Langsung ke konten utama

Sudah Pernah Mampir Ke Hijup.com?

Belakangan ini, mentang-mentang bulan Ramadhan, saya banyak meng-update artikel mengenai hijup.com memang. Sebuah online shop yang dihuni oleh banyak sekali hijab dan koleksi busana muslim hasil karya dari banyak sekali desainer  Indonesia yang tergabung dalam Hijup. Kebetulan, memang saya sudah lama mem-follow account Instagram Hijup dan menikmati berbagai macam gaya busana yang dipamerkan di gallery instagram mereka di @hijup. Hijab.com merupakan salah satu situs islamic fashion e-commerce di Indonesia yang menyediakan, bukan hanya koleksi hijab, namun juga outer, t-shirt, dan masih banyak aksesoris lainnya.



Bermula dari Resepsionis kantor saya yang suatu siang, saat saya ikut bergabung makan siang dengannya sekitar beberapa bulan lalu, menceritakan mengenai dua orang wanita ketjeh yang datang ke kantor untuk mengajukan proposal kerjasama. Darimana? Dari Hijup. Kemudian karena saya merasa kalau nama brand ini familiar, seusai makan siang, saya mengecek situs web-nya dan voila ... saya menemukan berbagai koleksi pakaian yang ... saya suka hal-hal yang tampaknya simple dan nggak terlalu heboh tapi manis sehingga saya merasa tampak anggun walaupun hanya bergaya santai, dan sopan tentunya. Inilah awal mula saya lebih memperhatikan produk-produk yang dimiliki oleh Hijup.

Logo Hijup
(sumber : hijup.com)

Setelah hampir setahun merasa nyaman mengenakan hijab, ada kebutuhan tersendiri yang mendorong saya untuk mencari berbagai macam style untuk pengguna hijab. Senangnya bisa menemukan hijup.com.  Sebab, tahu sendiri kan, terutama bagi perempuan, berbusana merupakan bagian dari gaya hidup yang hampir bisa disebut kebutuhan primer. Sebab saya percaya, fashion menunjukkan karakter seseorang. Walaupun saya seorang Copywriter yang kebanyakan bekerja di depan laptop, dan cuma sekali dua kali harus keluar kantor untuk urusan meeting dan tetek bengeknya yang nggak terlalu banyak, saya merasakan betul bahwa bagaimana cara saya berbusana, menentukan bagaimana orang lain memandang saya dalam beberapa detik pertama. Ya ... walaupun saya bukan tipe perempuan yang betah ber-make-up, tapi dari pakaian yang saya kenakan, rasanya sudah cukup.

Nah, kembali ke dunia fashion. Dalam perkembangannya, fashion akan selalu berubah mengikuti perubahan jaman. Seiring waktu, akan selalu muncul item fashion yang baru, baik dari segi model, motif, bahan atau material, bahkan sampai dengan teknik pewarnaan yang berbeda. Sama dengan perkembangan hijab, dimana saat ini sudah banyak sekali hijab collection dengan model dan motif yang sedikit berbeda, bukan? Solusinya, yuk coba kunjungi hijup.com dulu.
Berbagai desainer yang bergabung di hijup.com menghadirkan koleksi busana ala muslimah untuk perempuan Indonesia, agar semakin bisa bergaya modis, trendy, elegan namun tetap anggun dan sopan. Apalagi kan, tujuan dari mengenakan hijab, selain menjadi kewajiban dari seorang muslimah, tentunya untuk membuat penampilannya menjadi lebih anggun.
Semoga bukan hanya di bulan Ramadhan ini, saya – dan tentunya juga kamu yang mengenakan hijab  – bisa tampil cantik dengan koleksi hijab-mu ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.