Langsung ke konten utama

REVIEW & PHOTO CHALLENGE] Baby Daddy by Dahlian


Ehm, saya nggak ragu untuk memulai blogpost saya mengenai novel Baby Daddy karya Dahlian, terbitan Roro Raya Sejahtera (Twigora) kali ini dengan ungkapan, "menghanyutkan", beneran deh, saya terhanyut. Kenapa saya bisa terhanyut? Sini yuk, saya kasih tau dulu tentang novel Baby Daddy ini.

Baby Daddy

PENERBIT RORO RAYA SEJAHTERA
NOVEL 
Status: BKP
BABY DADDY
DAHLIAN
SC; 14 x 20 cm
Jumlah Halaman: 428 hlm
Bookpaper 55 gr;  
ISBN : 978-602-61138-8-7
Harga: Rp 94.000,-

Tagline :
Ketika Aku Mempertanyakan Cinta, Kau Hadir Sebagai Jawaban

Blurb:
APA KAMU TAHU BAYI CUMA BISA MENANGIS, 
TIDUR, DAN BUANG AIR?

Bukan sekali dua kali Bramasta hampir ingin melambaikan bendera putih karena pengetahuannya yang kelewat minim tentang merawat bayi. Meskipun begitu, satu hal yang pasti, dia tak akan menyerah demi Dona—Baby D-nya. 

Ketika menemukan bayi itu tergeletak menangis dalam keranjang depan rumah, dia bersumpah tak akan membuat Baby D merasa terbuang seperti masa kecilnya dulu. Namun, di sisi lain, Bramasta juga sadar dirinya butuh bantuan... meskipun itu berarti dia harus minta tolong ke tetangga barunya yang sangat menyebalkan.


BABY D IMUT DAN MENGGEMASKAN SEKALI. 
DADDY-NYA? NOT SO MUCH!

Kaynara meyakinkan dirinya kalau dia mau repot-repot membantu seperti ini hanya karena Dona—bukan Bramasta. Untuk waktu yang cukup lama, dia merasa ambisi Bramasta merawat Baby D itu kelewat konyol. Namun, hari demi hari, Bramasta terus memperlihatkan keteguhannya. Hanya dengan belajar sebentar saja, dia segera terampil mengganti popok Baby D, memandikannya, bahkan menggendongnya hingga berhenti menangis. Meski begitu, masih ada sejumlah pertanyaan yang mengusik Keynara sampai sekarang: siapa orangtua Baby D sebenarnya? Benarkah memang bukan anak Bramasta seperti pengakuannya selama ini? 

Ada lagi pertanyaan yang lebih penting: kenapa dadanya berdesir setiap kali berada di dekat Bramasta dan Baby D? Apakah benar ini hanya kekaguman atau spektrum perasaan lain yang enggan Keynara akui?

Dahlian,
Penulis Sleepaholic, Name of the Game, Baby Proposal, Promises Promises, Casablanca, & Accidental Father.

***

Nah, kamu sudah baca blurb buku ini, dan belum mrrasa tertarik? Baiklah, kalau begitu, biarkan aku bercerita mengenai buku ini padamu. Tapi, jika kamu berusia di bawah 17 tahun, mohon maaf sekali, nantinya saat giveaway, saya nggak bisa memberikan buku ini pada kamu.

Begini, di chapter awal saya membaca novel ini, entah bagaimana, saya merasa semuanya biasa saja. Pertemuan Bramasta dan Kaynara yang terjadi gara gara tempat sampah yang berantakan, bahkan sampai dijadikan lahan mencari makan bagi kucing, lalu tentu saja ... tikus. Sudah. Sudah sampai di situ saja, kemudian saya mulai berenang dalam kolam kisah Bramasta yang berujung jatuh cinta akibat kemunculan Baby D. 


Gemasnya saya, sebrengsek-brengseknya lelaki macam Bramasta -- entahlah, Kaynara sering sekali menyebutnya begitu -- ternyata punya hati malaikat juga. Auuhh ... jiwa Yummy Daddy, alias para ayah yang penuh kasih, lembut, dan kebapakan, dalam diri Bramasta, membuat saya terpikir demikian. Biarlah dia brengsek di masa lalu, asal di masa depan, bisa jadi Yummy Daddy dan Gentleman Husband buat seorang perempuan yang dia sebut "istriku sayang" atau "mamanya anak anak papa". Omagaaaa ....

Sibuk gendong (ceritanya sih bayi) tapi baca novel tetap jalan biar hati senang

Oh ya, kalau boleh, saya mau share foto saya yang sedang menggendong boneka di sini. Semoga kamu nggak galau melihatnya. Sejujyrbya, saya galau harus berpose bagaimana lho.

Bukan cuma di blog ini. Makanya, ikutan yuk!

Okay. Sampai di sini ya. Besok saya akan mengadakan giveaway novel Baby Daddy ini di blog saya. Jangan lupa mampir lagi ya. Semoga kalian nggak gemas karena untuk giveaway saja, saya sungguh mengulur-ulur waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.