Roy ke dalam naskah scenario film.

Film Balada Si Roy Syuting Di Masa Pandemi

Perjalanan proses lahirnya film Balada Si Roy cukup menarik perhatian Ka Acha, sebab selain saya menemukan informasi perkembangannya di status facebook Bunda Tias Tatanka, juga sebab proses produksi karya legendaris Gol A Gong ini dilakukan di masa pandemi.

Tentu prosesnya nggak akan seperti proses yang biasanya dijalani sebelum pandemi datang mengunjungi tanah air Indonesia kita. Para pemain dan juga kru, bukan hanya perlu total masuk ke dalam naskah cerita, namun juga menjaga kesehatan diri dengan sebaik-baiknya.

pemeran di film balada si roy

Akhir kata, semoga semua proses menuju hadirnya Balada Si Roy ke layar lebar, berjalan dengan lancar. Saya sungguh penasaran, menunggu, akan serupa apa sih kisah dari Roy, Ani, dan juga teman-temannya yang mengambil latar waktu saat saya lahir juga belum, berikut trend dan kata-kata sleng dari remaja di masa itu. Mana tahu kehidupan remaja ala Balada Si Roy turut menjad inspirasi para pemuda di masa sekarang.

Semangat berkarya untuk IDN Picture dan Fajar Nugros. Semoga film Balada Si Roy bisa melekat di hati penontonnya kelak, serupa novel Balada Si Roy karya Gol A Gong 32 tahun lalu.

 

               

 

Komentar

  1. Aku pernah dengar Film Balada si Roy ini kak, tapi saat aku liat di cinema batam belum ada, apa memang belum tayang kah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau baca tulisan Acha di atas sih, per 10 Januari 2020 ini syutingnya baru dimulai. Jadi wajar kalau belum ada di bioskop :). Eh btw, bioskop di Batam udah mulai buka lagikah?

      Hapus
  2. Mending aku baca novelnya dulu atau langsung nonton filmnya yah? Remaja tahun 1980-an mah yaa kira-kira kebayang sih kayak apa. Hihi...Ditunggu deh kapan tayangnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai blogger yang baru lahir, aku cuma sempat membaca sekilas adanya tokoh Roy ini Mba. Wah, ternyata dahulu sudah populer banget ya.

      Hapus
    2. Menurutku sih,novelnya dulu Mba Hani. Kan filmnya baru mulai syuting.

      Sama nih Mas Ari, aku malah boro boro tau tokog Roy. Aku besar di jaman Naruto soalnya.

      Hapus
  3. Kapan ini mba tayangnya? Penasaran pengen segara nonton akting anak UJ di layar bioskop

    BalasHapus
  4. Ngga kerasa balada si Roy udah 32 tahun
    Jujur saya dulu ga baca karena lebih suka yang "berat"
    Tapi sekarang justru cari yang benar2 menghibur kaya balada si Roy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerennya Balada Si Roy masih membekas di hati pembacanya, Fajar Nugros. Makanya akhirnya digarap juga jadi film.

      Hapus
  5. Ohh..dibalik layar film balada si roy ini Fajar Nugros, sutradara yang sudah memegang beberapa film karyanya. Salah satunya Jakarta Undercover, jadi penasaran akan seperti apa film yang diadaptasi dari novel legendaris ini nantinya

    BalasHapus
  6. Aku baca BSR sejak pertama kali dimuat di Hai. Masih SD, waktu itu :D Dari kecil aku sukanya baca majalah Hai, bukan Bobo :D Karakter Roy beda jauuuuuh dengan Dilan. Udah sejak tahun 90an loh wacana memfilmkan BSR ini rame di Hai :D Tapi Mas Gong idealis, nggak mau karakter Roy hancur atas nama tangan selera pasar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ouw pantas setelah 32 tahun baru Om Gong mengiyakan Balada Si Roy difilmkan.

      Hapus
  7. Aduh mbak cha, aku melihat ada nama IDN Times, langsung deh nebak ini film pasti gak KW-KW an, artinya pasti keren ini film. IDN Times itu memang milenial pokoknya, terbukti dengan aplikasi-aplikasi yang dibuat itu dekat dengan milenial gitu. 2021 merambah di dunia perfilman, pastinya keren, apalagi ini film menceritakan pemuda yang mencari jati dirinya ya mbak cha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan. IDN tuh udah baca namanya saja langsung bisa bikin penasaran.

      Hapus
  8. Moga bisa ikutan nonton film Balada Si Roy nih. Jadi bisa liat visualisasi Roy itu gimana hahaha. Aku dulu tu ngefansnya ama Lupus, baca serialnya di Hai, beli novelnya bahkan ampe rela nonton filmya wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadawww. Aamiin. Semoga ya Mba.

      Wah Lupus aja aku nggak kenal lho huhu.

      Hapus
  9. Wah, aku sering mendengar Balada Si Roy pas SMA. Teman-temanku banyak yang baca. Emang novel lama sih. Tapi kata teman-temanku bagus sih ceritanya. Jadi pingin nonton filmnya dulu ketimbang baca novelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun ingin nonton dulu baru baca novelnya.

      Hapus
  10. Karakter Roy ini muncul saat saya sudah lulus SMA (1988). Waktu itu karakter Roy cukup populer dikalangan para remaja, meski tidak setenar Boy yang hadir setelahnya.

    Salut untuk Abidzar. Demi mencari nafkah, rela putus sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga. Si sulung yang menjadi penjamin kehidupan ibu dan adik-adiknya setelah Ayahnya tiada. Sukses dan salut untuk Abidzar.

    BalasHapus
  11. Wah, sitha marino jadi artis sekarang. Ngikutin jejak kakak nya nih pasti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mungkin. Aku kurang ngikutin kalo selebritinya aja soalnya Kak.

      Hapus
  12. gak sabar yaa pengen nonton nanti filmnya kalo sudah rilis, penasaran juga sih gimana sebenarnya cerita Balada Si Roy yang legendaris ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama deh Kak Shynta. Apalagi pas bukunya hits kan, keberadaanku masih diangan-angan orangtua. Hehe.

      Hapus
  13. Film ini cukup membuat org tertarik krn memperkenalkan para bintang muda yg bakal bermain dan mengadu akting di film yg terinspirasi dari novel yg laris pada jamannya . Semoga sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Semoga proses syuting dan pasca produksi film Balada Si Roy ini sukses.

      Hapus
  14. wah ini novelnya lumayan hapening ya mbak, pasti filmnya juga makin seru..
    jadi penasaran pengen nonton

    BalasHapus
  15. Jadi penasaran banget dengan film Balada si Roy ini. Secara kan novel ini begitu terkenal. anak zaman dulu pasti deh tahu dengan novel fenomenal karya gola gong ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Kujuga tahunya kalau novelnya memang terkenal. Walau baca pun belum nih. Kumau nonton dulu baru baca bukunya.

      Hapus
  16. Oh di Roy itu cerita dari tahun 80an yaa, okee berarti saya belum lahir. Kalau dikemas menjadi film jaman sekarang sepertinya menarik yaa.

    BalasHapus
  17. ya ampun akhirnya yang ditunggu pun datang.
    sepasang pasutri yang super keren dengan karya film terbarunya di IDN Pictures.
    Nggak sabar dan pengen nonton Balada Si Roy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lancar proses produksi film Balada Si Roy ini ya.

      Hapus
  18. engga sabaarr buat liha nih pilem.
    Balada si Roy emang happening bgt ya buat generasi '90-an.
    semoga keceeee nih pilemnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.

      Sebagai generasi transisi dari masa 90-an ke masa milenium, aku pun penasaran.

      Hapus
  19. Saya senang baca cerita ini di majalah Hai waktu kecil dulu. Mama saya kebetulan langganan majalah Hai. Setelah bukunya keluar, saya juga beli semua bukunya. Ceritanya keren banget, tapi anehnya kok saya tidak terinspirasi untuk jadi seperti si Roy ya, hehehe. Saya cuma suka bagaimana di membantu teman-temannya, keren deh. Sekarang dibuatkan film akhirnya. Sepertinya dulu pernah akan dibuatkan film atau sinetron apa gitu, entahlah benar atau tidak. yang pasti generasi kolonial nih banyak yang suka kalau film ini ditayangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi Mas Artha sampe ngasih istilah "generasi kolonial".

      Hapus
  20. Tahun 80 saya bwlum lahir juga tapi sudah pernah membaca Balada Si Roy dari Majalah Hai punya Kakak.Kakakku juga ngefans banget, semacam ngefans sama Lupus atau NKOTB. Nah, Kak Acha pasti makin nggak paham apa itu NKOTB? Heuheu, tau nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya Kak, NKOTB itu apa ya? Mbah Google lebih paham ini kayaknya.

      Hapus
  21. Y, Balada Si Roy dulu fenomena, Cha.

    Suamiku usia kepala 5, dulu pembaca setia Gol A Gong di majalah Hai. Adikku, lulus SMA 1997, punya novel2 Balada Si Roy. Saya dulu cuma baca sesekali. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaahhh dulu kesukaannya anak muda ya baca berarti ya Bun.

      Hapus
  22. akhirnya ceritanya mas Gong tayang juga di bioskop, ini ngehits pada jamannya loh kak..
    tapi yang meranin anaknya uje, aku nggak sreg sih hhhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi lets see setelah tayang ya Mba. Semoga keren nanti hasilnya.

      Hapus
  23. Uhuyy karya mas Gong lagi, semoga film Balada Si Roy bisa melekat di hati penonton ya kak. Karena emang keren ini film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huwaaa sebagai yang belum lahir di jaman Balada Si Roy ini hits, aku kan jadi makin penasaran.

      Hapus
  24. Fenomenal banget ini balada si Roy yah , jadi penasaran ingin nonton nih filmnya

    BalasHapus
  25. Walau lahir lebih terlambat dari munculnya Balada Si Roy, namun saya itu cukup sering mendengar judul cerita tersebut. Saking masyhurnya kali ya Kak... Penasaran nih sama filmnya. Moga aja sebagus film Dilan atau malah lebih menarik lagi ya..

    BalasHapus
  26. Dari kecil udah sering dengar Gol A Gong dan Balada si Roy. Lejen banget lah ini, sama kayak Lima Sekawan dan Lupus. Sekarang udah ada di layar lebar, pasti ditunggu banget apalagi alur ceritanya kekinian gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin alur sama settiny ceritanya bakalan ala ala tahun 80an deh Kak, dari yang aku tonton di IG Live nya Grid.

      Hapus
  27. Aku punya nih novelnya Balada Si Roy tapi karena tebal banget dan sering kelupaan akhirnya lupa menamatkannya. Setelah ini aku mau serius ah namatin ceritanya biar nggak penasaran kalau filmnya tayang.

    BalasHapus
  28. Baru tahu kalau Balada si Roy ini akan jd proyekannya IDN, kemarin lihat sempet ramai di media sosial, terutama bagi yg lahirnya lebih dulu dari aku, fenomenal memang ya dari ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa. Sebagai yang lahirnya belakangan, aku juga merasakan euforia dari generasi di atas kita yang memang ngikutin kisah Balada Si Roy ini.

      Hapus
  29. Cocok memang menghadirkan kisah-kisah seperti Balada Si Roy ini karena memang genrenya mirip-mirip sama Dilan. Kan, Dilan kemaren laris banget kan ya. Nah, kisah-kisah serupa pun akhirnya mendapatkan tempat di hati calon penikmatnya

    BalasHapus
  30. Aku tahu Balada Si Roy ini dari kakak-kakakku. Katanya seru dan sangat fenomenal. Tapi, kok aku lebih penasaran pengen baca novelnya dulu, baru nonton filmnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih bisa PO deh Mba kalau nggak salah di akun FB nya Bunda Tias Tatanka.

      Hapus
  31. gara-gara baca review ini kemarin aq sampai pinjam novelnya di abangku lho, skrg jadi pengen ntn filmnya aku

    BalasHapus
  32. wahhh aku baru tahu ada film dengan judul Balada si Roy nih kak, jadi nggak sabar buat nunggu filmnya. ya kan tahun 80n aku belum lahir, hihi

    BalasHapus
  33. Aku penasaran nih sama filmnya, semoga keren hasilnya. Sambil nunggu tayang perdana kayanya baca bukunya dulu karena belum baca. Aku baru beberapa baca buku karya Gol A Gong dan memang tulisannya bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Gaya penceritaannya Gol A Gong memang nyaman sekali dibaca.

      Hapus
  34. Wah jadi penasaran nih film Balada si Roy bakal mengikuti booming jejaknya film Dilan nggak ya

    BalasHapus
  35. Karakter Roy iru unik. Beda dengan Dylan. Itu yang saya rasakan sebagai pembaca awal generasi X. Saya bacanya di majalah Hai pertama kali pada tahun 1989 waktu terpaksa home schooling setamat SD.
    Saya suka karakter Roy karena terasa lelaki. Bisa belajar mengenal karakter lelaki. Juga ada puisi dalam awal cerita. Itu yang saya suka. Kang Gol A Gong menulis dengan bahasa cenderung nyastra pada bagian tertentu.
    Oh ya, waktu SMU saya bikin geng yang dinamai Solidarnos 3 dengan 3 personel saja. Hi hi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat mba Rohyati. Saya juga suka banget sama Gola gong. Rasanya beliau tak pernah putus asa dengan apapun keadaannya.

      Hapus
  36. Kisah jaman say masih sekolah nih Si Roy. Senang kalau diangkat lagi ceritanya. Bisa mengenang masa lalu, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga pas film Balada Si Roy tayang, Teteh bisa nonton ya.

      Hapus
  37. Aku termasuk yang penasaran dan nunggu filmnya dududud...Maklum aku beda tipis sama si Roy, Maksudnya angkatannya hahaha..Jadi visualisasi latar dan kisahnya dalam bentuk film pasti bikin nostalgia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti film Balada Si Roy bisa jadi ajang nostalgia buat Mba Dian ya.

      Hapus
  38. Saya remaja tahon 90an.
    Tapi masih lumayan ngetrend 'balada si roy' pada waktu itu.
    Saya kurang tertarik waktu itu buat bacanya.
    Saya lebih suka serial 'lupus', 'olga sepatu roda'.
    keduanya sudah di filmkan juga di taon 90an itu.

    Tapi karena 'balada si roy' bakal difilemin juga, wah saya jadi pengen baca dulu ni novelnya.

    BalasHapus
  39. Aku punya dong majalah Hai yg ada Balada si Roy nya. Tp gak pernah baca pada zamannya krn itu majalahnya kakak² saya. Hihi. Sy bacaanya Bobo masa itu. Hebat jg ya bs jd film n digarap saat masa pandemi gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Uniknya penggarapannya di masa pandemi.

      Hapus
  40. Sebenarnya aku belum pernah mendengar film itu, tapi setelah baca artikel kak Acha itu besutan Fajar Nugroho, bisa dipastikan garapaannya tidak mengecewakan
    Cant wait

    BalasHapus
  41. Waah jadi penasaran pgn liat filmnya nih mbak. Kapan ya mulai tayang, kayaknya film remaja ini bagus juga untuk ditonton anak-anak jaman sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditunggu saja kabarnya ya Mas. Direncanakan sih tahun ini.

      Hapus
  42. Nggak sambar pengen lihat nih, soalnya serial balada si roy dulu booming banget kan ya. Semoga filmnya sebooming bukunya ya

    BalasHapus
  43. Semoga proses produksi film ini berjalan lancar dan sambutan masyarakat positif. Selalu excited nungguin film-film lokal yang diangkat dari kisah nyata atau dari novel populer kayak Balada Si Roy ini. The next Dilan lah ini ya.

    BalasHapus
  44. Penasaran banget sama filmnya Balada si Roy ini, secara novelnya cukup ngetop pada zamannya, mudah2an Abizar dapat membawakan karakter Roy dengan baik, karena di awalnya gak diunggulkan jadi aktor utama kan ya

    BalasHapus
  45. Wah iya nih Balada si Roy ya, suka ketuker mikirnya ama Catatan si Boy hehe yg filmnya udah duluan ada ya kayaknya tp dulu sih. Hmm saya masih TK apa SD ya trus pas SMP ke perpustakaan daerah pernah baca bukunya, karyanya Gola Gong yaa, kereen. Sukses yaa produksi filmnya,

    BalasHapus
  46. IDN Picture mulai bersiap-siap untuk menampilkan karyanya ya mba. Saya baru tau juga akan segera diproduksi nih filmnya. Menarik pasti saat uda muncul dan bisa ditonton. Btw,Fajar Nugros ini memang karyanya keren-keren sih,saya pernah nonton beberapa film karyanya bahkan pernah sampai road show ke Medan,saya ikutan nonton barengnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huwaaa berarti harus masuk list tonton Kak Ririn juga nih film Balada Si Roy.

      Hapus
  47. Wah aku jadi penasaran nih sama si Roy. Kayaknya bakal pinjam novelnya dulu di Ipusnas buat tahu kisahnya.

    BalasHapus
  48. Bacaini jadi inget samaa novelnyaa. Balada si roy dlu happening banget waktu SMA hihii. Penasaran kalau dibikin film gni

    BalasHapus
  49. ini semacam remake pembuatan film balada si roy ya mbak. Aduh jadi ingin nonton. Pasti bagus nih film ini diremake

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan Mba. Bukan film remake tapi film adaptasi dari novel Balada Si Roy.

      Hapus
  50. Penulis Gola Gong rasanya sudah nggak asing. Karyanya menarik dan film ini pas banget di kondisi pandemi. Jadi film yang menghibur dan bakal banyak yang suka.

    BalasHapus
  51. keren niih IDN picture, ngangkat cerita yang cukup legendaris yaa. thanks mba infonya, saya jadi tau kalau IDN pictures udah mulai berkarya

    BalasHapus
  52. Dulu tokoh utamanya Ryan Hidayat, saat itu masih SD nontonnya di layar tancap serius bagus memang ceritanya. Dan aku pun koleksi buku seriesnya.
    Nah pas baca mau diremark ulang dan ternyata yang meranin anaknya Uje wah surprise banget, semoga aja makin keren filmnya. Enggak sabar mau nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya? Aku taunya kalau film Balada Si Roy pertama kali difilmkan.

      Hapus
  53. Aku tau novelnya, tp blm pernah baca. Dulu lebih milih baca Lupus dari balada si Roy yg LBH serius kayaknya yaaaa.

    Tapi aku penasaran mba, Krn aku tau novelnya aja dulu sempet hype lah. Mumpung proses syuting msh on going, aku td iseng nyari di aplikasi ipusnas buku balada si Roy, dan ternyata adaaaaa :D. Jd lgs pinjam dulu, supaya aku bisa ada bayangan ttg karakter dan cerita si Roy :D

    BalasHapus
  54. saya belum pernah membaca bukunya, kayaknya sering mendengarnya dan ini kayaknya hits di tahun-tahun lama gitu, penasaran pengen lihat filmnya

    BalasHapus
  55. Saya dulu penggemar film Balada si Roy ini mbak . Untung ada remake nya ya jadi kangen dan kepo apakah filmnya sebagus dulu gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku taunya yang dulu hits dari om tanteku malah dulu itu Catatan Si Boy. Setauku ini pertama kali Balada Si Roy difilmkan.

      Hapus
  56. Wow akhirnya IDN Pictures unjuk gigi
    Soalnya baru aja aku infokan di blog kalau IDN Pictures berkolaborasi dengan partner kemajuan profesinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap. Semoga sukses nih projek pertamanya IDN Pictures.

      Hapus
  57. Kok aku merasa gak asing sama Balada Si Roy ini yaa..?
    Apa sebelumnya sudah pernah dibikin serial TVnya gitu? Semacam Lupus, Olga, dkk.
    Mantep yaa..
    Pemeran si Roy nya adalah Abidzar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau Acha sih belum pernah dibikin film Teh. Mungkin yang dulu itu Catatan Si Boy. Kan mirip nih judulnya.

      Hapus
  58. penasaran nih sama film ini, settingan tahun 80-an di tahun 2021. pasti seru banget

    BalasHapus
  59. Judul ini tuh rasanya sudah beberapa kali ku dengar, gak asing lagi lah. Tapi memang belum pernah baca ceritanya nih... Jadi penasaran juga nih, latar waktunya juga jadul banget. Aku belum lahir hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mba. Aku pun jaman itu belum lahir juga.

      Hapus
  60. Iya. Aku tahu judul cerita ini. Tapi kalau alur ceritanya masih blm pernah baca sih. Wah.. akhirnya novel2 lama bakalan di tayang lebarkan nih. Mantap

    BalasHapus
  61. Hmmm kira kira gimana ya kisah si aktor dalam film ini, khususnya karakter yang diperkuat
    Penasaran deh mau nonton juga

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Dae Jang Geum Is Watching (2018) : Kenalan Sama Banyak Rupa Kuliner Korea Selatan

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels