Langsung ke konten utama

My Bubble Tea (2020) : Gara Gara Ramuan Teh Sihir

Awalnya saya nggak pernah kepikiran nonton lakorn, sampai suatu hari iklan dari Viu tentang My Bubble Tea muncul di timeline Facebook saya. Ditambah saya sedang nggak ingin nonton tontonan yang berat, jadilah setelah menonton trailer-nya di akun Viu, cukup 1 episode saja, saya penasaran sampai akhir.

Nyebelinnya, ternyata saya waktu itu nonton My Bubble Tea pas lagi on going alias nggak bisa ditonton marathon langsung tamat, Apalagi mukanya Nichkhun 2 PM yang tampan rupawan macam malaikat, ternyata memerankan karakter yang diam-diam menghanyutkan lalu menenggelamkan sampe bikin lawan mainnya megap-megap.

Saya pikir, cuma saya saja yang dibikin kepikiran sampe setengah halu sama drama thailand satu ini. Eh taunya, Kak Putu Felisia juga. Hahaha … untungnya Mba Jiah Al Jafara muncul jadi semacam obat penenang, di saat saya terjebak lakorn on going yang rasanya udah klimaks tapi kok nggak ketemu juga ending-nya.

drama-thailand-my-bubble-tea

Dan lagi … puncak cerita yang saya kira akan jadi jalan mulus menuju epilog yang menyenangkan, taunya malah ngerjain saya dong. Ini lakorn tega banget emang sama Ka Acha. Ngerjainnya sampai bikin geregetan.

Sinopsis Drama Thailand My Bubble Tea

Kisah di My Bubble Tea sungguh dimulai dengan pengenalan karakter dari setiap tokohnya dengan cara yang klise. Tabrakan nggak sengaja antara Modem (Manasporn Chanchalerm) dan seorang pengemudi ojek online BearBike bernama Light (Mean Phiravich). Terlalu klise sampai ke tahap bikin saya senyum senyum dikulum. Tapi ya nggak langsung kenalan, jadi tetap ada teka-tekinya.

Juga perkenalan Modem dengan Boss (Nichkhun Horvejkul a.k.a Nichkhun 2PM) di kantor sebelum presentasi dimulai. Receh. Ya itu … hampir jatuh dan nggak sengaja ditangkap sama Boss. Udah gitu ya, Boss ini dibikin nampak ganteng kayak malaikat gitu. Ala ala di komik banget, tapi … cukup ringan sampe bikin Ka Acha pengen nyeletuk ciye ciye. Pssttt … ternyata Boss beneran malaikat lho.

Tapi saya mensyukuri prolog yang lambat dan biasa saja ini. Sebab saya sudah cukup lama nggak menyaksikan tontonan dari Thailand, maka saya mendapatkan masa adaptasi akan bahasa Thailand dengan menyesuaikan ritme membaca subtitle dan memperhatikan ekspresi para pemainnya. Prolog yang sungguh pintar bikin penonton terseret arus alurnya secara perlahan.

My Bubble Tea mengisahkan Modem dengan latar belakang keluarga yang punya kemampuan sihir teh gelembung, berjuang untuk menjadi Influencer dan terjun ke dunia periklanan hanya sebab ia lebih memercayai logika. Baginya, menjadi Influencer adalah sihir di dunia modern, karena bisa meng-influence banyak orang melalui media sosial. Sampai di sini, kisahnya mulai klik dengan hidup saya.

ramuan-teh-sihir-gelembung
nampan ramuan teh sihir

Hingga di malam ulang tahunnya, Modem disuguhnya senampan penuh teh gelembung sihir oleh Bibi Shell (Honey Passorn Boonyakiat). Modem yang selalu enggan memilih teh gelembung cinta, mau juga menerima suguhan dari Bibi Shell walau dengan berat hati. Payahnya, teh sihir tadi bukannya langsung diminum, tapi cuma dibawa ke dalam kamar.

Hingga di tengah malam, Light datang untuk mengambil pesanan teh gelembung. Kedai Mingju milik Bibi Shell sebenarnya sudah tutup, tapi Light memaksa. Akhirnya ya Modem deh yang bikin teh gelembungnya. Lalu kemudian terjadi insiden di ruang kerja Bibi Shell. Modem malah menumpahkan banyak ramuan dan membuat bola sihirnya beterbangan dan menghilang.

pemain-my-bubble-tea

Makin payah lagi, Modem malam itu malah menumpahkan teh gelembung cinta tadi ke tubuh Light tanpa sengaja saking paniknya. Nah lho, apakah Light bakalan jatuh cinta sama Modem? Jatuh cinta yang beneran tulus atau cuma karena sihir nih?

Belum lagi, diam diam Boss juga seperti punya hati dengan Modem. Makin ruwetlah urusan hidupnya Modem, karena Boss mepet terus, khawatirnya kelihatan banget pula, seolah Modem nggak boleh jauh dari dia. Sementara dia harus mencari gelembung sihir yang bertebaran di banyak tempat dan nggak semuanya nggak mudah didapat.

Ada lagi kemunculan Ray (Carissa Springett), teman masa kecil Modem yang jadi influencer sukses dan kali itu jadi talent untuk kebutuhan iklan yang Modem garap bersama timnya. Kacau balaulah semua urusan pekerjaan Modem karena Ray seolah balas dendam atas perbuatan Modem di masa kecil mereka. Tapi, kamu akan bingung, mau bela Modem, atau jadi timnya Ray lho.

Perasaan sebal, juga mumetnya Modem, tumpah ruah bikin pengen ikutan panik. Tapi kisah yang diangkat dari sebuah karya fiksi bergenre romance comedy fantasy berjudul sama yang muncul di platform Fictionlog ini, sukses bikin cekikikan.

Tingkah dari Wifi (Phuwin Tangsakyuen) si adiknya Modem ini sungguh bikin gemas. Ditambah kelakuan Yoghurt Kapook Patchara Tubthong) yang rewel, Up (Gun Chanagun Arpornsutinan) yang sok cool tapi au auh, juga Oor (Anongnart Yusananda) yang mau dibilang tulalit tapi kreatif banget di masa kepepet, bikin drama yang disutradarai Sand Dhammarong Sermrittirong ini jadi kocak abis.

Sebalnya, di beberapa episode My Bubble Tea ini saya diajak ikutan nangis sesenggukan. Ternyata sosok Light nggak cuma tampan doang, tapi menyimpan masa lalu yang jleb banget. Itulah kalau sudah nonton tontonan dari Thailand, kenapa pada jago banget mengaduk-aduk perasaan penonton sih?

Rasanya Jadi Anak Agensi Iklan Di My Bubble Tea

Seperti yang sudah saya singgung sedikit di awal, kalau serial drama My Bubble Tea ini cukup bersinggungan dengan kehidupan saya. Saya menikmati bagaimana mumetnya Modem, juga Up, Oor, dan Yoghurt harus lembur demi menemukan ide untuk mengiklankan sebuah produk. Bagaimana deg-degannya saat presentasi ide di depan tim brand. Apalagi kalau sedang pitching.

Pun saya diajak mengingat-ingat kembali tentang teori bauran pemasaran alias 4 P, yaitu : product, price, place, dan promotion. Pun termasuk tentang citra talent untuk mencitrakan sebuah brand yang menjadikannya bintang iklan. Paling penting, ide dan cara eksekusi ide adalah segalanya.

Termasuk mengingatkan saya tentang promosi yang nggak harus selalu melalui tayangan iklan di TV maupun media sosial. Iklan bisa dilakukan tanpa perlu beriklan, tetapi memikat hati calon konsumen dengan membuat mereka jatuh cinta pada pengalaman pertama mencoba produk yang ingin dipasarkan. Metode sampling. Kamu yang kuliahnya dulu masuk fakultas Ekonomi, ada yang ingat?

Bertebaran banget deh ilmu periklanan dan gambaran sederhana kehidupan anak-anak agensi periklanan di My Bubble Tea. Walau porsinya nggak banyak, tapi cukup bikin kamu eungeuh. Ka Acha sih sampai iseng ambil buku catatan dan mencatat beberapa materi kuliah yang sudah terlupa dan ternyata bisa banget diterapkan ke brand yang saat ini sedang Ka Acha handle. Kalau diijinin itu juga sih, hehe ….

modem-lembur-bekerja
geng lembur sampai tidur

Ada pula insight tentang bagaimana perjuangan Modem dan kawan-kawannya dalam memahami maunya tim brand yang nggak semudah itu bisa dipahami hanya dari sebuah brief singkat. Tapi part ini seringnya sih bikin saya ikutan senyum-senyum.

Perseteruan Ojek Online Dan Kehidupan Driver Ojol

Setelah mengintip sedikit banyak kehidupan anak anak agensi iklan, ada juga kehidupan Light sebagai pengemudi ojek daring yang ternyata lumayan juga tantangannya. Sesepele perseteruan antara pengemudi ojek daring dan ojek pangkalan yang nggak ada ujungnya. Apalagi soal harga, bedanya berasa.

Walaupun nggak banyak, tapi sesekali juga penonton disuguhkan sama pemandangan kota di Thailand. Rasanya nggak jauh beda sama Indonesia sih ya. Mungkin karena Thailand masih berada di Asia Tenggara juga.

Baca juga : The Bedside Detective (2007) : Cari Uang Segitunya Amat

Cinta Itu Receh Tapi Nggak Bisa Dianggap Remeh

My Bubble Tea memang menyajikan kisah cinta yang ringan binti receh, tapi jalinan kisahnya nggak bisa dianggap remeh. Ada saja kejutan yang saya temukan dari 13 episode yang tayang di Viu sejak Mei hingga Agustus kemarin.

Receh banget tapi selalu bikin saya larut, ikut berkaca-kaca, sesak di dada, sampai patah hati juga. Saling jalin menjalin dan berebut perhatian antara Light dan Boss, ditambah banyaknya kekacauan yang harus Modem selesaikan akibat kecerobohannya pada gelembung sihir milik Bibi Shell, membuat urusan cinta-cintaan ini nggak bisa dilalui oleh tokoh Modem dengan smooth.

modem-and-light-di-my-bubble-tea
ini manis banget sik

Tontonan khas Thailand memang sering menampilkan adegan tabu, tapi nggak sampai bikin panas dingin sih, cuma ke tahap bikin saya merasa malu. Jadi kalau kamu mulai nggak nyaman, bisa di-skip saja walaupun setelahnya akan sedikit missed alias seolah ada yang terlewat dari puzzle ceritanya My Bubble Tea.

Baca juga : Dakishimetai (I Just Wanna Hug You)

Terakhir, pesan lain yang saya dapatkan setelah menamatkan My Bubble Tea adalah tentang keluarga yang begitu penting bagi kehidupan seseorang. Keluarga selalu lebih baik dibanding pekerjaan. Keluarga pun lebih baik dibanding uang maupun urusan percintaan yang belum disahkan.

Nah, segini saja cerita pengalaman saya menonton drama thailand My Bubble Tea. Cerita yang ringan dan cukup manis ini bisa kamu saksikan di platform Viu. Terakhir, kenapa opening song-nya berasa kayak dengerin dangdut koplo ya? Sekian.  


Komentar

  1. Oh, jadi aku adalah Obat Penenang? Ckckck

    Gara-gara ini sempat ngegalau, masih tetap bertahan sama Light atau Boss yang ternyata bukan sekadar bos

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tetap cinta the babang ojol tampan yang diperanin sama Mean. Hihihi. Gemes banget kalo doi lagi pake jaket BearBike.

      Umm kamu tuh Ji, obat penenang di lakorn ini. Tapi racun banget di tontonan yang lain.

      Hapus
  2. wah boleh nih film, cocok untuk rekomendasikan ke mamanya anak anak, biar makin betah di rumah ga bete saat pandemi di rumah saja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Bang. Semoga selera nonton istrinya cocok

      Hapus
  3. Di awal aku bingung dong. Lakorn? Apa itu? Apa typo gitu. Eh nggak taunya emang akunya yang nggak nggeh. hahaha. Drama Thailand ternyata.
    Jadi di Drama My Buble Tea walau ringan, banyak benang merah yg didapatkan ya mbak. Aku jadi tertarik sama kegiatan Modem nih.
    Kalau mau nonton dramanya bisa download tanpa buka via aplikasi Viu gitu nggak mbak?
    BTW TFS ya Mbak Acha ratcjunnya hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi sama sama Mba Rohmah. Hmm kalau bisa di download, mungkin iya tapi Acha kurang tau dimana. Jiah mungkin sebagai biang racun bisa bantu.

      Sama sama Mba. Makasih banget juga sudah mampir ke sini.

      Hapus
  4. romantisnya bikin klepek lklepek aja. Aku kira ini bakal cerita resep teh, rupaya film ya....
    Film Thailand itu memang suka bikin ngga nyangka. Dikira ngga seru tapi ternyata malah bikin ketagihan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah. Kukira manis doang etaunya manis ngocol seru norak dan huwaaaa suka.

      Hapus
  5. Selain drama korea, sekarang drama Thailand semakin digemari ya, Mbak. Kalau saya belum pernah nonton, tapi kalau filmnya sering. Misalnya yang abru saya tonton Diary Teacher. Seru dan lucu. Saya sudah lama unduh di laptop saya yang ama, tapi abru sempat nonton hahaha.
    Bisa nih, saya mulai nonton drama Thailand untuk dipelajari dan buat cari ide cerita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Bang Bang. Ide ceritanya itu lho yang bikin tontonan thailand ini berasa mahal gitu.

      Wah aku udah nonton tuh dan meresap sampai ke hati.

      Hapus
  6. Ternyata selain Drakor ada juga Lakorn ya? Hm... sepertinya saya memang sudah jauh tertinggal dari dunia per-drama-an. Tapi ceritanya cuku[p menarik dan menghibur. Kalau butuh tontonan santai kayaknya saya pengin juga nyoba nonton Lakorn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Mba. Semoga bisa nonton lakorn juga kalau ada kesempatan ya

      Hapus
  7. Aku bingung lakorn tuh apaaa. Smp baca bolak-balik baca. Ternyata drama Thailand kah? Kayaknya ceritanya seru banget. Btw...ini didubbing ga filmnya? Belum pernah nih nonton drama Thailand. Kalopun film Thailand, itu yg serem-serem dan sadis. Hiiii...Skip engga jadi nonton...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mba Hani. Lakorn itu drama Thailand. Hihihi nggak di-dubbing. Tapi episode awalnya bisa bantu adaptasi juga sama bahasanya kok soalnya alurnya cukup receh dan mudah ditebak.

      Hapus
  8. Menarik juga ceritanya ya. Jadi makin banyak pilihan tobtonan untuk ditonton saat masa WFH sekarang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.

      Terima kasih sudah mampir ya Mas Daniel

      Hapus
  9. Istriku nih yang paling suka drama, ternyata drama thailand juga ga kalah seru ya sama drama thailand. Dulu aku yg sering nonton film2 thailand dari jaman kraitong. haha lawas banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kraitong mah beneran lawas Bang. Hihihi ....

      Hapus
  10. Saya malah sekarang lebih senang nonton drakor yang lagi on going. Supaya bisa menjaga waktu. Kalau nggak bisa semalam suntuk atau dua malam suntuk terus-terusan digeber buat ngabisin belasan atau puluhan eposide. Nggak tau waktu banget diri ini haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah nggak sanggup nahan penasarannya Mba kalau on going. Tapi enaknya, bisa bikin review-nya juga duluan.

      Hapus
  11. Aku nonton ini krna ada Nickhun..


    Tapi kok aku bosenn ya mbakkk . Kayak kurang gregettt gituuuu ..sadddd

    Btw aku banyak review drama Thai juga di blog mbak.hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hampir sama Kak Rin kayak saya. Wah asik. Ubek ubek blog Kak Rin juga ah. Mana tau dapat referensi baru.

      Hapus
  12. Jadi pengen nonton drama lagi cha
    Kalau thailand emang sinematografi dllnya paling maju seasean
    Cuma aku kurang nyaman nontonnya karena bahasanya ga kedenger romantis hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Kak hihihi bahasanya berasa nggak manis. Makanya kalau nggak cari yang serem, kucari yang lucu aja kalo lakorn tuh.

      Hapus
  13. Waduh waduh waduh.... bisa bisa ketularan nih sama Kak Acha hahaha.. Sering kulihat poster ini ya Allah.. haruskah ku nonton juga wkwkwkw. Soalnya rada belibet gitu denger orang Thailand ngomong, mungkin karena belum terbiasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah lho kak Inoel. Kakak harus nonton. Itu udah pertanda kalau kakak harus tuntaskan penasaran sama My Bubble Tea. Hihihi .... Peace Kak.

      Hapus
  14. Aku udah nonton recomended bangett

    BalasHapus
  15. waaah ada Nichkhun 2PM :D auto masuk wish list!

    BalasHapus
  16. Nama tokohnya lucu2, ya. Sekilas tampaknya ceritanya ringan banget. Cocok buat santai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, ceritanya cukup ringan jadi bisa ditonton sambil santai.

      Hapus
  17. Ini nontonnya di VIU Premium bukan sih mbak? Aku penasaran filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Alif, My Bubble Tea bisa ditonton di Viu Premium.

      Hapus
  18. Duh .Duh..ngga berani nonton drama Thailand walau bahasannya diam-diam menghanyutkan lalu menenggelamkan sampe bikin lawan mainnya megap-megap.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

    "pekerjaan rumah" nonton drakor dan dracin belum selesai πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Ambu.

      Ku malah belum sanggup nonton drama china entah kenapa.

      Hapus
  19. Aku udah liat trailernya loh, My Bubble Tea ini menarik karena ada teh magic tapi kok cuman segitu ajaaaah ... penonton kecewaaaa

    kalo di tayangan serupa (film bule, jangan jangan adaptasi dari situ yah), aku lupa apa, tapi ada magic tea juga, dan berkesinambungan dan ga hanya tempelan kayak di My Bubble Tea

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trailer-nya emang kayak teh magic-nya cuma tempelan sih. Tapi si magic dari bubble tea-nya ini yang ngasih rangkaian cerita dan ternyata nggak begitu aja ceritanya. Cobain deh Teh. Seru lho.

      Hapus
  20. Wahh, drama Thailand yaaa
    Daku blm pernah nonton sih.
    Kuatir addicted, sebagaimana aku sekarang lagi kecanduan drakor wkwkwkw.

    Btw, kangen dehhhh, traveling ke Thailand.
    Yg jelas Thai tea kalo minum di Bangkok rasanya lebih suegeerr :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi drakor emang bikin candu ya Mba.

      Huwaaa ... semoga kapan kapan aku bisa ngerasain traveling ke Thailand. Aamiin.

      Hapus
  21. Ya ampuunn, saya tuh kalau udah dengar Thailand, udah mulai komat kamit mulut saya, soalnya bahasanya lucu, hahaha.

    Saya sering sih nonton film Thailand, tapi dramanya belom sih.
    Lebih suka film yang ada hantunya, biar kata abis itu jadi takut sendiri.

    Tapi My Bubble tea ini menarik juga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Rey. Awal awal, berasa harus adaptasi dulu sama bahasanya yang kedengarannya nggak terlalu romantis. Tapi bisa juga Thailand bikin tontonan yang manis begini.

      Hapus
  22. Wih, yang drama komedi begini biasanya bikin seger deh buat ditonton. Apalagi menurutku udah unik dari segi cerita, ttg ramuan sihir berupa bubble tea wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Karena kisahnya juga disampaikan dengan ringan dan ada aja lucunya, jadi bisa ditonton sambil santai.

      Hapus
  23. Belum pernah nonton drama Thailand. Sepertinya menarik juga ya. Apalagi banyak pembelajaran yang bisa kita ambil, selain tentu saja jadi materi hiburan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, Selalu ada saja sesuatu yang sebenarnya bisa diambil dari sebuah tontonan.

      Hapus
  24. Wahh ada nikhun hehehe, udah lamaaa banget ga liat main drama, boleh juga kutonton aah, tapi nunggu tamat dulu biar marathon hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah tamat kok Mba. Silakan ditonton. Selamat lepas kangen sama Nickchun 2 PM.

      Hapus
  25. Jadi pengin nonton My Bubble Tea juga hihihi.. Paass banget ini sabtu aku coba buka ah hihihi thx infonya kak..

    BalasHapus
  26. aihhh saya ngga pernah nonton drakor atau drama lainnya, cuman sering baca reviewnya aja, emang makin kesini, ceritanya beragam dan kisah romantisnya balutannya macem macem sampe ilmu ekonomi aja masuk ya kak, bauran pemasaran hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lho Bang, makanya langsung terbuka kembali ingatan lama soal materi kuliah sepanjang nonton My Bubble Tea.

      Hapus
  27. Babang ojolnya handsome banget, alurnya juga ringan kisah yang menarik nih jadi pengen nonton hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan di hunting dan selamat menonton ya Mba.

      Hapus
  28. Bisa bisa nya aku yang doyan lakorn ini ga tau sama film buble tea. Astaga kemana aja diriku selama ini🀣🀣 langsung mau nonton film nya ah, kan ada nickhun 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuusss ditonton. Lakorn ini punyanya Viu Original lho Mba. Seru.

      Hapus
  29. Ternyata ceritanya seru juga ya. Aku cuma nonton drakor beberapa aja. Kalau istriku kayaknya hampir tiap hari nonton tuh, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru. Ide ide lakorn sama drakor banyak yang unik soalnya makanya penyukanya lumayan banyak.

      Hapus
  30. Hm, kalau saya nonton mungkin saya akan fokus di .... bertebarannya ilmu periklanan dan gambaran sederhana kehidupan anak-anak agensi periklanan. Ini bagian paling menarik ketika saya membaca review ini. Soal nama2 mereka .... saya susah ingat hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Bunda Niar. Bagian yang berbau periklanan ini yang bikin aku juga fokus banget nontonnya.

      Hapus
  31. Menarik sepertinya ya, saya juga jadi download viu gara gara iklan sebuah film eh menarik banget ternyata, jadi download deh, sekarang ada film ini jd pengen nyoba nonton juga...

    BalasHapus
  32. Kirain tuh, viu cuma drakor doang. Ternyata ada juga film Thailand ya. Dulu suka banget dengan film Ong Bak. Nah, ini drama seriea nya My Bubble Tea sepertinya layak juga untuk ditonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan cuma drakor sama lakorn, Mas taumy. Di Viu juga ada drama Indonesia, film Indonesia, China, bahkan India dan Turkey. Eh Jepang juga ada deng.

      Hapus
  33. Influencer adalah sihir modern. Bener juga sih.
    Btw, aku waktu kuliah masuk Fakultas Ekonomi....buat nyari temen. Kuliahku sih tetep di Fikom :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi namanya Modem, jadinya berasa nyambung ya Teh sama modem yang kita kenal buat internetan.

      Hapus
  34. dulu sempat doyan nonton series /film thailand..namun aku doyan ke genre horor yang ga ada lawannya deh klo dr thailand haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Gina berani banget. Aku kalau udah horor biasanya mundur teratur.

      Hapus
  35. Beneran baru denger drama Thailand itu kak. Udah lama banget ngga nonton film hihii.
    Jadii penasaran sama my bubble tea

    BalasHapus
    Balasan
    1. cussss Kak Jihan kalau penasaran. Ada di Viu Premium.

      Hapus
  36. Drama ini sangat ringan dan asik juga ya kalau diikuti sinopsisnya btw ini bukan Drakor ya. Taunya kalau Thailand memang banyak film horornya ya kk.

    BalasHapus
  37. Kayaknya kita bisa belajar sistem ojol juga nih. Hihihi
    Meski alur lambat, tapi mengaduk perasaan. Saya suka tipe drama yang seperti ini.
    Tapi saya tak berani menonton. Tidak sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, sistem ojol nggak ada sih, cuma kayak tempelan aja du drama thailand my bubble tea ini.

      Hapus
  38. aku suka nonton drama gemesin gini, trus sekalian liatin fashion yang dipakai... duh keren-keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya kalau di drakor deh yang fashionnya lebih ciamik.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali. 

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya. Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan ? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.