Belajar Memasak dengan Berbagai Fitur di Yummy App

Makan itu untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Sepakat? Tapi siapa sih yang nggak mau makan makanan enak sesuai selera?

Sebelum memasuki sesi makan, ada yang namanya proses mencari bahan makanan, meramu, lalu menghidangkannya. Proses ini, kalau boleh, akan saya sederhanakan dengan sebutan memasak.

Maknanya, belajar memasak adalah salah satu keahlian untuk bertahan hidup. Kemampuan yang nggak hanya jadi urusan salah satu gender saja, yaitu perempuan.

Belajar keahlian mengolah bahan makanan bisa dilakukan dari mana saja, terutama dari keluarga terdekat, orangtua misalnya. Atau, bisa juga belajar memasak dengan fitur di Yummy App.

Sebelum saya mengisahkan bagaimana selama ini saya belajar masak menggunakan si aplikasi yang di logonya saja sudah memunculkan simbol topi koki ini, saya ingin menceritakan dulu, bagaimana seorang Acha yang nol banget soal urusan dapur, akhirnya mau juga berteman akrab dengan wajan, sodet, dan segala macamnya, biar tetap bisa “hidup”.

Bermula dari Tukang Potong dan Kupas Bumbu yang Nggak Paham Resep Masakan

Sewaktu usia Sekolah Dasar, Nenek dari pihak Mama saya, suka sekali datang dari Bima, dan menginap di rumah keluarga saya di Mataram.

Selain dengan alasan kangen cucu, juga sebab lainnya, beliau senang bervakansi di rumah kami karena letaknya yang nggak begitu jauh dari Pantai Tanjung Karang Ampenan – sekarang disebut Pantai Sansit – cukup jalan kaki sebentar, bisa langsung main air.

Setiap siang hingga sore hari, untuk mengisi waktu, ia akan berlama-lama di kebun belakang rumah atau dapur Mama saya yang cukup lengkap. Memasak berbagai menu untuk cucu, biar sehat dan gemuk. Maunya sih begitu.

Ditambah, Papa menyediakan halaman belakang yang luas, sehingga Nenek dan Kakek bisa turut menanam berbagai sayur dan buah-buahan. Bahkan Papa saya pun sempat memelihara Lele juga Ayam.

Ada Mangga, Rambutan, Jambu, Pepaya, juga Lemon, dan Labu. Pohon Cabai cukup banyak, bersebelahan dengan Kelapa, juga Tebu yang tumbuh subur dekat kolam kecil. Kebanyakan bumbu masak seperti Kemangi, Lengkuas, Jahe, Kunyit, sampai Temulawak yang suka diolah Nenek menjadi jamu pun tumbuh rimbun di deretan belakang, dekat dinding pembatas.

Di masa kecil, saya nggak pernah benar-benar diajak mengolah resep masakan menjadi menu santapan keluarga. Mengambilkan sendok, memilih wajan, menuangkan air ke dalam adonan Bakwan. Hanya sampai di situ saja.

Agak sedikit besar, tugas saya bertambah. Mulai dimintai tolong memetik daun Kemangi. Mengupas kulit rimpang Kunyit sampai saya manyun saat tangan saya berubah kuning. Termasuk ketika saya menangis tersedu-sedu karena mengupas kulit Bawang Merah.

Nenek selalu berujar, jika saya makan dengan baik, dari sumber yang baik pula, maka insya Allah saya akan tumbuh sehat selalu. Maka itulah, beliau bersemangat setiap kali mengajarkan saya memetik daun Kelor untuk dibuat sayur asam, atau mengenalkan pada saya tentang cara memilih Cabai yang segar dan siap petik.

Apa ada menu makanan yang sukses saya sajikan sendiri dengan bangga? Ada. Mi instan. Resep masakan ajaran Om saya. Oh ya, Nasi Goreng juga. Tentunya dengan rasa yang aneh luar biasa. Hihihi ….

Di masa SMP, keluarga saya bermigrasi ke Bogor dalam rangka menemani Papa saya melanjutkan kuliah doktoralnya. Hidup masa kecil saya yang "dirawat oleh banyak tangan" berubah drastis.

Tiada lagi sayur dan buah segar yang tinggal petik. Hilang sudah cerita soal asiknya menikmati Jagung Bakar di tepi pantai pagi-pagi, sambil menunggu perahu nelayan yang pulang melaut, dan Mama kemudian sibuk menawar ikan laut segar di samping perahu yang baru ditambat.

Bersyukur, pengetahuan soal memilih bahan segar tadi cukup melekat. Walau … ya, si Acha ini masih juga belum paham namanya memasak.

Kemudian. Papa mulai mendongengkan kisah tentang bertahan hidup setiap malam, di rumah kontrakan yang cukup sempit untuk kami berenam, ditambah seorang ART yang silih berganti datangnya. Memulai kehidupan baru di Bogor, nggak menyajikan banyak kemudahan seperti dulu. Semua bahan makanan harus dicari di pasar. Ditawar dan dipilih.

Belum lagi tentang menyederhanakan keinginan makan. Papa sering bilang, kalau kehidupan kami sedang dalam tahap mengencangkan ikat pinggang. Jangan menangis walau makan hanya dengan tempe atau telur dadar doang.

Tapi Mama dan Papa nggak setega itu. Menu seperti daging, ikan, juga ayam, masih sesekali tersaji. Tugas saya pun rupanya masih sama, sebagai tukang kupas dan potong bahan masakan di dapur. Nggak ada yang spesial, selain sesekali diminta melihat isi kulkas, mana bahan makanan yang perlu segera diolah karena mulai layu.

Ah, ada lagi. Mama sekali dua menugasi saya mengulek bumbu. Pekerjaan yang bisa membuat saya lekas merepet tentang betapa canggihnya blender dibandingkan batu cobek.

Rupanya, saya baru menyadari, itulah cara Mama mengenalkan saya akan urusan dapur. Mau makan enak ya perlu sabar, apalagi kalau mengolahnya sendiri.

Belajar Memasak untuk Bertahan Hidup

Selepas kuliah, dengan berat hati, Mama melepas saya tinggal jauh dari rumah, sendirian pula. Nggak jauh sih sebenarnya, hanya Bogor-Jakarta saja. Sayangnya, saya sudah merasa lelah duluan membayangkan pulang-pergi berdesakan di dalam commuter line, sehingga tinggal di indekos bulat saya utarakan.

Bermodal penanak nasi dan panci listrik kecil, saya memulai petualangan hidup. Seringnya, saya memang hanya akan memasak nasi saja, sementara urusan lauk dan sayur, bisa saya beli di warung nasi dekat kosan. Lumayan menghemat, bukan?

Ternyata, benar saja, lama-kelamaan, ada masa dimana saya kangen masakan Mama. Sementara, pulang ke rumah setiap hari nggak pernah ada dalam pikiran. Toh saya sudah bertekad mencicipi rasanya jadi anak rantauan.

Akhirnya, saya mulai memberanikan diri membeli sayur-mayur dan lauk sederhana di tukang sayur yang suka mangkal dekat kosan, setiap sore. Pas lah. Pulang kantor, saya bisa pilah-pilih bahan segar untuk makan malam dan sarapan.

Kemampuan memasak saya yang cetek, seringnya berakhir dengan menu Sayur Bening Bayam dan Telur Orak-Arik. Kadang, saya hanya menumis duo bawang untuk menambah citarasa di ikan sarden kalengan. Nggak ada yang istimewa. Paling nggak, saya merasa kenyang, dan kebutuhan nutrisi tercukupi.

Nggak diduga, aroma masakan dari dalam kamar saya, rupanya mengundang beberapa teman untuk makan bersama. Maklum, beberapa di antara kami, fresh graduate yang gajinya masih standar UMR.

Kisah berlanjut. Akan ada hari dimana saya bertugas memasak nasi, teman saya memasak sayur, dan ada pula yang membeli lauk. Urunan.

Begitulah saya dan teman-teman dulu, bertahan hidup di Jakarta Selatan, dengan segala impian ngoyo bisa menjelajah Indonesia mumpung masih muda, walau pendapatan kami yang pas-pasan paling jauh membawa kami sampai ke Hutan Mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Hahaha ….

Setiap berkumpul, teman dekat saya, Rara Arifia, beberapa kali menunjukkan kemampuannya mengolah sayuran di dapur bersama. Mendorong saya untuk ikut serta bayar iuran gas bulanan, biar bisa sesekali merasakan rasanya masak pakai kompor juga. Ada sensasi mengatur besar kecil api yang nggak saya nikmati saat menggunakan panci listrik.

Momen inilah yang kemudian makin mendekatkan saya dengan seisi kosan. Mulai dari Mba Ami, penjaga kos saya yang mengajarkan untuk  merebus tahu dahulu sebelum disimpan dalam kulkas, agar lebih awet.  Juga, Kak Isabel, seorang vegetarian dengan menu yang kesemuanya dari sayur dan buah-buahan.

Betapa belajar memasak memang seni bertahan hidup ya. Paling nggak, saya bisa menghemat pengeluaran. Selanjutnya, bikin saya berkenalan dengan banyak orang.

Saat Level Belajar Masak Di-upgrade Dengan Berbagai Fitur di Yummy App

Bertahun kemudian, rupanya calon pasangan hidup Ka Acha menampakkan hilalnya.

Berkeluarga. Mau nggak mau ya saya perlu menaikkan level memasak saya, biar saya dan partner makannya nggak jajan di luar melulu. Bisa habis gaji kami. Belum buat biaya persiapan pesta pernikahan. Ada pula biaya bayar kontrakan, beserta membeli sederet barang-barang. Waduw … gawat kalau pemanfaatan dananya nggak diatur, kan?

Beruntung, partner saya punya kemampuan dasar dalam menyelesaikan tugas domestik, sehingga beban dapur dan urusan lainnya, nggak hanya bertumpu pada pundak saya, sebagai seorang istri yang kata orang, harus mengabdi pada suami. Uhuk uhuk uhuk. Ya masa urusan rumah tangga tugas seorang istri, sendirian?

Pandemi pun bertandang.

Walau saya punya pemasukan nan jumlahnya kelap kelip tiap bulan, juga pekerjaan partner saya yang alhamdulillah lumayan, tapi saya merasa, ya nggak mungkin kami bisa melenggang santai dan menabung dana darurat kalau uang kami lebih sering habis dipakai jajan untuk makan enak. Maka, beruntung akhirnya saya berkenalan dengan Yummy App.

Saya bersepakat dengan apa yang diungkapkan oleh Egar, seorang pebisnis muda, dalam sebuah vlog Gita Savitri Devi berjudul Belajar Finansial dan Investasi. Ia berujar, bahwa hiduplah tanpa utang agar merasa lebih tenang. Mau makan enak, ya diusahakan, tapi nggak berarti tiap ada uang banyak langsung pesan di restoran.

Makan di restoran tadi, akan terasa nikmat luar biasa, kalau jarang dilakukan. Sementara memasak makanan di rumah, jadi cara mengatur jumlah pengeluaran, pun mengasah skill bertahan hidup, bukan?

Maka mencari berbagai resep masak untuk diuji coba di rumah jadi pilihan. Biar nggak itu lagi itu lagi menunya, kan? Apalagi di Yummy App, ada filter budget yang bikin saya bisa masak menu makanan enak apa saja, dengan bahan yang sudah tersedia di dalam kulkas. Termasuk sebelum berbelanja bahan makanan mingguan, menu yang tayang dari filter budget ini bisa saya jadikan acuan.

filter-di-aplikasi-yummy

Seperti beberapa malam lalu, saat saya kebingungan ingin menyiapkan menu untuk makan malam. Akhirnya, saya mengetik saja, salah satu bahan yang kebetulan ada di dalam kulkas. Jadilah, Lele Tomat Kuah Kecap sukses tersedia di meja makan.

cari-resep-lele
dicari dulu resepnya di Yummy App sesuai bahan yang ada

Bahkan saya menyempatkan diri untuk membuatkan video memasak ala-ala – maklum ya, saya nggak jago masak, hanya sedang belajar memasak – dan menayangkannya di akun Instagram saya. Sini sini, kalau mau lihat Ka Acha masak menu Lele dari Yummy App. Asik kan? Akhirnya si Lele nggak cuma untuk digoreng saja dan dimakan dengan sambal ulek.

Melalui fitur memilih bahan di Yummy App pun, saya jadi banyak terbantu. Fitur ini membuat penggunanya leluasa menuliskan 2 bahan saja yang ada di kulkas, lalu berderet saran menu beserta cara memasaknya pun langsung tersedia.

resep-masakan-di-yummy-app

Bagi saya yang masih awam urusan mengolah menu enak di dapur, ada video memasak yang dihadirkan oleh Chef Yummy. Saya jadi tahu, bagaimana sih cara mengolahnya. Bahkan, bagaimana cara mengoyang-goyang spatula di atas wajan biar makanannya matang dengan benar, ikut dicontohkan.

Ah ya, satu lagi yang bikin saya mendadak norak bergembira. Yummy App memanggil saya dengan sebutan Chef dong. Hahaha … jangan ditanya seberapa lebar senyum saya setiap membaca sapaan itu. Ya, walaupun masih belajar masak, paling nggak, saya sudah diiming-iming, kelak akan luwes karena “doa” si Yummy App ini. Hihihi … harap Ka Acha dimaklumi ya.

komunitas-yummy-app

Selain itu, ada pula fitur kolom resep ide jualan. Pas banget dengan kamu yang di masa pandemi begini, ingin mencoba berbisnis kuliner. Yuk lekas unduh aplikasi Yummy App buat tahu, apa saja resep ide jualan yang bisa kamu uji coba di dapurmu.

Kalau buat Ka Acha sih, fitur ini sesekali saya manfaatkan kalau sedang kangen jajan dan punya banyak waktu luang untuk mengolah masakan. Dengan catatan, nggak kelamaan berdiri di depan talenan maupun wajan. Sehingga selanjutnya, saya paling suka mencari resep menggunakan filter durasi dan porsi.

ujicoba-resep-masakan
masaknya sambil lihat langkah-langkahnya di aplikasi Yummy App

Saking banyaknya filter yang Yummy App sediakan, beserta berbagai fitur pendukungnya, saya jadi mulai ketergantungan sama aplikasi resep yang satu ini. Semua saya cari tahu di Yummy App, walaupun nggak selalu bisa saya praktikkan resepnya di dapur mungil keluarga kami.

Menu MPASI, ada. Menu street food, ada. Western food, ada. Resep dasar ala Yummy, siap sedia diuji coba. Nah, saya paling suka mampir ke filter kategori jelajah resep nusantara nih, paling nggak buat cari tahu apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan jika ingin menghadirkan menu khas Indonesia.

Ada pula kategori Resep 50K-100K yang menggelorakan jiwa penghematan ala anak kosan saya. Kategori masak kilat dan resep tanggal tua pun sesekali saya lihat kalau sedang agak malas masak. Soalnya menu yang disajikan terbilang mudah dibuat dengan bahan sederhana.

menu-masakan-lele
akhirnya bisa makan malam hemat dengan memanfaatkan fitur filter budget

Pada akhirnya, makan enak untuk bertahan hidup, memunculkan semangat untuk belajar memasak. Sungguh saya berterima kasih pada Yummy App dengan berbagai fiturnya yang mampu membuat saya menjadi Chef, paling nggak buat diri sendiri dan keluarga. Khasanah kuliner saya pun terbuka. 

Rasanya, kamu perlu untuk belajar memasak dengan berbagai fitur di Yummy App juga deh. Yuk!



Komentar

  1. Hemm bener banget proses memasak itu ga mudah, masak pun jadi kegiatan paling penting untuk ibu rumah tangga. Alhamdulillah ada aplikasi yummy app yang bantu banget pas masak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba. Saya pun masih banyak belajar banget ini. Paling nggak, motivasinya biar nggak rajin jajan, demi sebuah penghematan atas nama punya cukup tabungan. Hihihi ....

      Hapus
  2. Jujurly aku bukan tipe yang suka masak sih kak, cuma lihat fiturnya Yummy ini jadi pengen masaaak. Apalagi bisa disesuaikan dengan budget juga haha. Cus mau install deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, mirip-miriplah ya kita ini Kak Arai.

      Kalau masak pun aku lebih memilih yang sederhana dan nggak terlalu ngejelimet biar lekas selesai tapi layak dan enak dinikmati.

      Hapus
  3. Waah cocok nih buat remaja putri yg ingin belajar masak. Fitur yg ada pd aplikasi yummy memudahkan banget untuk belajar memasak berbagai jenis makanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga nih. Biar mulai belajar masak, karena masak kan salah satu skill untuk bertahan hidup kalau jauh dari keluarga.

      Hapus
  4. Masya Allah. Seru banget dengar cerita masa kecilmu, Kak. Saya ini engga pernah sekalipun diajarin ke dapur, sebab sejak kecil ART Ibu saya aja ada 3, haha. Baru (nekat) coba masak itu pas hamil anak pertama, tahun 2010, saya usia 21 tahun; dan itu engga bisa dimakan wkwk. Bukan sekedar engga enak ya, tapi sampai engga bisa dimakan. Habis itu otodidak belajar masak dari website & app penyedia resep masakan seperti Yummy ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga nggak pernah diajarin masak waktu kecil, Mun. Soalnya ART ibu saya ada 2 :) Dan saya lebih dibebani harapan untuk jadi juara sekolah daripada berprestasi di dapur.

      Sewaktu saya menikah, masakan saya nggak enak. Saya memaksakan diri belajar memasak karena mau mengirit pengeluaran rumah tangga. Saya beruntung karena suami saya mau memakan apa saja yang saya masak, meskipun masakan saya nggak enak. Tapi suami saya belajar memberitahu dengan tenang mengenai apa yang kurang dari masakan saya.

      Yummy App sangat membantu saya belajar. Videonya sih yang ada di aplikasi itu, membuat saya bisa membayangkan resepnya dengan lebih baik. Sampai sekarang, aplikasinya sudah bercokol setahun di HP saya, dan belum ada rencana untuk saya copot.

      Sekarang, masakan saya sudah jauh lebih enak. Memasak itu tidak susah, tapi memang perlu belajar, dan mungkin kesabaran belajar itu yang memerlukan waktu.

      Hapus
  5. Saya sudah donlot fiturnya nih kak Acha... Gegara baca review aplikasi yummy juga hehehe
    Saya senang masak. tapi biasanya masak yang itu-itu aja.
    pengen mengeksplor resep-resep lainnya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mengeksplorasi banyak resep di Yummy App ya Mba.

      Hapus
  6. Menikah membuat kita mau nggak mau harus bisa masak yang enak ya, mbak. Saya di awal nikah nggak bisa masak. Ya bisanya cuma numis tahu tempe. Karena waktu masih sendiri, masaknya ya cuma itu. Untung sekarang ada Yummy app. Masakannya beragam, ada resep berdasarkan budget juga ya. Membantu banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba. Tadinya kan masak hanya untuk diri sendiri. Nah waktu harus masak buat orang lain juga, akhirnya mau nggak mau ya nggak ada jalan lain selain belajar masak.

      Hapus
  7. Menu filternya oke nih.... Bisa buat acuan tergantung kebutuhan. Musti coba nih pakai aplikasinya buat belajar masak. Biar nggak bosan dan ada variasi menu. Maklum, cuma bisa masak yg simple aja, jadi ya masaknya seringnya itu2 aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cusss segera unduh Yummy App dan selamat menikmati banyak sekali fitur menarik yang ada di dalamnya ya Kak.

      Hapus
  8. Wah enak nih sekarang ada yummy aplikasi yang bikin acara masak2 jadi lebih mudah dan menyenangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Pas lagi ada fitur yang bisa bikin kita nyari resep sesuai dengan bahan yang tersedia di dalam kulkas.

      Hapus
  9. setuju mbak, aku yang nggak bisa masak ini merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi Yummy App ini
    resep resepnya mudah diikuti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Video yang dihadirkan sama Yummy App sukses bikin mudah memahami bagaimana si bahan masakan diolah sedemikian rupa sampai jadi menu yang lezat di meja makan kita ya Mba.

      Hapus
  10. Luar biasa belajar masak untuk belajar hidup yaa mba wkkwkw. Lucu ih mba acha ini :D
    Btw saya jugaa suka masak gegara ibuk suka masak dan suka nyuruh bantu2 di dapur, jadinya ikut seneng dehhh. Apalagi ada aplikasi yummy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi terima kasih banyak Kak Jihan,

      Wah, kerennya Kak Jihan. Makin kenal sama Yummy App jadi makin banyak deh varian menu yang bisa dicoba di rumah ya Kak.

      Hapus
  11. Wah keren ya mbak, perjalanan belajar masaknya panjang juga. Aku jadi ingat zaman SD kalau ada praktek Tata Boga rela banget bawa barang-barang berat, kek kompor, wajan, panci dsb, asal nggak disuruh masak. Aku bagian bersihin beras sama nata meja aja, wkwk.

    Sampai akhirnya karena nikah, mau nggak mau ya jadi turun ke dapur juga, hehe. Dan memang Yummy App ini membantu banget buat emak yang suka bingung kudu masak apaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerennya Mba Marita merasakan pelajaran Tata Boga. Pas praktiknya pasti asik banget karena bisa makan bareng sama teman-teman di sekolah setelahnya.

      Hapus
  12. aku juga kudu belajar masak yang lebih rajin dan memang yummy app ini banyak membantu sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat belajar memasak bareng Yummy App-nya ya Kak Mutia.

      Hapus
  13. Bèawal dari ketidaktahuan sehingga menjadi pinter masak kalau ditekuni bisa benget nih jadi profesi. Apalagi zaman online begini pinter masak bisa banget jadi peluang usaha gak harus punya resto

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huwaaa, belum kepikiran sejauh itu sih saya Mba. Rasanya sudah bisa untuk dinikmati keluarga dulu saja sudah cukup. Lagipula saya nggak terlalu betah lama-lama di dapur, makanya selalu cari resep dengan masuk ke fitur durasi yang ada di Yummy App.

      Hapus
  14. pengalaman yang luar biasa ya kak Cha. Rasanya aku juga perlu download Yummy App nih, biar jago masaknya, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuss disukseskan segera buah untuh Yummy App-nya, Kak Rizky.

      Hapus
  15. Saya paling suka fitur filter budget dan lama memasak. Saya termasuk orang yang ga betah berlama-lama di dapur, kecuali saat uprek dessert. Jadinya fitur ini bantu banget cari2 resep agar masak lebih praktis dan hemat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama banget Mba. Wah kece nih Mba betah uprek dessert. Saya malah kalau dessert lebih memilih beli. Kalaupun bikin, ya habis itu beli menu makanan utamanya deh hihihi.

      Hapus
  16. aku tuh lagi mulai seneng masak dan rajin belajar-brlajar masak hihi. biasanya cuma nonton di yutub dan baru tau kalau ada aplikasi ini. wah insight baru nih buat aku, lebih gampang belajar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, silakan dicoba Mba Happy. Mana tau hanya dengan aplikasi Yummy, jadi banyak menu yang bisa Mba ulik dan uji coba di rumah.

      Hapus
  17. Aku sebagai salah satu yang merasa terbantu menggunakan Yummy APP, mulai dari cari ide masakan sampe ada resep yang bisa di coba juga :)

    BalasHapus
  18. Perjalanan saya belajar masak juga gak lepas dari Yummy. Jadi ingat dulu belajar masak dengan Yummy lewat akun IGnya. Selalu suka dengan konten-konten masaknya yang terlihat praktis dan gampang dengan 5 langkah. Nahz, belakangan baru tahu kalau Yummy juga sudah hadir dalam bentuk aplikasi. Langsung saja dong Yummy App jadi teman masak saya apalagi fitur2nya juga sangat memudahkan dalam urusan masak ya. Jadi nggak bingung lagi mau masak apa hari ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Kak Siska. Semoga dengan mengunduh Yummy App, jadi semangat terus untuk belajar memasak. Apalagi ada banyak fitur yang bisa dipilih dan memudahkan sepanjang belajar.

      Hapus
  19. Aku juga biasa buka aplikasi Yummy App ini kalo udah mentok bingung mau masak apa. Secara anak-anak pasti nanya mulu ada camilan apa hehe. Banyak resep MPASI juga jadi ga bingung bikin variasi menu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya baca pengalaman seru Mba Lintang yang terbantu banget sama aplikasi Yummy.

      Hapus
  20. jadi ibu-ibu jaman now udh gak perlu repot lagi ya karena masak apa aja pasti bisa hehe.. tinggal nyontek aja di yummy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi udah nggak perlu banyak beli buku resep seperti dulu ya Mba.

      Hapus
  21. Wah membantu sekali nih kalau lagi kehabisan ide buat masak dan bingung mau masak apa. Tinggal buka aplikasinya aja, deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, lalu masukkan saja bahan bahan yang sudah tersediia di dalam kulkas.

      Hapus

  22. Memasak ini merupakan basic untuk bertahan hidup ya ka. Dulu bngt pernah liat aplikasi yummy ini, dan asik waktu buka pilihaan menu, jadi buanyak bngt, dan gak bingung lagi hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Bahkan teknik dasar seperti mengupas telur dengan mudah pun ada di Yummy. Makanya saya suka sekali.

      Hapus
  23. kak acha, bener banget sih yummy app emang lengkap resepnya. segala macam makanan , minuman hingga cemilan dan makanan bayi juga ada. gak repot gugling sana sini. cukup masuk satu aplikasi aja.

    Btw perjalanan bisa masak kak acha panjang juga ya. kalo saya meski suka makan dan masak dari kecil, sekarang malas masak dan pengennya beli aja, hihihi. kecuali bikin cemilan ya, saya semangat bikin itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi tiap orang memang beda-beda ya Kak Eka.

      Aku tergerak untuk mau beneran terjun langsung ke dapur saja karena motif keseimbangan finansial, hihihi.

      Hapus
  24. Lengkap banget fitur yummy app ini ya kak Acha..
    Selain resep juga disediakan keterangan mengenai menu yang akan kita masak. Misalnya berapa lama pengerjaan. Ooh ini pentinh menjadi pertimbangan kita ya kan. Apalagi emak2 maunya yang praktis.

    BalasHapus
  25. From zero to be hero, dari ngga bisa masak, jadi mahir memasak. Semua ini berkat Yummy App. Senang sekali loh aplikasi Yummy membuat kita asyik mengolah makanan

    BalasHapus
  26. Ka Acha, ati-ati pas motong lele di depan hape hehe. Bener ya pake aplikasi yummy ini jadi serba bisa. Aku pun merasakannya banyak resep dan mudah diikuti.

    BalasHapus
  27. Saat pandemi pas PPKM masak memasak di rumah makin intens Sajam beneran perlu tutorial yang lengkap. Adanya aplikasi Yummy ini beneran sangat membantu banget...

    BalasHapus
  28. Kak cha kayaknya udah mau nyaingin cheff renata nih dengan berbekal aplikasi yummy app wkwk

    BalasHapus
  29. Whoah baru tahu jika fitur Yummy App segokil ini, kirain kaya fitur resep masakan biasa. Kalau untuk anak kost atau baru belajar masak nih membantu banget krn dengan bahan yang ada maupun minimpun bisa jadi masakan yang ciamik :3 mau coba install ini aplikasi ah, banyak resep dr chef populer juga di sana ya

    BalasHapus
  30. Aku yang nggak bisa masak gini kayaknya bakalan terbantu deh sama aplikasi Yummy ini. Apalagi kan dengan Yummy ini, kita bisa tau beli bahan makanan apa aja dengan budget yang kita miliki saat ini.

    BalasHapus
  31. Banyak banget manfaat Yummy app ya?

    kalo bosen hidangan yang itu itu aja, buka aja Yummy

    dan taraaaa..... segala jeniss resep tersedia

    gampang dan praktis

    BalasHapus
  32. Benar-benar yaa, sayapun baru beberapa tahun belakangan ini aja mulai rajin dan rutin masak jadilah hasil masakannya mulai terasa. Alhamdulillah. Pun masih sering juga buka aplikasi masak nyari resel biar masaknya bisa bervariasi

    BalasHapus
  33. Fitur-fiturnya Yummy App emang super banget. Bahkan buatku yang nggak suka memasak aja, membantu banget. Apalagi buat yang doyan masak. :)

    BalasHapus
  34. Aplikasinya sangat membantu banget nih buat aku yg ingin belajar masak ya kaa..
    Sukaaa dehhhh.. otw praktek nihhhh

    BalasHapus
  35. Selama pandemi lebih banyak melakukan kegiatan di rumah aja. Makin semangat memasak ketika ada aplikasi yang informatif begini deh,Kak. Mau juga intip aneka resep di yummy app deh.

    BalasHapus
  36. Resep-resep di Yummy apps memang membantu banget dikala kita para perantau tdk punya skill memasak yg mumpuni..
    saya pun juga sering lihat resep di Yummy apps.. mantaps

    BalasHapus
  37. Jadi andalannya emak-emak nih yaa..
    Dengan Yummy App nggak perlu bingung lagi nih, semua masakan pengen masak apa, uda ada semua. Tinggal di klik-klik langsung praktek

    BalasHapus
  38. Huaa kebayang serunya childhood kak Acha di Mataram yang dimana mananada pojok inu itu dan beragam sayur mayur hehe. Aku juga rindu vuw itu kalo lagi orngabdian ke daerah, maklum anak Jakarta, hehe.

    BalasHapus
  39. Aplikasi ini memang rekomended banget untuk digunakan sehari-hari, bisa sebagai inspirasi mau masak apa hari ini, dan juga biar bisa membuat masakan yang berbeda dan tidak membosankan tiap harinya.

    BalasHapus
  40. aku pengguna yummy app hahaha sebagai orang yang benar2 k.o di urusan perdapuran membuatku harus buka resep tiap kali mau masak nah yummy app ini manfaat banget apalagi fitunya tuh lengkap disesuaikan dg kebuthan kita deh

    BalasHapus
  41. Sekarang tuh aplikasi sepeti yummy app bisa dijadiin referensi buat masak ya kak, jadi kalau gak tau mau masak apa tinggal scroll deh apa yg disukai dan dieksekusi semuanya... Yg gak suka masak jadi senang karna fitur2nya lengkap, wahh apalagi yg hobi masak makin semangat dan senang lgi ya kak..

    BalasHapus
  42. Daku setuju kak Acha, masih bisa kok upgrade skill masak, soalnya ada YummyApp yang bikin mudah belajarnya. Bisa disesuaikan dengan apa yang ada dalam kulkas kita dan bujet nya juga

    BalasHapus
  43. karena Yummy App ini banyak kumpulan resep dari user, sehingga bisa memilih yang best praktis-nya. Sehingga bisa uji coba trial and error dari resep-resep yang ada.

    BalasHapus
  44. pas banget nih anakku lagi request minta dibikinin iga bakar nih, mau cek ah resep-resepnya di Yummy apps, siapa tau ada yang oke langsung eksekusi deh

    BalasHapus
  45. Selain pakai cookpad saya juga suka intip resep di yummy app. Resepnya banyak dan bervariasi. Sudah begitu langkah-langkah pembuatannya juga jelas dan mudah diikuti.

    BalasHapus
  46. Kalau ada Yummy kayaknya ga bakal bingung ya mba mau masak apa hari ini dan seterusnya. Fiturnya mudah dipahami

    BalasHapus
  47. Sekarang mau belajar masak dan amsak enak mudah banget ya, tinggal buka aplikasi yummy dan praktek di dapur beres deh. Gak perlu lagi harus beli buku resep seperti jaman dahulu

    BalasHapus
  48. Makanan yang baik dari sumber yang baik akan menghasilkan orang-orang baik ^^. Pokoknya kalau sudah keluar rumah, wajib bisa mandiri ya mbak Aca, dengan keterpaksaan kita jadi bisa bahkan mahir ehehe

    BalasHapus
  49. Hehe, banyak resep dengan budget 50k sd 100k yaa Ka Acha... gak cuma buat anak kos kok, pas juga buat kita2 yang bu er te, biar sisa uangnya bisa buat shopping online yes. Saya juga install Yummy App, suka eksekusi resep camilan buat anak2

    BalasHapus
  50. Mbak Acha saya menikmati semua tulisan yang mbak hadirkan. Lucu bin seru.
    Btw selengkap itu ya aplikasi Yummy App ini?
    Menu dan fitur yang disuguhkan kebutuhan emak2 banget. Dari budget 50-100 hingga menu tanggal tua juga ada. Berasa jadi expert dalam mengolah masakan kita, ya mbak pakai aplikasi ini.

    Oh ya, sukses terus dengan kreasi olahannya ya Chef Acha.

    BalasHapus
  51. Uhuy ada aplikasi memasak selain yang sono itu, yeay bis dapat tambahan referensi masak tiap pagi dong

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels