Ramadan adalah bulan suci yang banyak dirindukan kebanyakan umat muslim. Semakin besar, Ka Acha pun merasa demikian. Seolah bulan ini menjadi masa terbaik untuk lebih banyak curhat tentang diri sendiri kepada satu-satunya tempat cerita, Sang Maha Pemilik Semesta.
Senangnya, harapan itu terwujud lebih awal. Ketika membuka halaman demi halaman dari buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah karya Dwi Suwiknyo, ada gejolak yang membawa saya terdiam lama. Lambat saya menamatkan buku ini pada akhirnya.
Persis diajak duduk berdua dengan diri saya sendiri, buku ini membawa saya mengevaluasi, menilai, menghitung, menimbang segala rupa langkah yang pernah saya tempuh hingga di usia yang saat ini. Buku yang mengingatkan kalau mengenal diri itu penting, sebelum lanjut menentukan langkah-langkah hidup yang lain.

Profil Buku Pengembangan Diri Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah
Judul : Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah
Penulis : Dwi Suwiknyo
Editor : Dinda Lestari, Andriansyah Syihabuddin
Penerbit : Emir (Penerbit Erlangga)
Cetakan : 2025
Tebal : 124 halaman
ISBN : 978-623-6698-72-3
Blurb Buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah - Dwi Suwiknyo
Alur hidup tak dapat sepenuhnya diterka. Kadang-kadang kegelisahan menyergap minda. Tiba-tiba dan tanpa aba-aba. Haruskah ia ditampik dan diratapi? Atau justru dianggap sebagai titik balik untuk hidup yang lebih berarti?
Buku ini mengajak kita melihat kegelisahan dari sudut pandang berbeda. Alih-alih coba dihindari, kegelisahan justru dirangkul dan dijadikan momen untuk mengenal diri dan memperbaiki kualitas pribadi agar hidup yang sukses berkah tak cuma mimpi.
Melalui ruang refleksi dan kisah-kisah yang menginspirasi, pembaca diajak mengubah kegelisahan menjadi kekuatan dengan menata diri secara mental, spiritual, dan sosial. Ditulis dengan bahasa yang ringan namun sarat makna, buku ini menjadi panduan sederhana bagi siapa pun yang ingin mendapatkan kesuksesan dan keberkahan di dunia maupun akhirat.
Kenali Potensi Dulu Baru Luncurkan Strategi dan Aksi

Belum apa-apa, buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah sudah mengingatkan kalau saya punya potensi yang selalu bisa diolah. Diajak berpikir bahwa bukan tentang potensinya, tapi langkah, strategi, juga aksi yang saya lakukan selama ini.
Buku ini mengajak saya duduk berdua. Sebuah pensil saya sematkan di jari-jari tangan kanan. Ada lembar tes kecerdasan yang perlu saya isi ketika saya tiba di halaman kelima. Atau lembar renungan yang mengajak saya memejam sembari berpikir lebih jauh ke depan.
Satu demi satu pertanyaan saya centang. Sesuai dengan apa yang selama ini saya rasakan mengenai diri saya sendiri. Pun jawaban panjang saya tuliskan.

Tepat pilihan saya untuk meletakkan buku bersampul biru toska dengan judulnya yang besar-besar ini di meja kerja. Ia saya buka di kala malam sudah tenang. Membacanya perlahan, sembari sesekali merasai, sejauh apa sih saya mengenali diri.
Sering saya mengucap setiap kalimat yang tercetak, pelan-pelan. Saya dengarkan suara bisikan yang keluar dari bibir ini.
Saya anggap, buku pengembangan diri Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah bukan mengajak saya berbincang dengan orang lain, seperti ketika saya menamatkan buku Pergilah yang Jauh Nanti Ceritakan di Sini. Buku ini hadir untuk mengajak saya deep talk berdua dengan jiwa yang berdiam di raga saya.
Ringan. Menyenangkan. Makanya Ka Acha bilang kan, buku ini lebih asik dibaca saat malam, selepas penat hadapi beragam aktivitas harian, lalu punya waktu lengang sebelum istirahat malam.

Dari momen-momen itulah akhirnya saya tahu, sepayah apa diri saya urusan visual spasial. Tapi sebaik apa saya di ranah yang lain.
Siapa yang Sebenarnya Selama Ini Jalan Hidupnya Kamu Perjuangkan?
Berapa kali ya, Ka Acha diremehkan orang? Bahkan impian kecil saya pernah dihina-dina dan dianggap cukup bodoh untuk diperjuangkan di masa depan oleh orang yang paling dekat dengan saya. Sosok yang seharusnya mendukung saya. Bukankah begitulah seharusnya orang-orang yang disebut keluarga?

Di masa kecil dan remaja, patah hati akut mendera. Lari kemana pun, ujungnya saya tetap baru bisa merasa "pulang" setiap akhirnya saya kembali mengerjakan hal-hal yang saya minati.
Serius. Berjalan lurus demi memperjuangkan impian-impian yang disematkan dan diletakkan di pundak saya itu, melelahkan. Kalau pesan dari buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor #1 sih, erlu banget punya self drive. Bukankah segalanya tercipta kalau niat kuat itu asalnya dari dalam diri, bukan dari suruhan dan pinta orang lain?
Buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah ini, diam-diam menguatkan. Sukses versi orang lain, belum tentu sama dengan sukses versi Ka Acha. Kamu pun demikian seharusnya, Dears.
Bahkan pada bagian pembuka buku ini, tersemat sebuah kalimat yang kini masih saya ulang-ulang. "Padahal, sukses berkualitas tidak diukur dari capaian akademis atau materi saja. Melainkan dari karakter, kepribadian, sikap, dan kontribusi kita dalam masyarakat." Begitulah pesannya.

Melangkah di Jalan yang Allah Swt. Ridhoi
Kisah-kisah singkat yang dihadirkan dalam buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah ini, ujungnya selalu mengembalikan kesadaran diri bahwa saya hanyalah makhluk ciptaan Allah Swt. Menarik saya berulang kali, kalau hidup di dunia ini akan tentram jadinya kalau bersandar hanya kepada Sang Pemilik Semesta.
Tapi, bersandar bukan sekadar bersandar. Allah Swt. sudah mengamanahi akal pikiran. Sebelum berlomba kuat-kuatan beribadah lalu merasa bangga karenanya, ilmulah yang menjaga seseorang hingga jadi beradab nan kritis menemukan kebenaranlah yang perlu diasah selalu.

Buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah mengingatkan Ka Acha untuk terus-menerus kembali. Ada hal-hal lain selain ambisi yang perlu diperjuangkan di dunia ini. Waktu hidup itu kan terbatas sekali.
Benarlah buku ini tepat ditamatkan jelang Ramadan. Membacanya serasa mendengar panggilan untuk kembali datang ke pelukan hangat dari dan untuk diri sendiri.
Buku Ubah Gelisah Jadi Sukses Berkah karya Dwi Suwiknyo rasanya asik untuk dimiliki. Buku ini serasa menepuk pundak pembacanya tiap sesak dada akibat gelisah mendera. Kemana perlu pergi, sisi apa yang perlu diperjuangkan lagi, strategi bagaimana yang bisa dipilih nanti, demi sebuah misi untuk capai sukses yang penuh keberkahan. Tersibak perlahan jalannya sepanjang buku ini kamu tamatkan, Dears.
Komentar
Posting Komentar