Langsung ke konten utama

4 Langkah Mudah untuk Redakan Nyeri Haid Tanpa Menggunakan Obat-obatan


Beberapa wanita yang mengalami haid nggak lancar atau nggak teratur menyepelekan kondisi ini, padahal kondisi semacam ini bisa jadi merupakan gejala penyakit tertentu atau mengindikasikan masalah kesuburan mereka. Untuk itu harus selalu dicek, wajib tahu cara menghitung siklus haid yang benar. Sebenarnya dengan mengetahui siklus haid kamu, memberikan banyak sekali manfaat. Termasuk di antaranya adalah bagi mereka yang sedang dalam masa memprogram kehamilan. Tahu kapan nantinya harus melakukan hubungan seksual yang memiliki kemungkinan besar menghasilkan keturunan dan juga nggak.


image via freepik

Umumnya menstruasi yang dialami oleh wanita memang selalu disertai dengan rasa sakit atau nyeri, ini adalah kondisi yang normal terjadi, karena memang lapisan dinding rahim mengalami pengelupasan, disertai dengan keluarnya darah. Namun rasa nyeri tersebut sebenarnya dapat diatasi juga, bahkan tanpa harus menggunakan obat-obatan dari dokter, maka … berikut ini di antara solusinya, yaitu:

Olahraga
Ketika kamu rajin dalam melakukan olahraga, khususnya adalah olahraga sederhana layaknya jalan santai, membuat otot-otot yang tegang menjadi lebih kendur, sehingga memungkinkan gejala kram atau nyeri ketika datang bulan juga akan lebih ringan, bahkan mungkin kamu nggak akan merasakan nyeri haid lagi.

Kompres
Dengan menggunakan air panas, lakukan pengompresan pada bagian yang sakit, yaitu di bagian perut kiri bawah tempat rahim, ini akan sedikit meringankan gejala nyeri tersebut.

Mengonsumsi air putih
Mencukupi kebutuhan air putih ini penting untuk cegah terjadinya dehidrasi, karena faktanya dehidrasi juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kram saat datang bulan. Jadi minum air putih sebanyak-banyaknya agar otot yang tegang mengendur.

Pijat
Melakukan pemijatan di area yang kram juga bisa dijadikan sebagai solusinya, namun harus dilakukan secara benar dan pelan-pelan.



Terapkan sendiri 4 cara di atas untuk mengatasi nyeri haid, sebenarnya penyebab nyeri haid hari pertama sendiri sangat banyak, termasuk juga kemungkinan penyakit. Jadi jika gejalanya sudah nggak normal sebaiknya segera di periksakan. Biasakan menggunakan pembalut yang aman seperti Laurier saat datang bulan, untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan.


Komentar

  1. Biasanya saya banyakin minum air putih hangat biar gak dehidrasi dan haid keluar lebih lancar.

    BalasHapus
  2. kalau aku plus jamu kunyit asem+sirih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aahhh iya. Ada lho yang instannya ini. Lupa keluaran mana.

      Hapus
  3. Aku sering nyeri haid, mba. Tapi nggak parah sih. Cuma ya mengganggu. Aku masih suka jalan kaki. Bagus ya buat meregangkan otot.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.