Waktu menjelajah demi menemukan komik yang asik, Ka Acha terdampar di sebuah komik bernuansa lokalitas yang mengusung tema historical fantasy fiction tentang kehidupan Ken Dedes, Ken Arok, juga Tunggul Ametung. Jadi ingat kalau di buku sejarah yang diajarkan di sekolah, kisah cinta Dedes berakhir tragis. Jadilah saya mulai mengikuti kisah di komik Dedes season 1 ini.
Saya bersyukur mengikuti komik ini bukan dari masa awal on going. Soalnya jujur, Ka Acha bisa uring-uringan nungguin update-an ceritanya tiap minggu. Segini yang baru tahu pas udah pertengahan cerita dan harus nunggu episode baru muncul tiap minggu aja, udah bikin Ka Acha tersiksa saking penasarannya.
Komiknya ringan. Poin pentingnya, ngasih banyak pemahaman dan another POV dari cerita Pararaton.
Profil Komik Dedes Karya Egestigi
Judul : Dedes
Kreator : Egestigi
Terbit via : Webtoon Indonesia
Episode : 130 episode
Blurb Komik Dedes
Isekai yang diangkat dari sejarah Indonesia! Seorang mahasiswi tiba-tiba terbangun di tubuh Dedes, seorang gadis yang kelak akan menjadi ibu bagi para raja di tanah Jawa. Tetapi, semakin lama berada dalam tubuh Dedes, dia menyadari bahwa sejarah yang ada tak sepenuhnya benar.
Sejarah yang Ada Tak Sepenuhnya Benar
Ini tuh isekai. Tentang Mitha yang pada suatu malam sedang sibuk mengerjakan skripsinya mengenai Dedes. Jiwanya tertarik ke masa lalu dan ketika terbangun, ia mendapati dirinya berada dalam tubuh seorang calon pramesywari dari adipati alias akuwu wilayah Tumapel yang berada di bawah kekuasaan Kediri. Si perempuan paling cantik yang diramalkan akan menjadi ibu dari raja-raja besar tanah Jawa, putri satu-satu dari Mpu Parwa.
Masalahnya, Mitha tahu seberapa tragis takdir perasaan kasih yang Dedes jalani semasa hidupnya. Tentu saja, kan Mitha dari masa depan.
 |
| Mitha si mahasiswi jurusan Animasi yang jiwanya pindah ke tubuh Dedes |
Bermula dari Dedes yang diculik dan dinikahi paksa oleh Tunggul Ametung. Pertemuan dengan Arok, saling jatuh cinta, hingga Dedes menikam sang suami pertama alias Tunggul Ametung dengan keris buatan Mpu Gandring.
Namun selayaknya sebuah kisah sejarah, biasanya dituliskan dan diabadikan oleh si pemenang. Pun yang kemudian dituturkan secara luas. Iya kan? Makanya, komik Dedes ini jadi menarik perhatian Ka Acha.
Dalam secuplik kisah pada buku Sejarah Kematian dan Cinta yang Berdarah atau poin yang secara jelas dimunculkan dalam novel bertema sejarah Runtuhnya Menara Azan, kisah sejarah seringnya seegois itu. Selalu saja diabadikan oleh si pemenang.
Dengan catatan, nggak jarang kisah tersebut jadi kurang berimbang. Sering ada bagian yang hilang atau disembunyikan. Teka-teki yang menantang untuk dipecahkan oleh generasi mendatang.
 |
| Ken Arok dan Ken Dedes yang saling cinta |
Maka di sinilah sosok Mitha berdiri. Alih-alih hendak mengubah tragedi antara Dedes, Arok, juga Tunggul Ametung, ia hendak menyelamatkan semua orang. Sesuatu yang nggak sepenuhnya mungkin, kan?
Di sisi lain, perjalanannya memecahkan puzzle dari perasaan Dedes sungguh berliku. Belum lagi, perasaan Mitha ikut bercampur juga.
Apalagi kan, di kisah Pararaton, kematian Ken Dedes nggak disebutkan secara gamblang. Jadi ujung hidupnya nggak lugas diceritakan.
Berbeda dengan Tunggul Ametung si penguasa Tumapel yang passed away karena ditikam istrinya sendiri, perempuan yang awalnya ia rampas paksa kebebasannya demi masuk istana. Ada lagi Ken Arok yang mendirikan Singasari sekaligus suami yang Dedes cintai sejak awal, meregang nyawa di tangan anak tirinya dari Dedes, Anusapati.
Paling gong buat Ka Acha. Anusapati yang merupakan putra sulung Dedes dari Tunggul Ametung, tamat riwayatnya di tangan adiknya. Anak dari selir ayahnya, Tohjaya.
Berlanjut hingga Tohjaya, kekuasaannya diambil alih oleh anak dari Ken Dedes dan Ken Arok, Mahisa Wonga Teleng. Usut punya usut, kematian beruntun itu melibatkan kutukan dari keris Mpu Gandring.
 |
| Keris Mpu Gandring pembawa petaka keluarga istana |
Sejarah sebelibet ini disampaikan ke pembaca melalui komik isekai seringan itu. Makanya Ka Acha recommend banget ke kamu yang mau mulai baca kisah sejarah, melalui komik Dedes yang sebenarnya bergenre historical fantasy fiction. Paling nggak, kamu jadi penasaran sama cerita asli yang disuratkan di Pararaton.
Dedes di masa kini, digambarkan sebagai Dewi Kebijaksanaan Tertinggi hingga diabadikan dalam arca Prajnaparamita. Sosoknya dipuja.
Eits ... sebentar. Jiwa cocoklogi Ka Acha kok menangkap kalau Mitha itu, namanya diambil dari arca Prajnaparamita ya? Makanya jiwanya merasuk ke tubuh Dedes muda. Kamu ngerasa gini juga?
Teka-Teki Tragedi dari Komik Dedes Season 1
Maksud Mitha yang berada dalam tubuh Dedes, bisa jadi untuk menghentikan takdir buruk. Jangan sampai Tunggul Ametung berpulang karena tangan Dedes yang menusukkan keris Mpu Gandring saat si akuwu Tumapel itu terlelap di sampingnya.
Apakah akhirnya Dedes cinta sama suami pertamanya? Lha tapi kan dia dipaksa, diculik. Cuma ya, di komik ini, karakter Tunggul Ametung tuh nggak seratus persen jahat. Selayaknya manusia, ada sisi penyayang dan lembutnya juga.
 |
| Om Tungtung a.k.a Tunggul Ametung kesukaan reader-nya di Webtoon |
Makanya ... perempuan mana sih yang nggak akan menyimpan lara berkepanjangan, ketika sedang hamil, lalu suaminya malah meninggalkannya sendirian di dunia ini? Pikir Mitha -- dan Ka Acha sepanjang membaca komiknya --, dia bisa menghentikan takdir Anusapati lahir ke dunia. Lagian kan yang sebenarnya bikin Tunggul Ametung mangkat tuh Ken Arok. Melalui hasutannya ke Dedes.
Di sisi lain, si Mitha ini malah jatuh cinta berat sama Mas Arya a.k.a Tunggul Ametung. Pembaca komik Dedes sering mengelu-elukan betapa uwu uwu cinta keduanya. Mana Om Tunggul Ametung yang sama pembaca suka disingkat jadi Tungtung ini tuh bucin banget sama istrinya.
Ih ... memangnya Dedes dulu begitu? Ini sih Mitha, bukan Dedes. Kata Ka Acha selaku pembaca yang doyan tebak-tebakan alur cerita nih ya.
 |
| Ada part Hi Story yang ngejelasin kisah aslinya dan silsilah Ken Arok Ken Dedes juga Tunggul Ametung |
Kedua, Dedes mau menghentikan Arok naik tahta biar nggak menikam kekuasaan Tunggul Ametung. But than, rejekinya Arok, dia menyadari kalau ada takdir yang dipaksa berbelok.
Saya berusaha sekuat tenaga untuk nggak terbawa arus pembaca lainnya yang doyan meninggalkan komen penuh emosi cinta di tiap episodenya. Banyak yang bilang kalau Tunggul Ametung lebih baik dibanding Arok dalam membersamai Dedes.
Tapi kan, manusia mana sih yang nggak punya dua sisi? Selicik-liciknya Arok, Tunggul Ametung juga ada banget mirip-miripnya.
Memang sih keterlaluannya Arok, dia nggak menganut monogami seperti Tunggul Ametung. Arok punya selir. Namanya, Umang.
Kemudian, Arok punya anak juga dari Umang yang kelak berseteru dan menghabisi Anusapati di masa selanjutnya itu. Hmph ... lagian sih, punya istri kok nggak cukup satu! Sentil juga nih jidatnya Om Arok.
Ketiga. Sampai di episode ke 130, jiwa Mitha yang terjebak dalam tubuh Dedes, belum benar-benar memahami apa maunya Dedes. Pusing nggak tuh?
Komik Dedes Season 1 Memantik Rasa Ingin Tahu Soal Sejarah Tumapel dan Singasari
Cerita Dedes di musim pertamanya ini, belum terlalu jauh dan menua ya. Anusapati belum muncul. Tunggul Ametung masih hidup.
Walaupun alur ceritanya mayoritas berputar-putar di kehidupan Dedes. Keputusan-keputusan yang Mitha ambil untuk Dedes pun berdasarkan referensi sejarah yang Mitha pelajari di bangku kuliah. Membaca komik Dedes season 1 menyadarkan betapa serunya sebuah kisah sejarah.
Selama ini pelajaran mengenai kerajaan tanah Jawa di sekolah, dikisahnya sepotong-sepotong saja. Babnya di buku pelajaran nggak pernah panjang. Nggak selalu pula, kita dipertemukan dengan guru sejarah yang mampu memantik rasa penasaran untuk mencari tahu sendiri kisah sejarah begini secara lebih mendalam.
Bisa jadi karena anak yang perlu beliau bimbing di satu kelas saja pasti sangat beragam minat dan karakternya. Belum lagi tuntutan serta batasan yang dihadirkan dinas pendidikan demi penyetaraan. Its just my opinion ya, Dears.
 |
| Anusapati yang fisiknya mirip Tunggul Ametung tapi diasuh Ken Arok, dan kehadirannya sangat ditunggu pembaca komik Dedes season 1 |
Ini baru di tanah Jawa. Coba deh yang di wilayah lainnya. Belum tentu banyak yang tahu juga kan? Sama, Ka Acha pun demikian. Jadilah ketika ada kisah sejarah yang dihadirkan secara ringan walaupun ini tuh isekai, bukan hanya bikin nagih tapi memicu penasaran yang "lebih".
Pasalnya, sekolah itu -- menurut yang Ka Acha rasakan selepas menempuh 12 tahun wajib belajar di era 2000-an nih -- tujuannya sering demi mengejar nilai akademik. Pemahaman mendalam, belum tentu. Standar bisa naik jenjang dan masuk sekolah lanjutan tujuan saja, dibayang-bayangi nilai rapot.
Anak-anak dari jurusan eksakta serasa dianggap juara. Sementara yang belajar ilmu sosial atau humaniora, berdiri di kelas dua. Padahal ... sejarah itu sering berulang. Eksakta dan ilmu sosial butuh saling berdampingan.
Akhirul kalam, thanks so much untuk author-nya, Egestigi. Komik Dedes season 1 seru sekali. Serius. Dan ... semoga lancar masa hiatus untuk proses mempersiapkan Dedes season selanjutnya. Ka Acha setia menunggu launching-nya Anusapati ke dunianya Mitha.
udah lama gak baca kisah Ken Arok dan Ken Dedes, jadi penasaran juga :D
BalasHapusuwaaaaah menarik iniiiiii ^o^. walaupun sejarahnya agak dipleotkan sedikiit yaaa ;p.. tp aku sendiri agak lupa sejarah ken arok dan ken dedes yang dulu dipelajari di sekolah... cuma inget kalau tragis aja kisah cintanya :D .. terkadang kalau baca sejarah zaman lampau begini, aku langsung menghayal pengen bisa time travel melihat langsung yg terjadi tuh apa sebenernyaaaa :D
BalasHapusKalau dibuat komik begini, malah lebih seru ya mbaa... jd memudahkan juga hapal tokoh2 yg terlibat.. Udah lamaaa ga baca webtoon... aku pgn install balik jadinya
Langsung kepengen jadi kayak Mitha ya, Mba. Bisa time travel ke masa lalu. Hihihi ....
Hapusternyata ada ya komik tentang ken dedes berlatar sejarah. mana ceritanya seseru ini. bikin anak muda pun ter-uwu2. jadi pengen baca
BalasHapusKalau dijadikan komik ternyata lebih seru ya bacanya, jadi ada gambaran visualnya. Ah jadi ngingetin aku sama komik dancow masa kecil (ketahuan deh umurnya, hehehe)
BalasHapusMenarik sekali. Saya juga suka membaca beberapa novel tentang Pararaton mulai dari Singosari sampai berakhir kisah-kisah raja Majapahit. Dan saya baru tahu kalau kisah kerajaan ini ada komiknya.
BalasHapusWah, kisah Dedes, Tunggul Ametung, dan Arok memang selalu menarik untuk diulik dari sudut pandang yang berbeda. Apalagi kalau dikemas dalam bentuk komik, sejarah jadi terasa lebih ringan dan dekat untuk dinikmati. Aku jadi penasaran bagaimana kisahnya berkembang di season berikutnya
BalasHapusSalah satu cara untuk mengenalkan sejarah ke generasi muda memang dengan cara memadukannya dengan budaya pop ya, kali ini lewat bacaan yang bergaya komik kekinian. Jadi lebih ringan buat disimak dan dicerna, karena kayak silsilah, peta, dll tuh biasanya kalau orang sudah suka sama ceritanya maka akan dengan semangat mempelajari detail seperti itu juga. Meski mungkin ada yang didramatisasi atau disesuaikan agar lebih ringan, setidaknya bisa jadi pemicu diskusi lebih lanjut atau pemantik untuk belajar sejarah aslinya (yang bisa jadi tergantung sudut pandang penulisnya juga yaaa).
BalasHapusAsli kreatif dan inovatif banget lho, pelajaran sejarah terkait Dede, Ken Arok, dibuat komik.
BalasHapusKomik Dedes season 1 130 halaman? Ide ada jiwa lain masuk ke Dedes pun ciamik, memudahkan pembaca mengurai pelajaran sejarah dengan cara yang lebih ramah dan mudah di pahami. Jadi penasaran pengen baca juga. Tapi bener sih, buku sejarah itu kadang nggak semua lengkap, ada cerita yang di potong bahkan di hilangkan dan si pemenang lah yang akan diagungkan.
Menarik juga ngikutin awal kisah Dedes di Season 1. Konflik Dedes, Tunggul Ametung, dan Arok bikin cerita sejarah ini terasa lebih hidup, apalagi dibalut romansa dan fantasi. Seru buat dibaca!
BalasHapusBener ih... dulu tuh kayaknya kelas IPS tempatnya siswa-siswa yang bermasalah, IPA citranya tuh anak-anak baik, pinter. Ortu saya pun ngarahin saya masuk IPA, pokoknya IPA wkwk. Kejar IPA 1 malahan. Padahal kalau flashback lagi, kayaknya jiwaku lebih cocok di IPS deh. Heuheuheu
BalasHapusSaya termasuk yang loading lama kalau bicara soal sejarah
BalasHapusApalagi kalau masih dengan silsilah kerajaan, selir, perebutan kekuasaan harta tahta dan wanita
Tapi adanya part Hi Story yang ngejelasin kisah aslinya dan silsilah Ken Arok Ken Dedes juga Tunggul Ametung baru diumumkan mau banget ikutan nonton
Geli sendiri pas Ka Acha gunakan kata 'belibet'. Tapi ya sepakat juga si, belibetnya kisah cinta segitiga Tungtung, Dedes dan Arok, bikin keinget belibetnya jaman2 sinetron Indonesia yang serinya sampai hampir lupa saking panjangnya 😁
BalasHapusGeli ke2, kata Dedes di bahasa Sasak Lombok itu, artinya 'Mati Lo'! Bahasa umpatan yang terhitung kasar banget 🙊