Rencana Berburu Dinosaurus Bareng Traveloka

Life your way.

Dunia ini terkadang nggak selalu mau paham atas segala pilihan yang kamu jalani. Mengikuti jejak dan pattern yang sudah ditentukan khalayak, kadang nggak selalu bikin happy. Maka, hidup dan berbahagialah dengan segala yang berasal dari jiwamu sendiri. Drama Korea Summer Strike mengajarkannya pada Ka Acha, beberapa waktu lalu.

Sedikit cerita, drama korea yang dibintangi oleh Kim Seol Hyun dengan perannya sebagai Lee Yeo Reum diceritakan begitu tertekan dengan standar umum. Sekeras apapun ia berjuang menyamakan dirinya dengan apa yang kebanyakan orang lain pilih, jiwanya serasa kosong. Hidup di Seoul dengan rutinitas yang itu-itu saja, menahan diri demi nampak punya hidup nyaman, rupanya buat ia merasa setengah gila.

Kemudian, keputusan singkat membawa Yeo Reum resign dari kantornya yang toksik. Pindah dari apartemen mungilnya di Seoul dengan hanya membawa  satu ransel berisi barang yang baginya benar-benar ia butuhkan. Lalu, Yeo Reum bermigrasi ke Angok, dan memulai hidup barunya di sana tanpa melakukan pekerjaan apapun.

Di Angok kemudian kisah Summer Strike terjalin, bersama dengan Im Si Wan yang memerankan karakter seorang pustakawan genius bernama An Da Beum. Bukan kisah cinta yang berlebihan juga kok, tapi berasa banget perasaan “selalu ikuti suara hati dan jalani hidup dengan caramu” ala Lee Yeo Reum.

Sepanjang menonton 12 episodenya yang bergenre drama slice of life, pesan tentang hidup bahagia yang berasal dari dalam diri, begitu melekat. Betapa terpaku pada apa yang ditentukan masyarakat umum soal menjalani hidup, kadang nggak selalu membahagiakan.

Bukankah hidup itu harus realistis? Pakai logika, bukan perasaan semata? Iya. Tapi sisi jiwa pun butuh dipertimbangkan sebelum mengambil langkah maju atau memberi jeda. Dalam Summer Strike, dimunculkan juga karakter pembanding kontras bernama Jo Ji Young yang dimainkan secara apik oleh aktris Park Ye Young. Dari situlah kisah dalam Summer Strike terjalin epic.

Bayangkan saja! Bahkan drama korea yang tayang jelang libur akhir tahun di November 2022 lalu, mencolek para penonton macam Ka Acha tentang kehidupan yang dijalani itu memang pilihan, dan nggak perlu selalu menjadikan standar umum sebagai sandaran. Termasuk urusan traveling, ya kan?

Traveling Cara Aku … Acha yang Sangat Personal

Sudah lama saya berhenti untuk melakukan perjalanan hanya karena kabita alias kepengen bisa punya foto-foto estetik yang memenuhi ponsel maupun kamera yang Ka Acha bawa. Nggak lagi. Liburan yang seperti begitu, sudah pernah Ka Acha jajal di jaman kuliah. Sayangnya, setibanya kembali dari rumah, tersisa hanya rasa lelah, setumpuk pakaian kotor, dan foto-foto saja.

Ada sih oleh-oleh yang akhirnya Ka Acha beli buat keluarga di rumah. Ada juga yang memang disimpan buat kenang-kenangan karena pernah menjelajah suatu destinasi. Tapi kemudian, ketika berniat menuliskan kisah perjalanan di blog Taman Rahasia Cha ini, saya seringnya mandek. Ujungnya … sudah bisa ditebak ya, tulisan itu nggak pernah tayang.

Sebuah perjalanan ke Jogja bareng teman-teman si partner beberapa tahun lalu, berasa hilang kesannya karena mayoritas travel mate Ka Acha dan partner kala itu benar-benar kejar-kejaran sama list tempat wisata yang mau disambangi. Capek!

Sampai Stasiun Lempuyangan cuma mampir makan – yang honestly Ka Acha nggak ingat menunya apa saking udah capek karena perjalanan panjang tapi langsung diajak ngider – sebelum mampir ke homestay yang dijadikan tempat menginap. Perjalanan hemat yang saat itu berusaha saya nikmati.

Paginya, dengan menyewa motor, bersama dengan dua orang travel guide alias penunjuk jalan, Ka Acha beserta rombongan sudah dibawa trekking ke Wisata Hutan Mangunan. Jelang siang, nemploklah rombongan kami di Ulen Sentalu.

Belum sempat bernapas lega pun mencerna dan meresapi segala hal yang dikisahkan tour guide sepanjang mengelilingi museum yang nggak mengijinkan pengunjungnya mengambil foto di dalam itu, berbonus mencicipi jamu beras kencur yang katanya begitu disukai Putri Sri Mangkunegara VII, Gusti Raden Ajeng Siti Nurul Kamaril alias Gusti Nurul, sudah jalan lagi. Terdemi!

Perjalanan panjang sampai terus berkeliling kawasan Kaliurang. Mampir ke masjid yang entah apa namanya. Numpang foto sebentar di The Lost World Castle. Lanjut ngider lagi sampai entah kemana. Lalu tiba-tiba hari mulai gelap dan motor yang dikendarai partner saya sudah sampai di Kotagede karena sepasang pengantin baru dalam rombongan butuh beli perhiasan perak. Rasanya gimana, Cha? Bingung.

ngider buru-buru di World of Castle cuma demi difoto buru-buru begini, gegara jalan-jalan buru-buru ... hadeuh, mo nangis, nggak dapat feel travel time-nya.

Mood berpose depan kamera Ka Acha sampai merosot. Udah nggak kepikiran lagi untuk membenahi kerudung, mengurusi topi yang mulai asimetris di kepala, kacamata hitam yang berasa nempel banget di hidung. Kacaunya, fokus saya ketika memotret view pun ikutan terjun.

Sudah. Ingatan Ka Acha hanya sampai di situ saja. Nggak sanggup jiwa raga dalam satu hari ada begitu banyak lokasi yang harus dikunjungi tapi nggak dinikmati. Ini tuh liburan atau kejar setoran konten doang?

Sampai hari ini, dengan beberapa teman si partner yang dulu traveling ke Jogja bareng, masih sesekali bertemu. Kumpul seru sambil makan di tempat makan sekitaran Jabodetabek saja, sudah bikin senang. Mungkin, selanjutnya, refreshing macam begitu, lebih cocok untuk kami semua yang satu per satu pun mulai berkeluarga.

Benar adanya jika sebuah perjalanan adalah momen terbaik untuk mengenal diri. Lihat saja, saya jadi paham kalau saya tipe traveler yang cinta untuk berlama-lama di satu atau dua destinasi saja. Kalau banyak yang bilang, saya tipe pejalan lambat, ya … memang benar.

Ka Acha cenderung mengumpulkan cerita, pengalaman sepanjang di sana, dibanding mengoleksi foto dan video untuk dipajang di galeri media sosial saya. Memang sih, akan selalu ada potret destinasi atau video keseruan Ka Acha sepanjang liburan yang selanjutnya ter-upload di Instagram, tapi momen tadi bisa jadi satu atau lebih artikel panjang di blog Ka Acha ini.

Sementara kesan sekelebat mata, nggak jarang juga Ka Acha tayangkan dalam bentuk ulasan di Google Maps. Sejak mulai serius menjadi google local guide walau baru level 5, senang saja mengisahkan rasa yang diberikan dari suatu tempat yang berhasil Ka Acha pijak. Eh, bisa juga sih ulasan ringan begini kamu tayangkan di platform Traveloka buat jadi referensi untuk pengguna Traveloka lainnya.

Liburan super santai dan menikmati waktu. Mungkin begitu sih traveling cara aku … Acha, kalau perlu didefinisikan. Momen jalan-jalan ke destinasi wisata yang memantik keingintahuan sejak sebelum mulai angkat ransel. Lokasi dimana ada banyak pengetahuan baru dan perasaan spesial yang bisa dibawa pulang.

Ka Acha banyak menuliskan kesan dari sepotong perjalanan di blog ini. Semisal ketika ke Bandung dan bisa mencicipi Batagor Haji Isan yang jadi pelopor Batagor Bandung. Kunjungan ke Kebun Raya Cibinong, si adik dari Kebun Raya Bogor dan kebetulan dekat tempat Ka Acha tinggal. Belajar sedikit sejarah Jalan Raya Daendles waktu menginap di penginapan mercusuar di Anyer. Banyak. Sila kamu lirik di label “travel” dari blog Ka Acha ini ya.

Kalau kamu, bagaimana sih momen liburan yang kamu banget? Bisa jadi, kamu dan Ka Acha juga sama.

Berburu Dinosaurus Bareng Traveloka

Jika ditanya, apa sih alasan ingin berburu Dinosaurus bareng Traveloka? Jawaban singkatnya, karena Traveloka selama ini sudah banyak membantu saya menyiapkan itinerary traveling. Traveloka memudahkan banget buat bikin rencana liburan, pemesanan akomodasi dan transportasi, juga punya banyak rekomendasi destinasi yang bisa dieksplorasi sesuai cara kamu. Just life your way banget, ye khan?

Jadi, sewaktu si kecil saya yang sulung makin terlihat punya ketertarikan khusus sama Dino si hewan purba, rencana liburan segera saya rancang lewat aplikasi Traveloka kesayangan. Proses pencarian destinasi yang sesuai pun dimulai.

Sebenarnya, ada cukup banyak tempat wisata bertema dinosaurus ala jaman purba yang ada di Indonesia. Mulai dari Taman Legenda yang ada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, dan memang nggak terlalu jauh dari rumah. Taman Dinosaurus Potorono yang ada di Bantul, DI Yogyakarta. Citra Raya World of Wonders Theme Park yang ada di Tangerang. Banyak kan?

Namun, dari kesemua destinasi wisata dinosaurus Indonesia, saya dan duo bocil ganteng kesayangan lebih tertarik untuk menyiapkan rencana berburu dinosaurus bareng Traveloka di Dino Park Jatim Park 3 di Malang. Lebih luas dan bisa sekalian belajar banyak di sana.

Terbayang kalau duo ganteng saya yang masih pada mungil, bersemangat buat berkeliling, menemukan kisah petualangan seru yang akan tersimpan dalam memori masa kecil mereka, nantinya. Menonton beberapa vlog di Youtube tentang Jatim Park 3 saja bikin mereka bersorak gembira.

Kamu mau intip rencana yang sudah cukup lama Ka Acha simpan dengan fitur “koleksi” di aplikasi Traveloka? Sini … saya beri intip sedikit.

Tujuan utama yang masuk dalam rencana liburan di Malang ala Ka Acha sekeluarga itu, sebenarnya hanya untuk mengunjungi Dino Park di Jatim Park 3 saja. Nggak mau terlalu banyak menambestinasi karena ingin secara penuh kesadaran menikmati momen eksplorasi di sana, nantinya.

Memang sih Ka Acha juga menyimpan travel list Xperience ke Museum Tubuh di Jatim Park 1. Namun hanya menjadi destinasi sampingan saja, jika ternyata waktu dan tenaga masih mencukupi untuk menjelajah selama dua hari berturut-turut di Jatim Park.

Selanjutnya, untuk lokasi menginap, Ka Acha memilih Senyum World Hotel yang memang banyak direkomendasikan oleh beberapa rekan sesama penyuka traveling bareng keluarga. Jaraknya yang hanya 98 meter saja dari Jatim Park 3, dengan kata lain sungguh kepeleset nyampe kalau main ke Dino Park tentunya ngasih kesempatan buat mengisi tenaga sebelum melangkah lebih banyak dari biasanya di dalam wahana-wahana Dino Park Jatim Park 3.

Selanjutnya, bagaimana dengan urusan transportasi dari Bogor menuju Malang? Saya dan partner sudah cukup lama ingin sekali mengenalkan kereta jarak jauh pada duo kesayangan kami yang masih balita. Sejauh ini, keduanya baru mencicipi betapa serunya menumpang commuterline Bogor – Jakarta, dan mereka excited luar biasa. Diskusi panjang tentang nama-nama stasiun, termasuk bagaimana kereta bisa bergerak pun jadi bahasan sepanjang perjalanan singkat kala itu.

Nah, kereta mana nih yang nantinya akan saya dan partner pilih buat bawa anak-anak liburan ke Batu, Malang? Sepertinya akan disesuaikan dengan budget dan juga waktu cuti partner Ka Acha sih. Kalau saya kerjaan bagaimana? Maklumlah pekerjaan saya kan sejenis work from anywhere jadi selama energi ada dan kesempatan buka laptop atau smartphone tersedia ya tinggal cusss saja. Penghamba internet banget ya? Hahaha ….

Eh, tapi karena itu juga sih, segala urusan yang dipercayakan sama partner buat saya atur, mengandalkan berbagai aplikasi yang semuanya – kudu alias fardhu ain – bisa diakses dalam genggaman. Terutama urusan traveling yang nggak jarang persiapannya sudah dimulai sejak jauh-jauh hari. Lagi dan lagi, inilah alasan Ka Acha sangat mengandalkan Traveloka.

Sebab rencana kunjungan Ka Acha sekeluarga ke Malang nanti, saat low season dan di weekdays pula, sebelum pulang dari Malang, kami berencana berkeliling barang sehari saja dengan sistem go show. Yah putar-putar destinasi sekitar penginapan saja sambil mempersiapkan energi untuk perjalanan kembali ke domisili asal di Bogor.

Dari rencana santai tadi, timbullah dua pilihan penginapan bernuansa rumah yang ingin bisa kami inapi barang semalam saja. Sejauh ini, ada dua tempat yang mengerucut sebagai pilihan dari beberapa lokasi yang saya sortir melalui review para traveler di aplikasi Traveloka. Antisipasi kalau kakak sepupu Ka Acha yang tinggal di Malang mau ketemuan, pun misalnya mau jalan bareng sekaligus dijadikan momen kumpul keluarga.

Demikianlah salah satu rencana liburan Ka Acha yang bisa kamu tiru juga. Mana tahu kamu punya ketertarikan yang sama dengan Ka Acha dan keluarga pada Dinosaurus si hewan purba dan memilih Batu, Malang, sebagai tujuan perburuan si dino.

Seperti yang dijalani oleh Lee Yeo Reum dalam drama korea Summer Strike, ketika ia akhirnya memilih Angok sebagai tujuan healing-nya setelah melirik foto pantai dari kalender yang ia pajang di apartemen mungilnya. Lee Yeo Reum sudah mengikuti kata hatinya untuk tanpa ragu melangkah ke Angok dan menemukan petualangan baru bersama An Da Beum di sana. Kamu juga bisa.

Lets #LifeYourWay bareng Traveloka. Kemana pun hatimu ingin menuju, tempat yang mau kamu jelajahi, perjalanan seperti apapun itu yang kamu sukai, lakukan saja. Go go go!

Rencanakan liburan di Traveloka sekarang dan bersiaplah dengan petualangan dan penjelahanmu yang akan datang.

 

 

 

 

Komentar

  1. Mbaaaa, aku baca yg jalan2 tanpa henti, langsung ke destinasi selanjutnya, trus ke museum yg ga boleh difoto itu 🤣, jalan lagi, ya ampuuuun kebayang pusingnya 😅m aku pun mungkin langsung bad mood kalo jalan begitu.

    Boro2 mau nulisin ceritanya. Inget aja ga 😄

    Kita sama kok mba, aku kalo jalan ya harus menikmati. Memang itu utk blog juga ntr, tapi ya harus yg sesuai Ama yg aku suka. Ga penting foto2 di tempat viral, malah aku sangat menghindari itu. Kalo bisa ya blm diserbu orang2 yg lain 😅

    Makanya aku ga terlalu suka jalan Ama travel, kecualiiii terpaksa. So far aku jrg Ama travel, baru 2x. Dan itupun aku cari yg banyak free time nya. Kalo terlalu padat, aku emoh.

    Trvlk jadi andalanku juga kok tiap jalan. Cari tiket murah, hotel dan tiket wisata seringnya dari sana juga. Ini utk tripku selanjutnya aku lagi cari2 dari trvlk. Mau cari Jr pass dan beberapa tiket wisata, kemarin ngubek2 dan bandingin Ama tempat lain, ttp trvlk paling murah

    BalasHapus
  2. Iya sih. Paling sebel kalau teman traveling tuh kayak dikejar setoran gitu saat mengunjungi satu destinasi wisata.

    Berasa kayak nggak mau rugi. Udah datang ke kota itu ya harus semua destinasi berhasil kita jelajahi.

    Kan nggak gitu juga konsep traveling nya ya, Kak. Kita harus benar-benar menikmati situasi dan kondisi di destinasi wisata tersebut untuk menciptakan sebuah cerita perjalanan yang seru dan mengesankan.

    BalasHapus
  3. Ya ampunnn, aku yg tinggal di Yogya aja malah belum pernah ke Museum Ulen Sentalu... hihiii... Memang gak banget deh klo jalan terlalu banyak orang gitu (menurutku sih). Lebih enak bareng orang yg kita sayang dan kita bikin itinerary-nya sendiri bareng Traveloka pastinya.

    BalasHapus
  4. Saya pernah merasakan hal itu juga, Mbak. saya pernah terjebak ke suatu tempat wisata hanya untuk mengejar foto postingan medsos. dan akhirnya saya tidak merasakan kenikmatan liburan itu. Ibaratnya nonton konser musik, tapi sepanjang konser rekam pake hape. Pas pulang, baru nonton di rumah. dan itu tidak nikmat sama sekali. Begitu juga pas ikut rombongan. Kurang leluasa.
    Makanya saya pu sesekali ngebolang sendiri, Mbak. Lebih menikmati liburan. Saat ditulis di blog, itu lebih cepat, karena lebih merasakan saat wisata di sana.

    BalasHapus
  5. wah Dinooo...Julio seneng bangettt nih kalau bisa diajakin juga ke Malang buat berburu Dino di Jatim Parknya..mana banyak bangettt ya tempat berdinoo dino yang bisa dikunjungi di sana. Kayak segala jenis dino ada gitu. Semoga liburan berikutnya bisa ke sana, aamiin..

    BalasHapus
  6. Wah iya, seru juga ya kalau bisa melakukan travelling seperti yang kita inginkan
    Berburu dinosaurus saat traveling seru juga

    BalasHapus
  7. keren nih mba, ngerti aja di indonesia banyak banget taman dinosaurus haha salah satu yang pernah aku kunjungi ada di batu. itu menurutku bagus banet sih edukasinya.. recommended untuk dicoba bareng keluarga

    BalasHapus
  8. Aku jadi malas traveling Mbak kalau diburu-buru, enggak bisa menikmati dan foto serta video yang didapatkan juga enggak memuaskan.
    Btw , aku juga pengen berburu Dino ke Jatim Park, rencana dari kapan hari tapi belom kesampean..huhuhu

    BalasHapus
  9. Kak Achaaa..
    Lets #LifeYourWay bareng Traveloka!
    Aku ikutan semangat nih abis baca artikel kak Acha yang berbunga-bunga ketika membahas hewan purbakala Dinosaurus. Cukup unik dan semoga kebahagiaan berburu Dino ini segera terwujud sehingga bisa cerita lagi nih..sama kita semua kalau travelling bareng Traveloka emang seseru ituuu..

    BalasHapus
  10. Judul artikel ini lucu banget sih :) semoga impian Kak Acha terwujud ya. Btw, gaya liburanku juga nggak bisa kayak orang kejar setoran lho. Soalnya di satu tempat wisata aja, aku bisa explore lama. Makanya jarang mau klo ikut rombongan tour atau jalan bareng teman yang bikin itinerary sepanjang jalan kenangan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Tanah Cita-Cita (2016) : Melirik Sedikit Kehidupan Masyarakat Mbojo

Pandora Experience : Escape Game Yang Bikin Lupa Kalau Sebenarnya Saya Hanya Sedang Bermain Game