Langsung ke konten utama

Segitiga Ajaib



                Awalnya ... aku maju mundur menuliskan postingan ini. Karena ya ... ini bukan hasil kerja kerasku seutuhnya. Ini bukan sesuatu yang kuhasilkan sendiri. Ini kerja tim. Kerja banyak orang. Melibatkan banyak sekali sosok sehingga ‘segitiga ajaib’ ini akhirnya bersandar manis di meja kerja Mas Endar, traffic management di divisi Digital dan Sosial Media, tempat aku ‘menuntut ilmu’. Benda ini juga kami dapatkan berkat dukungan yang luar biasa hebat dari Ibu Yana. Ah, segala macam rupalah, sampai benda ini tiba di tangan divisi kami, dan kemudian menjadi cambuk penyemangat untuk berbuat lebih baik dari yang telah kami perjuangankan kemarin. Ini juga kurasakan sebagai buah awal dari kekerenan Mas Adit dalam memimpin tim kami.


 
Ibu Yana menerima penghargaan Sosial Media Award
  
Tim Sosial Media
              Selamat untuk brand Tolak Angin yang kembali mendapatkan Sosial Media Award tahun ini.  Semoga semakin dicintai dan dibanggakan oleh netizen Indonesia. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Sido Muncul yang telah memberikan kepercayaan yang luar biasa kepda tim kami, divisi Digital dan Sosial Media, untuk turut membantu menyebarkan virus brand awareness di pelosok dunia netizen Indonesia. Terima kasih pula kepada majalah Marketing dan Frontier yang telah memilih Tolak Angin.
Hey kawan, kalian semua hebat! So proud of you all .... Aditiya Putu. Endar Baharudin. Theo Ruslan. Specially for Ibu Yana dan Ibu Wiwid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Malam minggu saya terlalui dengan hati kebat-kebit karena anime series ini. Golden Time kembali menghadirkan imajinasi saya yang rasanya, sudah lama sekali nggak saya munculkan lagi dalam pikiran saya. Terakhir, saya menuangkannya dalam cerpen berjudul The Black Guardian Angel yang menjadi cerpen persembahan dari saya untuk tugas dari para editor di event Just Write 2 yang sudah lama sekali.

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.