Langsung ke konten utama

Memulai Bisnis Makanan Rumahan Di Saat Pandemi, Yay Or Nay?

“Emang Ka Acha jago masak banget sampai mau ikutan buka bisnis makanan rumahan?”

Jago masak sih sebenarnya saya nggak ya. Masak bagi saya itu ya … masak yang untuk bertahan hidup biar nggak terlalu boros jajan makanan melulu. Saya ini target market banget deh untuk para pelaku bisnis makanan, baik itu bisnis makanan rumahan ataupun bisnis jajanan kekinian dan lain sebagainya. Tapi, Bundo mertua saya, jago banget masaknya.

Beruntunglah, kesempatan mempertemukan saya dengan Chef William Gozali alias WillGoz yang jadi narasumber di IG Live FunTalk bareng Home Credit dengan topik seru “Resep Jagoan Bisnis Makanan”. Sepanjang mengikuti IG Live, waktu benar-benar nggak terasa, karena seru banget penyampaian dari Chef WillGoz. Belum lagi, bahasannya yang sebenarnya berat tapi jadi terasa ringan.

funtalk-ayo-maju-bersama

Nah, biar nggak berpanjang-panjang di prolog tulisan, Ka Acha sajikan dalam bentuk list saja ya, Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kamu yang mau memulai bisnis makanan rumahan di masa pandemi seperti saat ini. Pssttt … saya juga belajar banyak sih, buat bantuin Bundo saya ngurusin catering-nya yang baru banget buka bulan ini, “Semarak Rasa” lho nama brand-nya.

Siapkah Memulai Bisnis Makanan Rumahan?

Bisnis makanan apa sih yang cocok dibuka sepanjang masa pandemi begini? Bukannya daya beli masyarakat sedang turun ya? Belum lagi kalau bisnis makanan apalagi bisnis makanan rumahan itu, perlu dipikirkan produk makanan yang cocoknya seperti apa. Selera pasarnya bagaimana. Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang membuat seseorang maju mundur untuk memulai terjun di bisnis food and beverage.

Tapi, Chet WillGoz yang juga sudah lama berkecimpung di bisnis food and beverage dengan nama brand Sunny Fatday ini, menyampaikan cerita yang sebenarnya membuat semangat untuk memulai bisnis apapun itu, jadi terpantik.

Walau memang daya beli masyarakat sedang turun, pun kebanyakan aktivitas dilakukan di rumah saja sehingga nggak bisa dine-in kalau mampir ke tempat makan, belum lagi pemanfaatan uang yang biasanya lebih ke arah penghematan, tetap nggak menutup kemungkinan bagi pebisnis kuliner untuk dapat cuan. Asal tahu trik dalam men-treat target market dan loyal customer-nya.

Kalaupun baru memulai bisnis kuliner terutama bisnis makanan rumahan, sebenarnya bisa banget kok. Sebab nggak semua orang yang di rumah saja, nggak punya rasa bosan makan masakan sendiri alias sesekali pastilah pengen juga jajan di luar. Tapi maunya sama tempat jajan yang makanannya enak, higienis juga proses masaknya, dan mudah pemesanan juga pendistribusiannya.

Sebelum memulai membuka bisnis makanan rumahan, ada baiknya kamu menyimak quote yang Chef Wiliam Gozali sampaikan di bawah ini. Penting banget urgensinya, sebelum kamu langsung lanjut ke tahap pemasaran dan habis modal duluan. Yes … serve the best food for your customer dong tentunya. 

quote-chef-willgoz

Nah, Chef WillGoz sudah menjawab sedikit pertanyaan di atas. Berbisnis, baik itu bisnis makanan rumahanan maupun apapun itu, si pelaku usaha memang perlu jatuh cinta lebih dulu dengan produknya sebelum siap dipasarkan.

Belum lagi, Chef WillGoz menyatakan pendapatnya, kalau bisnis makanan rumahan itu bisa dicoba dulu di lingkup terdekat. Menjadikan target market itu orang dekat dulu, semisal menjualnya ke tetangga maupun ke teman-teman dan juga kolega yang sudah mengenalmu secara personal. Mana tau, jika enak, bisa terjadi repeat order. Trus dapat worth of mouth alias direkomendasikan ke teman lainnya.

Menu Apa Yang Cocok Untuk Bisnis Makanan Rumahan?

Untuk urusan menu dari bisnis makanan rumahan, ternyata nggak perlu terlalu menantang diri untuk menciptakan makanan kekinian lho. Bermain di wilayah comfort food malah lebih aman. Kalaupun mau berkreasi, bermainlah sedikit dengan comfort food tadi. Berkreasi namun tetap memasukkan cita rasa yang sudah familiar di lidah Indonesia, misalnya.

Bentar, comfort food? Itu apa sih Ka Acha? Jadi comfort food ini adalah menu makanan yang sudah umum dan lumrah dikenal oleh kebanyakan orang. Masakanan dan jenis makanan yang baru mendengar namanya saja, sudah terbayang bagaimana rasanya, tekstur makanannya, atau aromanya, semisal : mie ayam, nasi goreng, rawon, rendang, gulai, sate, dan lainnya.

Tapi balik lagi ke tantangan yang Chef WillGoz sajikan di awal sebelum membuka bisnis makanan rumahan ini. Apa kamu siap dan nggak akan bosan makan dengan menu makanan yang itu-itu saja selama 2 minggu berturut-turut? Menu yang mau kamu jual itu lho.

Tips lainnya, berbisnis makanan rumahan bisa dengan menyajikan frozen food. Apalagi frozen food pada umumnya punya daya tahan, paling nggak sepanjang beberapa minggu penyimpanan di lemari pendingin. Enaknya lagi, akan dengan cepat didistribusikan setelah konsumen melakukan pemesanan.

Kalau nggak sanggup dengan frozen food karena merasa terlalu banyak saingan, ya itu … comfort food. Biar nggak banyak ruginya karena masak tiap hari dan belum tentu laku juga ya … bisa gunakan sistem pre order untuk pemesanan. Catering juga nih, kan sistem pemesanannya tentunya PO dong ya. Doakan Bundo saya dengan brand “Semarak Rasa”-nya ya.

Baca juga : Kenalan Sama Banyak Rupa Kuliner Korea Selatan Melalui Drama Korea

Apa Sih Kerepotan Awal Kalau Mau Berbisnis Masakan Rumahan?

Seperti pengalaman saya sepanjang membersamai Bundo dalam mengembangkan bisnis catering “Semarak Rasa” yang baru mulai dijalankan di bulan ini, ada banyak sekali perintilan persiapan yang sebenarnya cukup menguras tenaga dan pikiran. Pun semuanya nggak bisa dilakukan sendirian. Nggak berasa dikejar waktu sih sebenarnya, tapi nggak boleh terlalu santai juga sepanjang mengerjakannya.

Drama persiapannya dimulai dari menentukan nama merek. Panjang sekali, sampai semua anak-anak Bundo ikut riset sana sini. Ujungnya, pilihan pun jatuh ke nama “Semarak Rasa”. Nah, drama lanjutannya pun mengekor di belakang. Ada logo yang harus disiapkan, akun Instagram, dan masih banyak perintilan persiapan lainnya. Mulai dari produksi, distribusi, sampai pemasaran. Tumplek-plek semua.

tips-bisnis-makanan-rumahan-ala-chef-willgoz

Pemasarannya dimulai sejak kapan? Ya sejak ide sudah muncul di depan mata dan eksekusi pertama sih sebenarnya. Dimulai dari menjajakkan masakan Bundo ini ke tetangga, lebih tepatnya ke teman pengajian yang memang sudah cukup lama mengenali cita rasa dari masakan Bundo. Pas banget dengan apa yang Chef WillGoz sampaikan di IG Live di akun Instagram @homecreditid pada 16 September pukul 19.00 kemarin.

Intinya ya … nggak ada waktu yang benar benar tepat, sebab urusan timing ini akan selalu berbeda-beda. Tapi … kalau momentumnya nggak diciptakan sekarang, ya hanya akan jadi mimpi belaka tanpa realisasi berupa usaha.

Bisnis Makanan Rumahan Enaknya Dipasarkan Secara Online Atau Offline?

Online. Begitu sih yang Chef WillGoz kemukakan. Sebab dengan berbisnis online, bisa mengurangi nodal untuk sewa tempat usaha.

Kalau untuk urusan marketing, selain dilakukan melalui media social personal atau dibuatkan akun khusus, bisa pula dengan memasarkannya di e-commerce. Kalau modal dan keuntungan sudah lebih banyak lagi, baru deh kerjasama dengan ojek online.

Pengiriman produk makanan biar tetap aman hingga sampai ke tangan konsumen pun perlu diperhatikan nih. Nah, urusannya, menjadi agen pengiriman terpercaya, diiringi dengan packaging yang aman agar produk makanan tetap segar dan baik sepanjang perjalanan.

Kalau offline, perlu nggak? Kalau masih di circle sendiri, bisalah ya offline. Apalagi catering, misalnya. Kan kepercayaannya didapat secara personal.

Jadi, Buka Bisnis Makanan Rumahan Di Masa Pandemi, Yay Or Nay?

Yay dong. Yes. Lanjut. Karena masa pandemi ini sesungguhnya bukanlah penghalang bagi sesiapapun yang berjuang mendapatkan cuan bagi keluarga tersayang. Tapi pandemi adalah tantangan baru yang dihadirkan oleh Allah SWT agar sebagai makhluknya, kita tetap kreatif dan produktif, di antara keterbatasan kita oleh protokol kesehatan yang sungguh harus banget dipatuhi agar tetap aman.

Pandemi ini bukanlah alasan untuk nggak berani memulai apapun. Serupa semangat #AyoMajuBersama yang diusung Home Credit dalam cukup banyak FunTalk yang akan hadir setiap minggunya dengan berbagai narasumber keren yang semoga bisa terus menyemangati kamu.

Saya sendiri pun sebagai pekerja lepas, mencoba terus dan terus beradaptasi dalam banyak segi kehidupan. Saya nggak mau menjadikan pandemi ini sebagai salah satu pemicu munculnya depresi, karena pandemi ini ternyata nggak bisa dihindari apalagi diingkari, namun dihadapi.

Untuk menonton IG Live FunTalk dari Home Credit bersama Chef Willian Gozali yang lebih lengkap – mana tau kamu menemukan insight lain selain yang sudah saya tuliskan – bisa kamu tonton di sini.

Baca juga : 7 Cara Agar Tetap Berpikir Positif Selama Masa Di Rumah Saja

Semangat? Yuklah, semangat! Doakan bisnis makanan rumahan Bundo saya yang mengusung nama “Semarak Rasa” bisa berjalan lancar juga di masa pandemi ini ya. Mari terus bergerak bersama, mari memulai dengan usaha dan doa. Lets Go and Lets Fight, gengs.



Komentar

  1. Pada masa pandemi ini kata Chef WillGoz bisa saja bisnis kuliner asal tahu trik dalam men-treat target market dan loyal customer-nya. Wuih tantangan banget itu. Tapi bukan gak mungkin ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banget Bunda Niar, bukan nggak mungkin walaupun nggak mudah.

      Hapus
  2. Saya pernah jualan brownies dong, padahal saya nggak pinter masak, waktu pertama kali jualan, teman-teman ga percaya kalau saya bikin sendiri hihihi.

    Sayang sekarang semangat buat jualan makanan udah lari, padahal jualan makanan di masa pandemi ini menjanjikan ya, asal kita tahu ilmunya juga sih biar lebih menghasilkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kujadi ingat pernah baca cerita Mba Rey tentang perjuangan selama jualan brownies dulu, sampa ikutan MLM kalau ku nggak salah inget. Perjuanganmu memang Mba Rey. Semoga terus jadi wanita luar biasa ya Mba.

      Hapus
  3. Lho ternyata tanggal 16 kemarin ada ig live ya, lupa nge set alarm nih jadinya gak ikut ig livenya. Kalau ditantang makan masakan yg akan dijual selama 2 minggu kira kira bisa gak nihh, kuliner nasi goreng ok banget tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, aku pun nggak bosan bosan kalau diajakin makan nasi goreng. Sampai nemu 1 langganan yang walaupun 2 hari lalu udah bel berturut turut, di hari ke-3 aku masih tergoda buat beli lagi.

      Hapus
  4. Bisnis makanan di masa pandemi ini termasuk yg bisa survive karena semua orang butuh makan. Apalagi klo bisa dipesan secara online bisa lebih berkembang karena orang2 kan sebisa mungkin gak keluar rumah klo gak penting2 amat. Moga makin sukses dan berkah bisnisnya ya Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih banyak Kak Linda. Doa yang sama buat kesuksesan kakak juga.

      Hapus
  5. Suka banget sama pemikiran Chef WillGoz, setuju selalu ada peluang di setiap keadaan bahkan pandemi sekalipun.. Kami sesekali juga sering beli makanan by online kok hihihi ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Mba. Masak sendiri setiap hari kan ada masa bosannya juga.

      Hapus
  6. Bisnis kuliner di masa pandemi justru sedang naik daun nih karena memang makanan selalu dibutuhkan oleh setiap orang. Di sekitar rumah juga semakin banyak nih yg berbisnis makanan ini. Online memang perlu karena ini zaman online hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Semoga para pelaku bisnis makanan tetap survive dan mana tau malah dapat banyak cuan.

      Hapus
  7. Ada benarnya memang usaha online menghemat biaya sewa tempat. Tapi ada beberapa jenis bisnis terutama makanan rumahan yang juga harus didukung offline, dan mengenai tempat bisa menggunakan halaman/teras depan rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga sih, semisal warteg begitu ya. Atau offline dari tetangga ke tetangga.

      Hapus
  8. Comfort food itu maksudnya gimana mbak? Makanan yang udah jadi gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Comfort food itu maksudnya jenis makanan yang sudah lama dikenal secara luas, semisal batagor, siomay, sate, pecel lele, dan lain sebagainya. Makanan yang kalau dengar namanya saja, sudah kebayang bagaimana perpaduan rasanya.

      Hapus
  9. Justru rumahan sekarang banyak yang laris kok.. intinya jangan malu promote aja :) biasa tetangga pada repeat order

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, malu promosi itu satu langkah menuju tantangan berbisnis yang nggak ada kelarnya biar bisa lekas dapat cuan.

      Hapus
    2. Bener, sekarang ini aku malah lebih banyak beli makanan rumahan. Dan dari temen. Itung-itung bantu temen ya. Musim pandemi kayak sekarang sungguh membuat orang-orang di sekitar kita 'kesusahan'.

      Hapus
  10. Iya tuh Cha. Kalau baru mulai di masa pandemi memang amannya makanan yang udah dikenal. Beberapa temenku mulai jualan sambel botolan pas pandemi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Teh. Sambal botolan lagi hits juga nih belakangan ini.

      Hapus
    2. Bukannya sambal botolan harus bersaing dengan sambal botol yang punya Brand tertentu
      Sedangkan masakan Rumahan, mustofa misalnya, pabrik masih susah untuk memproduksi

      Hapus
  11. Bener banget deh apa yang disampakan Chef WillGoz. Dalam memilih makanan, apalagi online, aku banyaknya memilih comfort food atau jelas-jelas frozen food. Soalnya kepengen bener-bener yakin dengan apa yang aku beli. Daripada coba-coba makanan baru yang belum jelas gimana-gimananya. Keren ya tips dari Chef WillGoz ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba. Kalaupun mau bikin yang baru, memang sebaiknya dikolaborasikan dengan comfort food tadi.

      Sama. Kalau nyoba jajanan baru, biasanya nggak selalu lekas repeat order sih. Pun kalau ikutan yang viral, paling belinya ya sekali dua kali doang untuk saat ini.

      Hapus
    2. Hihi...sama. Aku juga kalp pesen online biasanya kategori comfort food. Bukan apa-apa. Hari gini mesti ekstracermat mengatur keuangan, termasuk untuk urusan beli makanan gini. Makanya biasanya begitu nemu yang cocok, belanjanya ke situ melulu.

      Hapus
    3. Nah, iya nih Teh Eno. Lebih merasa aman aja kalau makanan yang ditawarkan ini masuk comfort food yang rasanya sudah isa dibayangkan sejak awal sebelum pesan ya.

      Hapus
  12. Aku termasuk yang pengen banget punya bisnis makanan. Selama ini ikut kompetisi2 aja, menang tapi belum terwujud takut momennya ga pas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk dicoba Mba. Momentum Mba sendiri yang buat. Seamangat ya.

      Hapus
  13. Bisnis makanan emang gak ada matinya ya. Secara semua orang butuh makan. Okee nih sharingnya. Jadi mau bikin bisnis kuliner juga hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangaaatttttt. Semoga lekas tereksekusi dan berjalan dengan baik ya bisnisnya nanti.

      Hapus
  14. Namun qt kadang klo ud sering masak, gak napsu makan malahan...kenyang pas proses masaknya wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh ini tuh iya banget. Jadi selalu rindu jajan masakan yang bisa dibeli ya.

      Hapus
  15. Postingannya mengispirasi mba saya jadi pengen jualan juga nie comfort food kayaknya ya lebih enak untuk dijalani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak juga sudah berkunjung ke mari ya Mba.

      Hapus
  16. "produk higienis" bener juga nih kak kalau skrg kan memang nggak jauh2 dari kebersihan dan keamanan, trrnyata bs juga ya sekalian diselipkan untuk menarik pelanggan, sepele tp bakal diperhatikan sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya banget. Sepele tapi beneran nggak semudah itu.

      Hapus
  17. huaaaa willgoz maaaah aku juga ngikutin mba, emang chef yang oke ya dia tuh, bener banget deh bisnis kuliner tuh emang gak pernah padam menurutku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi aku pun sudah mampir nih ke tulisan Kak Shynta d blognya.

      Hapus
  18. Aku sih yes aja :) AKu support banget teman2ku yang mulai berjualan, baik itu memang sudah pernah jualan makanan maupun baru. Bagus sih bener via online aja. Hemat biaya ga pakai sewa2 segala. Toh kalau ibu rumah tangga maupun kantoran, semua bisa dilakukan di rumah dengan kreativitas tinggi dan marketingnya kudu bagus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat. Urusan marketing ini ternyata perjuangan banget. Kadang demi bisa sampai goal ke pembayaran dan full order itu perjuangan yang nggak semudah ekspektasi.

      Hapus
  19. WillGoz ini sungguh mumpuni yaaa
    Dia meng-encourage siapapun untuk berani berbisnis, tapi dgn cara yg super kreatif dan keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Bahkan mencontohkan dengan cara sederhana yang dia jalankan sendiri di usaha miliknya, Sunny Fatday.

      Hapus
  20. pandemi membangkitkan pelaku usaha mikro rumahan buat lebih kreatif dalam membangun bisnis, terutama bisnis kuliner

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget Mba. Bagaimanapun kalau nemu celah untuk dapat cuan, cusss lah dilakukan.

      Hapus
  21. Wah semoga "Semarak Rasa" sukses ya

    Saya juga pernah bisnis makanan tapi brenti karena fisik ngga menunjang

    Lengan kiri saya sampai sekarang sakit banget kaarenaa mengaangkut bahan baku berkilo-kilo dari pasar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih banyak doanya Ambu.

      Perjuangan tersendiri memang ya Ambu kalau bisnis kulineran.

      Hapus
  22. Pandemi ini bikin usaha kuliner berkembang, ya. Mencari peluang usaha, bisnis kuliner cukup banyak peminatnya. Moga bisnis Semarak Rasa juga makin berkembang dan sukses ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih banyak doanya untuk Semarak Rasa ya Mba. Ternyata nggak semudah apa yang disampaikan sama Chef WillGoz nih dalam membangun bisnis makanan rumahan. Tapi bukan berarti nggak bisa kan ya.

      Hapus
  23. Pernah nyoba sih bisnis makanan rumahan. Lumayan pendapatannya. Entah udah mager sekarang wkwk, mikir runutannya itu loh, ke pasar beli bahan, nyampe rumah lanjut masak2. Udah beres lanjut jualannya. Jadi sekarang aku cukup jadi sasaran para penjual makanan aja deh. Kl pas ada uang pasti kubeli tuh temen² yg jualan makanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah kerennya Mba Mia.

      Pengalaman sepanjang berbisnis yang pasti berkesan banget ya karena menjalankan bisnis memang nggak pernah mudah tapi bukan berarti nggak bisa ya Mba.

      Hapus
  24. Usaha-usaha sektor real memang sedang berkembang di saat pandemi ini. Salah satunya adalah bisnis kuliner. Usaha jitu agar perekonomian tetap berjalan dan pendapatan bagi keluarga juga selalu ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pasti jangan pernah lelah untuk berusaha. Selalu ada hasil yg baik untuk mereka yg giat mencari nafkah

      Hapus
    2. Ah, iya banget Mba Annie. Lelah dalam erusaha mungkin memang akan ada masanya, namun usaha memang nggak akan mengkhianati hasil kan ya.

      Semoga pembaca lain yang mengunjungi tulisan saya ini mendapatkan manfaatnya. Aamiin.

      Hapus
  25. Mantaap banget mbaak tips"nyaa. . Harus observasi dulu yaa mbak pokoknyaa dan tentunya kualitas jd faktor nomor satu. Pengen mulai juga bisnis minuman aloevera ini mbak sama ayaah, bisa nih diterapin tipsnyaa 🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk Kak. Mari dimulai dengan doa biar usaha tetap berjalan. Selalu ada kesempatan dan peluang bagi siapapun yang berjuang melakukan usaha halal demi bisa dapat cuan. Pandemi ini hanya tantangan yang disajikan untuk kita semua menjadi pejuang.

      Hapus
  26. Yaa saat pandemi yg berkembang tu bisnis makanan...
    Apalagi klo bisa di order secara online

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya. Mendekatkan dan memudahkan konsumen yang mau coba produk yang ditawarkan ya Mba. Sepakat deh.

      Hapus
  27. Yay! Tapi ku belum juga mulai. Hahahah. Soalnya makanan tuh ada aja yang butuhkan saat ini. Pastinya harus bisa dipesan online yaa. Pastinya gak asal nyebur mulai bisnis aja, pastikan untuk dipelajari dulu yaa mbak. Salah satunya dengan ikutan Fun Talk Homecredit ini, biar makin banyak insight yang didapat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Insight yang didapat banyak banget bahkan bikin saya sukses nulis dua lembar catatan padahal IG Live-nya nggak lama lho.

      Hapus
  28. Sedang pandemi begini, apalagi di kota besar sedang diberlakukan lagi PSBB sistem jualan secara online pastinya lebih memungkinkan ya. Jualan offline nya paling ke sekitaran circle keluarga atau tetangga dekat saja ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya. Kalau jualan offline, mainnya di circle kecil saja. Tapi nggak menutup kemungkinan jadi besar juga sih ya. Apalagi kalau sudah didukung secara online.

      Hapus
  29. Aku belum pernah sih nyoba bisnis makanan katanya sih demger denger bisnis yang paling mudah diterima adalah bisnis makanan. Tapi tetep ya tergantung gimana manajemennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manajemen adalah kunci banget sih Mba. Saya mulai merasakannya dan di masa awal awal suka bikin semangat naik turun. Tapi seperti yang WillGoz bilang kalau inilah saat penuh tantangan. Kalau sudah tau triknya, ya in syaa Allah berjalan lancar nantinya,

      Hapus
  30. Usaha kuliner mang solusi terbaik di tengah pandemi seperti sekarang ini dan yang terpenting bisa dijual secara online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget.

      Terima kasih sudah mampir ke mari ya Mba Leha.

      Hapus
  31. Masa pandemi ini, banyak peluang yg bisa banget dimanfaatkan
    Orang2 kan jadi takut jajan/beli makan di luar yg ngga jelas higienitasnya
    Nah, bisa banget tuh jadi lahan baru utk kita jual makanan ke tetangga sekitar

    BalasHapus
  32. Aku juga nonton nih fun talk banyak yang inspiring temannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik menarik banget tema tema yang ditawarkan sama FunTalk dari Home Credit ini ya.

      Hapus
  33. Kalau aku nanti juga ingin bisnis makanan rumahan, tapi gak sekarang. Belum pandai masak macam-macam sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Jiah.

      Kamu marketingnya udah kece kok. Gampang banget mempengaruhi aku buat nonton tontonan yang kamu review. Hihihi.

      Hapus
  34. Sukses kak Acha dengan semarak rasanya , Bundo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak Mom Jul.

      Doa yang sama untuk usahanya Mom Jul.

      Hapus
  35. wah jadi pengen nih bisnis kuliner, thanks infonya ya mom

    BalasHapus
  36. Mangats kak acha kita bisnis makanan bareng ya nanti hehe

    BalasHapus
  37. Bisnis makanan rumahan masih sebatas rencana nih saya. Yang ada malahan, jadi lebih sering jajan usaha kulinernya teman. hahah. Gak papalah yaa, saling bantu.

    BalasHapus
  38. Nah setuju bgt, kita harus cinta sama produk n bisnisny.. biar semua dilakukan dgn hati

    BalasHapus
  39. Sudah beberapa usaha yang saya jalani, tapi masih kurang efektif dan lain dari pada tahun lalu. Intinya tetap semangat aja meski dimasa pandemi sekarang ini.

    BalasHapus
  40. Saya kira usaha kuliner ga ada matinya. Yang penting punya target pasar yang jelas, bersih, higienis, dan rasanya konsisten. Sukses untuk usaha kulinernya ya, Cha :)

    BalasHapus
  41. sejak pandemi usaha rumahan makin banyak di kotaku mbak, terutama kuliner, ini membantu sekali untuk karyawan yang nggak keluar kantor sama sekali dan menambah pemasukan juga untuk pemilik usaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.