Langsung ke konten utama

Danau Kenanga Universitas Indonesia Depok : Tempat Duduk Santai Gratis Nan Penuh Kenangan

Siapa sih yang nggak akan betah dengan suasana asri nan sejuk dari salah satu kampus negeri ternama di Indonesia yang keberadaannya masuk ke dalam wilayah Depok, Jawa Barat, ini? Dialah kampus Universitas Indonesia yang menjadi impian banyak orangtua dan juga tentunya anak muda, untuk bisa menempuh pendidikan di sana. Bukan hanya karena Universitas Indonesia merupakan kampus negeri, tetapi ada something lain yang seperti menjamin, bahwa dengan masuk UI, ada banyak kesempatan lainnya yang terbuka lebar. Tapi … mohon kamu catat baik-baik, bahwa tempatmu mengampu pendidikan hanyalah sebagian saja dari penentu masa depan. Kamulah yang punya lebih banyak andil untuk masa depanmu.

Eits, tahan dulu! Kak Acha nggak akan bahas tentang enaknya kuliah di Universitas Indonesia, karena saya ini bukan jebolan sana, melainkan kampus swasta yang ada di sebelahnya. Benar-benar berdampingan dengan UI. Mari sebut secara gamblang saja, kalau Ka Acha alumnus cantik dan Universitas Gunadarma Depok. Dimana kedua kampus ini hanya dibatasi oleh rel kereta api dan Stasiun Pondok Cina. Inilah salah satu alasan, mengapa di masa kuliah dulu, Ka Acha sering sekali menumpang bersantai di salah satu danau UI seusai mumet binti puyeng habis kejar-kejaran sama laporan awal dan laporan akhir di lab Ekonomi Dasar.


danau-ui-depok
santai tepi danau saat cuaca cerah di hari minggu pagi

Bertahun kemudian, danau di kampus UI menjadi tempat tujuan untuk melepas penat cuma-cuma di akhir pekan. Tentu saja karena selain cukup dekat dengan tempat saya tinggal, pun suasananya yang asri dan sejuk, menjanjikan udara segar yang selalu saya rindukan. 

Kalau nggak untuk menulis cerita jalan-jalan singkat di blog ini, Ka Acha sendiri nggak akan tersadar kalau danau-danau yang ada di Universitas Indonesia memiliki nama. Dari keenam danau yang ada, Kenanga inilah yang menjadi primadona masyarakat umum untuk bersantai atau beristirahat seusai berolahraga. Pun Danau Kenanga UI ini termasuk yang paling asri dan dijaga kebersihannya, sebab berada di pusat aktifitas Universitas Indonesia. Berdekatan dengan Gedung Balairung dan Masjid UI tentunya.

Kelima danau lainnya, bernama : Danau Agathis yang berseberangan dengan Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Danau Mahoni, Danau Puspa yang dekat dengan Fakultas Ekonomi, Danau Ulin, dan Danau Salam. Kesemua danau yang berada di kampus kuning ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk konsevasi alam dan penelitian, termasuk tentunya untuk tempat bersantai bagi masyarakat umum. Pun kesemuanya merupakan danau buatan yang mulai dibuat sejak 1983 dan diresmikan pada 1987. Sudah lama juga ya.

danau-kenanga-ui-depok
beruntungnya danau kenanga ui ini masih rajin dibersihkan

Saya paham, bahwa kebiasaan untuk buang sampah pada tempatnya, atau tetap membawa pulang sampah yang kita hasilkan saat berada di tempat wisata, belumlah jadi budaya yang membumi untuk hampir seluruh masyarakat kita. Saya nggak mau main tuduh-tuduhan, atau nggak senang dengan celotehan, “terus nanti tukang bersih-bersih kerjaannya ngapain?” Duh, beneran deh. Kalau kamu sempat berpikir demikian, pernahkah kamu terpikir bahwa kebiasaan baik untuk buang sampah pada tempatnya yang kamu  lakukan saat ini, memberi dampak besar bukan hanya untukmu namun juga orang lain?
Ok. Skip urusan sampah. Sebab kamu bisa menikmati suara serangga yang berdiam di pepohonan sekitar Danau Kenanga UI sesekali, ketika matahari semakin beranjak meninggi. Pun kamu yang senang duduk duduk di atas rerumputan, bisa menikmati semilir angin lembut yang berhembus, membuat riak-riak misterius di tengah danau.

santai-di-danau-ui
Gimana nggak happy kalau mataharinya lagi bersahabat begini

Beruntung kini, taman di sekitar tepian Danau Kenanga UI mulai diperhijau kembali. Beberapa bebungaan yang baru di tanam di antara lampu taman, membuat saya membayangkan, bagaimana magisnya suasana tepian danau UI ini di kala malam. Pantas bila memang ada beberapa kisah seram yang berembus, tapi … lagi-lagi, saya nggak nyaman membahas kisah itu di sini.


Jika beruntung, terutama di saat warna langit sedang biru cerah, kamu bisa memotret keasrian danau ini. Penampakan Danau Kenanga akan semakin cantik. Sesekali pula, jika sedang beruntung, kamu akan mendapati bapak-bapak yang sibuk membersihkan danau dari sampah yang bisa jadi berasal dari pengunjung.

Saya kurang tahu banyak sebenarnya, ada biota apa saja yang hidup di dalam Danau Kenanga UI Depok ini. Namun sudah pasti, selalu saja ada Ikan Sapu-Sapu, sebab beberapa kali saya lirik kepalanya menyembul dari air di sekitar tepian danau. Pun tentunya ganggang hijau yang membuat warna air di Danau Kenanga jadi keruh.

Jika kamu memilih tempat bersantai yang tepat di danau ini, kamu bisa mendapatkan spot foto yang menarik. Ada banyak sudut yang jika sepi, bisa membuatmu puas dan nagih untuk berswafoto berkali-kali.

pemandangan-di-danau-ui
pemandangan yang dinikmati sepanjang di sana

Begitulah, salah satu destinasi wisata gratis yang menjadi pencetus kenangan bagi saya sepanjang masa kuliah. Belum lagi, dulu di dekat dinding pembatas Stasiun Pondok Cina, ada bangunan semi permanen yang dijadikan kantin dengan sebutan Tabir alias Tenda Biru UI, dan Danau Kenanga ini menjadi salah satu view menarik yang bisa kami lirik-lirik sepanjang menikmati makanan di sana. Sayangnya terakhir berkunjung ke sana, sepertinya Tenda Biru UI ini sudah direlokasi entah kemana.

Jika kamu yang tinggal di sekitar Depok, Jakarta Selatan, atau Bogor ingin mengunjungi Danau Kenanga, kamu bisa menjangkaunya dengan commuter line dan turun di Stasiun Pondok Cina. Jika menggunakan kendaraan pribadi, saya sarankan untuk menggunakan motor saja agar lebih dekat dan mudah bagimu untuk mencari tempat parkir. Kendaraan pribadimu bisa kamu parkirkan di parkiran masjid UI.


Pesan saya, potretlah sebanyak-banyaknya pemandangan yang cantik bagimu di sana. Bersantailah di waktu pagi atau sore hari saja. Dan sebaiknya, bawalah plastik sendiri untuk membawa pulang kembali sampah dari bungkus makanan maupun botol minuman yang kamu bawa. Semoga jalan-jalanmu jadi menyenangkan, dan bertanggungjawab.




Komentar

  1. Kalo aku lebih suka yg di jembatan merah fakultas ekonomi mbak Cha. Sambil foto-foto cantik hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah tau. Jembatan gantung warna merah itu ya.

      Hapus
  2. luas ya danaunya, ku kira itu danau alami ternyata buatan ya. Asri gitu deh enak buat ngadem. Tapi danau kenanga UI ini membuatku ingat kasus salah satu mahasiswanya yang meninggal dan sampai saat ini masih misteri karena katanya diduga dibunuh bukan bunuh diri :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kalau nggak salah, kasusnya memang kejadiannya di danau ini deh.

      Hapus
  3. Oooo ada lima ya danaunya di UI, baru tahu aku. Danau Agathis, Danau Mahoni, Danau Puspa, Danau Ulin, dan Danau Salam.๐Ÿ‘๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada 6 Ayah Ucub. Ditambah sama danau Kenanga yang paling ramai dikunjungi orang di kampus UI Depok ini.

      Hapus
  4. Menikmati keindahan seharusnya makin membuat kita mengerti bahwa begitu bermanfaatnya alam buat kita, tapi kadang kita sebagai manusia tidak sadar dan merusaknya dengan sampah dan enggan melestarikannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmph, memang kebiasaan buang sampah pada tempatnya itu bukan hal mudah untuk diajarkan dan dijadikan kebiasaan umum.

      Hapus
  5. Andaikan semua orang berpikir sama utk bertanggung jawab pada sampah masing masing ya?
    Eniwei ini danau tempat kejadian mahasiswa tenggelam ya? Ngga ada kabar lanjutannya ya
    Saya penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Ambu. Andai semua masyarakat Indonesia bisa begitu urusan sampah.

      Huum, Ambu. Belum nemu juga kelanjutan beritanya di media.

      Hapus
  6. Setuju Kak Acha. Kemanapun berkunjung, tetep jaga kebersihan. Coba deh kalau misalnya ada yg berkunjung ke rumah kita dan meninggalkan sampah, kan pasti menjengkelkan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini, setuju banget sama analoginya Kak Fenni.

      Hapus
  7. Danau Kenanga, ngelihat fotonya aja bikin adem. Jadi, danau ini ada di deket UI, ya? Di Depok, pasti banyak yang ngunjungin danau ini, ya. Soalnya jadi wisata gratis buat sejenak melepas lelah dan penat.

    BalasHapus
  8. Saya pernah baca di beberapa cerpen tentang danau di UI kak. Tapi gak nyangka kalo danaunya sampe 6.. luar biasa hijaunya UI ini ya.

    Di USU (universitas sumatera Utara) ada semacam danau buatan tapi gak besar amat dekat dari perpustakaan.
    Tapi kita dulu lebih demen duduk dekat kolam di depan perpustakaan meski gak terlalu bersih kolamnya.
    Duduk di situ karena rindang dan banyak penjual cemilan. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, secantik apa ya danau di USU sana. Semoga kapan kapan kalau Mba ceritakan di blog, aku bisa punya kesempatan mampir untuk baca ya.

      Hapus
  9. Saya sendiri juga suka menikmati pemandangan di danau. Rasanya sejuk dan indah sekali ya. Btw kalau di UI Depok ada danau yang disebut Danau Kenangan, di tempat saya sini ada danau juga danau di pinggiran kampus tepatnya di Universitas Hasanuddin (Unhas) tapi saya nggak tahu apa nama danaunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun awalnya nggak tau kalau nama danau di kampus UI ini Danau Kenanga Mba. Jadi tau berkat googling. Mungkin ada namanya juga si danau di UnHas sana itu.

      Hapus
  10. Belum pernah main ke UI. Kalau gak salah pernah melintas aja sih waktu itu, tapi emang kampusnya itu teduh banget ya, asri. Ternyata di dalamnya banyak danau buatan ya. Pengen deh berswafoto juga, itu yg foto pertama iconic nya UI banget ya Ka Cha :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget mba. Iconic UI banget di foto yang pertama. Sejuk banget memang di dalam kampus UI ini.

      Hapus
  11. Jadi ingat janjiin anak ke danau-danau UI yang cantik dan belum kesampaian. Jadi suamiku lulusan FE UI, angkatan '92. Tahun segitu belom bagus tuh kampusnya karena belom lama pindah ke sana. Kami cuma pernah sekali ke sana saat ngurus legalisir ijazah buat persyaratan beasiswa , tahun 2008 kalau ga salah. Setelah itu belom pernah lagi. Si bungsu waktu ngeh Bapaknya dari UI minta ke sana melulu, tapi entah mengapa ga jadi-jadi ya..Duh. Baca ini, kalau pandemik usai, harus ke UI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat. Habis pandemi, semoga impian si bungsu buat main ke danau UI terealisasi ya Mba. Mana tau anaknya Mba Dian nantinya malah jadi mahasiswa UI juga.

      Hapus
  12. Wah, asyik ya Mbak bersantai di dekat danau. Memang sehabis lelah pas banget cari tempat yang adem untuk melepas penat, apalagi gratis. Dulu di kampus saya ada Mbak, sekarang sudah berganti bangunan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, sayang banget kalau malah jadi bangunan.

      Hapus
  13. Iya kalau tamasya kemanapun jangan lupa bawa untuk tempat sampah. Malu dong kalau sekelas mahasiswa masih buang sampah sembarangan hehehe...
    Anak saya saja nih balita dan SD buang sampah sudah tahu kemana. Naik gunung sampah bekas permen saja dibawanya turun di saku.
    Jaga dan pelihara danau meski buatan supaya makin indah penampakannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kadang yang main ke Danau UI ini nggak selalu mahasiswa Teh.

      Memang ya, kebiasaan buang sampah pada tempatnya, belum merata banget di sini.

      Hapus
  14. waa aku belum pernah masuk ke UI, jadi kepo pengan liat langsung danau nya juga, ternyata cukup luas ya danau nya hihi

    BalasHapus
  15. Pernah kesini waktu ngantrmer temen ku daftar dan tes masuk S2 UI. Danau nya bikin adem beneran mba hehe. Apalagi sambil baca buku disamping danau nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, nikmat banget memang baca buku di sini.

      Hapus
  16. Waahh enak yaa ada danaunya pantes aja ini jadi tempat favorit banyak orang termasuk mba, suasanya emng kelihatan sejuk cocok banget buat yang abis pusing kuliah mau refreshing dan ga perlu jauh-jauh.mungkin kalo aku kuliah di daerah sana bakal sering nongkrong disini juga cari udara sejuk hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak Siti. Suasananya asik banget di situ, adem, bisa buat mencari inspirasi apalagi pas mengerjakan skripsi yang terkadang penuh drama ๐Ÿ™ˆ

      Hapus
    2. Nah, iya banget kak Sitti. Bahkan walaupun jadi mahasiswi kampus sebelum, aku pun hobi main ke sini.

      Hapus
    3. Nah, pas pusing pusingnya sama skripsi, bisa refresh pikiran lho kalau main sebentar ke danau UI ini.

      Hapus
  17. Saya belum pernah main ke danau UI, kayanya asyik banget klo bisa santai menikmati air danau sambil jogging di pinggir danau itu Kak, jadi pengen juga saya ke situ kak. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Airnya nggak bisa dinikmati sih Kak, cuma bisa dilihat aja.

      Hapus
  18. Enak banget kalau uda santai di danau UI Depok ini. Aku baru sekali main ke sini, hihihi. Suasananya enak banget, apa lagi pas sore, hihihi

    BalasHapus
  19. Danau UI tuh emang asik banget buat nongkrong ya, Kak. Aku yang domisili di Jakarta Timur mepet Bekasi aja seringkali kalo penat mau me time suka ke danau UI buat sekadar duduk dan nulis atau baca novel doang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, kece banget sih Kak, dari Jakarta Timur mepet Bekasi, santainya ke danau UI. Mungkin kita udah pernah ketemu selewat tapi nggak pernah tau ya. Hihihi.

      Hapus
  20. Waaah dulu masih suka main ke danau situ pas jaman SMA malah. Kalo ada seminar atau apa di UI pasti main ke danau juga. Sekarang mah boro-boro. Mau beranjak dari kasur aja mager hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ... kalau nggak ada temannya emang enakan santai di rumah sih Af.

      Hapus
  21. Aku pernah 2x ikut run race di UI. ga nyangka kalau tempatnya guedeee banget dan bagus! Asri banget.
    Secara aku pelari lelet, nyampe finish siang gak berasa panas dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuaaaa keren banget Kak. Aku nggak sanggup run race keliling UI.

      Hapus
  22. Aish, warga depok pastinya pernah kesini dan merasakan kehangan danau UI yang penuh rasa itu hehe.. akupun suka duduk disini.. semoga nanti setelah pandemi mau kesini lagi.. damai banget ya rasanya duduk santai di pinggir danau ui ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Lepas pandemi, moga bisa berkunjung ke danau UI lagi.

      Hapus
  23. Aku ke UI baru beberapa kali loh, bisa dihitung pakai jari. Ternyata banyak juga spot menariknya hehehe. Nanti deh coba melipir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget. Bisa buat foto foto juga lho.

      Hapus
  24. Duh mbak, sebelum baca ini aku abis mimpi jadi mahasiswa exchange di UI astaga hehe. Legend sekali ya danau ini, gratis dan bikin seger. Mau juga ke sini eh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, aku kapan ya bisa jadi mahasiswa UI juga. Mau banget lah pokoknya.

      Hapus
  25. Gak ada mahasiswa yang duduk-duduk sambil baca buku atau diskusi yaah..?
    Hehhe...di bayanganku, suasana kampus dengan danau dan pemandangan indah, banyak yang piknik, olahraga atau diskusi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena weekend jadinya nggak ada Mba.

      Hapus
  26. Saya jadi teringat mbak, 10 tahun lalu, saya bukber di pinggir danau dekat balairung ini. Gelap namun nggak menakutkan saat itu sih. Perpustakaan bagus sih, bikin betah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, 10 tahun lalu, berarti tabir alias Tenda Biru tempat makan yang mepet stasiun Pondok Cina itu masih ada. Jaman aku kuliah soalnya.

      Hapus
  27. Ternyata namanya danau kenanga toh
    Pernah nongkrong di sini dua kali waktu habis dari perpustakaan UI
    Cuma serem karena pernah ada yang tenggelam bunuh diri (?) Di situ.

    BalasHapus
  28. Aku cuma tau danau di texas. Dan baru dikasih tau teman bulan lalu kalau ada banyak danau di UI dan masing2 punya ciri khas masing2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, texas amerika nih Kak? Keren banget.

      Hapus
  29. Ternyata ada banyak juga ya danaunya. Kirain saya cuma 1 yang foto paling atas itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang 5 lagi sih katanya kurang terawat teh. Cuma danau kenanga ini aja yang terawat bagus.

      Hapus
  30. Dulu pernah punya kenangan manis dengan suami dan anak-anak di tepi Danau UI ini. Setelah makan di resto masakan Sunda terus foto-foto di tepinya. Karena kami bawa tripod jadi deh bisa foto berempat dan aku sebagai primadonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuhhh indah banget kenangannya Mba. Semoga lepas pandemi, bisa main lagi ke sini ya.

      Hapus
  31. Sekitar setahun lalu ke sana. Kebetulan ada acara di perpustakaan UI. Lokasinya pas menghadap tulisan Danau Kenanga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Duh, udah lama aku nggak main ke perpusnya.

      Hapus
  32. Ternyata danaunya ada 5 dengan nama yang berbeda, kirain cuma satu danau aja. Enak banget ya sore-sore duduk di bawah pohon, di pinggir danau sambil baca buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada 6 Mba, ditambah sama danau Kenanga ini.

      Hapus
    2. Owlaaahh banyak ternyata ya, aku belum pernah ke sana :( cuma Danau UI ini memang hits banget ya, sering denger aku tuh

      Hapus
  33. Wah aku blm pernah ke kampus UI. Ada danaunya ya? Kelihatan adem dan asri. Ini danau buatan kah atau asli? Jadi ingat kampus saya di Unhas juga ada danaunya...

    BalasHapus
  34. Salah satu spot yang paling aku suka kalo lagi main ke UI kak hehe. Masih asri banget. Apalagi banyak pohon-pohon rindang, sambil duduk abis jogging sambil liatin danau hehe

    BalasHapus
  35. Seriiing banget lewat UI, setiap lewat danaunya, walau cuma lihat di kejauhan, seneng aja rasanya. Pengen sesekali ngadem juga pinggir danaunya itu deh, sambil ajakin Anak-anak pasti seru ya, mumpung gak jauh juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru banget memang Mba. Sejuk. Enak buat sekadar duduk duduk.

      Hapus
  36. Aku dulu juga suka duduk duduk dan foto foto di danau UI hehehehe

    BalasHapus
  37. UI indah banget ya, salah satu kampus idamanku dulu :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga masih jadi idaman ya kak. Aku pun masih mengidamkannya.

      Hapus
  38. Aku belum kesampean kesinu nih, kapan ya. Pengen deh duduk bersantai disitu juga sambil foto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kapan kapan kesampaian main ke danau ui ini ya teh.

      Hapus
  39. Danau UI memang asri banget, beberapa teman dari komunitas suka banget tuh kalau meet up di sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sering dijadiin tempat kumpul komunitas juga nih danau UI ini.

      Hapus
  40. Aku pernah juga ada beberapa kali duduk duduk disini sama teman-teman kampus dan biasanya berakhir ke kantinnya dekat masjid. Teduh ya disini tenang gitu. Makanya kalau sabtu minggu rame yang olah raga sebelum pandemi ada

    BalasHapus
  41. Aku juga dulu suka duduk dusuk di danau kenanga UI setelah tau lulus masuk D3 fakultas kesehatan masyarakat to aku ga jd ambil karena aku jg keterima s1 di ipb. Jadi mengingat perjuanagn belajar disana untuk kuliah

    BalasHapus
  42. Aku ikut SPMB untuk ambil jurusan Sastra Indonesia gitu di UI terus ga lo2s. Untung waktu tes dapet lokasi di sana, jadi pernah main di danau UI ini.

    BalasHapus
  43. Dulu kalau sedang suntuk saya suka ke danau UI. Ngeliat air tenang bikin pikiran jd ikut tenang hehehhe

    BalasHapus
  44. Danau yang jadi ikonnya anak UI ya, aku pernah sih kesana sekali doang karena janjian sama teman yang kebetulan kuliah di UI dan kita ngobrol dekat danau dengan teman-teman lainnya.

    BalasHapus
  45. Inget banget waktu kecil sering diajak ayah main ke danau ini (soalnya alm. ayah alumni UI dan dosen di sana juga). Cuma dulu sih nggak sekeren sekarang yaa. Sekarang lebih bersih dan asri. Jadi kangen pingin duduk-duduk santai di pinggir danau Kenanga ini lagi.

    BalasHapus
  46. Kok jadi ingin hunting foto yaa. Kayaknya destinasi yg cocok utk pehobi fotografi.

    BalasHapus
  47. Kapan ya terakhir main ke Danau UI
    Udah lama banget kayaknya, pas Prema masih bayi dan ada acara kumpul-kumpul komunitas di sana
    Memang asyik suasananya. Sejuk dan bikin betah banget. Enak buat tempat bersantai

    BalasHapus
  48. Memang seneng banget sih kalo berkunjung ke danau dengan pohon rindang seperti ini. Bikin pikiran jadi tenang dan refresh kembali

    BalasHapus
  49. Danau ini emang jadi tempat fav anak2 UI. AKu pernah nongkrong disini dulu wkt adikku kuliah di UI, aku nebeng di kosan, trus sorenya jalan2 ke danau, duduk2 disitu, wuiih nyamaaan banget :)

    BalasHapus
  50. Aku bukan penduduk Depok, kuliah di UI juga nggak. Tapi setiap ke sana seneng aja nyempetin diri ke sini. Berasa ga kota gitu. hehehe...

    BalasHapus
  51. Postingan ini mngingatkanku pada memori jaman menunggu hasil SNMPTN Tertulis, pasca ditolak PMDKSNMPTN Undangan ke UI. Aku sering main kesini padahal jauh dari rumah hehe. Tapi aku baru tahu nih nama danaunya selain Mahoni

    BalasHapus
  52. wah adem bangte , airnya begitu tenang, bisa sambil ngelamun

    BalasHapus
  53. Aku baru sekali ke UI, itupun gara2 temen kuliah pas di Malaysia dulu, DTG liburan ke jkt dan minta diajakin ke UI :p. Krn dia sering denger ttg kampus di Malaysia.

    Puas deh waktu itu kami jalan2 muterin kampusnya. Liat danau juga tp jujurnya aku lupa dan ga apal danau yg mana yg kami liat :p. Trus mampir di coffee shop gitu.

    Jd pgn kesana lagi sbnrnya :).

    BalasHapus
  54. astagaaa kaa achaaaa sampe tahu nama-nama danaunya ya. Aku aja gak tau nama danau apa aja di sana dan nggak pernah main ke danau UI, walau cuman duduk-duduk di pinggirnya. SFakultas aku deket sama rektorat, tapi yaa mending nongkrong di kanti, mall, atau langsung pulang buat ngerjain tugas ketimbang duduk di pinggir danau. Ahahahaa.

    Perpus baru? apalagiiii ini. Belum ada di zamannya aku. wkwkwkw

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.