Langsung ke konten utama

Hotel Del Luna (2019) : Kekayaan Fantasi Dalam Sebuah Serial Drama

Jujur saja, saya itu penakut. Paling nggak nyaman nonton film bergenre horor. Tapi, Hotel Del Luna ini punya daya tariknya sendiri, magis, sampai saya yang menahan diri untuk nggak penasaran, akhirnya nonton juga. Beruntung ada perpaduan fantasi dan romantisnya. Fiuh.

hotel-del-luna

Bukan hanya kemunculan IU alias Lee Ji Eun sebagai tokoh utama yang memerankan Jang Man Weol, si pemilik dari Hotel Del Luna. Bukan pula, sebab Yeo Jin Goo juga menjadi lawan main IU, berperan sebagai manajer hotel yang jadi satu-satunya manusia di Hotel Del Luna yang sudah dipersiapkan sejak lama, Ku Chan Seong.

Yap. Kamu mungkin sudah lebih banyak tahu dibandingkan saya sebelumnya, kalau Hotel Del Luna merupakan hotel yang khusus diperuntukan untuk para arwah, namun mereka belum bisa menuju akhirat dengan tenang sebab masih punya urusan lain di dunia.

Sinopsis Hotel Del Luna

Bermula dari Jang Man Weol yang berjalan sendirian melewati senja sembari menarik gerobak kayu serupa peti, di masa sebelum adanya kerajaan Josseon. Dengan ekspresi wajah kosong, persis hidup segan mati tak mau gitulah. Dia mencari Penginapan Bulan untuk menebus dosa-dosanya.

Di suatu tempat, tepat jelang bulan purnama muncul, Jang Man Weol bertemu dengan seorang nenek yang menawarinya arak. Menurut Jang Man Weol, arak yang ditawari oleh nenek tadi sama sekali nggak enak. Jadilah sisanya malah disiramkan ke peti yang ia bawa, isinya adalah benda-benda peninggalan dari teman-temannya yang sudah mati. Dan ... gawatnya, dia baru saja minum arak bulan.

Kamu tahu siapa nenek ini? Jawabannya malah baru saya temukan di beberapa episode jelang akhir dari drama yang hanya berjalan sepanjang 16 episode dan ditulis dengan “kayak nggak ada plotnya yang bolong deh” oleh Hong Sisters. Nenek ini adalah sosok yang membuat kisah Hotel Del Luna tersaji epik, tokoh Ma Go. Tepatnya, Ma Go pengantar arwah.

Jang Man Weol pun terjebak oleh keberdaan pedangnya yang menancap di Pohon Bulan, lalu terpaksa mengikuti takdir menjadi makhluk abadi setengah arwah setengah manusia, sebagai pemilik dari penginapan bulan. Mungkin Ma Go Pengantar Arwah hanya ingin berbuat baik padanya. Payahnya, 1.300 tahun, Jang Man Weol masih juga belum bisa menemukan akhir dari kehidupannya.

Sepanjang 1.300 tahun, sejak kerajaan Josseon belum berdiri, hingga masa modern enguasai Seoul, Jang Man Weol dan penginapan bulan, masih setia membantu para arwah penasaran yang singgah, melepaskan segala beban keduaniaannya, sebelum menyeberangi Sungai Sanzu menuju akhirat.

Bayangkan, 1.300 tahun dengan nama penginapan bulan yang berganti-ganti, dari Penginapan Jang Man Weol, Penginapan Mati Lampu, hingga Hotel Del Luna. Jang Man Weol pun mendaftarkan keberadaan hotel ini ke pemerintah, sehingga tentunya ia membutuhkan seorang manajer manusia untuk mengurusi segala aset, pajak, bahkan keuangan hotel dan tentu saja hartanya.

pelayan-hotel-del-luna
Para Hotelier di Hotel Del Luna

Jang Man Weol pun merekrut khusus arwah-arwah penasaran sebagai karyawan hotelnya. Mulai dari bartender di Sky Bar Hotel Del Luna yang sudah menjadi arwah ribuan tahun, Kim Seon Bi, dan diperankan oleh Shin Jung Geun.

Adapula Choi Seo Hee sebagai kepala pelayan utama yang diperankan berkarakter kalem namun punya dendam mengerikan, diperankan Bae Hae Sun. Juga si resepsionis ceria bin tampan Ju Hyun Jung yang membawa begitu banyak kejutan di akhir kisah, dimainkan menggemaskan oleh P.O. Block B.

Suatu malam, ada seorang lelaki setengah sekarat yang masuk ke Hotel Del Luna dan mencuri bunga Pohon Bulan. Dari sinilah, kisah Jang Man Weol dan calon manajer manusia ke 49-nya, Ku Chan Seong, bermula.

Atas kesalahan yang ayahnya Ku Chan Seong lakukan, Jang Man Weol meminta Ku Chan Seong kecil untuk menebus kesalahan tadi. Namun sisi baiknya, Jang Man Weol membiayai seluruh biaya hidup Ku Chan Seong hingga bisa menjadi salah seorang lulusan terbaik dari Harvard.  

Rangkaian kisah antara Jang Man Weol dan Ku Chan Seong, para pelayan yang punya kisah kelamnya sendiri, juga kisah selingan dari berbagai tamu Hotel Del Luna yang kadang bikin bergidik, banyak bikin gemetarnya, tapi nggak kalah sering membuat hati saya menghangat haru maupun tertawa lucu. Dan ... ada kejutan nantinya dari tokoh Kim Yu Na yang bikin kamu bisa tercengang dengan kisahnya.

Kalau mau nonton Hotel Del Luna, sebaiknya nggak kamu tunda lagi. Sebelum serial drama yang diproduksi oleh Studio Dragon ini di-remake ke versi Amerika oleh tim dari studio Skydance milik Netflix. Nggak mau kan, kamu baru mulai penasaran setelah versi Hollywood-nya muncul dan heboh kembali?

Setting Hotel Nan Mewah

Saya nggak bisa mingkem dengan benar ketika disuguhi scene pantai nan panas terik dan berangin, di salah satu sudut Hotel Del Luna. Sebuah hotel yang berada di tengah kota Seoul, bisa punya pantai luas yang muat disenderi oleh kapal pesiar kalau mau.

Belum lagi adanya setting balkon pandang yang selalu menampilkan bulan purnama bulan gendut, dengan cahaya gemerlap lampu-lampu Kota Seoul yang bertaburan persis bintang. Apalagi Hotel Del Luna ini cantik dengan dua menara tinggi megah persis dalam dongeng para putri.

Nah, kalau ditanya, setting tempat mana yang paling buat saya merasakan aura sendu dan magisnya? Hmm, tentu saja setting taman Pohon Bulan. Tempat dimana Jang Man Weol biasa minum arak, melepas rasa perih di hati yang nggak sanggup terobati. Tempat Ma Go mengintimidasi hidupnya. Termasuk cukup banyak adegan manis antara Jang Man Weol dan Ku Chan Seong di sini.

Fashionable-nya Jang Man Weol

Salah satu motivasi saya untuk terus menahan rasa takut yang memaksa saya sesekali menjauhkan layar smartphone saat menonton adalah OOTD-nya Jang Man Weol. Beneran deh, sering kali saya hanya diam dan meng-klik pause di layar, hanya demi memperhatikan lebih detail, pakaian dan aksesoris yang tokoh Jang Man Weol kenakan.

jang-man-weol

Pilihan warnanya selalu pas dengan nuansa yang disajikan pada tiap scene-nya. Bahkan di scene masa lalu pun, Jang Man Weol tetap nampak cantik. Mungkin ini pun merupakan pengaruh dari kecantikan IU yang memang sudah cantik dari sananya kali ya.

Baca juga : My ID Is Gangnam Beauty (2018) : Inikah Standar Cantik Ala Korea Selatan?

Ngomong-ngomong, pin pelayan dari Hotel Del Luna sampai dijual di marketplace lho. Kalau naksir dan mau beli, mungkin kamu menemukannya dengan kata kunci “Bros Pelayan Hotel Del Luna”.

Rangkaian Kisah Apik Nan Smooth Dari Hong Sisters

Saya selalu berharap, kelak serial drama di Indonesia nggak kalah dengan Thailand yang terasa digarap serius dan nggak terlalu panjang episodenya. Ya ... kalau boleh lebih jauh, tentunya seperti serial drama Korea Selatan, jika saya masih boleh berangan yang cukup ketinggian.

Betapa profesi sebagai penulis naskah, cukup bergengsi di sana. Walau sisi negatifnya, selalu ada begitu banyak persaingan yang mungkin bisa bikin ingin angkat tangan atau teriak sampai pegang kepala. Mungkin dulu, Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran punya perjuangan yang panjang, hingga karya mereka bisa semagis yang ditayangkan di Hotel Del Luna ini. Kalian daebak!

Selain itu memang, bagi saya, penggarapan drama Korea Selatan ini cukup berani bermain-main dan bersinggungan dengan genre fantasi. Ada cukup banyak deretan drama Korea yang turut bermain sedikit di genre satu ini.

Baca juga : Go Back Couple (2017) : Tonton Dengan Pasangan untuk Couple Time

Soundtrack Earchatching yang Selalu Bikin Kangen

Mungkin sama seperti penonton awam lainnya, sebab sering sekali mendengar potongan pendek dari original soundtrack suatu tontonan, jadi terus terngiang-ngiang. Nggak jauh beda dengan Hotel Del Luna dengan lagu Another Day yang dinyanyikan oleh Monday Kiz feat Punch bikin saya ikutan ngerasa sesak. Huhu ... nggak kuat.

Ada lagi Lean On My Shouldier yang dinyanyikan 10cm. Ditambah sama A Poem Titled You, penuh membuncah ole suara merdu Taeyeon. Belum ditambah sama lagunya Heize yang berjudul Can You See My Heart. Kesemua bikin saya ikut terjebak misteri dari Hotel Del Luna. Kamu penasaran? Selamat menikmati lagu-lagunya.

Tokoh Ma Go yang Jadi Rotasi Semua Kisah Di Hotel Del Luna

ma-go-hotel-del-luna

Sudah cukup panjang ya tulisan saya. Namun, saya nggak mau melewatkan bagian tentang karakter Ma Go yang diperankan oleh aktris senior Seo Yi Sook ini. Memunculkan enam karakter berbeda dari tokoh Ma Go dengan raut dan cara bicara yang nggak ada kemiripan satu sama lain. Tokoh yang membuat Penginapan Bulan selalu tersedia untuk para arwah penasaran.

Baca juga : Film Korea Hello Ghost

Sepanjang menikmati Hotel Del Luna, saya ditahan untuk nggak buru-buru melompat ke episode selanjutnya. Sekali dua kali saya terdiam lama sebelum melanjutkan menonton, hanya untuk menikmati perasaan sendu dan menyayatnya. Belum lagi lagu-lagu yang melengkapinya. Selamat kepada sutradara Oh Choong Hwan yang telah membuat Hotel Del Luna luar biasa punya kesan untuk para penontonnya.


Komentar

  1. Nonton hotel Del Luna bikin kita sekaligus menikmati OOTD cakep pemainnya ya kak. Ditambah dengan design hotelnya yang bikin gak bisa mingkem..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba. Apalagi pakaiannya IU. Duh cakep cakep banget dan bikin pengen OOTD-an ala ala doi sesekali.

      Hapus
  2. Aku belum nonton drama ini mbak..
    Tapi baca review ini malah pengen nonton..
    Hehe

    BalasHapus
  3. Menikmati banget ya mbak, nonton drakor ini. Hahaha aku kira ini tentang hotel kekinian, ternyata latarnya cerita masa lampau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, andai beneran ada hotel yang seperi Hotel Del Luna ini layanannya, bakalan seperti apa ya?

      Hapus
  4. Khusus bergenre horor gak berani nonton sendirian,paling ngajakin suami biar nemenin sampe habis.
    Coba deh nanti dicari film Hotel Del Luna ini, biar tertuntaskan rasa penasaranku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Mba. Seru kalau dijadikan tontonan untuk couple time juga kok.

      Hapus
  5. Setingan film luar negeri itu selalu bikin takjub ya. Banyak belajar seharusnya insan perfilman tanah air kepada mereka supaya film Indonesia juga semakin hebat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya film Indonesia juga banyak yang cukup bagus kok Teh. Tapi memang di Hotel Del Luna ini, mewah banget sih setting tempatnya.

      Hapus
  6. Sebenarnya ini kalau aku pas lagi nonton Drakor di Netflix atau VIU ini suka muncul dan aku belum mencoba menonton. Habis baca ini jadi penasaran pengen ikutan nonton juga deh, kata beberapa temanku ini bagus banget soalnya.

    BalasHapus
  7. Oh iyaya....Hotel del Luna ini karya Hong Sister.
    Aku fans dari drama-drama Hong Sister.
    Tapi ini belum nonton. IU ini asa pas banget sama siapa aja lawan mainnya.
    Keren nyanyi dan akting dia mah yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Udah gitu serasa kalau dipakaiin baju apa aja, cantik aja gitu kelihatannya.

      Hapus
  8. Saya penakut. Gak berani nonton film horror manapun hehehe. Tapi, kalau baca sinopsis masih berani :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... nggak apa Teh. Terima kasih banyak sudah mampir ya Teh.

      Hapus
  9. Nah ini udh masuk wishlist ku tapi belum di tonton sampai sekarang loh Heheh

    BalasHapus
  10. Keren yaa sampe bros pelayan Hotel De Luna dijual di marketplace, ckck jaman..jaman... kekinian banged siy Hotel Del Luna hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abis ikonik banget sih brosnya Mba. Makanya sampai dijual luas pula.

      Hapus
  11. Aku kirain drakor tuh rata2 cinta-cintaan doang hehehe, ternyata ada yg horornya juga yaa .tapi kalau horor jujur aku jiper mbaa, ga berani nontonnya meski setting lokasinya apik sekalipun 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba. Drakor nggak selalu cinta cintaan, malah banyak yang bertema psikologi juga nih drakor belakangan ini.

      Hapus
  12. Kemarin ada juga blogger bahas tentang ini di blognya, aku jadi penasaran sama ceritanya

    BalasHapus
  13. Aku ngebayangin sampai 1.300 tahun dengan nama penginapan bulan yang berganti-ganti. Bingung ga ya yang mau nginep..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak dong, kan semuanya arwah. Terus uniknya, para arwah ini cuma bisa lihat si penginapan bulan ini dengan mengikuti cahaya bulan. Jadi kalau ganti nama atau ganti pemilik, tetap bisa ditemukan kok.

      Hapus
  14. baru nonton 2 episode ni, belum lanjut lagi. kok aku kurang suka ya sama jalan ceritanya. belum nemu serunya. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selera kali ya Mba. Soalnya tontonan itu soal selera sih, bagus atau nggaknya.

      Hapus
  15. Aku sudah nonton Hotel Del Luna juga dan suka sama plot ceritanya. Tertarik nonton karena selain sinopsisnya, juga ada aktor Yeo Jin Goo yang biasanya aktingnya bagus. Aku juga suka sama karakter IU disini. Ootd-nya emang bagus2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. OOTD nya IU emang cakep cakep ya Mba. Terima kasih sudah mampir ke mari ya.

      Hapus
  16. Sebagai newbie dalam dunia perdrakoran, aku slalu seneng kalo ada referensi drakor2 bagus begini :D. Beberapa kali sempet ditawarin nonton hotel Del Luna, tp ga terlalu diksh tau sebagus apa drakornya. Setelah baca ini, aku jd kepengin bener2 nonton mba :D.

    Kalo pemain nya aku belum banyak hapal sih, tp memang aku susah mengingat nama2 para aktor aktris Korea ini. Yg paling keinget cuma jalan ceritanya :D.

    BalasHapus
  17. Saya belum nonton Hotel Del Luna. Tapi begitu melihat foto Ma Go, saya langsung mengenalinya sebagai ketua ibu-ibu PKK desa Gosan di film The World of Married.

    BalasHapus
  18. Aku pikir hotel del luna itu cerita romantis. Ternyata ada horor2 nya jg yaa.. untung nya ada bag romantis2nya ya jd ga terlalu horor..

    Jd pengen nonton juga...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.