Langsung ke konten utama

Menjelang Ramadhan ... Tandanya Lebaran Segera Datang

Hal yang paling sering menghabiskan stok waktu berimajinasi saya setiap menjelang bulan Ramadhan adalah keseruan di hari Lebaran nanti. Saya membayangkan bisa kembali bertemu saudara, Om, Tante, termasuk bisa menelepon Nenek dan Kakek yang tinggal jauh, juga bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama dengan Mama dan Papa, juga adik-adik saya. Duh ... nggak kebayang senangnya saya bisa berada lebih lama di rumah.


Saya juga membayangkan, bisa bertemu seorang Mas tampan, lalu dia mengunjungi rumah saya untuk sekedar silaturrahim di hari yang fitri. Kalau bisa sih, ngegandeng keluarganya sekalian biar bisa kenalan. Iya kan? Jodoh kan kemunculannya – katanya sih – sering dengan cara yang unik sampai bikin hati kebat-kebit. Ehm ... berhubung saya nggak pernah tahu, ada kemungkinan bahagia apa yang menanti saya di hari lebaran nanti, saya jadi terpikir untuk mempersiapkan diri secara maksimal, tentunya biar tampil cantik. Buat siapa? Buat Papa dan Mama saya dulu dong, baru buat mas mas-nya. Ups.
Tapi, bagaimana caranya bisa tampil cantik ya? Sementara saya nggak pintar dandan. Pahamnya yaaa ... pakai pensil alis dan maskara seadanya, juga lipgloss. Lebih seringnya saya pakai lotion sebagai pelembab saja. Tapi ... kemudian terlintas di benak saya, kalau saya bisa saja sedikit berubah – simsalabim – dengan mengenakan kerudung pashmina.
 
Pilih yang Mana ya?
(image taken from hijup.com)
Kerudung pashmina merupakan jenis kerudung yang sudah nggak asing lagi di telinga para hijaber, karena jenis kerudung yang satu ini populer banget di negara kita. Menurut saya, kerudung pashmina ini bisa membuat seseorang tampil lebih cantik, anggun, dan juga elegan, sehingga cocok dijadikan sebagai pilihan hijab lebaran. Alasannya, karena kerudung pashmina punya beberapa keunggulan, yaitu :
1.     Mudah dikreasikan. Seperti yang telah kita ketahui bersama, saat ini ada cukup banyak jenis kreasi hijab yang bisa kita temukan melalui tutorial di berbagai site tutorial hijab.  Nah, pashmina merupakan jenis kerudung yang bisa kita sesuaikan dengan berbagai kreasi hijab yang tengah populer saat ini. Atau ... buat saya sih ... lebih asik lagi kalau kita bisa mengkreasikannya sendiri, sesuai dengan kepribadian kita. Mau tampil up to date ok ... mau tampil unik, lebih bisa lagi.
2.      Ada berbagai jenis bahan kerudung yang dibuat menjadi pashmina. Menurut cerita yang saya dapat, pada awalnya jenis kerudung yang satu ini, merupakan kerudung dengan kualitas terbaik karena terbuat dari bahan kashmir dan sutra. Tapi, seiring perkembangan di dunia fashion, saat ini, kerudung pashmina hadir dalam berbagai jenis bahan yang bisa disesuaikan dengan pribadi dan kebutuhan kita, seperti : bahan katun atau cotton, bahan kaos, dan beberapa jenis bahan lain yang nyaman untuk dikenakan.
Nah, inilah 2 pertimbangan saya, mengapa saya memilih untuk mengenakan kerudung pashmina di saat lebaran nanti. Tapi tapi tapi ... apa yang harus saya lakukan ya? Saya ingin membeli kerudung pashmina baru, sayangnya selama Ramadhan dan menjelang lebaran nanti, jadwal kerja saya sepertinya akan semakin padat merayap, Kebetulan ada sebuah event wajib tahunan kantor yang mau nggak mau harus ikut saya bantu. Hmm ... kemudian saya terpikir untuk menemukan berbagai pilihan kerudungnya di hijup.com saja. Sebab di toko online yang menjual berbagai macam busana muslim ini, saya disuguhkan dengan berbagai pilihan pashmina yang menggoda untuk dimiliki. Di toko online ini pun, di-display berbagai macam jenis kerudung dengan kualitas bahan yang beragam. Belum lagi, banyak juga koleksi busana muslim yang ... asik ya kalau bisa dipakai saat lebaran tiba.
Kalau kamu, pakaian apa yang ingin banget kamu pakai saat lebaran nanti, sehingga kamu merasa cantik / tampan saat memakainya?

Komentar

  1. Aku lebih milih gamis atau rok sekarang ini. Mengurangi pakai celana juga. udah merasa nggak nyaman. hehe
    kalau kerudung lebih suka jilbab segiempat atau pashmina dibanding yang jilbab langsungan.

    Tapi belum nemu yang cocok nih untuk jilbabnya, ntar deh mampir, barangkali ada yang cocok denganku di web itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Vera, semoga ada yang cocok ya Mba.

      Btw aku juga tuh. Suka nggak pede malah kalau langsungam yang ga butuh peniti atau jarum pentul. Berasa buibu bangetttt. Hihihi ....

      Hapus
  2. sering liat temen2 cewek yang behijab, kadang ada yang cocok pake pashmina ada juga yang enggak ya? tergantung bentuk wajahnya, kalo wajahnya bulat kayaknya malah jadi keliatan makin bulat misalnya pake pashmina :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Yoga, bener banget. Tergantung bentuk wajah juga kalau pakai model pashmina. Sama karakter. Menurut aku tapi ya. :)

      Hapus
  3. Biasanya aku sering pakai jilbab segi 4 Paris.
    Pas coba pashmina, berasa... beda dan cocok.
    Setuju, pashmina mudah dikreasikan karena biasanya terbuat dari bahan yang "jatuh".
    Boleh juga nih ntar lebaran berpashmina ria lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi ... yak idem kita Mba. Yukkk pashmina-an bareng pas lebaran nanti :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.