Langsung ke konten utama

Group C 2nd Selection PPAN Jabar 2013


                Hi hi Bandung. Hmm, so really fresh air who knock in my nose these day. When I found new friend’s with the same spirit and dream. Ya, we are a youth of west java who wants to be a part of youth of Indonesia in Youth Exchange this year.

                Dalam beberapa menit saja, kami sudah seperti sahabat lama yang nggak pernah bertemu. Langsung akrab. Saling sapa di koridor, bercanda dengan logat yang kemana-mana sama persis, sundanese banget, padahal mah abdi nteu tiasa ngarios sunda, teteup weh abdi rada maksa, sekalian belajar. Alhamdulillah banyak yang maklum.
                Belum lagi para senior ‘Youth Exchange West Java’-nya yang gampang banget akrab sama peserta, mudah banget nyeritain pengalaman mereka jadi wakil Indonesia di komunitas dunia. Envy banget. Tapi ya ... mereka juga pernah merasakan hal yang sama seperti aku dan teman-temanku (especially in group C) yang beberapa hari lalu relain deg-degan seharian buat mikir dan bersikap tenang tiap kebagian interview dan performing art & culture.

                Kebetulan tahun ini, di seleksi tingkat Jawa Barat, female lebih diutamakan ... dan memang beruntunglah kami yang tersaring dari 421 pendaftar. Sayangnya, untuk tahap 3, namaku belum diijinkan Tuhan untuk ada di antara mereka semua. Tapi aku bangga sama seorang sahabatku yang sama-sama dari group C, Hani Hasanah. Semoga dia bisa sampai ke Korea ya. Aamiin.

Nana korobi yaoki
(Fall seven times and stand up at eight)

                Tunggu aku di tahun selanjutnya ya, Bandung! ^.~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.