Langsung ke konten utama

So Good Spicy Chicken Strip : Kenikmatan Membara Karena Pedasnya Enak Menggoda … Seperti Iklannya


Uhm … saya sebenarnya bukan penggila berat makanan pedas. Ya, walaupun, ada lah masanya saya akan hunting makanan dengan rasa pedas, seperti yang pernah saya ceritakan dalam postingan saya yang terdahulu tentang kunjungan saya ke Cabe-Cabean Festival di Blok M Square. Saya bukan pecinta pedas akut yang kemana-mana kalau makan tanpa sambal sama dengan hambar. Saya masih mencintai Mie Ayam Baso Rawit Ojo Dumeh … pun kini senang menikmati Spicy Chicken Strip dari So Good, walau kalau makan baso urat, kuah basonya sudah semacam semur kecap.



Spicy Chicken Strip So Good

Lho, kok saya bisa begitu? Hmm …. Lidah saya bukanlah lidah yang cinta mati sama rasa pedas, tapi saya masih bisa mentolerir rasa pedas gurih yang enak, dan cocok dimakan dengan nasi hangat. Sambal tomat dan lele goreng saja saya terima, apalagi So Good Spicy Chicken Strip ini.

Sebagai orang yang nggak termasuk ke dalam penggila rasa pedas, nugget ayam keluaran So Good ini akan saya rekomendasikan juga untuk kamu yang punya kebiasaan makan pedas sesekali saja seperti saya. Walaupun termasuk ke dalam golongan orang yang nggak terlalu suka banget banget banget sama rasa pedas, tapi pedas gurihnya Spicy Chicken Strip ini pada akhirnya nggak bisa saya tolak. Tentu saja, karena awal perkenalan saya dengan Spicy Chicken Strip ini bermula dari iklan. Mari catat baik-baik. Bahwa betapa sebuah iklan yang unik, terngiang-ngiang pula di kepala bahkan sudah nggak diputar, membuat seseorang sukses terbayang dengan produk yang diiklankan. Sepengetahuan saya yang masih cetek ini, itulah salah satu contoh iklan yang baik.

Kalau kamu sudah mampir ke akun Youtube So Good dan melirik iklan Spicy Chicken Strip dengan judul besar “Kenikmatan Membara” mungkin kamu akan paham. Dengan gaya keluarga berada yang sering digambarkan pada sinetron tahun 1990an, umm … saya sukses terbayang setting sinetron Bidadari yang dulu ada Lala dan Bombom-nya ... tergambar betapa kalau lagi makan Spicy Chicken Strip dari So Good ini, nggak boleh diganggu sama sekali. Suara bel yang heboh menunggu si empunya rumah membukakan pintu saja, bikin sebal rasanya. Dan … entahlah, saya suka ekspresi pemeran “Bibi” dalam iklan Kenikmatan Membara ini. Bikin sensi. Kocak.

Dari teaser 15 detik tadi, saya dibawa beranjak untuk mencari tahu, seperti apa sih rasa dari Spicy Chicken Strip So Good ini? Apa iya beneran senikmat iklannya sampai-sampai kalau lagi makan tuh nggak boleh diganggu?

Kemudian, akhirnya sore itu saya merealisasikan rasa penasaran saya dengan menggoreng sebungkus nugget Spicy Chicken Strip langsung, semuanya. Dalam sebungkus nugget ayam yang harganya nggak sampai di angka 50 ribu, ada enam potong ayam pedas gurih yang bisa saya bagi dengan partner saya di rumah. Pas deh, jatah makannya sama-sama tiga potong, dan dengan noraknya saya nggak malu malu untuk minta tambah nasi hangat. Padahal biasanya saya membatasi porsi saya biar nggak ngantuk, eh ketagihan. Entah deh, saya harus bagaimana dong?

Jadi, sensasi yang saya nikmati dalam tiap gigitan “Kenikmatan Membara” itu ya … begini :

Menggoreng Spicy Chicken Strip So Good
Spicy
Pertama kali menggoreng, di menit entah keberapa saat kriuk si Spicy Chicken Strip ini sudah kelihatan, aroma gurih pedasnya terasa menguar. Eih, saya sampe terbengong beberapa detik. Memastikan kalau aroma yang saya cium ini, beneran dari nugget ayam yang sedang saya goreng. Persis seperti ayam goreng yang sudah dihidangkan lengkap dengan semangkuk kecil sambal cocol. Demikianlah. Dan ketika saya mencicipinya pun … benar saja, rasa pedasnya gurih … nggak terlalu menggigit, sehingga nyaman di lidah saya yang kalau si makanan terlalu pedas dan berbagai terlalu lainnya, otomatis menolak. Ini malah rasanya saya pengen nambah nasi lagi.

Juicy
Seperti ciri khas dari nugget keluaran So Good lainnya. Ayam dalam nugget ini juicy, tebal pula. Gimana dong, sudah ciri khas, jadi sejak dulu kalau dibelikan nugget keluaran So Good sama Mama atau partner, saya nggak banyak protes.

Spicy Chicken Strip So Good Siap Disantap

Crispy
Kulit luarnya kriuk. Jadi saat gigitan pertama …, maksudnya cicipan pertama, saya bisa menikmati kriuk dengan juicy-nya yang enak. Pas deh. Apalagi setelah dicicip berkali-kali, ternyata sumber pedasnya bukan sepenuhnya terasa di bagian tepungnya melainkan pada daging ayamnya juga.

Fully Meat
Iya. Iya deh iya. Syarat mutlak dari frozen food seperti nugget ini memang harus fully meat baru enak dibeli ya. Soalnya kalau nugget yang dibeli ternyata setelah digoreng malah kempes dan kurang berisi, agak rugi juga. Maksudnya ingin menghemat malah tiap makan harus goreng banyak.

Nah, demikianlah. Walaupun memang varian dari So Good yang ini mungkin nggak akan masuk dalam list belanjaan saya setiap bulan, karena selain isinya yang cuma sekali makan, saya kan sudah bilang … kalau saya akan mencari Spicy Chicken Strip So Good ini saat saya sedang ingin bersantai dengan makanan pedas di rumah.

Karena kemarin ada dua bungkus, jadi sebungkus lagi masih saya simpan dengan manis di freezer, nampaknya akan menjadi camilan seru untuk saya dan partner menonton film saat libur panjang nanti. Saya sudah beli sebotol mayonaise, cocolan favorit kami.

Eh ya, kamu sudah coba Spicy Chicken Strip dari So Good juga? Bagaimana menurutmu?


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.