Langsung ke konten utama

My ID Is Gangnam Beauty (2018) : Inikah Standar Cantik Ala Korea Selatan?

Banyak yang bilang, drama Korea  My ID Is Gangnam Beauty ini mengisahkan  pertemuan kembali dua orang teman lama yang nggak akrab, dan ketemu lagi di masa kuliah terus mendadak jadi dekat. Ish drama kayak gini mah ya, biasa, basi. Ya nggak sih? Tapi … di drama korea satu ini, ngasih premis aduhai tentang makna cantik yang tersirat bagi perempuan di Korea Selatan.


my-id-is-gangnam-beauty

Hmm … apa ya perasaan keluarga dekat dari seseorang yang memutuskan untuk oplas? Siap nggak sih dia untuk tampil jadi perempuan populer setelah mendadak cantik? Nah, kalau dia ketemu someone special, dia sanggup nggak ya membuka album foto lamanya dan jujur tentang dirinya di masa lalu?

Ketertarikan Ka Acha untuk menyelesaikan dengan sabar si drakor yang dibintangi sama Im Soo Hyang dan Cha Eun Woo ini tuh, sebenarnya gara-gara saya baca duluan komik I Am Gangnam Beauty di Webtoon yang ditulis sama Maenggi Ki. Sementara untuk serialnya sendiri, naskahnya ditulis oleh Choi Soo Young. Kemudian disutradarai oleh Choi Sung Bum. Tapi jangan harap ceritanya mirip plek ketiplek antara komik dan serialnya deh.

Im Soo Hyang di sini jadi karakter si perempuan oplas tadi, Kang Mi Rae. Kehidupan yang awalnya dia harap nggak perlu bertemu sama orang dari masa lalunya, eh malah takdir mempertemukannya sama Do Kyung Seok, peran cowok pendiam yang selalu bikin geregetan karena dibintangi oleh Cha Eun Woo.

Makin seru lagi, hadirlah tokoh Hyun Soo Ah yang dibintangi sama aktris cantik Jo Woo Ri, sebagai gadis manis yang punya wajah cantik alami tanpa oplas. Makin gemesin pula karena dia ramah, gayanya sederhana, dengan aroma bedak bayi yang menguar lembut ke sesiapa saja yang berada di deketnya.

Coba bayangin, gimana perasaan Kang Mi Rae yang sukses operasi plastik, mulai berjuang untuk merasa sudah cantik, malah ketemu teman mirip serigala berbulu kelinci yang memang cantik alami dari sananya … tapi kok kelihatan iri banget sama kehidupan barunya Mi Rae.

Sinopsis My ID Is Gangnam Beauty

Episode awal My ID Is Gangnam Beuaty dimulai dengan Kang Mi Rae yang diantar oleh ibunya untuk melakukan operasi plastik, sebagai hadiah kelulusannya dari sekolah menengah. Permintaan yang akhinya dituruti ibunya setelah perjuangan panjang Mi Rae menghadapi kenyataan kalau dia memang punya wajah jelek, seperti orc … kalau dari ledekan teman-teman masa sekolahnya.

kang-mi-rae
Orang bilang dia Orc, padahal cantik kan ya


Padahal lho … Kang Mi Rae ini kan tinggi, langsing, putih, tapi … segitunya merasa dirinya jelek. Ya Allah apalah Ka Acha yang putih kurus tapi pendek ini, coba? Hish, sebel. Untunglah saya nggak tinggal dan besar di Korsel ya. Jangan sampailah saya kepikiran bunuh diri juga kayak si Mi Rae gara-gara merasa buruk rupa.

Payahnya … mungkin sih karena sebegitu sayangnya si ibu sama Mi Rae, tega bohongin suaminya yang udah dipastikan nggak akan setuju kalau anaknya sampai oplas. Ibunya bilang kalau ia dan Mi Rae ke Filipina biar Mi Rae belajar bahasa Inggris di sana. Bayangin perasaan ayahnya Mi Rae pas tau kenyataan yang sebenarnya, coba.

Belum lagi, Mi Rae sengaja berusaha menghilangkan keberadaan dirinya di masa lalu, sampai nggak ikut sesi foto untuk buku tahunan di sekolahnya. Bakalan bikin curiga teman-temannya pas di kampus baru nggak sih?

Alhamdulillah ya, operasi plastik Kang Mi Rae berhasil. Dia benar-benar jadi orang yang berbeda. Semua mahasiswa di kampus, memandang kagum. Sampai ada yang ujug-ujug nyamperin untuk minta nomor telepon lho. Wuaa … tapi payahnya, dia malah kikuk karena nggak terbiasa dipandang begitu. Duh, Mi Rae ssi.

Beruntungnya, Oh Hyun Jung si teman dari masa kecil, membuat Kang Mi Rae sedikit merasa nyaman. Peran yang ditampilkan oleh aktris sekaligus penyanyi Min Do Hee ini benar-benar langsung menarik perhatian saya. Cuma pemeran pendukung sih, tapi ya … berasa banget tulusnya sebagai sahabat untuk Kang Mi Rae. Daebak!

Tapi kenyataan setelah menjadi cantiklah yang jadi ujian berat untuk Kang Mi Rae. Impiannya untuk jadi gadis yang bahagia sepanjang masa perkuliahan karena nggak kena ledekan “muka orc” lagi, eh … malah bikin orang di sekitarnya penasaran, ditambah …. ayahnya sendiri patah hati berat sama doi. Nah lho.

Ujung-ujungnya, setelah mendapati putri kesayangannya yang selalu ia banggakan pada para penumpang taksinya nampak berubah, membuat hubungannya dengan sang istri ikut-ikutan kacau-balau. Tuh kan, makanya … bohong itu, selalu berujung nggak enak deh.

Bisa nggak ya, Kang Mi Rae melembutkan hati ayahnya untuk menerima keputusannya menjadi “cantik”? Lalu bagaimana Kang Mi Rae menghadapi Do Kyung Seok yang tahu banget wajah aslinya di masa lalu? Apa Kang Mi Rae bisa menjadi gadis yang berbahagia sepanjang masa perkuliahan, seperti yang dia impikan? Tonton sampai habis serial My ID Is Gangnam Beauty ini di Viu ya. Biar nggak penasaran.

Alur kisah yang ditampilkan sepanjang 16 episodenya pun nggak lambat mendayu, jadi cukup nyaman diikuti. Walaupun nggak terlalu mendetail seperti di komiknya, tentunya. Tapi ya gitu deh, kisah cintanya buat Ka Acha sih, biasa aja. Hmm, mungkin karena saya memang nggak terlalu gampang berbunga-bunga kali ya. Malah cenderung sebal sama beberapa adegan yang rasanya kelewat mesra dan berlebihan.

Tapi … semoga pendapat saya ini nggak menghalangi kamu untuk menuntaskan rasa penasaranmu pada serial drama yang dapat penghargaan sebagai salah satu drama korea dengan rating tertinggi pada 2018 di Negeri Ginseng.

Operasi Plastik Sudah Lumrah Di Korea Selatan

Seperti yang sebelumnya sudah saya singgung di atas, bahwa premis yang ditampilkan oleh drakor satu ini, mengangkat sisi lain dari keputusan para perempuan muda Korea Selatan untuk melakukan operasi plastik.

Baca juga : Ex-Girlfriend Club

Drama ini diberi judul My ID Is Gangnam Beauty tentunya punya alasan tersendiri. Ya. Daerah Gangnam bukan hanya dikenal sebagai kawasan elit, tetapi juga merupakan tempat bertebarannya klinik kecantikan khusus untuk operasi plastik.

hyun-soo-ah
semua yang ditemui sama Kang Mi rae dikasih nilai. 
Cuma Hyun Soo Ah yang dapat nilai sempurna alias cantik alami tanpa operasi

Memang sih, operasi plastik dianggap sebagai hal yang umum di Korsel sana, sampai sampai Korea Selatan mendapat julukan sebagai The World's Plastic Surgery Capital.

Nggak hanya kaum Hawa saja yang tertarik untuk menjalani prosedur medis ini, namun juga para lelakinya. Sekadar melakukan operasi double eye-lid untuk membuat mereka jadi punya kelopak mata, misalnya. Yap, seperti yang Kang Mi Rae lakukan juga. Eh, kalau Im Soo Hyang yang peranin Mi Rae ini, oplas juga nggak ya? Hihihi … ups.

Tapi, memiliki wajah baru tetap saja punya tantangannya sendiri. Sesederhana, orang-orang yang kemudian menjadi dekat dan ingin tahu lebih banyak mengenai kehidupan masa lalu. Lagi-lagi, persis apa yang Kang Mi Rae alami sejak berkenalan kembali dan makin lama makin dekat dengan sosok Do Kyung Seok.

Mensyukuri Tampilan Fisik yang Allah SWT Berikan

Sisi lainnya, operasi plastik sebenarnya nggak selalu berakhir baik. Ada pula beberapa nama aktris Korea Selatan yang jujur kepada media, bahwa ia melakukan oplas namun nggak berhasil. Alih-alih mau tampil rupawan, eh malah kelihatan banget kalau wajahnya itu “bikininan”. Sayang banget ya kan. Padahal yang Allah SWT kasih udah indah, tapi karena nggak puas dan nggak bersyukur, akhirnya begitu deh.

Baca juga : Dae Jang Geum Is Watching (2018) : Kenalan Sama Banyak Rupa Kuliner Korea Selatan

Menurut pendapat Ka Acha sih ya … tampilan fisik yang sudah diberikan oleh Allah SWT sebagai bawaan sedari lahir ini, cantik kok. Hanya tinggal, bagaimana merawatnya saja. Semisal pakai skincare Korea, mungkin, atau perawatan lainnya.

Bisa juga tampil cantik dengan aroma, seperti yang Kang Mi Rae lakukan juga. By the way, di sini pun sedikit banyak saya diajak berkenalan dengan parfum. Nggak banyak tapinya.

Semisal Hyun Soo Ah yang dikisahkan memang cantik dari lahir. Tetap saja ada ujiannya sendiri. Ujian karena iri pengen dapat perhatian juga dari orang lain. Eh taunya, perhatian negatif yang dia terima. Di-bully juga karena kecantikannya. Belum lagi masa lalunya yang amburadul karena ditinggal begitu saja sama ibunya, dan hidup sendirian banget pula. Duh, repot deh.

Menghargai Pertemanan Dan Masa Lalu

Terakhir sekali, saya menangkap bahwa menghargai pertemanan dan masa lalu orang lain itu penting luar biasa. Menerima sesiapa yang kemudian saya anggap sebagai teman, tanpa perlu mengungkit, apalagi menghina masa lalu dan pilihan hidupnya kini, jadi kunci untuk menjadi orang baik.

Ya kan kalau jadi orang baik, in syaa Allah hidupnya damai tenang gembira karena nggak khawatir diteror atau bakalan dibalas sama orang lain. Karma itu berlaku, ya nggak sih?

Baca juga :  Chicago Typewriter (2017) : Kisah Yang Ditulis Akan Abadi

Kalau kamu sudah menonton drakor ini lebih dulu, share di kolom komentar ya. Apa saja sih poin menarik yang kamu dapatkan setelah menonton drakor My ID Is Gangnam Beauty ini. Ka Acha tunggu cerita seru dari kamu ya.


Komentar

  1. Wuah orang Korea memang sih cantik-cantik. Kalau saya nonton drakor sebenarnya penasaran sama alurnya. Endingnya juga kadang enggak mudah ketebak. Itu sih yang bikin saya betah sebenarnya.

    Tapi kalau membahas tentang kecantikan. Cantik itu emang selalu relatif kok. Hal yang penting adalah kebahagiaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Tapi kadang karena berada di satu masyarakat yang menganggap bentukan fisik tertentu jadi kurang enak dipandang, kan bikin down juga sih ya.

      Nah, salah satu alasan aku suka nonton drama Korea juga ya karena naskahnya ditulis dengan serius, pun penggarapannya seperti nggak terlalu kejar tayang, jadi "ngena" di hati penonton.

      Hapus
  2. Iya sih, di sana operasi plastik sudah hal biasa ya. Kisah drama ini sepertinya seru, mencoba untuk mempercantik eh malah dibully gitu. Pesan yang bisa ku ambil, jadilah orang baik ya, hidupnya senantiasa damai. Belum nonton dramanya sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan yang cantik alami pun bisa kena bully sih Mba, kalau yang saya tangkap sepanjang menonton drama ini. Semoga kapan kapan Mba Titis bisa ikutan nonton juga ya.

      Hapus
  3. Yang menarik : ganteng banget Cha Eun-woo :) hehehehe. Kecantikan fisik itu penting banget sampe harus oplas, pdhal yg udah cantik fisik belom tentu cantik hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh klo Cha Eun Woo jangan ditanyaaaaa. Hihihi. Tapi di drama ini doi tampil terlalu cool deh kayaknya.

      Hapus
  4. Waduh Kak, kalau aku kok belum bisa menikmati nonton drakor ya. Sering baca review beberapa drakor, sempat tertarik buat nonton, tapi nggak pernah terealisasi buat nonton hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak apa apa kok Mba Intan. Kan tiap orang punya kesukaan yang berbeda beda.

      Hapus
    2. Tapi suka penasaran aja sama teman-teman yang bisa menikmati banget drakor sampai ada yang nangis gitu.

      Hapus
  5. hehe, pengen ada sekuelnya gitu. jadi bisa tau lanjutannya begitu kang mirae menikah wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahhhh ... trus Kang Mi Rae punya anak yang ternyata mirip sama dia sebelum operasi plastik. Apakah ceritanya bakalan berulang? Hihihi.

      Hapus
  6. Saya pas nonton ini ngeri 😆 ngeri karena rela bersakit² demi cantik, yang ternyata kecantikan itu malah menyiksanya. Ceritanya sebenernya buatku gak terlalu menarik, konflik dangkal, tapi tetep saya tamatin karena di sana ada Cha Eun Woo 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cerita cintanya dangkal banget, pun sudut cerita lainnya. Lebih seru di komiknya sih Mba. Tap emang pesona Cha Eun Woo susah ditolak sih ya.

      Hapus
  7. Ah selalu ada inspirasi dari drakor ternyata ya kayak My id is Gangnam Beauty ini. Bahwa kecantikan itu belum tentu bikin hepi dan dalam kehidupan nyata memang begitu. Eh itu cantik lahir sih, ceritanya bagus ya Cha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, kalau untuk alur cinta cintannya sih, kurang Mba. Tapi cukuplah sebagai penonton, aku dapat makna kalau berubah dengan operasi plastik itu, nggak bisa bikin hidup terus menyenangkan, malah menimbulkan tantangan baru untuk orang orang terdekat, apalagi kalau memutuskan punya hubungan serius dengan lawan jenis.

      Hapus
  8. jadi ingat Aurel Hermansyah yang bias eng ing eng cantic jelita tanpa oplas

    Walau tetap dapat bully di media sosial saat berfoto bareng seleb lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya ya Ambu. Acha masih kurang tahu banyak sih soal Aurel ini. Tapi menurutku sih, dia cukup manis.

      Hapus
  9. Saya pun kadang kepikiran gitu gimana reaksi orang terdekat nemuin anggota keluarganya yang secara batin dekat, tapi secara fisik sudah jauh berbeda wajahnya. Baru-baru ini saya pun shock karena tahu Yuri SNSD oplas mendadak. Mukanya bedaaaaaa banget dari Yuri yg saya kenal era 2005-an dan satu dekade kemudian itu. Sedih banget, saya gak kenal Yuri lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eiihhh ini kalo Mba Mutia nggak ngasih tau soal kabar Yuri SNSD yang ikutan oplas, aku malah nggak tahu lho.

      Memang ya, kadang oplas itu nggak selalu benar benar berakhir menyenangkan.

      Hapus
  10. Selain tentang standar kecantikan di drama ini juga menyoroti budaya patriarki di sana, ya yang gak jauh beda sih dengan di sini juga... sayang lead malenya masih newbie, aktingnya masih macam kanebo kering. Aku jauh lebih suka webtoonnya sih meskipun dramanya juga punya kualitas tersendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, komiknya di Webtoon lebih berasa. Mungkin karena serial ini terinspirasi dari komiknya. Tapi di episode awal, berasa plek banget sama komiknya. Tapi aku tetap lanjutin nonton sih.

      Hapus
  11. Aku nonton drama ini, iya ya emamh klo di korsel oplas itu sudah membudaya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Dan katanya, banyak berada di daerah Gangnam nih klinik kecantikan buat oplasnya, makanya jadii judul drama begini.

      Hapus
    2. Iya, kawasan elit ya..
      Pas bgt emang setingnya

      Hapus
  12. Kadar cantik di setiap negara di pengruhi budaya jg ya kak... Ga heran pas lihat muka orng Korea yang dibilang cantik relatif yng sepet itu, ya hasil oplasnya sekilas jd mirip karakter cantik yg gimana. Klo geser ke Perancis bakal beda lagi. Rambut panjang itu mutlak bagian dari cantik. Atau Afrika dgn badan gemuk...heee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah setuju banget. Beda budaya, akan beda juga penilaiannya. Makanya urusan rupa itu relatif, tergantung budaya, masyarakat, dan orang yang menilainya.

      Hapus
  13. Saya suka nonton drama korea karena alurnya cepat dan cepat selesai.
    Drama ini tampaknya menarik, nih. BIsa melihat konflik keluarga karena budaya oplas di sana, seberapa mempengaruhi masyarakatnya terutama kalangan old. Eh, senior.
    Pastinya ada gab antara mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan gap itulah yang jadi salah satu cerita menarik di drama My ID Is Gangnam Beauty ini.

      Hapus
  14. Jadi penasaran dg drama ini, padahal udah sering liat judulnya tp belum trgerak utk nonton. Makasih reviewnya..

    BalasHapus
  15. Aku sudah tamat nonton drakor yang satu ini. Boleh-boleh aja sih oplas asalkan buat menutupi cacat kulit misalnya. Tapi kalau untuk mengubah bentuk asli wajah kita yang mungkin sudah sempurna dan enggak ada penyakitnya itu kayaknya ya standar keduniawian banget.

    BalasHapus
  16. Aku belom nonton nih drama ini. Masih maju mundur deh. PR dramanya banyak bangeeet. Kepengen banyak yang ditonton. Yang ini udah masuk wishlist :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun sama banget ini Mba. Wishlist-nya sungguh berderet tapi nggak semua bisa langsung gercep ditonton.

      Hapus
  17. Awalnya, aku juga bingung definisi cantik ala drama #eh Korea Selatan.
    Padahal mah...udahlah cantik yaa...
    Tapi, aku nonton ini belum beres euuii...suamiku duluan yang beres, aku ditinggalin, huhu~

    Jadi worthed yaa...drama My ID Gangnam Beauty?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ummm bolehlah drama ini Teh Lendy. Kalau buat seru seruan ringan mah, ok lah. Ada maknanya juga, jadi nggak terlalu ringan banget juga.

      Hapus
  18. Kaget smu minta operasi plastik. Ya ampun emak setuju lagi. Mungkin ini bukan lagi sekedar cerita tapi fenomena yang terjadi anak jaman sekarang. Mpo cuma bisa ngurut dada aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk ya Allah Mpo. Kalo di Korea Selatan, kayaknya memang saking biasanya oplas kali ya.

      Hapus
  19. Gara-gara drama ini jadi suka sama Im So Hyang, aktingnya bagus, perubahan sikapnya yang awalnya selalu menilai orang dari penampilan (beneran ngasih nilai berupa angka) akhirnya sadar kalau hal itu bukanlah hal baik, dan banyak hal yang terjadi pada Mi Rae menjadi pengalaman masa kuliah yang seru (ada pahit, konyol, disyirikin, dijahili, bisa dapet pacar ganteng, haha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berani juga nih Im So Hyang ngambil project di drama ini. Secara temanya agak agak menyenggol kebiasaan urban di KorSel sana soal urusan kecantikan.

      Hapus
  20. Orang Korea cantik cantik ya. Tapi kalau oplas jadinya model wajahnya sama. Inti film ini sebenarnya jadilah dirimu sendiri gitu kali yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap ... tepat sekali. Karena nggak semua orang yang nampak dari luar itu baik baik saja, beneran baik baik saja juga.

      Hapus
  21. Kalo saya jadi emaknya pasti langsung mencak2 nih anak wedok pingin oplas. Mending duitnya buat shopping ke mall aja. Puasss..
    Eh, tp ini di Korea ya. Hehe.. Beda budaya. Duh, bayangin wajah di sana pada gak asli semua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi kalo di sini sih pertimbangannya udah berderet, secara oplas memang nggak bisa dibilang murah ya.

      Hapus
  22. Kaalo ud urusan drakor aku tuh bisa tersiraap untuk cari film nya haha tapiiii saat punya baby jadi agaa males nih nonton drakor khawatir ga inget waktu xixixii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih. Aku pun sejak anak anak mulai batita, waktu nontonku agak aku kurangi dan kuimbangi sama kegiatan lainnya. Mungkin nunggu pada agak gede lagi baru bisa tenang ya.

      Hapus
  23. Daku juga gitu Kak Acha, kalau udah baca ceritanya baik itu komik atau novel terus dibuat menjadi tayangan visualnya (drama atau film) ya makin penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaupun kadang nggak seseru bacaannya ya Kak Fenni. Huhu. Tapi lumayanlah, hilangin penasaran.

      Hapus
  24. Jadi ini film yang diangkat dari webtoon kak?

    Btw baru tahu oplas is a normal in Korea hehe. Mungkinkah I ise juga yang melatarbelakangi banyaknya produk kecantikan dari Korea di Indonesia? Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum, bisa jadi nih Mba Visya. Saya belum riset lebih dalam.

      Iya, drama korea ini diangkat dari komik Webtoom yang banyak pembacanya sampai dialihbahasakan ke beberapa bahasa.

      Hapus
  25. Aku tuh suka iri sama kecantikan dan kemulusan kulit orang-orang Korea, ternyata dibalik itu semua ada pengorbanan yang luar biasa ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Ada rupa ada perjuangannya, memang.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali. 

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya. Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan ? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.