Langsung ke konten utama

Agar Tetap Modis Dengan Busana Casual

Semua orang pasti senang ketika menggunakan busana casual. Karena busana casual bisa dipilih sesuai dengan selera dan kebutuhan. Rasanya nyaman banget deh ketika mengenakan busana casual saat beraktivitas. Nggak mengherankan jika waktu senggang di rumah atau ketika hangout menjadi momen paling pas untuk mengenakan busana casual kesayangan. Begitu pula saya yang lebih senang memenuhi lemari dengan busana casual. Selain saya lebih memilih busana yang simple dan kebanyakan polos, saya senang mengenakan busana yang bisa di mix and match sesuka saya.


Nah, bagaimana kalau saya yang terbiasa mengenakan pakaian casual, suatu ketika ditantang – alias menantang diri saya sih sebenarnya -- dititipi amanah untuk membelikan pakaian casual pria. Hmm, seperti beberapa waktu lalu saat atasan saya berulang tahun, dan ketika di tim kami yang bersedia repot-repot adalah para gadis single semua, kemudian berujung pada … saya. Haduuu … sudah mah deadline di kantor numpuk, waktu tidur saya berasa kurang, dan beberapa urusan pribadi yang cukup meminta waktu dan perhatian, saya akhirnya menganjurkan tim saya yang semuanya masih single unyu-unyu untuk belanja online. Pilihan yang … hmm, semoga nggak sampai salah pilih dan pesanan yang datang memuaskan ya. Sampai …. Ok, nanti saya ceritakan lagi kapan kapan ya.

(sumber : theoregoncouponguide.com)

Untuk urusan mencarikan pakaian muslim pria casual sebagai kado ini, selanjutnya pilihan pun jatuh pada MatahariMall. Karena MatahariMall menyiapkan koleksi pakaian muslim yang sedang hits untuk pria maupun wanita.  Pilihan yang cukup bagus nggak sih? Kemudian pertanyaan sederhana itu pun berujung pada … apa sih hal-hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli busana casual?

Memilih Ukuran Busana yang Pas
Walaupun menyukai busana casual – apalagi ini urusan memberi kado ya -- bukan berarti ukuran si busana malah diabaikan. Perlu banget untuk memilih busana dengan ukuran yang tepat dan pas di badan. Sebaiknya nggak terlalu sempit dan nggak terlalu longgar, agar kelihatan rapi dan enak dipandang saat dikenakan.

Bahan yang Nyaman
Busana casual yang nyaman biasanya terbuat dari bahan katun atau kaos. Selain memiliki kemampuan menyerap keringat yang baik, kedua jenis bahan ini juga nggak mudah kusut dan memiliki varian warna yang sangat beragam. Seru deh kalau punya beberapa koleksi busana casual dengan warna yang berbeda-beda dan seru untuk dikombinasikan dengan pakaian lainnya.

Hindari Mengenakan Pakaian yang Kusut dan Lusuh
Umum sih ya ini. Pakaian yang sudah lusuh ataupun kusutnya sudah susah diselamatkan dengan bantuan setrika karena si pakaian mulai melar kemana-mana, memang menghilangkan kesan casual-nya sih ya. Walaupun ada saja yang senang menggunakan pakaian lusuh, tetapi rasanya pakaian yang rapi akan memberikan kesan lebih nice. Bagaimana menurut kamu?

Menambahkan Aksesori sebagai Pelengkap
Penampilan casual yang bergaya bisa diduku dengan menggunakan ragam aksesori favorit yang memberikan kesan penampilan jadi makin menarik. Ada banyak aksesori pelengkap yang bisa digunakan, seperti saya yang sesekali menggunakan gelang. Kalau untuk pria, mungkin bisa menggunakan jaket, blazer, jam tangan, atau apa saja yang membuatmu jadi kelihatan makin tampan. Mau mengikuti tren ataupun nggak, ya … silakan saja.

Kalau mau belanja online busana busana casual, bisa banget untuk kamu mengunjungi situs MatahariMall terlebih dulu. Karena MatahariMall sudah menyiapkan aneka pakaian yang sedang tren. Pilihannya yang super beragam bikin betah untuk windows shopping sambil hunting hunting … eh tiba tiba ketemu pakaian yang cling banget di mata sampai pengen segera dipesan aja rasanya.


Btw, aksesori pelengkap apa sih yang biasanya kamu pasangkan dengan pakaian casual koleksi kamu? 

Komentar

  1. aksesori biasanya gelang atau jam tangan.. topi jarang sih soalnya gak pd pake topi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ... pakai gelang atau jam tangan, keren juga lho.

      Hapus
  2. gokilnya saya g pernah perhatian dengan baju yang saya pakai, duuh

    BalasHapus
  3. ah aku lebih suka berpakian casual

    BalasHapus
  4. Aku suka kesusahan nambahin aksesoris yang pas. Lemah banget soal itu >.<

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.