Langsung ke konten utama

7 Cara Agar Tetap Berpikir Positif Selama Masa Di Rumah Saja

Apa hal pertama yang langsung terlintas dalam pikiranmu saat kita semua diminta untuk tetap di rumah saja selama dua minggu? Baik-baik saja? Iya. Lalu, ketika masa di rumah saja terus ditambah dan belum kelihatan kapan masa berakhirnya? Hmm … ya … wajar saja kalau kamu mulai bosan. Maka, berikut beberapa trik agar kamu tetap bisa berpikir positif selama masa di rumah saja, biar kamu nggak mudah bosan.


berpikir-positif-dengan-emeron-complete-haircare

Sebelumnya, mukadimmah dulu ya. Tulisan ini merupakan salah satu hasil perjuangan untuk berpikir positif dan tetap produktif sepanjang #DiRumahAja. Kalau kamu mau ikutan menulis #DengarkanHatimu seperti saya, lirik saja akun media sosial milik Emeron Complete Haircare ya. Ok, mari kita lanjut. 

Coba bayangkan bagaimana perasaan saya yang notabene memang sudah bekerja dari rumah, saat pemberlakukan work from home ditetapkan oleh pemerintah. Biasa saja? Iya sih. Tapi, nggak sepenuhnya begitu. Sebab pada kenyataannya, saya harus berbagi ruang kerja, perangkat kerja, sampai berbagi waktu alias mengatur ulang jadwal ditambah menyesuaikan ritme kehidupan lagi, mulai dari nol.

Jujur, saya butuh waktu hampir dua minggu untuk beradaptasi dengan masa masa di mana partner hidup saya harus work from home. Apalagi, kami selama ini nggak menyewa jasa asisten rumah tangga. Pada awalnya ya saya bahagia karena jika saya bekerja, anak batita dan bayi bisa saya titipkan pada papanya. Pun sebaliknya. Namun, ekspektasi saya nggak selalu seindah kenyataan yang akhirnya kejadian juga.

Mimpi buruk buat saya, atasan si partner saya ini, seolah lupa batas jam kerja dan waktu untuk bekerja, mentang-mentang hampir semua stafnya bekerja dari rumah, di awal minggu. Buntutnya, akhir pekan yang biasanya saya manfaatkan untuk bekerja sedikit lebih lama alih-alih anak-anak bisa dititipkan sama papanya … eh, malah dia lagi dan lagi yang sibuk bekerja. Lha nasib deadline saya bagaimana, hey? Chaos pun terjadi.

Hingga puncaknya di suatu ketika, setelah sepanjang hari berkutat dengan urusan domestik dan anak-anak. Seolah bandel dan cuek bebek sama kesehatan sendiri, saya nekad begadang. Demi profesionalitas saya sebagai pekerja lepas nih, ceritanya.

Partner saya khawatir level akut, karena dia sangat tahu, betapa saya mudah sakit jika jam istirahat saya berantakan. Dimana kalau saya sakit, maknanya seisi rumah jadi nggak karuan. Di sisi lain, saya paling nggak bisa dilarang kalau urusan pekerjaan yang tenggatnya dekat. Wajar kan ya?

Kisah akhirnya, sudah jelas, kondisi kesehatan saya menurun. Mood pun ikut kacau balau. Mumet lihat partner saya yang kerja nggak paham waktu dan ritmenya belum klik sama saya. Ujungnya ya saya ngambek dan ngomel-ngomel juga deh ya, daripada kelamaan ditahan-tahan. Secara mental, saya butuh didengarkan.

Di hari selanjutnya, saya memilih untuk bodo amat. Saya tidur lebih lama dari biasanya. Masak sekadarnya. Lirik anak-anak saat butuh saya saja. Sisanya, saya memilih berdiam di atas kasur, berjauhan dengan smartphone juga, biar nggak makin stres karena baca notifikasi e-mail masuk, atau ada pekerjaan yang minta direvisi. Saya memilih menjauh sejenak dari rutinitas.

Hingga, saya menyerah pada rasa bosan karena hampir seharian berdiam diri di kamar saja. Saya beranjak ke kamar mandi, berdiri lama di bawah shower.

Relaksasi untuk Memanjakan Diri
Memanjakan diri sendiri merupakan salah satu cara ampuh agar tetap dapat berpikir positif, di masa karantina sekalipun. Rasa bosan dan stres yang melanda, bisa menghilang sementara ketika tubuh direlaksasi atau dimanjakan.

Caranya banyak. Bisa dengan luluran, creambath, atau hal lainnya yang kesemua bisa dilakukan sendiri di rumah. Nah, kalau Ka Acha sih, senangnya merawat rambut saja. Lebih gampang dan langsung bikin kepala jadi dingin, segar, dan bersemangat lagi.

Emeron Complete Haircare pada akhirnya menjadi pilihan. Kebetulan di rumah, saya pakai shampoo Emeron Complete Haircare Black Shine. Lho, bukannya rambut Ka Acha udah pirang dari sananya? Eits, memangnya kalau rambut saya sudah pirang dari lahir, saya nggak boleh dapat manfaat urang-aring dari shampoo Emeron Black Shine?

emeron-haircare-black-shine

Emeneron Complete Haircare Black Shine ini mengandung ekstrak urang-aring yang bermanfaat untuk menutrisi rambut dan membuat rambut jadi hitam berkilau. Sebab rambut saya sudah pirang sejak lahir, saya mengambil manfaat lain dari si Black Shine ini, yaitu : mencegah rambut saya jadi kering, dan menstimulasi pertumbuhan rambut.

Sudah sejak lama, penggunaan minyak Urang-Aring pada rambut dikenal memberikan manfaat untuk melebatkan dan melembabkan rambut. Maka beruntung, ada cukup banyak produk shampoo di Indonesia yang menawarkan varian produk dengan ekstrak Urang-Aring, sehingga manfaat ini bisa didapat. Salah satunya merupakan rangkaian shampoo dari Emeron keluaran perusahaan LION ini.

emeron-dengan-profit-amino

Saya cukup merawat rambut saya dengan Emeron Complete Haircare Black Shine ini seminggu dua kali. Seusai keramas dengan shampoo Emeron Black Shine, saya mengusapkan conditioner-nya dari bagian tengah sebatas telinga hingga ke ujung rambut. Selanjutnya, saya bilas hingga bersih. Seusai mandi, ketika rambut masih setengah basah, saya mengusapkan hair vitamin dari emeron agar rambut saya sehat terjaga.

Berbagai varian dari Emeron Complete Haircare ini dihasilkan dengan menggunakan teknologi Jepang, Active Provit Amino, dan khusus untuk varian Black Shine, produknya diperkaya dengan Urang-Aring. Masih ada varian lain yang bisa kamu coba. Semisal Hairfall Treatment yang juga pernah saya coba, dan alhamdulillah nggak membuat rambut saya kering sebab mengandung ekstrak Aloe Vera.

rangkaian-produk-emeron


Nah, relaksasi bisa menjadi pilihan pertama kamu untuk mengusir rasa bosan dan nggak tau mau ngapain lagi akibat stres, selama masa di rumah saja seperti sekarang ini. Tubuh yang segar terawat, membuat kamu mampu kembali berpikir positif, bukan?

Cukup Tidur
Tahukah kamu kalau tidur sebenarnya memiliki peran yang cukup penting untuk proses berpikir dan belajar? Nah, jika kurang tidur, maka tanpa disadari, proses kognitif tadi akan terganggu, sesederhana mengurangi konsentrasi, mengacaukan fokus, termasuk membuat daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah jadi menurun.

Belum lagi, di saat kurang tidur dan merasa kelelahan karenanya, seseorang bisa menjadi pemarah.  Penelitian dari Iowa State University menyebut, orang yang kehilangan jam tidur akan cenderung jadi pemarah dan sulit beradaptasi dengan situasi yang membuat mereka frustrasi.

cukup-tidur

Jadi, walaupun kamu menghabiskan begitu banyak waktu di rumah saja, bukan berarti kamu bisa melupakan jam tidur yang diminta oleh tubuhmu. Kalau sampai kurang tidur begini, esok harinya kamu jadi nggak bisa aktif beraktivitas dan kemungkinan kehilangan semangat. Duh sayang kan, waktunya dimanfaatkan untuk emosi-emosi negatif sesaat.

Batasi dan Imbangi Informasi yang Disantap Tiap Hari
Sebagai kaum milenial, saya – juga kamu – dilimpahi kemudahan untuk mendapatkan informasi melalui gawai yang dipunya. Namun sebenarnya, saya sadar, dengan melimpahnya informasi tadi, dibutuhkan kemampuan diri untuk menyaring informasi yang didapat sehingga otak saya nggak terlalu penuh oleh berita-berita negatif, dan malah membuat saya merasa cemah dan panik berlebihan setelahnya. Hidup tuh jadi nggak tenang, ya kan?

Akhirnya, saya memilih menyaksikan sesekali berita mengenai perkembangan pandemi, dan lebih banyak mengalihkan perhatian saya pada banyak hal positif lainnya. Saya lebih memilih melalui waktu senggang saya dengan membaca buku-buku yang sudah lama saya beli namun belum juga saya sentuh. Ada hikmahnya juga ya.

Tetap Bersosialisasi
Belakangan, alih-alih nggak bisa nge-mall apalagi reunian, saya memanfaatkan aplikasi chat untuk menanyakan kabar dari teman-teman lama yang sudah jarang saya ajak ngobrol. Seringanya menjadi obrolan seru, dan berujung pada saling mendoakan agar saya sekeluarga – pun teman saya itu tentunya – tetap sehat dan baik-baik saja selama masa karantina.

Berkabar setelah sekian lama, menimbulkan perasaan senang, perasaan kalau saya nggak melewati masa-masa berjuang ini sendirian. Ada banyak cerita lucu dan menyenangkan yang saya dapatkan. Termasuk beberapa teman yang malah menggoda saya untuk lebih bersemangat belajar banyak hal baru kembali. Ssstt … saya sampai dapat resep menu masakan unik, juga diajak bergabung dengan kelas online lho. Kurang bahagia apa sih saya jadinya?

Menikmati Waktu Bersama Keluarga
Banyak yang cerita juga, karena hampir seluruh waktu dimanfaatkan di rumah saja, ada saja ribut-ributnya dengan pasangan. Ya sih, awal-awal saya juga begitu sama partner saya, tapi lebih kepada gara-gara pembagian jam kerja yang serasa nggak seimbang. Namun … setelah melewati masa adaptasi, semua hal malah jadi bahan becandaan untuk saya dan si partner.

Saya dan partner saya pun akhirnya jadi merasa bahagia, sebab perkembangan anak bayi dan batita kami jadi bisa terpantau sama-sama. Terharu saya jadinya. Banyak kelucuan tingkah polah mereka yang dulu seringnya hanya jadi bahan cerita saya saat si partner pulang kerja, kini kami nikmati berdua. Puas. Terselip haru nan gembira, sebab hikmah yang kami dapat karena harus work from home berdua, malah baik untuk perkembangan kedua buah hati kami.

Pelajari Hal Baru
Mentang-mentang punya lebih banyak waktu luang, saya jadi sering mengambil kelas online yang menarik perhatian saya. Semisal, saya mengambil kelas penulisan skenario, belakangan ini. Ya … dulu pernah belajar selewatnya. Nggak jauh dari belajar menulis naskah iklan sih, tapi lebih kompleks ternyata.

Belum lagi belakangan ini saya jadi makin sering mencoba resep masakan baru yang sebelumnya jarang saya lakukan. Akibat nggak bisa sering-sering jajan di luar, ya sudah, dieksekusi saja sekalian di dapur. Memanfaatkan peralatan memasak yang saya dapat dari kado pernikahan dulu. Senangnya, si peralatan masak jadi nggak duduk manis dalam lemari pajang terus, ya kan?

belajar-hal-baru

Mumpung sedang punya banyak waktu, mumpung sedang ada banyak kesempatan, mari dimanfaatkan. Mana tau malah memberi kejutan menyenangkan untuk kamu di saat pandemi ini usai. Hey, kamu sudah belajar hal baru apa saja nih, selama masa di rumah saja?

Berbagi dan Bersyukur
Partner saya seringnya menegur, agar sudut pandang yang saya pakai itu nggak selalu ke atas, bukan ke yang hebat-hebatnya saja, tapi juga ke bawah, ke orang-orang yang ternyata nggak seberuntung saya. Berkali-kali kemudian saya berurai airmata sembari mengucap alhamdulillah dan astagfirullah.

Saya dan beberapa teman saya di komunitas Mom Academy Bogor menggerakkan program donasi berupa nasi kotak bagi yang membutuhkan. Kami menyebut program ini dengan “Udunan Sasarengan”. Hampir setiap Senin dan Jumat, dua kali dalam seminggu, saya akan terduduk dengan airmata yang meleleh mendapati kiriman foto dari teman saya yang turun langsung ke lapangan untuk membagikan donasi.

Jujur, betapa saya yang masih bisa menikmati sepiring makanan tiga kali sehari ini, diberi nikmat yang luar biasa oleh Allah SWT. Masih banyak orang di luaran sana yang makan sekali sehari pun sulitnya luar biasa. Memikirkan biaya hidup untuk esok hari pun, kebingungan. Maka berbagi dan bersyukur menjadi trik pamungkas untuk tetap merasa bahwa saya adalah pejuang, saya dianugerahi banyak kebahagiaan, dan saya masih lebih punya banyak keberuntungan, walau masa ini bukanlah masa yang mudah.
Nah, demikianlah 7 cara yang saya lakukan agar tetap berpikir positif selama masa di rumah saja yang berawal dari mandi dengan Emeron Complete Haircare. Mungkin kamu juga punya tips ampuh juga? Silakan bagikan kepada saya dan pembaca lainnya di kolom komentar ya.

Salam hangat.  


Komentar

  1. Iya nih, jam tidurku mulai ngawur dan bersyukur salah satu untuk tetap berfikir positif ya mbak. Emeron ini shampoo yang ku kenal sejak dulu sd dan berkilau hitam seperti taglinennya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama nih Mba. kadang jam tidurku juga acak acakan. Iya banget nih, Emeron emang dari kita kecil banget udah ada ya.

      Hapus
  2. Minggu ke 4 kemarin aku sudah spaneng banget gak bisa ke mana2. Senewen jadinya. Akhirnya aku matiin udh hape. Gak liat email kerjaan biar gak stres sendiri. Gak liat berita2 negatif. Kegiatan dialihkan ke baca buku, masak, dan berkebun. Setelah 2 hari lumayan banget mengembalikan mood.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling nyaman emmang pas nggak lihat kerjaan dulu sementara waktu demi memperbaiki mood ya. Soalnya kalau dipaksakan juga kan, rasanya kita kerja jadi nggak optimal.

      Hapus
  3. Aku juga pengguna emeron pink wanginya harum, lembut jadi tambah pede deh😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, Emeron Hair Care yang khusus bikin lambut halus lembut ya.

      Hapus
  4. Kalau saya di rumah aja sudah terbiasa jadi ga terlalu pengaruh Mba. Ralaksasi memang satu cara untuk membuat diri lebih fresh yah...

    BalasHapus
  5. Terkadang emang harus gitu ya?
    Lakukan aja apa yang dimau, hingga titik kulminasi maka akan terurai dengan sendirinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Ambu.
      Lakukan sampai semuanya keluar, sampai titik jenuh, maka akan terurai satu per satu dengan sendirinya. Tapi ya tetap butuh usaha sepertinya, Ambu.

      Hapus
  6. Aku juga coba relaks kak saat wabah begini, ya gimana lagi biar pikiran ikutan rileks ga terbawa situasi yang serba ga menentu. Emeron ini sampo paling hits pas aku kecil. Kayaknya di desaku pada pake itu deh, dulu ada yang botol kecil. Memang seger habis keramas biar kepala dan pikiran adem hehe.
    Yang paling sulit tuh nambah keterampilan baru selama masa sulit begini. Kurang niat dan tekad jadi banyakan kongko bareng keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kongkow bareng keluarga juga jadi lebih mendekatkan dibanding mungkin dulu kita sering sibuk di luar rumah ya kan? Tetap semangat ya.

      Hapus
  7. Di masa pandemi ini bepikir positif memang sangat perlu untuk menjaga kesehatan mental

    BalasHapus
  8. banyak banget hal positif yang bisa kita lakukan selama pandemi ini, hal hal yang dulu terlupakan kini bisa di terapkan. apalagi kita bisa lebih akrab bareng keluarga. salam sehat untuk kita semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sehat sehat untuk kita semua. Selalu ada hikmahnya ya, Kak.

      Hapus
  9. Pelukkkkk Bundaaaa. Memang ga mudah juga ya bun kerja di rumah. Soalnya susah fokus. Baru kerja sbntar aja ada anak minta ini dan itu, belum lagi kerjaan rumah. Bener-bener bikin kita gampang stres ya. Untumg Bunda nyempetin waktu untuk berhenti sejenak dan memanjakan diri ya. Klo ga mkin stres

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya. Gawat banget kalau sampai sebagai Mama, akunya stres, Teh. Bisa kacau semua urusan rumah dana anak yang emang nggak pernah ada habisnya itu.

      Hapus
  10. Bnyk bngt ya cara yg bs ditempuh. Paling g dengan emeron bikin kepala tetap dingin meski hati panas

    BalasHapus
  11. Kalo gak berfikir positif takutnya malah kena penyakit karena pikiran kak.. hiks jadinya rugi deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya banget. Pikiran juga bisa bikin kita jadi nggak sehat secara fisik.

      Hapus
  12. Memanjakan diri = menciptakan kenyamanan = kedamaian
    Keep Positif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keep positif. Suka deh sama quote-nya kak. Terima kasih banyak sudah mampir ke nari ya.

      Hapus
  13. MasyaAllah makasih ya Mba tips tipsnya, insyaAllah bermanfaat banget supaya bisa ngisi waktu luang dirumah dengan perawatan menggunakan emeron

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Kak, kalau bermanfaat. Terima kasih banyak juga sudah berkunjung ya.

      Hapus
  14. kesempatan untuk memanjakan body and soul selama dirumah. Segala perawatan kudu dilakukan dan yang paling penting semuanya harus bikin happy supaya imunitas kita bagus
    termasuk perawatan rambut dengan Emeron Complete Haircare , kudu paripurna banget sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu paripurna ya Bang. Hihihi.

      Iya banget. Sepanjang di rumah aja kan jadi lebih banyak kesempatannya ya.

      Hapus
  15. Penting banget di masa pandemi ini terus berpikiran positif ya, Kak, supaya kitanya bisa menjaga hati biar bahagia terus. Kalau bahagia kan daya tahan tubuh jadi meningkat dan bisa mendatangkan kebaikan juga dari banyak sisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya banget Kak Mon. Kebahagiaan bikin kita tetap sehat tentunya.

      Hapus
  16. Selama masa di rumah aja, kayaknya saya malah kebanyakan tidur deh. Huah, tentu saja ini tidak baik bagi kesehatan dan mengurangi produktivitas. Iya deh, semoga saya bisa segera mengubah kebiasaan buruk ini dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih positif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangaaatttt.

      Kebanyakan tidur juga nggak baik sih memang ya.

      Hapus
  17. Tidur cukup belum bisa kayaknya kalau saya, Mbak. Padahal ini penting, ya. Bersyukur dan berbagi penting banget, biar pikiran Kita tetap positif. Me Time paling kalau saya bisa tidur siang atau baca buku tanpa gangguan. Seringnya sih anakku jadi iklannya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi perjuangan serelah punya anak memang ya. Jadi nggak selalu punya waktu me time yang beneran bisa me time banget.

      Hapus
  18. Di rumah juga bisa ngapain aja ya kan? banyak hal produktif yang bisa dikerjakan yang penting semangatm saya juga pakai Emereon Complete Haircare nih, biar rambut sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaan. Senang ya pakai Emeron Complete Haircare ini, bikin rambut jadi sehat dan terawat.

      Hapus
  19. Hidup.memang ttg bersyukur dan bersabar ya.bersyukur atas nikmat yg selalu lupa kita syukuri duh..astagfirulloh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya. Astagfirullah.

      Padahal dibalik segala sulit ini, pasti ada hikmahnya yang kelak kita syukuri.

      Hapus
  20. Senang banget nih mbak bisa selalu berpikiran positif selama di rumah aja, saya juga pakai emeron mbak yang varian sooth smooth dan memang buat rambut semakin lembut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Mba Arda pakai yang warnanya pink lembut itu ya.

      Hapus
  21. Perlu tetap waras selama masa pandemik gini, kalau over thinking malah bikin rontok. Lumayan ya kalau keramas pake Emeron bisa sambil relaksasi kepala jadi bener-bener dingin ga pake kejauhan mikir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Lumayan, dengan keramas pakai Emeron Complete Haircare, udah jadi rileksasi tersendiri biar tetap bisa berpikir jernih dan semangat.

      Hapus
  22. Mood harus tetap terjaga baik selama di rumah aja kalau ga mau kesehatan ikutan menurun ya, mba.
    Memanjakan diri dan membuat kepala tetap segar dengan melakukan perawatan menggunakan produk yang tepat seperti Emeron Complete Haircare, memang pilihan jitu, agar kepala kembali berpikir jernih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, sesekali kita memang perlu memanjakan diri sesederhana dengan merawat rambut pakai Emeron Complete Haircare.

      Hapus
  23. Berbagi dan bersyukur yang wajib banget pertama sekali dilakukan. Efeknya besar sekali ya pastinya

    BalasHapus
  24. Penelitian dari Iowa State University menyebut, orang yang kehilangan jam tidur akan cenderung jadi pemarah dan sulit beradaptasi dengan situasi yang membuat mereka frustrasi. PANTESAN temen2ku rata2 sensi dan pemarah, emang sih mereka kurang jalan2 dan tidur ckckc.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw, jangan bilang kalau teman-teman kamu pada hobi begadang sepanjang di rumah aja ya. Hihihi.

      Hapus
  25. Memang klo merawat diri itu bikin pikiran fresh ya mbak...
    Jadi tetap bisa berpikir positif
    Klo aq pakai emeron yg kuning

    BalasHapus
  26. Iya nih emak memang butuh relaksasi biar pikirannya fresh dan tetap positif...soalnya akhir-akhir ini peran ganda emak merangkap jadi guru harus tetap strong biar anak-anak semangat belajarnya. BTW...aku juga wanginya emeron yang hitam hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, apalagi untuk para emak yang punya anak di usia sekolah dan hars berjuang jadi gurru juga, belum urusan rumah juga, ditambah kalau emaknya kerja juga. Butuh banget relaksasi jadinya.

      Hapus
  27. Pandemi COVID-19 ini berdampak ke banyak hal, termasuk finansial. Namun kita tetap harus bersyukur dan berpikir positif ya, supaya semangat tetap terjaga melewati masa-masa sukar ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes. Semoga semangat selalu ya Mas Daniel.

      Hapus
  28. Relaksasi adalah kunci yah mom. Akupun menjadikan mandi termsuk keramaian sebagai sarana meriklekskan diri meskipun siapnsiap diteriakin anak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw, teriakin anak adalah keadaan dimana mamak mulai mumet kembali ya Mba, hihihi.

      Hapus
  29. Aku kalau libur dan dirumah saja, lebih banyak milih tidur mba. Soalnya capek kan karena masih ada kegiatan buat ke kantor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya banget. Seringnya aku juga begitu Mba.

      Hapus
  30. Ah pas poin cukup tidur, aku merasa tersenggol hehe. Pasalnya masih aja suka begadang. tapi belakangan rada ga enak badan jadi tidur cepat. Semoga seterusnya jadi kebiasaan dengan pola hidup yang lebih sehat. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan begadang memang seringnya bikin nggak enak badan. Sehat sehat selalu ya, Mba.

      Hapus
  31. Masa work from home ternyata tidak bisa dilalui dengan mudah. Kadang malah jadi terganggu dengan masalah domestik rumah tangga. Dan bener, jadi gak bisa konsentrasi malah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget Mba. Karena urusan domestik di rumah seringnya nggak ada habisnya.

      Hapus
  32. Ternyata Emeneron Complete Haircare Black Shine ini ada khasiat melembabkan juga ya. Wah kayaknya rambutku butuh yang kayak gini, soalnya sering rontok dan sekarang rambutku tipis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat mencoba Emeron Complete Haircare Black Shine ya Mba.

      Hapus
  33. Kombinasi yang ciamik sekali, Kak Acha! Sama aku juga menerapkan untuk bisa mensyukuri hal-hal kecil setiap hari. Wah aku juga pakai emeron, tapi yang ungu :D

    BalasHapus
  34. Tips-tipsnya OK banget nih, Ka.. rasanya sudah saya lakukan semua. Hanya saja untuk kecukupan tidur ini saya masih merasa kurang, hehehe... Masih suka nyuri waktu di malam hari untuk mengerjakan job-job online padahal siang hari juga kerja. But so far so good, saya masih bisa menjaga untuk berpikir positif :)

    BalasHapus
  35. Sebelum Ramadan jam tidur saya tidak teratur. Berantakan. Tapi semenjak Ramadan ini pola tidur jadi rapi paling telat tidur jam setengah sebelas malam karena khawatir bablas sahur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya malah kebalik nik Mba. Sepanjang Ramdhan malah jam tidurnya kembali acak-acakan.

      Hapus
  36. Aku pakek yang hitam donk, udah tahunan lho aku pakek sampo ini. Sejak jaman nak-kanak malahan, hahaha. Btw, Untuk saat sekarang ini emang penting banget #DengerinHatimu. Pokoknya lakukan dan dengarkan yang bisa kita kontrol. Biar waras, gak pusing dengerin sana-sini. Tapi juga jangan gak peduli sama sekitar ya. Yang penting saring yang bikin kita tenang dan happy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, setuju. Kitalah yang menyaring mana yang baik untuk kita perhatikan dan mana berita yang cukup selewat saja kita dengarkan, demi kewarasan kita juga.

      Hapus
  37. Selama di rumah aja sering memanjakan diri buat rebahan sambil nonton drakor, atau bikin masakan gitu mbak
    Nah kalau pas udah masak gtu bebersih diri emang paling nyaman mbak
    Pas lanjut ngedrakor. Uwuhhhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Habis masak lanjut ngedrakor ditemani makanan yang habis di masak tadi, ditambah udah mandi dan sampoan pakai Emeron. Matap. Bisa santai dengan gembira.

      Hapus
  38. Kak Acha demen yang black shine ternyata, daku belum coba kak yang varian Emeron ini. Pernahnya baru yang warna pink

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang lebih jatuh cinta sama Emeron Shampoo Soft and Smooth nih kayaknya.

      Hapus
  39. Produk emeron hadir memanjakan wanita..tapi tetap harus didukung dengan pola hidup sehat.. biar maksimal..sehat didalam sehat diluar

    BalasHapus
  40. Ternyata banyak cara ya mbak. Kalau aku ga bisa lepas dari hp. Buka ig, wa, tiktok hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw. Kalau aku, kelamaan, malah puyeng sendiri.

      Hapus
  41. Setuju nih sama poin yg kita harus ttp besosialisasi. Meski online setidaknya kt ttp terhubung dg dunia luar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. jadinya kita nggak merasa sendirian.

      Hapus
  42. Bener banget mba, agar ga kepikiran hal negatif, tiap hari harus isi dengan kegiatan positif. Aku pernah melamun sekitar 2 jam-an, ga tau mau ngapain gara-gara nggak ngerencanain apa-apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mungkin waktu itu, lagi malas dan lelah kali Mba.

      Semoga sehat semangat selalu ya.

      Hapus
  43. Memanjakan diri itu emang udah cara yang paling cucok supaya mood jadi bagus dan stress jadi hilang ya mbak,

    BalasHapus
  44. Di masa pandemi kek gini, dosen bukannya ngurangi tugas malah ditambah banyak-banyak. Mahasiswa pada tertekan semua gegara banyak tugas, tidur yang cukup pun cuma menjadi hayalan belaka :"( #maafcurhatdikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi nggak apa apa kok.

      Tapi mungkin para dosen juga lelah. Apalagi mahasiswanya banyak banget dan tugas yang harus diperiksa kan nggak akalah banyaknya.

      Hapus
  45. Di masa pandemi ini, memang harus berpikir positif kalau gak semua bisa panik, aplg skrg makin meningkat. Oiya aq jg suka banget produk emeeron

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya banget. Kalau nggak terus berpikir positif, nggak bakalan betah di rumah terus buat ikutin himbauan dari pemerintah.

      Hapus
  46. Banyak hal positif yg bisa dilakukan ya mbak meski di rumah aja. Smg andemi ini segera berlalu dan sehat2 utk kita semua. Aamiin

    BalasHapus
  47. Udah lama aq juga pake Shampoo ini dan bikin mood jadi lbh rileks, oiya dimasa pandemi ini pntg banget always stay positif thinking ��

    BalasHapus
  48. Yang aku kangenin di masa pandemi ini adalah tukang pijit, Kak. Biasanya sebulan sekali aku relaksasinya dengan dipijit. Selain mandi dan keramas dengan Emeron, yaa. Lha, sekarang harus jaga jarak, berarti nggak bisa pijit dunk. Ahh, pegel banget rasanya. Semoga wabah ini cepat berlalu, yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yaaaa, kan nggak mungkin kita pijit sendiri. Kalaupun minta sama keluarga, belum tentu senikmat tukat pijit langganan ya. Semoga tetap semangat ya Mba.

      Hapus
  49. iya bener banget mba, ketika WFH ini pada awal-awal itu sangat adaptasi buat aku pribadi karena penyesuaian semua termasuk jadi pasang WiFi, karena super boros parah kalo mengandalkan kuota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Kalau tethering terus juga kasian smartphone-nya ya Mba.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.