Bicara Tentang Menstruasi Bukan Hal Tabu

Bahas mens itu tabu. Kamu setuju?

Saya menemukan sebuah potongan kisah dari novel Tempurung karya Oka Rusmini yang mengisahkan kehebohan anak-anak gadis jelang baligh yang merutuki betapa nasib perempuan sungguh nggak menyenangkan sebab akan mengalami keluar darah, dan harus pandai menjaga dirinya sendiri.

Prosesi yang mana perempuan nggak boleh lagi bebas, belum lagi tumbuh daging yang sungguh nggak menyenangkan di bagian dada. Dekat dengan laki-laki pun dosa.

Lalu celetukan dari salah satu tokoh yang membuat saya ingin terkekek adalah “sudah keluar darah tetapi kenapa tidak mati?”.

Bicara tentang menstruasi, seringnya hal ini dianggap tabu, malu, bahkan untuk dikisahkan kepada anak di dalam rumah. Hanya sebatas mengajarkan kalau haid adalah ciri seorang anak perempuan sudah besar, bagaimana cara mandi wajibnya, dan bagaimana cara memasang pembalutnya.

 bicara-tentang-menstruasi

Persiapan menuju tanda pubertas bagi anak perempuan, belum tentu sudah dijadikan bahan diskusi antara ibu dan anak. Hal yang ditunggu begitu saja kedatangannya, lalu setelah tiba masanya, menghadirkan sebuntal berat nasihat tanpa jeda tentang betapa anak perempuan punya batas kebebasan dalam pergaulan.

Selanjutnya, mungkin kebanyakan anak pada akhirnya akan lebih banyak mencari informasi pada temannya … yang menurutnya lebih nyaman diajak berbicara, ketimbang ibunya. Namun yang dituturkan pun sebenarnya kisah dari para ibu mereka, atau kisah selentingan dari tempat lain.

Kesemuanya bersatu padu membentuk rasa malu yang mengakar dan berujung dengan sebuah tabu nan sakral serupa Voldemort. Nggak enak disebut, nggak nyaman dibicarakan sembarangan. Bahkan, jangan sampai didengar oleh kaum lelaki di sekitar.

Iya sih, malu, soalnya mens begini kan sudah bahasan paket lengkap dengan bagian kewanitaan kaum hawa. Nggak bisa diumbar, sebab bisa jadi menghadirkan imaji nggak senonoh yang berbahaya.

Mitos Menstruasi

Ada banyak sekali mitos soal haid yang sering saya dengar, dan sungguh dipercaya, hingga mengakar begitu lama, dari berbagai obrolan saya dengan teman-teman di masa remaja. Mungkin kamu pun pernah mengalaminya atau punya pengalaman yang sama?

mitos-menstruasi

Namun pada akhirnya, obrolan tersebut malah membuat perempuan abai akan hal lain yang sesungguhnya lebih penting dibandingkan prosesi keluar darah haid, yaitu manajemen kebersihan menstruasi.

Berbagai mitos telah menguburnya pelan-pelan, menjadikan urusan pakai pembalut atau tampon .juga menstrual cup saja menjadi perdebatan. Tapi … sejujurnya, saya nggak mau ikut-ikutan.

Mitos yang berkembang soal tanda kematangan perempuan begini saja sudah cukup nyeleneh. Hey … kalau lagi haid nggak boleh minum air dingin, nanti darah jadi beku dan nggak mau keluar lagi. Atau … hey, kalau waktu “dapet” kamu nggak lancar, minum soda saja biar si darah banyak keluarnya. Hadeuh banget nggak sih gengs?

Begini saja baru soal sesi datang bulan lho, belum urusan keputihan. Masalah seperti ini kemudian akan menjadi bahasan antar perempuan saja, dikisahkan dengan orang-orang yang dianggap dapat dipercaya, serupa rahasia besar. Padahal ada masanya perlu dibicarakan dengan ibu, atau pasangan setelah menikah, juga tenaga kesehatan.

Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

Pada 27 Mei 2021 kemarin, saya berkesempatan bergabung sebagai peserta pada webinar yang diselenggarakan oleh Betadine Feminine dengan mengangkat bahasan “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi pada 28 Mei.

menstruasi

Ibu dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan fakta, betapa masalah menstruasi ini terlanjur tabu sehingga jadi cukup menakutkan bagi anak perempuan.

Semisal, faktanya, 1 dari 4 anak perempuan di Indonesia, nggak pernah mendapatkan informasi mengenai haid sebelum akhirnya mereka mendapatkan menstruasi pertama. Ya … kembali lagi, sebab bahasan ini memang telah lama terkungkung dalam kata “tabu”.

Padahal, manajemen kebersihan selama menjalani masa menstruasi ini penting sekali diperhatikan, dan dijadikan pesan sebagai bentuk persiapan pada anak perempuan, jelang menstruasi pertama. Begitulah sepotong penuturan dari Ibu Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Bicara tentang menstruasi pada anak perempuan, remaja perempuan, maupun perempuan dewasa, perlu menyinggung soal bagaimana menjaga kebersihan ekstra selama periode menstruasi.

Hal ini pun penting, sebab manajemen kebersihan menstruasi yang buruk ternyata membawa dampak yang nggak sederhana bagi kesehatan perempuan, semisal munculnya kanker serviks, infeksi vaginal, iritasi vagina, dan juga rasa nggak nyaman serupa gatal, bau tak sedap area kewanitaan, juga keputihan yang sudah sempat saya singgung di atas.

Ditambah lagi, sebenarnya manajemen kebersihan daerah kewanitaan ini pun bisa diterapkan setiap hari, walau sedang nggak dalam masa menstruasi.

Hih … dari tadi Kak Acha bahasnya soal menstruasi mulu.

Apa Itu Menstruasi?

Sebelum melanjutkan lagi membahas mengenai manajemen kebersihan diri saat haid, saya mau menyempilkan sedikit informasi dulu bagi adik-adik yang masih bingung mengenai menstruasi. Atau bagi calon ibu yang kelak perlu menyampaikan kisi-kisi soal menarke ke anak perempuan maupun anak laki-laki.

Jadi, menstruasi sendiri merupakan kondisi yang normal terjadi pada seorang perempuan. Dimana, tubuh perempuan memang akan “mengeluarkan” darah selama 3 – 7 hari, melalui bagian organ intim, dalam satu periode setiap bulannya. Jarak normal dari haid sekarang ke haid selanjutnya berkisar 21 – 35 hari.

Masa menstruasi menandakan bahwa seorang perempuan sudah bisa hamil, menjalani salah satu proses reproduksi. Sebab haid memang merupakan proses matangnya sel telur. Itulah mengapa, perempuan yang sudah memasuki masa haid, perlu menjaga dirinya baik-baik.

Selanjutnya, darah menstruasi ini bukanlah “darah kotor” dari tubuh perempuan, melainkan lapisan dalam dari rongga rahim yang memang “dipersiapkan oleh tubuh” sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi.

Wajar saja, mengapa salah satu tanda kehamilan yang akhirnya sudah bukan jadi rahasia lagi adalah mens yang terlambat alias nggak mengalami masa haid.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Menstruasi?

Ternyata, membahas menstruasi itu nggak perlu dianggap sebagai bahasan yang bikin malu, sebab semangat untuk pandai memanajemen kebersihan selama menjalani masa datang bulan itu cukup perlu.

bersih-saat-datang-bulan

Kembali tentang apa yang dibahas dalam webinar kali ini, menyinggung betapa kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya menjaga kebersihan selama masa “palang merah” masih rendah. Sesederhana, anak perempuan nggak tahu harus berbuat apa saat mengalami menstruasi pertama.

Belum lagi, kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut yang nggak selalu diterapkan. Mencuci pembalut sebelum dibuang saja, bisa jadi bahan tertawaan, padahal tindakan inilah yang benar. Sampai urusan lama mengganti pembalut yang belum penuh karena dianggap pemborosan, padahal ini kan urusan kebersihan ya gengs.

Nah, urusan membersihkan area miss V selama haid ini juga perlu dibiasakan, dengan menggunakan air mengalir, mencuci dari bagian depan ke belakang (arah anus), dan jika terbiasa menggunakan cairan pembersih vagina, pilih yang pH-nya berkisar di angka 3,5 – 4,5, sesuai dengan pH pada daerah kewanitaan, semisal Betadine Feminine.

Belum lagi, membuang pembalut begini nggak bisa asal-asalan. Bukan karena nantinya si darah di pembalutmu akan dijilat oleh Mba Kunti dan semacamnya, melainkan mencegah agar darah – yang memang sebenarnya kotor – tadi, nggak sampai mencemari lingkungan akan memunculkan sarang penyakit bagi orang lain.

Bicara Tentang Menstruasi Pada Remaja

Bahasan yang disampaikan oleh Ibu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog kemudian lebih banyak membuka mata saya sebagai perempuan pada umumnya, dan Ibu pada khususnya.

Kan, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka menjadi pintar itu adalah kebutuhan primer sebagai seorang perempuan. Sepakat?

Perempuan kebanyakan sulit bicara tentang menstruasi sebab merasa kalau datang bulan merupakan hal yang perlu disembunyikan. Jikapun sudah teredukasi, akan ada masanya perempuan sulit untuk memulai, duh harus dari mana ya ceritanya?

Apalagi kalau sudah kurang pengetahuan, padahal hal begini tentang menjaga diri sendiri lho.

Akan makin kacau balau, jika ibu dan anak jelang dewasa sudah nggak punya kedekatan, sehingga anak kehilangan kepercayaan untuk berbicara terbuka kepada orangtua, dan malah mempercayakan segalanya pada teman sebaya.

Sudah siapkah perempuan menjadi sumber informasi soal keperempuanan bagi generasi perempuan selanjutnya?

Payahnya, ternyata, jika urusan datang bulan begini nggak dijadikan bahan perbincangan santai dalam rumah, bisa memberi dampak nggak oke berupa emosi negatif seperti takut, marah, dan sebagainya pada anak. Belum lagi kesalahpahaman atas masa mens, juga kesiapan yang kurang pada diri anak. Duh duh duh ….

bicara-pubertas-perempuan

Bicara tentang menstruasi pada anak bukanlah hal tabu. Baik anak perempuan maupun anak laki-laki perlu memahami hal wajar yang selalu dialami oleh perempuan ini. Namun memang porsi bicara dengan anak laki-laki nggak sebanyak dengan anak perempuan sih ya.

Sesederhana, anak laki-laki nggak perlu merasa malu dan takut dipelototi kasir minimarket kalau memasukkan pembalut sebagai barang belanjaannya. Pun anak laki-laki berusaha bersimpati pada perubahan emosi perempuan yang sedang mengalami fase bulanannya.

Termasuk, anak lelaki bisa menahan diri untuk nggak merisak anak perempuan yang sedang terjebak dalam kondisi pembalut bocor. Menahan diri untuk nggak meledek, tetapi bertindak melindungi. Bukankah jadi lebih ganteng kalau begini?

Isu pubertas, termasuk menstruasi, merupakan topik yang sensitif buat remaja. Maka menjadikannya bahasan ringan, berhenti menganggapnya sebagai hal tabu, semoga saja menjadikan banyak perempuan memiliki kehidupan yang lebih baik sebab lebih mengenal diri dan tahu bagaimana cara dan kebiasaan baik bagi tubuhnya pribadi.

Menjaga kebersihan sepanjang masa menstruasi, atau sebelum dan sesudahnya, bisa dilakukan dengan rangkaian perawatan dari Betadine Feminine Hygiene. Menjadikannya bahasan soal organ kewanitaan kepada sesama perempuan menjadi lumrah nan nggak bikin malu hati.

Setelah ini, masih mau menganggap bahasan soal datang bulan itu tabu?


Komentar

  1. aku rasa sekarang ini bicara soal menstruasi bukan tabu lagi ya mbak, anak SD paling nggak kudu diberi pengertian juga, soalnya ada yang masih kelas 6 SD sudah menstruasi
    dulu waktu aku sekolah kayaknya memang masih tabu, aku aja kayak "shock' gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba. Jaman kecil rasanya masih tabu. Anak-anak perempuan dulu juga suka membahas soal mens begini sambil bisik bisik malu. Semoga sekarang makin banyak orangtua dan orang dewasa yang mau mengedukasi terlebih dahulu dan menjadikan sesuatu yang memang perempuan banget begini, bukan lagi hal tabu ya. Biar sadar dan paham cara menjaga kebersihan diri sepanjang haid. Mitos-mitos jaman dulu yang malah bikin diri jadi nggak terawat atau pantangan yang sebenarnya nggak banyak memberi efek, terkikis perlahan di masyarakat.

      Hapus
  2. senang sekali bisa jadi bagian dari webinar ini, materinya luar biasa ya... bahkan sebagai ibu, aku juga baru tahu banyak hal tentang manajemen kebersihan menstruasi, Alhamdulillah jd nambah pengetahuan nanti yang bisa dibagikan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba, alhamdulillah.

      Jadi ikut belajar banyak juga. Ternyata masih ada beberapa poin yang masih abai dilakukan sama diri sendiri sepanjang menjalani masa haid. Ternyata sepenting itu juga buat menjaga kesehatan organ kewanitaan.

      Hapus
  3. Menstruasi ini ada enaknya ada ga enaknya ya mbak. Enaknya bisa punya waktu (bukan berarti malas sholat dan ibadah lainnya) banyak untuk melakukan hal hal tanpa terpotong waktu ibadah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba. Udah begitu pas Ramadhan (kalau tinggal sendirian) jadi bisa tenang makan siang. Lha tapi setelah makin besar, sadar puasa harus diganti sebelum Ramadhan selanjutnya datang, yaaa berasa deh. Hihihi. Nggak enak juga kalau lagi banyak-banyaknya si darah keluar, bikin nggak mood ngapa-ngapain.

      Hapus
  4. Saya tidak setuju kalau bahas mens itu tabu. Itu kan tentang kesehatan kewanitaan. Dan dari tulisan ini banyak ilmu yg saya dapat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya, masih banyak yang malu dan jadinya malah tabu. Apalagi kalau sudah ditambahkan dengan banyaknya mitos yang ada hubungannya sama masa menarke.

      Hapus
  5. senangnya pada banyak ilmu yang didapat ya mba, dari webinar ini, sayangnya saya ga bsia ikutan webinar ini, padahal pasti banyak ilmu bagaimana cara merawat daerah kewanitaan yang tepat juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Teh. Walaupun nggak sempat ikutan, semoga apa yang kuceritakan bisa menambah insight buat Teteh tentang manajemen kebersihan saat menstruasi ya Teh.

      Hapus
  6. Mungkin sudah tidak tabu lagi ya sekarang bicara tentang menstruasi, tapi bener banget nih kalau banyak mitos beredar tentang menstruasi itu sendiri.. Seperti gak boleh minum dingin dll.. Termasuk aku juga sempet percaya nih mitos yg ini.. Hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mba. Waktu SMP aku pun sempat percaya. Katanya kalau minum minuman dingin malah bikin masa haidnya jadi panjang karena nggak lancar keluarnya, soalnya si darah jadi beku. Padahal kan salurannya beda. Satunya ke pencernaan, satunya dari rahim. Sudah begitu, si minuman dingin yang masuk ya lama lama suhunya berubah setelah masuk ke dalam tubuh kita ya.

      Hapus
  7. sedih ya 1 dari 4 anak indonesia ga dapet info tentang menstruasi ini. Saya pun termasuk, maka dari itu kita harus bekali diri untuk jadi sumber informasi bagi anak2 kita ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho Kak. Makanya memang edukasi sepenting itu untuk kehidupan seseorang. Sesepele urusan manajemen kebersihan saat haid.

      Hapus
  8. Wah iyaaa aku juga pernah tuh baca yang soal mens dari mba oka rusmini. Wkwkw lucu emang satirenya yahhh.
    Btw ilmunya daging banget nih webinar kemarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wih, Kak Jihan kayaknya udah tamat duluan nih baca buku Tempurung. Aku malah berhenti lagi di tengah. Terlanjur tergoda sama bacaan lainnya.

      Hapus
  9. Iya. Saya dulu sampai nangis dan mengurung diri dalam kamar lho mbak waktu pertama kali haid karena emang sebelumnya nggak diedukasi terkait hal ini sama ortu. Mungkin seperti yang Mbak bilang, masih dianggap tabu padahal justru topik ini terutama mengenai menjaga kebersihan menstruasi perlu diedukasi kepada anak..btw tema webinarnya sangat menarik dan thanks udah sharing ilmu yang didapatkan di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah bikin panik ya Kak. Sempat lho dulu semasa kecil, aku pun nggak paham pakai pembalut. Hampir pakai popok diaper punya adikku. Kupikir akan sama saja. Sebab itu tadi, nggak banyak dapat edukasi dari orangtua. Malah lebih banyak dapat dari teman sebaya.

      Hapus
  10. Aku juga ikut ngakak mbak dama celetukkannya.

    Wajar sih, apalagi untuk anak usia kecil yg mereka pikirkan keluar darah itu kan bisa menyebabkan kematian ya.

    Mitos2 nya iya banget aku juga termasuk yg kemakan mitosmya hiks tapi seiring bertambah usia dan banyak mendapat pengetahuan jadi lebih tahu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaan nih kita Mba.

      Ada beberapa mitos yang setelah dewasa baru paham. Semisal, sepanjang haid nggak boleh sampoan. Lha itu pas mens kan tubuh kita ikut-ikutan memproduksi banyak minyak. Nggak di wajah, nggak di kepala. Perawatan dan bebersih itu malah makin diharuskan sepanjang sedang "dapet bulanan". Trus soal rambut yang nggak boleh sampai rontok. Harus dikumpulin dan dibawa mandi wajib. Dulu buatku malah kalau mens itu ribet, susah.

      Hapus
  11. Sebenarnya nggak tabu cuma kadang malu aja. Aku ingat waktu dulu teman SDku udah pada menstruasi duluan. Mereka suka ngobrol diem-diem karena takut ketauan sama teman-teman yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi kalau sama anak laki-laki ya Mba. Hihihi.

      Padahal pubertas anak laki-laki juga ada tuh, mimpi basah, Mungkin mereka juga sama malunya untuk bahas hal begini sama teman-temannya, dan akhirnya bisik bisik juga.

      Hapus
  12. Dulu gak paham kalau ganti pembalut harus sering-sering. Jadilah bocor terus wkwkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya nih Kak Tri. Dulu juga aku pernah sampai seperti ini.

      Kalau soal cuci pembalut juga sih, dulu sering, karena katanya si pembalut bakalan dijilat sama tante kunti kalau nggak dicuci bersih. Ternyata ya alasannya, biar bersih saja, sebab darah kan bisa jadi tempat tumbuhnya kuman penyakit.

      Hapus
  13. Emang kebanyakan orang nih Mali ya mba kalau bahas masalah ini.. tapi setelah membaca ini semoga semakin banyak yang Aware dan sadar akan pentingnya membicarakan masalah Menstruasi ini.

    BalasHapus
  14. Kalau dibahas di depan anak laki² tabu bangett mba kl di zaman ku duku. Duhh
    Padahal penting banget yaa ternyata.
    Karna dulu kan masih suka malu² meong kalau bahas masalah perempuan di depan anak laki-laki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba. Taunya sama pentingnya, bukan biar anak lelaki jadi seperti perempuan, melainkan jadi lebih mengerti kalau memang pubertasnya anak perempuan begitu, sementara anak laki-laki kan pubertasnya diawali mimpi basah. Biar saling paham saja. supaya nggak diolok-olok kalau "tembus" misalnya.

      Hapus
  15. Kalau saya, pas lagi mestruasi gitu suka gatal-gatal di bagian bawah selangkaan terus baunya juga gak enak. Dari dulu saya mau nyari nih obat buat pembersih kewanitaan cuman belum kesampaian juga :)

    Semoga saya bisa memperbaiki untuk menjaga kebersihan mestruasi, biasanya saya rada cuek kalau mau bersihin pembalut yang sudah dipakai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat tulisanku ya Mba.

      Mungkin Mba bisa coba pakai rangkaian dari Feminine Hygiene biar nggak bau lagi Mba. Biar nyaman juga sepanjang menjalani menarke.

      Hapus
  16. Waktu remaja aku aku percaya pada mitos, biar haid lancar minum minuman soda. Setiap haid pasti aku minum kak.
    Kalo inget jadi malu juga nih..
    Penting bagi ibu untuk mengedukasi anak ya kak tentang kebersihan saat Menstruasi. Agar terhindar dari penyakit rahim dan kelamin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho, padahal soda kurang baik buat kesehatan karena kandungan gulanya tinggi banget ya Mba.

      Hapus
  17. Jadiningat waktu saya SMP menstruasi belum teratur jadi gak pake pembalut pas sekolah. Waduh tembus kan malu banget ya. Penting sekali bahas menstruasinke anak jika sudah melihat tanda-tanda perubahan pada tubuhnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.

      Duh kebayang malunya. Kalau aku mungkin sudah mewek dan mogok sekolah sampai sesi mensku selesai tuh Mba.

      Hapus
  18. Penting banget yah menjaga kebersihan area kewanitaan ini apalagi saat mengalami menstruasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Kak Ainhy. Biar sebagai perempuan, bisa sehat juga sebab selama menstruasi, kebersihan daerah kewanitaannya juga terjaga.

      Hapus
  19. Webinar yang bermanfaat ya mba, jadinya saya lebih prepare memberikan edukasi yang baik pada anak perempuan tentang menstruasi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rejeki banget bisa menambah pengetahuan lebih lanjut tentang datang bulan begini ya Mba.

      Hapus
  20. Jadi ingat dulu waktu pertama menstruasi ya mba, apalagi teman cowo dengan riuhnya ngejekin kita atau teman kalau di rok sekolah kita terlihat bercak darahnya.
    Makanya perlu banget ya mba untuk disetiap sekolah juga mengadakan penyuluhan seputar menstruasi ini, karena kebanyakan para remaja tak mendapat informasi dari orang tuanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya banget Mba.

      Memang rasanya nggak banyak juga anak remaja yang sukses mendapatkan edukasi dari orangtuanya soal masa pubertas begini.

      Hapus
  21. betul jaman sekaramg ngomongin mens bukanlah hal yang tabu malah kita harus abnyak memberikan hal tentang mens ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba, biar banyak yang belajar dan nggak mudah percaya mitos, juga abai akan kebersihan diri sepanjang masa datang bulan.

      Hapus
  22. Waaah iyaaa aku inget yg ttg minuman soda :D. Duluuu banget, Ama temen2 disaranin minum sprite kalo mau cepet abis darah haidnya wkwkwkkwkw . Aku percaya pula :D. Padahal skr mah, udh jelas banget itu mitos ya mbaa. Eh kemarin dulu pas aku umroh, malah ada loh ibu2 rombongan yg nyaranin gitu ke temennya, yg kebetulan haid pula pas nyampe Mekah :D.

    Kita mah udh ga bisa kayak zaman dulu lagi, di mana para ibu suka ngerasa tabu jelasin ttg mens. Mama ku termasuk yg begitu. Makanya aku ga mau anakku yg cewe ngalamin hal sama mba. Biar dia ga gagap informasi dan malah dapet info salah kalo dibiarin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya, memang apa yang dipercaya semasa remaja, kalau nggak upgrade sama informasi baru, bisa jadi masih dipercaya dan dijalankan begitu saja ya Mba.

      Semoga makin banyak yang tahu biar bahas urusan masa menarke perempuan nggak lagi jadi bahasan yang tabu.

      Hapus
  23. banyak mitos yang masih dipercaya malah sama orangtuanya diceritakan sama anaknya. ya ampun deh. apdahal mitos itu banyak gak benernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah makanya mitos pada akhirnya akan bertahan secara turun temurun. Seringnya anak atau sesiapa saja akan lebih pervaya dengan apa yang dikisahkan oleh orangtuanya. Sesuatu yang begitu kemudian akan dianggap serius dan serta merta dipercaya. Makanya, mau nggak mau, sebagai orangtua di milenial untuk lebih banyak cari tahu, agar apa apa yang kelak anak kisahkan kembali pada generasi selanjutnya, nggak jadi sekadar mitos, melainkan ada dasar ilmiahnya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels