Label

Jumat, 22 Mei 2020

Pasutri Gaje Season 3 : Menjadi Keluarga Berarti Siap Berjuang Bersama


Apakah seorang Ibu Baru, harus merelakan segala macam impiannya sedari masih gadis, hanya demi menjalani peran barunya sebagai seorang Ibu .. ya, hanya tentang mengurus rumah dan anak saja?Ditambah, bayi yang dilahirkan merupakan bayi kembar. Tentu nggak mudah mengurusinya, bukan? Belum lagi, ada tetangga rese yang sering ngomong dengan tega tentang suara rewel kedua buah hati mereka. Komik Pasutri Gaje Season 3 menjawabnya dengan apik dan epik.

pasutri-gaje-season-3


Eits, kalau kamu penggemar berat salah satu karya komik Webtoon dari Mba Annisa Nisfihani ini, mungkin kamu akan langsung falshback ke beberapa episode awal dari Pasutri Gaje Season 3 yang beneran membekas di hati.

Ka Acha sendiri, sepanjang menikmati 55 episode dari rangkaian cerita di Pasutri Gaje Season 3, seolah ditemani menjalani masa masa yang nggak jauh berbeda dengan yang dijalani oleh karakter Adelia, selaku karakter utama. Benar-benar, jadi seorang Ibu yang baru saja melahirkan – anak kembar pula kalau si Adelia mah yak – nggak bisa santai banget hidupnya.

Bayangkan saja. Badan masih serasa remuk karena harus berjuang melahirkan, istirahat rasanya masih kurang sepanjang di Rumah Sakit, sampai rumah disajikan begitu banyak kenyataan hidup yang sukses membuat hidup jadi nggak terlalu berasa hidup. Walau selalu ada kekuatan yang muncul dengan sendirinya, setiap kali menyentuh atau sekadar menatap wajah si buah hati yang terlelap.

Kisah di Pasutri Gaje Season 3 ini bermula dengan lahirnya si kembar Ravanza dan Revanza. Membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas – termasuk para pembaca tentunya. Hari-hari Adimas dan Adelia nampak menyenangkan, hingga … sampai di suatu waktu ….

Adelia mulai merasa lelah karena jadwal tidur bayi yang belum teratur. Harus terbangun sepanjang malam hanya untuk menyusui, sementara Adimas – suaminya -- terlelap pulas alih-alih harus berangkat ke kantor esok paginya.

Pekerjaan rumah yang seperti nggak ada habisnya. Ditambah jatah cuti melahirkan yang akan segera berakhir dan si kembar Rava Reva entah akan dititipkan pada siapa. Atau … Adelia harus resign dari pekerjaan yang begitu dia impikan sedari remaja, sebagai PNS.

Eh, memangnya jadi Ibu itu nggak membahagiakan ya Ka Acha? Hmm … bahagia … bahagia banget … eh, tapi tergantung orangnya termasuk pasangan dan keluarga di sekitarnya juga sih. That’s why, kalau menikmati masa masa sebagai ibu yang hanya fokus mengurus anak dan rumah, sendirian, tanpa benar-benar ditemani oleh pasangan dan nggak punya support system yang baik? Fiuh. Buyar. Bubar perlahan-lahan itu rasa bahagianya.

Ibu Selalu Butuh Support System
Betapa tokoh Adelia di beberapa episode memang digambarkan jadi sebegitu lelah dan kelihatan banget memaksakan diri untuk tangguh mengurusi urusan anak dan kerjaan domestik di rumah sendirian. Mentang-mentang sudah jadi istri dan ibu, seolah masa santai untuk menikmati waktu yang teratur seperti dulu, sudah hilang sepenuhnya. Ada yang pernah jadi seperti begini juga?

Ya. Terkadang mungkin beberapa perempuan akan menjadi seperti itu. Kalau dia tangguh. Lain cerita kalau dia mengalami Baby Blues atau malah Post Partume Depression. Nggak tega ngebayangin seberapa kacau balaunya perasaan dan hati si ibu baru.

Pelajaran lainnya. Sebagai makhluk sosial, nggak akan sanggup seseorang benar-benar hanya bertahan sendirian saja menghadapi tantangan baru dalam kehidupan. Support system itu maha penting buat siapapun. Punya pasangan yang mau saling bantu dan mendukung, penting. Tetap punya teman yang mau mendengarkan keluh kesah dan berbagi itu, sama pentingnya. Juga punya keluarga yang sesekali membantu meringankan beban pun, penting luar biasa.

Rangkaian kisah di Pasutri Gaje Season 3 ini, menjawab kegamangan yang biasanya dialami para Ibu muda mengenai pilihan hidup. Termasuk bagaimana orang-orang di sekitar si Ibu, memengaruhi kebahagiaan dari anak-anak yang diasuhnya.

Jadi Ayah Bukan Tentang Cari Nafkah Saja
Yap. Dalam sebuah keluarga kecil, posisi Ayah sebenarnya paling penting. Walau Ibu melakukan begitu banyak hal dan mengambil banyak tanggung jawab untuk urusan domestik di rumah dan anak-anak, sebenarnya semuanya adalah tugas dari Ayah untuk memastikan segalanya terurus dengan baik.

Saya sering mengobrolkan hal ini dengan partner saya, sebenarnya. Tentang, siapa sih yang sesungguhnya punya tanggungjawab penuh dengan berbagai urusan remeh temeh sesederhana cuci piring dan nyapu ngepel di rumah? Kalau partner saya, selalu menjawab, Ayah atau suami, bukan istri. Aneh ya?

Maka, begitulah Adimas menampilkannya dengan romantis. Tokoh Adimas dalam komik ini menggambarkan bahwa lelaki yang bertanggungjawab adalah lelaki yang mampu belajar untuk pengertian. Mengambil alih banyak tugas domestik yang keteteran. Membersamai anak-anak dengan mengurus segala keperluan mereka demi membangun kedekatan.

Ada banyak alasan saya jatuh cinta dengan karakter Adimas. Bukan cuma karena ia memiliki wajah tampan, tubuh atletis, dan juga sosok yang menyenangkan – ini sih waktu tahap penjajakan saya sama karakter Adimas di komik My Pre Wedding.

Adimas, setelah menikah dengan Adelia, terus menjadi lelaki yang sebenarnya. Terkadang memang nampak ada sisi lelaki muda yang punya hobi main game, tapi hebatnya … ia bisa membatasi waktu bermain hanya demi membersamai putra kembarnya, Rava dan Reva. Sering pula ia nampak bersih-bersih rumah. Bahkan … ada satu episode yang bikin pembaca deg-degan, dimana dia mengambiil alih segala tanggung jawab demi memaksa Adelia jalan-jalan sama teman kantornya. Jarang kan ada suami begini?

Tapi ya, Adimas bukan suami sempurna sih. Begitu pun dengan tokoh lainnya di dalam rangkaian cerita Pasutri Gaje. Jadi, saya betah membaca komik karya Mba Annisa Nisfihani ini sejak lama  karena kisahnya yang digulirkan dengan begitu sederhana, seperti di kehidupan kita yang sebenarnya.

Walau Sudah Menikah, Saling Menjaga Itu Tugas Selamanya
Seperti yang pernah dikisahkan di Pasutri Gaje Season 2 tentang hadirnya seorang gadis yang jatuh cinta pada suami orang … alias Adimas punya pengagum rahasia. Di Pasutri Gaje Season 3 ini malah Adelia yang kebagian dikagumi lelaki lain, dan kali ini, si lelaki malah sudah berkeluarga dan punya dua orang istri pula. Nah lho. Bayangkan betapa kesalnya Adimas pada si lelaki itu?


Tapi ya hidup kadang begitu. Pasangan yang nampak bahagia dan kompak kemana-mana, kadang bikin orang lain yang merasa nggak bisa seperti itu, malah jadi iri berat. Padahal ya … ngapain iri, coba? Ya daripada iri, mendingan diusahakan bersama-sama pasangan sendiri sejak awal. Kan hidup jadi lebih nyaman, bukan?

Jadi Orang Ketiga Itu Menyiksa Diri
Nah, kalau di bagian ini, cerita nggak lagi berpusat sama dua karakter utama Pasutri Gaje yaitu Adimas dan Adelia. Tokoh pendukung seperti Mba Linda, Meka, Ningsih, Vian, sampai Dewina dan Damar, mengambil peran ini.

Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan itu, membuat lelah diri sendiri sebenarnya. Jadi pesan singkatnya, sebaiknya jangan mulai coba-coba. Menyakiti orang lain, bisa jadi kita disakiti kembali oleh keadaan yang entah apa. Hukum timbal balik banget nggak sih?

So, bagaimana keseruan kisah Pasutri Gaje Season 3 yang memberi para pembacanya banyak sekali pelajaran sederhana dalam dunia pernikahan? Diimbangi dengan banyak selipan humor yang natural dan bikin kepikiran? Juga dengan kejutan-kejutan dari berbagai karakter yang ada di dalam komik karya Annisa Nisfihani ini? Cuss … baca komik Webtoon Pasutri Gaje saja ya, biar kamu nggak penasaran.

Saya nggak sabar menunggu kelanjutan dari komik Pasutri Gaje ini. Selamat mempersiapkan kisah seru Adelia dan Adimas selanjutnya untuk Mba Annisa Nisfihani, author kesayangan Ka Acha.

By the way, kamu baca komik ini juga nggak? Atau kamu punya judul komik kesukaan lainnya yang kamu baca di aplikasi Webtoon? Ceritain di kolom komentar ya.






26 komentar:

  1. Yang suka baca di aplikasi Webtoon mah anakku mbak, kadang suka ngeracun juga nyuruh aku baca.. ahaha

    BalasHapus
  2. Saya kadang-kadang aja buka Webtoon. Jadi pengen juga lihat Pasutri Gaje. Kayaknya bakal ada kesamaannya dengan kehidupan sehari-hari saya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... mungkin Teh.

      Ceritanya ringan dan banyak lucunya kalau buat saya sih. Ngena banget juga.

      Hapus
  3. Kayaknya seru komiknya ya? Cerita yang mengangkat kisah atau kejadian sehari-hari biasanya lebih enak aja dibacanya. Penasaran pengen baca langsung nih komiknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan langsung cussss ke Webtoon ya Mba.

      Hapus
  4. Udah lama banget enggak baca komik mbak, tapi cerita ini sepertinya bagus apalagi bercerita tentang menjalani tugas masing2 setelah berumah tangga bersama suami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba. Seru dan ringan jadi bisa dibaca buat teman santai gitu.

      Hapus
  5. Kayaknya seru banget kehidupan Adimas dan Adelia ya kak. Ini kayak mengingatkan kita pas lagi rempong rempongnya sama si baby. Bener banget, kalo supoort system' baik, biasanya lebih mudah dijalani. Tapi kalo gak mendukung sama sekali bisa bahaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Termasuk gejolak-gejolak keinginan Ibu yang masih maunya begini begitu trus pikiran "duh, aku kan sudah jadi ibu ibu" gitu.

      Hapus
  6. Wah ini cerita di webtoon ya, aku belum pernah baca webtoon sekali pun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga sesekali mau cobain baca Webtoon ya Mba. Etapi bacaan emmang soal selera sh Mba.

      Hapus
  7. Belum pernah baca webtoon, tapi menarik juga bahasannya. Memang ibu butuh support sistem dan menjadi ayah tak hanya bicara soal cari nafkah. Keduanya perlu saling melengkapi satu sama lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul,. Jadi orangtua perlu saling bersinergi seperti Adimas dan Adelia.

      Hapus
  8. Wah, aku termasuk yang jarang buka Webtoon. Palingan kalo ada referensi bagus. Ini kayaknya boleh-boleh deh aku lihat. Sip deh, nanti aku cari. Seru kayaknya ya. Mungkin berasa nginget-nginget masa-masa baru nikah dulu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi .... semoga tergoda untuk baca Webtoon ini ya Mba.

      Hapus
  9. Kayaknya seru juga ya baca webtoon, aku belum pernah sih nyobain. Nanti ah coba baca webtoom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Mba. Semoga nyaman baca di Webtoon.

      Hapus
  10. Wah asyik juga ya baca komik di webtoon. Sudah lama banget saya nggak baca komik. Ceritanya pasutri gaje ini membumi banget ya, cerita khas pasangan suami istri keseharian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khas dan ringan jadi menyenangkan untuk dibaca. kalau saya sih ya.

      Hapus
  11. Ya ampun kukira webtoon isinya hanya roman picisan. Ternyata ada juga drama rumah tangga. Ku jadi kepo nih hehe. Relate banget sama kehidupan sehari hari para ibu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... banyak yang manis dan seru juga lho Mba, kalau di Webtoon ini.

      Hapus
  12. Jadi ayah bukan tentang cari nafkah aja <<< yes betul kecuali suamiku wkwkkwkw prinsip suamiku adalah pencari nafkah, urusan anak2 adalah urusanku

    BalasHapus
  13. Aku suka banget baca webtoon dong, haha. Tapi udah lama banget ga nerusin baca pasutri gaje ini, jadi kangen, ntar aku baca lagi ah kelanjutannya, apalagi cerita pasutri gaje ini sesuai dengan kehidupan sehari-hari ya.. Sekarang aku lagi baca favorite part, devil number 4, the secret of angel, dll hihihi...

    BalasHapus
  14. Aq juga kadang kadang suka baca komik di webtoon.
    Cerita lasutri gaje ini membumi banget ya, cerita khas pasangan suami istri keseharian yang ada di dunia nyata yah

    BalasHapus
  15. wah kayaknya seru ya webtoon-nya. apalagi buat pasutri baru pasti relate banget nih. aku sampai sekarang belum pernah baca webtoon. jadi penasaran

    BalasHapus