Self Reward untuk Menjaga Keharmonisan Hubungan dengan Pasangan

Apa sih hal sederhana yang paling sering kamu lakukan sebagai bentuk self reward bagi dirimu sendiri?

Bisa jadi, apa-apa yang kamu sukai nantinya, bisa menjadi salah satu self reward bagimu. Langkah kamu untuk selalu menemukan dirimu sendiri. Jalanmu untuk melihat pasanganmu dari sisi yang lain, dan menghargainya dengan sebaik yang kamu bisa.

 menghargai diri sendiri

Sebelum saya memutuskan untuk menjalani komitmen lebih dekat dengan partner saya dulu, hal pertama yang saya kulik tentang dirinya adalah, apa sih hobi yang begitu membuatnya merasa tenang, nyaman, bahkan menjadi ajang bagi ia menemukan dirinya sendiri?

Setelah saya tahu … maka saya mulai menemani kemana saja ia menyalurkan hobinya tadi. Kemudian, saya bertanya pada diri saya sendiri, apa saya akan terus bisa turut menikmati – atau paling nggak saya menoleransi lah ya – atas waktu yang ia pakai untuk menikmati hobinya sebagai self reward.

Saya nggak berharap apalagi keukeuh mencari seseorang yang harus sehobi plek ketiplek sama saya. Ya itu … suka baca, suka nonton, dan suka jalan-jalan. Nggak sama sekali.

Lalu … saya bersorak … berkaca-kaca saat menemukan sosok dari partner saya yang sekarang. Ia punya hobi yang bersinggungan dengan hobi saya. Catat ya … hanya bersinggungan.

Saya dan partner sama-sama suka jalan-jalan, ia senang mendaki, saya sukanya ya tracking saja, pokoknya bermain di bawah langit biru lah ya.

Saya dan partner suka menonton, walau pilihan genre film kami berbeda, karena saya maunya yang lucu dan manis sejenis komedi romantis. Dia … tentu saja suka film action. Tapi, jangan tanya berapa kali saya dan ia meluangkan waktu untuk menonton bersama ya.

Ah ya … bahkan saya pernah mengajak partner saya untuk nonton marathon drama korea yang diperankan oleh Jang Na Ra sampai mewek bombay berdua, pelukan ala baper gimana gitu deh pokoknya. Jadi bahasan ini si drakor di rumah, sampai ke tahap diskusi soal benang merah dan ide ceritanya.

Saya suka baca buku … fiksi terutama. Ia sering minta saya mengisahkan isinya. Sebab partner saya ini lebih memilih bermain game. Sebaliknya saya manggut-manggut kalau sudah diceritakan soal karakter dari tokoh-tokoh di game tadi. Bahkan ada yang kekuatannya berdasarkan kisah dari legenda Yunani.

Itulah alasan saya, mengapa dulu bela-belain banget mengulik soal calon pasangan, sebagai bentuk persiapan sebelum menikah yang saya aplikasikan. Demi kenyamanan saya sendiri kok, supaya saya dan ia, nggak berubah menjadi sosok yang berbeda, bukan diri kami masing-masing.

Apa Sih Pentingnya Self Reward?

Sebelum mengulik lebih dalam mengenai salah satu kunci keharmonisan dengan pasangan melalui self reward, ada baiknya saya dan kamu saling menyamakan frekuensi dulu. Sini sini, duduk di samping Ka Acha.

Self reward merupakan sebuah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri yang rasanya pantas untuk kamu nikmati. Misalnya, ketika target pekerjaan yang kamu buat tercapai, kamu bisa memberikan ucapan selamat dan berterima kasih atas apa-apa yang sudah kamu perjuangkan sebelumnya. Caranya … lakukan saja hobimu sebagai bentuk masa jeda.

Begini … ketika saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan kantoran, lalu beralih untuk menjadi pekerja remote, saya menjalaninya dengan susah payah. Andai cengeng, mungkin saya bisa menangis setiap malam.

Saya menjalani kehidupan work from home lebih awal, sebelum pandemi datang menyerang. Menyelesaikan tugas kantor sembari mengurus pekerjaan rumah, menjaga si kecil, dan membuat saya lama sekali terjebak di rumah saja. Nggak ada waktu untuk ngobrol santai sama tetangga, apalagi haha hihi sama teman sebaya seperti dulu.

Saya sadar kalau ada masa dimana saya sangat memaksakan diri. Saya ngomel nggak jelas karena kerjaan yang menumpuk, deadline di depan mata, ditambah rengekan si kecil, dan saya benar-benar sendirian di rumah.

Saya hampir goyah. Ingin berhenti bekerja saja rasanya. Lalu bisa bebas leha-leha saat lelah menggendong si batita. Baca buku sebanyak yang saya mau. Pokoknya, nggak melakukan apa-apa lagi yang bisa menghasilkan pemasukan dan tabungan.

Tapi … di lain waktu, setelah semua pekerjaan saya selesai, saat gajian, saya senang membeli buku bacaan baru, berlangganan premium di Viu, sampai mengajak si partner untuk jalan-jalan yang agak jauh dari rumah biar hidup saya terasa seru. Bahkan sekarang, saya mulai menyisihkan dana untuk membeli paket skincare.

Bagi saya … itulah self reward saya. Cara saya memberikan penghargaan atas perjuangan saya, bentuk terima kasih sebab saya nggak memilih menyerah, dan terus menjalaninya dengan tenang dan senang.

Self reward menjadi momen kamu berterima kasih atas dirimu sendiri. Mensyukuri atas diri kamu yang terus berjalan menghadapi tantangan, walau tentu saja, nggak mudah, bukan?

Nah … sekarang ijinkan Ka Acha sekali lagi bertanya. Apa sih hobimu? Seberapa sering kamu melakukannya, sebagai self reward bagi dirimu sendiri?

Me Time Itu Ya Self Reward Paling Sederhana dan Bisa Sering Dilakukan Juga

Pernah di suatu malam, sepulang saya dan partner dari kantor, baru selesai membersihkan diri masing-masing. Perut sudah kenyang karena malam itu kami memilih makan malam di luar saja, daripada kelaparan di tengah kemacetan Pasar Rebo, sepulangnya dari kantor.

Malam itu, di atas kasur yang baru kami beli. Di ruang kamar yang nggak berpintu. Di sebuah rumah kontrakan berlantai dua yang kalau saya analogikan, persis seperti rumah burung, sebab ukurannya kecil dan hanya cukup untuk kami berdua saja.

Partner saya bertanya malu-malu pada saya, apakah ia boleh membeli konsol game dengan uang tabungannya? Tanpa ba bi bu, saya mengangguk saja, padahal kalau diingat-ingat, daftar kebutuhan kami masih banyak yang belum terbeli.

Kemudian, kebiasaan main game itu ia tunaikan sepulang bekerja, sebelum istirahat malam. Hingga kini, ia masih melakukannya, tentu pada saat si kecil sudah terlelap dengan tenang di kamar nan remang berteman saya yang ikut lepas lelah seharian.

Apa saya pernah marah-marah karena kebiasaannya itu? Sesekali. Kalau mainnya sampai lupa waktu dan tidur pagi.

Tapi saya nggak berusaha menghentikan kebiasaannya, sebab itulah me time yang ia suka. Self reward bagi dirinya yang telah berjuang bersama saya dalam memenuhi kebutuhan hidup, turun tangan mengurusi dua anak yang aktif luar biasa, menjalani komitmen kami untuk terus bersinergi sebagai suami dan istri.

Tentu alasan di balik semua itu ya biar partner saya nggak iri kalau saya sedang me time. Marathon nonton drama korea, atau pakai sheet mask terus gegoleran di kasur sambil baca buku sendirian, sementara dia sibuk menemani dua balita tampan main kuda-kudaan.

Ia telah banyak memberi saya kelonggaran waktu untuk menikmati waktu bersenang-senang sendirian. Masa saya dengan tega melarang ia menyediakan waktu atau dana tersendiri untuk menghadiahi kerja kerasnya selama ini?

Cukupkan Penghargaan Atas Diri Sendiri Demi Harmonisnya Komunikasi

Sampai di sini … apa sudah ada benang merah yang bisa kamu temukan atas betapa pentingnya self reward dalam menjaga keharmonisan hubunganmu dengan pasangan? Sudah eungeuh belum, kalau semuanya dimulai dari mana?

Seperti yang Ka Acha kisahkan, sedari awal masa perkenalan, saya sudah mencari tahu tentang hobi yang calon partner saya sukai. Saya sudah mencicipi rasanya menemani ia menjalani hobinya. Saya berdskusi dengan diri sendiri, apa saya akan dapat terus memberinya toleransi, atau malah nggak suka sama sekali?

Saya nggak mau diubah menjadi karakter yang bukan saya banget setelah ijab qabul. Saya akan berdiri dan berlari pergi bila saya dituntut menjadi sosok yang bukan diri saya sebelumnya, tanpa diberi pemahaman yang sampai ke hati dan logika saya.

Sedari awal, saya menyaring sesiapa saja yang datang ke kehidupan saya agar jangan sampai setelah kami menjalani komitmen bersama, saya malah terpuruk dan lelah hati. Apalagi, efek samping dari hidup berpasangan kan punya keturunan. Ada potensi saya bisa jadi mama yang garang kalau tertekan ya kan?

Nggak jauh berbeda dari apa yang partner saya pikirkan dulu. Ternyata ia pun mendalami hobi saya, memberi saya me time, bahkan memberi ruang bagi saya untuk menghadiahi diri saya sendiri. Self reward yang saya lakukan, baginya, merupakan cara saya tetap jadi diri sendiri, agar terus bisa gembira dan ceria setiap harinya.

Komunikasi yang terjadi di antara kami pada akhirnya menjadi serupa sepasang sejoli yang dimabuk cinta, dua orang teman yang saling bertukar cerita, atau kakak beradik yang maunya rebutan perhatian saja. Bahkan … bisa mirip mama atau papa yang sedang sebal lalu mengomeli anaknya.

Memberi penghargaan pada diri masing-masing, menjadi ajang saya dan partner untuk terus bertumbuh bersama. Melangkah seiring sejalan, dan menghadirkan banyak cerita di antara kami berdua, dalam sebuah dunia bernama rumah tangga.

Pssttt … yuk cukupkan self reward untuk dirimu sendiri. Ijinkan pasanganmu menghadiahi perjuangannya selama ini. Semoga sakinah mawaddah wa rahmah yang kamu dan ia perjuangkan bersama, menjadikan hari-harimu penuh warna-warni.

Komentar

  1. Setuju mba.
    Self reward ku adalah saat gajian menikmati hari santai atau berlibur kemana gitu.
    Pokoknya wajib bebas dari kerjaan satu/dua hari, hehhehe

    BalasHapus
  2. so deep. self reward penting ya agar kita bisa mencintai diri sendiri, batu nanti bisa mencintai orang lain hehe. kalau aku cukup makan-makanan yang enak atau nulis blog sudah senaaang rasaaanya

    BalasHapus
  3. Bener bangett kak.
    Tapi kadang aku kebablas nih ngasih reward buat diri sendiri wkwkw. Nakal emang..
    Jadinya malah ambyar 😢

    BalasHapus
  4. Self reward dari suami adalah setiap makanan yang saya masak habis dan bilang enak, wah auto meleleh alhamdulillah...

    BalasHapus
  5. Berpasangan gak harus serba sama ya kak. Dengan perbedaan itu lah jadi bumbu cinta di antaranya

    BalasHapus
  6. Aku jd mikir self reward ku selama ini apa ya. Emang betul butuh bgt self reward, untuk menghargai segala hectic dan kerjakeras kita sendiri selama ini. Mgkn selama ini self rewardku dengan berkarya dari rumah dan suami support. Feel blessed.

    BalasHapus
  7. Me Time jadi hadiah suami buat aku kak acha, walo hanya sebulan sekali, wekekekek. tapi rasanya surga, karena dari pagi ampe malem aku bebas sendirian mau ngapa - ngapain, pulang kerumah tentu dengan pikiran dan mood yang udah seger

    BalasHapus
  8. Cakep tulisannya mbak. Suamiku suka ngegame juga sesekali, tapi karena ketahuan anaknya nyimpan game, akhirnya dihapus wkwk. Soalnya kalau anaknya lihat bapaknya punya game di hp, anaknya ikut2an minta install game juga akhirnya :D :D

    Akhirnya doi lari ke berkebun, tapi udah mulai bosen juga. Aslinya sih kami sama2 laptop addicted sih, doi coding sayanya ngeblog. Jadi kalau udah depan laptop, diam2an wkwk..

    Kalau self reward buatku sih langganan Viu, Netflix dan baca buku... kalau skincare aku suka iseng minta bapake.. :D :D

    BalasHapus
  9. hihi, suami mbak acha main konsole game juga yaa. aku pun masih mengizinkan suamiku main game juga nih, cuma yaa itu kalau kebablasan baru deh aku ngambek. Tapi emang sih kasih reward dan tetap emnajdi diri sendiri setelah menikah itu perlu banget dikomunikasikan yaa..

    BalasHapus
  10. Bener banget ini Kak. Dalam kehidupan berpasangan, masing2 pasti punya cara buat me time, saling menghargai jadi salah satu kunci yaa

    BalasHapus
  11. wajib banget self reward ke diri sendiri ya Cha. aku pun iya selalu membutuhkan beigni
    jadi hepi dengan kecapekan yang dirasakan

    BalasHapus
  12. Inspiratif sekalisekaki. Saya gak kepikiran tuh bikin self reward.

    BalasHapus
  13. sebagai lajang, kayaknya aku malah kebanyakan self reward. Wisata kuliner nggak terkontrol kalau fee cair hahaha. Belajar banyak aku dari tulisannya kak Acha, bahkan menikahpun tetep butuh self reward gitu ya kak

    BalasHapus
  14. Aku juga suka self reward sambil nonton viu sesekali biar refresh otaknya

    BalasHapus
  15. setidak tulisan ini jadi pembelajaran untuk yang masih single kayak saya ini. self reward itu memang sangat penting untuk harmonisasi

    BalasHapus
  16. Setuju sekali kak, self reward untuk diri sendiri dan pasangan sama sama penting ya kak..Kalau hati galau dan stress pasti jadi sering ribut hehehe

    BalasHapus
  17. "Saya nggak mau diubah menjadi karakter yang bukan saya banget setelah ijab qabul." Duh, setuju banget ka Acha!

    Agak tergelak membaca ini "Apalagi, efek samping dari hidup berpasangan kan punya keturunan." tapi bener juga!

    Membaca tulisan ka Acha bikin saya mangut-mangut, dan belajar. Doakan semoga saya dapat pasangan yang se-frekuensi, nyambung, biar kalaupun beda hobi, tapi saling menghargai ya kak ^_^

    Semoga sakina mawaddah warahmah, ka Acha dan suami <3

    BalasHapus
  18. Terima kadih sharingnya mba.. setujus ekali bahwa self reward itu oenting, setidaknya me time hehe..

    BalasHapus
  19. Bener kak Acha.. self reward sebaiknya dilakukan agar kita terjaga kewarasannya.
    Meski sibuk, setidaknya sesekali ambil jeda dengan me time. Seru ya kalo nonton berdua sama pasangan.

    BalasHapus
  20. setuju banget kak. self reward ini penting banget sih. kalau self reward sala saya cukupp beli eskrim atau duduk nonton drakor hehe anyway terima kasih sharingnya ka

    BalasHapus
  21. Terima kasih sudah mengingatkan..
    Ternyata yang selama ini saya dan suami lakukan kesempatan untuk memberikan self reward terhadap diri masing-masing....

    BalasHapus
  22. Ya ampunnn dama bangett mb. Aku juga suka menghabiskan waktu baca buku, beli buku baru, sampai makan makanan enak dari hasil keringat sendiri. Kayak puas dan bahagiaaaa gitu untuk jadi self reward.

    BalasHapus
  23. sakinah mawaddah warahmah ya mbak ❤️ kebetulan self rewardku baca buku seharian di dalam kamar wkwkwk dan skincare-an tentunya. karena kalau bukan diri kita yg merawat dan peduli, siapalagi 😅

    BalasHapus
  24. setuju banget dengan self reward ini, yang merupakan salah satu bentuk cinta kita ke diri sendiri ya mba, saya juga sering me time, melakukan hal2 yang kita suka, keluar uang banyak demi menyenangkan diri sendiri

    BalasHapus
  25. Beruntunglah bagi yang terus menjaga keharmonisan dengan pasangannya, karena tentu saling memberi self reward akan jadi aktivitas menyenangkan yaa, Mak. Makin lengket deh hubungan sama pasangan hihiy

    BalasHapus
  26. Penting ya self reward ke pasangan juga, biar saling menghargainya makin kuat. Semoga makin awet rumah tangganya ya mbak..

    BalasHapus
  27. Menyisihkan sedikit penghasilan saya setiap bulan untuk membeli barang-barang yang saya sukai menjadi salah satu cara saya untuk memberi reward untuk diri sendiri

    BalasHapus
  28. Eih, sama banget. Salah satu self reward paling menyenangkan ya membaca buku.
    Yang lainnya, ada juga comfort food. Apalagi kalo selesai menulis materi tulisan yang berat. Wah, bisa kembi tenang dengan comfort food. Minim, satu mug kopi hitam dulu dah..

    BalasHapus
  29. Self reward ini buat aku seperti me time gitu mbk. Biasanya habis ngerjain pekerjaan yang nonstop. Selesai kerja biasanya nonton drakor sambil istirahat. Meskipun cuma sejam, tapi rasanya bahagia banget

    BalasHapus
  30. belakangan self rewardku adalah nonton drakor lagi. Kareka sekrang sedang LDR sama suami lalu kuceritakan drakor itu ke dia, entah romantisnya dan kisah lainnya, eh dia kesinggung donk kak acha, katanya nggak bagus kalau romantis tp inspirasinya dari drakoran mah,.. wkwkwk

    Tapi, lagi-lagi, bersyukurnya kita masih tetap bisa menjalankan passion kita meski sudah menikah itu anugerah juga ya, karena nggak semua orang bisa memenuhi hal tersebut.

    BalasHapus
  31. Menurutku self reward penting terutama untuk pasangan yang sudah menikah dan punya anak. Baik itu suami dan istri pasti punya keinginan tersendiri melakukan hobinya

    BalasHapus
  32. Aah...indahnya.
    Aku juga seneng niih, alhamdulillah...memiliki pasangan yang senantiasa memberikan dukungan untuk istrinya agar bahagia.

    Semoga self reward ini membuat kita, para Mama (muda) merasa bahagia dan siap jalani hari juga tantangannya.

    BalasHapus
  33. aku maish single juga sering kasih reward ke diri sendiri, biar lebih menghargai kerja keras dan waktu yang dihabiskan buat cari uang, haha

    BalasHapus
  34. Waah keren nih, memang kasih reward buat diri sendiri maupun pasangan itu penting ya mba. Aku dan suami juga punya kesukaan berbeda, suami suka menanam, aku lebih suka naik gunung, hehe

    BalasHapus
  35. Self reward letika sudah berkeluarga prakteknya tidak mudah, karena waktu tetap 24 jam namun berbagai peran kehidupan bertambah yang meminta cukup banyak waktu untuk dapat ditunaikan segala kewajiban yang melekatnya. Benar-benar harhs dibicarakan dari hati ke hati dengan pasangan terkait self reward ini, karena family time reward atau our time reward itu terkadang tidak dapat menggantikan self reward :)

    BalasHapus
  36. Saling memahami pasangan juga merupakan kunci keharmonisan rumah tangga ya. Dan self reward nggak perlu sesuatu yang besar, memberikan diri waktu untuk relaks sejenak dari aktivitas juga bisa. Tulisan yang sangat menginspirasi ini Kak Acha :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Golden Time

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Dae Jang Geum Is Watching (2018) : Kenalan Sama Banyak Rupa Kuliner Korea Selatan