Pinocchio (2014) : Belajar Untuk Nggak Gampang Percaya Berita

“Eh, Ka Acha kok baru nonton drama korea Pinocchio sih Kak? Kemana aja?”

Sebenarnya list drama ini sudah ada sejak jaman masih single, tapi memang dulu saya baru nonton sampai di episode tiga saja, lalu karena lama tertunda, akhirnya jadi terlupa.

Hingga di suatu siang, saat sedang rebahan lelah karena sepagian ngurusin kerjaan, ditambah menemani anak-anak bermain, akhirnya saya tanpa sengaja menemukan drama korea ini akan tayang di salah satu televisi swasta dong. Aih, sudah waktunya saya menamatkannya rupanya.

Drama Korea Pinocchio yang menghadirkan Lee Jong Suk sebagai Choi Dal Po alias Ki Ha Myung, beradu acting dengan Park Shin Hye yang memerankan Choi In Ah, si gadis dengan Pinocchio syndrome.

Akibat sindrom Pinocchio yang dideritanya, sedari kecil, Choi In Ah paling nggak bisa berbohong, atau mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan hatinya dan apa apa yang dirasakannya. Jika dipaksa, ia akan mengalami cengukan. Lucu ya.

 Syndrome Pinocchio

Bahkan sindrom ini pernah membuat Choi In Ah kesulitan untuk mewujudkan impiannya sebagai seorang jurnalis, seperti ibunya. Tapi … ternyata sindrom ini pula yang membawa Choi In Ah akhirnya bekerja di stasiun televisi berita.

Sinopsis Drama Korea Pinocchio

Terjawab sedari awal kisah, mengapa drama korea ini menyematkan judul Pinocchio. Alasannya adalah, seorang dengan sindrom Pinocchio yang tanpa sengaja telah mengubah kehidupan sebuah keluarga menjadi sebegitu muramnya, dan seorang Pinocchio pula yang membuka tabir masa lalu itu kembali. Sebab seorang Pinocchio nggak bisa berbohong.

Episode pertama sesungguhnya dimulai dengan absurd. Seorang siswa sekolah menengah bernama Choi Dal Po yang terkenal dengan sebutan “nilai nol” di sekolah, mendadak menunjukkan kecerdasannya pada sebuah kuis di Televisi. Melawan teman sekelasnya sendiri yang dikenal punya nilai baik di sekolah, Ahn Chan Soo – diperankan oleh Lee Joo Seung – demi taruhan remeh ala remaja.

Semua tercengang, termasuk guru-guru yang pernah menuduh Choi Dal Po suka mencontek atau pernah mencuri soal ujian. Semua nampak nggak bisa percaya, kecuali Choi In Ah, ponakan angkat dari Choi Dal Po sendiri.

Lho. kok ponakannya bisa seumuran sih sama pamannya? Bahkan ayahnya Choi In Ah – Choi Dal Pyung yang diperankan oleh aktor senior Shin Jung Geun – malah diwajibkan oleh ayahnya untuk memanggil Choi Dal Po dengan sebutan hyung alias kakak. Keluarga Choi ini anomali ya?

Usut punya usut, sesungguhnya Choi Dal Po dulunya memang ada, namun sudah lama meninggal dunia, tenggelam di laut. Hingga di suatu waktu, kakek Choi Gong Pil – diperankan oleh Byun Hee Bong – menemukan seorang anak kecil yang tenggelam juga,  dan langsung menolongnya, lalu mengangkatnya sebagai anak, alih-alih masih belum bisa menerima kenyataan putra kandungnya sudah lama meninggal. Katanya sih, Choi Dal Po kembali karena kebaikan dewa.

Mungkin saja keberuntungan. Si anak yang sebenarnya bernama Ki Ha Myung ini, mau saja menikmati keanomalian dari keluarga Choi. Cerdasnya, Ki Ha Myung kecil yang kemudian sepanjang awal drama menyandang nama Choi Dal Po, benar-benar menjadi seperti Choi Dal Po almarhum. Mulai dari bodohnya, sampai mau saja berpakaian super sederhana, seolah nggak ada keinginan untuk kelihatan tampan.

Alasan sederhananya sih, demi menyelamatkan dirinya sendiri, pun bentuk terima kasihnya pada kakek Choi Gong Pil. Mungkin karena Ki Ha Myung alias Choi Dal Po ini, dibesarkan dari keluarga hangat yang super baik, sepertinya. Ayah penyayang dan ibu yang lembut dan penuh perhatian.

Ayah Ki Ha Myung dikisahkan merupakan seorang petugas pemadam kebakaran yang sangat berdedikasi tinggi. Sayangnya, di suatu malam saat bertugas, ia dan timnya terjebak hingga terjadi ledakan dari sebuah bangunan yang terbakar. Semua dikabarkan nggak selamat, sampai muncul pemberitaan di televisi yang bilang bahwa ayahnya Ki Ha Myung ini, masih hidup.

Informannya seorang penderita sindrom Pinocchio. Pandangan mata super singkat dari si pengidap Pinocchio  jadi sangat dipercayai oleh pihak media pemberitaan, lalu dijadikan sebuah drama media. Apalagi alasannya kalau bukan mengejar rating dan pamor dari si jurnalis, coba?

Media pemberitaan jadi geger. Salah satu jurnalis yang paling heboh dan dramatis mengangkat kisah ini adalah ibunya Choi In Ah, Song Cha Ok yang diperankan oleh aktris Jin Kyung. Jurnalis yang sedari awal jadi sangat dibenci secara diam-diam oleh Ki Ha Myung kecil, tentunya.

Saya ikutan mewek bombay waktu menyaksikan Ki Ha Myung kecil – diperankan oleh Nam Da Reum – dan kakaknya, Ki Jae Myung muda – diperankan oleh Shin Jae Ha – diliput media saat akan berangkat ke sekolah, dihina dan dicecar oleh jurnalis Song Cha Ok di depan kamera yang menyala, bahkan Ki Ha Myung kecil sampai dilempari telur oleh penonton yang ikut berkerumun.

Semua kekacauan itu berujung pada bunuh dirinya sang ibu dengan mengajak serta Ki Ha Myung. Sayangnya, si ibu benar benar meninggal, sementara si Ki Ha Myung kecil menghilang. Nah … mungkin saat itulah, Ki Ha Myung ditemukan oleh kakek Choi Gong Pil, lalu kemudian diangkat sebagai anak dan berganti nama menjadi Choi Dal Po, lalu jadi keluarga yang anomali tadi.

pemain drama korea Pinocchio
tokoh Choi Dal Po dan Choi In Ah

Lalu, bagaimana dengan nasib Ki Jae Myung yang sudah kehilangan ibu dan nggak pernah tau bagaimana nasib adiknya? Apakah dia baik-baik saja sepanjang menjalani kehidupannya? Apakah dia kelak akan bertemu lagi dengan adiknya?

Baca juga : Alita Battle Angel : Perkenalan Manis Nan Dramatis Si Cyborg Berwajah Malaikat

Kembali ke kisah Choi Dal Po dan Choi In Ah remaja. Ternyata di kuis televisi tadi, Choi Dal Po sukses membalaskan kekesalannya pada Ahn Chan Soo, bukan dengan kemenangan, melainkan dengan membuat Ahn Chan Soo terlihat bodoh di depan kamera. Jadi, apa yang ditampilkan dan dinilai orang begitu, nggak selalu seperti itu, bukan?

Tapi, ceritanya nggak sampai di situ saja. Saya menikmati dinamika dunia media pemberitaan dalam Pinocchio. Bagaimana stasiun televisi MSC bersaing dengan stasiun televisi YGN dalam mengejar rating dan perhatian penonton dari sebuah berita yang disajikan.

reporter di drama pinocchio
ketika sama-sama jadi reporter malah saingan

Nah, beralih ke kisah percintaan nih. Akankah Choi Dal Po kelak akan membuka jati dirinya? Apa yang Choi Dal Po lakukan untuk menemukan kembali keluarganya? Apa Choi Dal Po bisa mengembalikan nama baik keluarganya akibat drama pemberitaan di masa lalu yang dibuat oleh Song Cha Ok? Terus hubungannya dengan Choi In Ah, akankah tetap jadi paman dan ponakan saja?

scene love drama Pinocchio
ya kali paman sama ponakan bisa semanis begini

Banyak ya pertanyaan yang dimunculkan dalam 20 episode drama korea Pinocchio karangan Park Hye Run ini. Kalau memang kamu penasaran juga, silakan tonton saja di aplikasi streaming. Kalau saya sih kemarin menamatkannya di Viu.

Review Drama Korea Pinocchio

Pelajaran bagi saya bahwa apa yang dilihat dalam sebuah berita pada suatu media, selalu butuh media pembanding lain, biar nggak terjebak hoax atau malah menemukan fakta lainnya. Hmm … kadang ada saja yang bersembunyi dengan berbagai kepentingannya di balik sebuah pemberitaan juga ternyata. Bukan sepenuhnya karena si jurnalis, tapi si pembesar di media tadi lho. Bisnis sih ya. Bisnis media.

drama Park Shin Hye Lee Jong Suk
kalo jatuh cinta nggak bisa dihindari, mari dipikirkan jalan terbaiknya

Drama korea Pinocchio bagi saya, bukan hanya mengumbar ketampanan Lee Jong Suk dan kecantikan Park Shin Hye, namun juga alur cerita apik, berpadu dengan kejelian sutradara Jo Soo Wan dan Shin Seung Woo, sehingga menjadikan Pinocchio bukan hanya soal cinta-cintaan belaka, hubungan keluarga saja, namun juga mengulik secuil kisah para pekerja di balik layar media pemberitaan.

Tapi ya … saya nggak benar-benar membayangkan kalau kehidupan seorang jurnalis plek ketiplek banget sama apa yang dihadirkan di Pinocchio sih ya. Namanya juga tontonan, selalu ada sisi dramatisasi yang bagaimanapun tetap harus lebih diutamakan, demi membuat penonton penasaran.

Entah benar adanya atau bukan, perhatian saya terpusat pada tokoh Song Cha Ok yang begitu ambisiusnya dalam menekuni karirnya. Sampai rela meninggalkan keluarganya sendiri. Seolah menjadi dramatis lebih menjual dibanding menggali lebih dalam untuk menyampaikan fakta nggak dramatis yang ditemukan di lapangan.

Nah, kalau urusan cinta-cintaannya sih, bagi saya, tokoh Choi In Ah dan Choi Dal Po di sini, nggak kelihatan terlalu menahan diri sih ya. Sampai Pinocchio masuk ke dalam daftar scene kiss tergereget. Cuma sekali sih, tapi kalau dari pandangan mata saya, terlalu drama banget gitu. Mungkin karena masa geregetan saya sama yang begini-begini memang sudah lewat ya. Hihihi … Ka Acha sok tua emang.

Baca juga : My Bubble Tea (2020) : Gara Gara Ramuan Teh Sihir

Akhirnya, drama korea Pinocchio ini berhasil juga saya tonton ulang dan saya tamatkan. Adakah dari kamu yang masih ingat alur ceritanya?

 

Komentar

  1. Kayak televisi berita sini ya kak, saling kejar-kejaran rating untuk menjadi yang terbaik. Tapi syukurnya gak ada drama cinta-cintaan. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, mana kita tahu kehdupan jurnalis tv berita aslinya ya.

      Hapus
  2. Aku nonton ini beberapa tahun silam, suka banget sama alur ceritanya.
    Awalnya nonton karena ada Park Shin He, eh ternyata emang ceritanya pun bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ceritanya bagus dan akting-nya Park Shin Hye pun manis.

      Hapus
  3. Saya belum nonton, baru tau judulnya sekarang, hihihi... Padahal udah lama ya...

    BalasHapus
  4. Tenang Kak Acha, daku malah belum nonton hehe. Nggak masalah kok baru bisa nonton sekarang, yang penting tetap terhibur dan dapat manfaatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, sepakat banget sama Kak Fenni. Nggak apa nontonnya telat, yang penting hiburanya dapat.

      Hapus
    2. Yes, soalnya daku sering gitu kak Acha haha. Ya kan pas ada waktunya ya buat nonton, walau pas saat kemunculannya belum sempat

      Hapus
  5. Aku malah baru tahu sekarang hehehe... Jadi penasaran nih, kok kayaknya alur ceritanya seru ya, relevan banget sama zaman sekarang :)

    BalasHapus
  6. Selalu ikutan merasakan keseruannya deh saya kalo baca review drakor. Jadi gemes pengin nonton juga :D

    BalasHapus
  7. Ini udah lama banget ya mbak dramanya, tapi ya itu tetep relevan dengan kondisi sekarang dan selalu ada hal menarik kalau nonton drama korea, pesan moralnya banyak sebenarnya ngak melulu melihat aktor dan aktrisnya yang cakep2 hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Kalau nonton, saya memang lebih lihat alur ceritanya dulu.

      Hapus
  8. Aku suka sama pemeran wanitanya Park Shin Ye kalau drakor ada dia dah pasti ceritanya bagus bngt rekomend nih mba achaa aku pasti nonton film ini

    BalasHapus
  9. Aku kok kayaknya pernah nonton tapi aku lupa2 ingat hahaha
    Dulu banget zaman aku masih bucin drakor :D
    Ini kyknya ceritanya ringan ya mbak tapi ya banyak hikmahnya yang bisa kita pelajari haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kali Mba, ini kan udah lama banget drakornya.

      Hapus
  10. Seru juga nih ceritanya, akupun belom nonton. Aku nonton drakor baru taon ini gegara pandemi jadi ketagihan haha cuss ah ikutan nonton pinokio :D

    BalasHapus
  11. Aku pernah baca ripyu drakor pinocchio ini di temen blogger juga, huhuu bagi mereka yang suka akan tergila2 sama pemerannya yang unyu2 menggemaskan yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, kalau sudah suka ya jadi semangat dan bikin gemes bahagia.

      Hapus
  12. Drakor ini emang imut ya. Aku sih pas cegukan itu. Duh, nggemesin banget. Meski drakor yang udah lama, tapi tetep pingin nonton lagi..

    BalasHapus
  13. Hiks drama Korea yang sederhana tapi dibuat rumit. Saya belum terkesan untuk menonton, mungkin suatu hari bisa tertarik. Anyway sangat senang ada yang cerita.....

    BalasHapus
  14. Aku juga udah nonton si Pinocchio dan suka sekali dengan alur ceritanya, apalagi ada Lee Jong Suk dan Kim Young Kwang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lbih dulu nontonnya nih kayaknya dibanding saya.

      Hapus
  15. Aku belom nonton deh Pinocchio ini. Gak tahu kenapa, aku kok kurang sreg dengan Lee Jong Suk. Aku baru nonton drama beliau cuma sekali. Padahal anak gadisku suka banget dengan dia. Kayaknya kudu nonton bareng dia deh, biar jadi suka. Menarik soalnya drama ini ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh Mba Nia, silakan dicoba, mana tau jadi terasa serunya.

      Hapus
  16. Loh...di Pinochio ada Nam Da Reum too...hehhee..
    Aku jadi pengen nonton ulang. Cakeepp~

    BalasHapus
  17. Aku barusan rerun drama ini selama cuti akhir tahun. Gara-garanya habis sebel sama start up jadinya pengen nonton drama Park Hye Run yang lama eh ternyata masih ada di Hard disk. Langsung nonton deh dan sekarang setiap nonton berita ingatnya gimana suasana rapat redaksi di Pinocchio. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mba, alot banget kalau rapat tuh. Apalagi nilai berita yang diliput ya, apa beneran bisa menarik penonton dan naikin rating apa nggaknya.

      Hapus
  18. Nam Da Reum laris manis jadi teenager nya pemeran utama ya?
    Di drama saya pertama kali kenalan dengan Kim Young Kwang yang Akhirnya sering jadi pemeran utama
    Serta pastinya Yoon Gyun Sang, kakaknya Dal Post

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho Ambu, Nam Da Reum ini berasa laris manis banget sebagai pemeran utama teenager bikin senang lihatnya.

      Hapus
  19. Dulu aku pikir sindroma Pinokio ini dibikin-bikin doang, didramatisir untuk keperluan dongeng.
    Belakangan bahwa aku baru tahu bahwa memang ada penjelasan ilmiahnya.
    Tiap kali manusia berdusta, temperatur di hidung selalu naik (meskipun mungkin cuma sedikit).
    Pendongeng mendramatisirnya dengan membuat cerita bahwa kalau manusia berdusta, maka hidungnya menjadi membengkak, badan jadi enak, dan lain sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi, sebelum dibuat jadi sebuah karya fiksi, ada risetnya dulu ya Mba.

      Hapus
  20. Aku suka sekali darama ini mba. Momennya tuh kayaknya pas juga untuk kapanpun antara media-politik-dan bisnis :)
    Suka juga pemainnya duh sweet baget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho Mba, momen tayangnya juga pas aja gitu dengan keadaan saat ini.

      Hapus
  21. Wah, mupeng pengen nonton. Lucu ya, sindrom pinokio. Kalau bohong hidungnya juga ikut panjang nggak mb? 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak Mba, cuma bakalan cegukan dan susah berhenti aja sih.

      Hapus
  22. wah 2014 lama juga, belum nonton aku juga pinochio, malah baru denger heeh. aku juga kemaren abis namatin uncontrollable fond. cari2 drakor yang udah beres biar ga penasaran yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun nyamannya nonton drakor yang sudah tamat sih Mba, jadi nggak perlu menahan rasa penasaran terlalu lama.

      Hapus
  23. Jujur aku belum nonton drama ini mbak, jadi masih belum paham untuk cerita seutuhnya

    BalasHapus
  24. Park Shin Ye ini emang sesuatu banget ya cantiknya. Ceritanya bagus soal berita yang memanng beneran harus disaring karena kadang tidak seseimple black and white

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang, Park Shin Hye ini kayaknya memang bersinar sejak awal debut sepertinya.

      Hapus
  25. Aku udah nonton drakor ini dari pas pertama tayang, emang sebagus itu sih ceritanya, banyak pesan yang bisa diambil. Ditambah para pemainnya yang cakep-cakep dan kemampuan aktingnya bagus.

    BalasHapus
  26. Menarik juga moral message dari drakor ini. Memang kita sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran, seyogyanya menggunakannya untuk memilih dan memilah informasi yang kita terima.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti sadar literasi ya. Semisal literasi digital.

      Hapus
  27. duh 2020 kemarin belum sempet liat Jong Suk main drama lagi, jadi kangen :(

    BalasHapus
  28. Teryata seseru itu ya Pinocchio ini, aku juga dulu nonton di episode2 awal kemudian gak lanjut. Suka dengan Pemeran Perempuannya, yang terakhir ku tonton dia ada di Film terbarunya berjudul The Call di Netflix, seru banget apalagi genrenya Horror kesukaanku :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah horor ya. Walaupun yang main Park Shin Hye, kalau horor, rasanya aku nggak berani nonton.

      Hapus
  29. Jadi flashback drakor Pinochio nih gara2 baca tulisan ini. Aku mau nonton lg ah haha soalnya ceritanya bagus bgt

    BalasHapus
  30. Oalaah aku baru tau hyung artinya kakak. Kukira artinya sayang, hehe maklum bukan penggemar drakor XD. Btw ceritanya lumayan complicated yah :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Kompleks banget ceritanya. Iya, Hyung itu kakak laki laki artinya, Mba.

      Hapus
  31. Kalau ga ada dramatisasi nya ya jadi gak seru dong. Namanya juga tontonan, nilai jualnya ya dari kegregetannya itu, hehehe...
    Terimakasih Kak sudah nambah wawasan saya juga terkait drama Korea ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Teh. Kegregetan itu kunci bikin penonton setia menyaksikan sampai akhir.

      Hapus
  32. heheh saya pun sama kaya Kak Acha, kurang suka yang terlalu drama banget. dan ternyata dikasih nama pinokio dari cegukan itu ya hehehe. Menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba. Nama sindromnya ceritanya sih Pinocchio. Tapi entah sindrom ini beneran ada atau nggak.

      Hapus
  33. Dulu terus terang kurang suka dengan drama Korea tapi karena anak sulung saya suka jadi ikutan nonton dan mulai suka apalagi sejak pandemi, sering me time nonton drakor berdua sama si sulung. Btw.. suka juga dengan ulasan tentang Pinokio ini mau coba cari dan nonton dramanya, mks atas ulasannya jadi makin semangat nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga sudah berkunjung ke mari ya Mba . Selamat menonton dengan si sulung.

      Hapus
  34. yeay aku udh nonton drama korea pinokio ini, udah agak lama sebenarnya ya drakor ini. cegukannya agak didramatisir emang, tapi pelajaran yang didapat menarik juga, jangan mudah percaya sama orang lain ya.

    BalasHapus
  35. Aku udah nonton drama ini, banyak banget insightnya. Bagaimana kasih berita juga harus jujur ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget Teh Lis. Biar medianya dipercaya ya memang perlu nampilin fakta sih ya.

      Hapus
  36. Terus terang aku udah lama banget ngga pernah nonton drama seri Korea, ada kali 10 tahun, belum tertarik lagi untuk nonton, soalnya kalau udah nonton ga mau berhenti.hehehe, nah ini kayanua jadi racun nih untuk aku mulai nonton kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🤭🤭🤭

      Maaf ya Mba, jadi ngasih racun tontonan niy.

      Hapus
  37. Saat baca judul, kirain bukan mau review, kirain nyuruh pembaca untuk jangan mudah percaya berita.
    Ternyata review drama, aku blm nonton nih. Kayaknya seru ya karena sejatinya kita memang ga boleh langsung percaya berita gitu aja.

    BalasHapus
  38. aku nonton ini karena kim young kwang hahahahah aduh senyumnya dari tahun ke tahun ga berubah tetep mempesona *eh
    tapi emang seh ya kalau dipikir2 pinnochio ini dari dia bukan apa2 jadi pembaca berita seperti itu perjuangan dan pinter banget anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan pintarnya dirahasiakan dong dari keluarga angkatnya.

      Hapus
  39. gemes ya liat drakor gini sama pemainnya :) memang pada dasarnya kita gak telan mentah-mentah berita ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu. Kadang dari drakor jadi banyak pengetahuan juga.

      Hapus
  40. Walaupun udah lama, tapi kalau ceritanya bagus pasti' dicari yah mba. Hihihi apalagi aku malah gak tahu ada drama Pinocchio ini. Jadi penasaran deh buat ikutan nonton

    BalasHapus
  41. Drama favorit di tahun 2014. Apalagi ada si ganteng Lee Jong Suk yang membuat penonton semakin betah nonton dramanya. Berkat drama ini jadi sempat berangan - angan buat jadi reporter, karena kelihatan seru banget walaupun banyak dukanya juga.Tetapi overall drama ini memang keren banget sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho. Memotivasi buat nyobain jadi reporter juga emang drama korea Pinocchio ini.

      Hapus
  42. aku nonton drama ini mbak, lee jong suk keren banget
    berusaha nyari kebenaran buat ayahnya, salut

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels