Label

Minggu, 20 Oktober 2019

Lombok : Bumi Gora … Ternyata Saya Rindu Juga


Siang itu, dalam sebuah perjalanan menuju salah satu pantai di tepian Lampung … perjalanan yang mempertemukan saya dengan seseorang yang ternyata terkoneksi dengan saya dulu sekali -- sebab kami pernah menikmati rasanya menjadi siswa di SMP Negeri yang sama di Kota Mataram, walau saya nggak sampai lulus di sana – pun terkoneksi kembali akibat kami dekat dengan seseorang yang sama dan sedang kami kunjungi pernikahannya kala itu. Obrolan saya dengan Leo Wibisono Arifin tentang Lombok, tempat kami dibesarkan semasa kecil, memunculkan kerinduan saya pada Bumi Gora.

destinasi wisata lombok
Taman Narmada - Lombok Rasa Bali

Lahir di Kota Mataram, lalu menghabiskan masa Sekolah Dasar dengan menjadi korban perundungan, bukan hanya dari teman, namun dari beberapa guru dan juga lingkungan, sebab saya terlahir dengan kulit putih, rambut pirang, dan mata hijau, sehingga saya sungguh berbeda dari kebanyakan anak-anak berkulit sawo matang maupun coklat di lingkungan saya, membuat saya nggak punya keinginan untuk kembali lagi ke Mataram, setelah sekian lama.

Padahal saya khatam, bahwa dunia nggak selalu berisi hal-hal yang nggak menyenangkan, tapi juga kebahagiaan. Masa kecil saya di Kota Mataram nggak hanya berisi perundungan dari ocehan lingkungan di sekitaran, bukan? Tetapi saya juga punya cukup banyak teman yang menemani saya bermain karet gelang menunggu senja datang, tertawa girang di tepian pantai Tanjung Karang, duduk menikmati renyah manisnya jagung bakar di kala pagi, sesiangan berpanas-panas mencari kerang kecil yang kami sebut Keke, atau melewati maghrib menuju isya untuk mengaji di mushola gang RRI.

destinasi wisata lombok
Halo kembali Bumi Gora, Ka Acha pulang juga

Saya tergoda untuk kembali pulang. Tergerak untuk menemukan promo tiket pesawat yang bisa membawa saya pulang ke Mataram. Leo berkisah soal buah Juwet yang dikenal sebagai Anggur Miskin di Lombok, camilan seru untuk dimakan dengan garam cabe saat SMP dulu. Ditambah aksen Mataram yang saya tangkap darinya sepanjang kami bertukar kisah. Kata “berkelai”, beberapa kali terucap. Sebuah kata bermakna “berkelahi” yang memang cara anak-anak di Mataram menyebutnya demikian. Celotehan yang “menepak” pikiran saya, “Ah Acha, bukankah kamu berasal di sana? Nggak punya keinginan untuk menjelajah lebih banyak keindahan Bumi Gora?”. Hhh … rindu juga ya, ternyata.

Sepanjang perjalanan menuju tepian pantai di Lampung itu, pikiran saya pun mampir ke berbagai destinasi wisata yang sudah saya sambangi kembali setelah lama hijrah ke Bogor. Tempat-tempat yang saya kunjungi bersama Papa dan Mama. Perjalanan saya untuk memaafkan masa lalu, dan berterima kasih pada masa kecil yang memebentuk saya untuk menjadi diri saya yang sekarang ini. Bukankah sesekali “kembali” itu, baik untuk hati?

Maka, di cerita saya kali ini, saya ingin berkisah sedikit tentang beberapa destinasi wisata memesona milik Pulau Lombok yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.

destinasi wisata lombok
Pantai Kuta Mandalika Lombok

Pantai Kuta Mandalika – Lombok Tengah
Pantai ini memiliki pasir merica, sehingga berjalan menyusuri tepian pantai tanpa alas kaki bukanlah hal yang nyaman bagi saya. Tapi lihat pemandangannya. Susunan batu-batu karang, juga air lautnya yang bening kehijauan memunculkan pemandangan yang luar biasa. Menikmati segarnya air kelapa muda di tepian pantai Kuta Mandalika adalah cara menyenangkan untuk menciptakan kenangan.

Di sekitar Pantai Kuta Mandalika ini pun banyak penginapan yang bisa jadi tempat pilihanmu melewati malam. Kamu pun bisa sedikit melihat perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika yang masih dalam tahap penyelesaian.

Jika kamu berniat ingin mengunjungi Lombok untuk menikmati suasana di tepian pantai Kuta Mandalika, selain cari tiket peswat menuju Bandar Udara Internasional Lombok di Praya, kamu pun sebaiknya mencari penginapan yang pas di sekitaran Sirkuit Mandalika agar nggak perlu menghabiskan waktu sekitar sejam dari Kota Mataram menuju pantai ini.

destinasi wisata lombok
Upacara Nyongkolan dengan Gendang Beleq - Desa Sade

Desa Sade – Lombok Tengah
Saat saya dan keluarga mengunjungi Sade, sedang ada nyongkolan di sana. Ingatan saya terbawa pada masa kecil, setiap kali ada rombongan nyongkolan yang lewat di depan rumah orangtua saya dulu, saya termasuk yang antusias. Suara tabuhan Gendang Beleq dan alat musik khas Lombok yang banyak dipengaruhi oleh budaya Bali, menggema, membuat kaki-kaki kecil saya berlari nggak sabar menuju halaman depan rumah. Lalu Desa Sade, menghibur saya dengan upacara nyongkolan yang nggak jauh beda, persis seperti saat saya kecil dulu.

Nyongkolan merupakan salah satu prosesi adat dalam upacara perkawinan Suku Sasak. Arak-arakan keluarga besar pihak pengantin perempuan dan laki-laki, dari kediaman keluarga pengantin perempuan menuju kediaman keluarga pengantin laki-laki. Sebagian peserta arak-arakan akan membawa hasil bumi sebagai barang bawaan.

Di Desa Sade pun, jika kamu berkunjung ke sana, kamu bisa menikmati suasana desa lama khas Suku Sasak. Rumah-rumah berlantai tanah yang sekali setahun diperlicin dengan menggunakan kotoran Kerbau. Kamu pun bisa membeli kain tenun khas Lombok yang dijual langsung oleh para penenunnya di sana.

destinasi wisata lombok
Taman Narmada Lombok

Taman Narmada – Lombok Barat
Berlokasi nggak jauh dari pusat kota Mataram, Taman Narmada akan membawa kamu pada nuansa Bali dengan Kolam Awet Muda (Kolam Segara Ageng) yang begitu dikeramatkan oleh masyarakat di sana. Terdapat pula Pura Kelasa yang merupakan salah satu Pura Jagat tertua di Lombok. Taman Narmada beserta Pura Kelasa ini dianggap sebagai replikasi dari Gunung Rinjani, dengan kolam Segara Ageng sebagai perumpamaan dari Danau Segara Anak, dan kesemuanya menggambarkan tentang alam semesta, bagi mayarakat Hindu di Lombok.

Bukan hanya menikmati suasana Bali di Taman Narmada, kamu bisa menemukan Kolam Awet Muda yang airnya dipercaya bisa membuat siapa saja yang membasuh wajahnya dengan air ini, tetap nampak awet muda.

Sepanjang menikmati suasana di sekitaran Taman Narmada, Mama dan Papa menghadiahkan Sate Lilit Ikan untuk saya. Perpaduan segar dagung ikan, dengan kelapa parut yang sudah dicampur bumbu pedas, juga dibakar sebentar di atas arang, nikmat sekali.

oleh oleh dari Lombok
Aksesoris Mutiara Lombok

Ada pula deretan kios oleh-oleh yang menjajakkan berbagai aksesoris dari mutiara Lombok di sekitaran Taman Narmada ini. Jika nggak sempat berkeliling di kawasan kota Mataram untuk membeli oleh-oleh, kamu bisa membelinya di sini.

destinasi wisata di Lombok Barat
Loang Baloq - Sekarbela - Lombok Barat

Loang Baloq – Lombok Barat
Tempat ini cukup dekat dengan rumah saya yang memang jaraknya pun nggak terlalu jauh dari Pantai Sansit – sebutan untuk Pantai Tanjung Karang, sekarang. Loang Baloq yang saya kunjungi kemarin hanyalah pantainya saja. Kawasan dimana banyak masyarakat sekitar dan para peziarah yang mampir ke Makam Loang Baloq untuk melakukan ritual Saur Sesagi, menikmati sejenak berbagai makanan yang ditawarkan para pedagang sekitar Pantai Loang Baloq sambil duduk-duduk di saung.

Saur Sesagi sendiri merupakan sebuah ritual yang biasa dilakukan masyarakat Sasak di kawasan Makam Loang Baloq ketika sedang memiliki nazar akan sesuatu. Mereka akan mengikat akar pohon beringin yang menggantung di sekitaran Makam Loang Baloq dengan tali plastik, sebagai perwujudan nazar mereka. Kemudian, setelah nazar tadi terselesaikan, mereka akan datang lagi ke Makam Loang Baloq untuk melepas ikatan yang mereka buat sebelumnya.

Saya nggak menghabiskan waktu lama di sekitaran Loang Baloq ini, sebab memang letaknya yang begitu dekat dari rumah milik orangtua saya, sehingga tempat ini menjadi destinasi terakhir sebelum kami semua kembali ke Bogor. Pun tempat ini lebih banyak dikunjungi wisatawan lokal yang memang kebanyakan berniat untuk ziarah ke makam kramat di sana.

Nah, bagi kamu yang sudah berkeinginan mengunjungi Lombok untuk berlibur, selain empat destinasi wisata yang saya sebutkan di atas, masih banyak tempat lagi yang bisa kamu sambangi. Mulai dari Pantai Senggigi, Pura Batu Bolong, atau ke Pantai Pink sampai Gili Trawangan. Kamu bisa pesan tiket pesawat melalui aplikasi Pegipegi. Eh, gimana caranya Ka Acha?

Gini, karena kamu akan melakukan pemesanan tiket pesawat online, maka pastikan dulu kalau kamu sudah mengunduh aplikasi Pegipegi di smartphone kamu. Kemudian, login, lalu klik ikon Pesawat.

tiket pesawat pegipegi
Unduh dan buka aplikasi Pegipegi

Sudah? Selanjutnya, tentukan darimana kamu akan berangkat dan tujuanmu berlibur. Karena kali ini saya sedang cerita tentang Lombok, maka tujuan akhirmu adalah di Mataram, Lombok, yaitu Bandar Udara Internasional Lombok di Praya. Tentukan tanggal keberangkatan, juga jumlah orang yang kamu belikan tiketnya – termasuk kamu juga dong ya.
 
tiket pesawat pegipegi
Sudah siap liburan ke Lombok?

Nah, Pegipegi kemudian akan menunjukkan berbagai maskapai dan jadwal penerbangan yang sesuai untuk kamu. Tinggal tentukan, kamu mau berangkat dengan maskapai apa, dan jam berapa, juga range harga berapa yang kamu sanggupi untuk setiap tiketnya. Ingat, akan ada biaya asuransi perjalanan sekitar 19.000 per tiket ya.  Ih, Ka Acha, malas deh pakai asuransi! Hey, klaim dari asuransi yang akan dibayarkan jika terjadi sesuatu yang nggak diinginkan, sudah tertera di aplikasinya juga kok.
 
tiket pesawat pegipegi
Pilih maskapai pilihanmu di aplikasi Pegipegi

tiket pesawat pegipegi
Ok, selamat bersiap untuk liburan ke Lombok

Terakhir, kamu tinggal menyelesaikan proses pembayaran. Lalu, persiapkan barang-barang yang akan kamu bawa berlibur ke Lombok, dan … kamu tinggal lakukan check-in saja di bandara jelang waktu keberangkatanmu. Mudah, bukan?

Saat ini pun, aplikasi Pegipegi sedang memberikan diskon tiket pesawat dengan potongan langsung 500.000, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, tentunya. Untuk tahu informasi lebih lengkapnya lagi, ada di aplikasi Pegipegi.

Hhh … saya yang sedang berangan-angan untuk kembali pulang ke Bumi Gora ini, sangat berterima kasih pada Leo dengan obrolannya yang menyenangkan siang itu, sehingga saya tergoda untuk mengeksplorasi tanah tempat saya dilahirkan, lebih jauh lagi, biar ketika ditanya … saya nggak malu maluin amat sebagai anak yang numpang lahir di Mataram.


9 komentar:

  1. Wah aku blm sempet main di Lombok. Waktu itu cuma numpang lewat karena langsung lanjut ke Gili. Thanks for info mba

    BalasHapus
  2. Taman narmada asri hijau ya.., apalagi liat langit biru..terasa banget udara segar bersih.

    BalasHapus
  3. Duh potongan sampai setengah juta? Luar biasa nih.
    Duh pasti bakal banyak banget yang berburu diskon itu.

    Saya baru ke daerah NTB aja, itu pun ke gunungnya hehehe... Pengen juga main dan eksplorasi daerah lain seperti Mbak. Sampai detail begitu. Doakan semoga saya bisa sampai juga di sana. Amin.

    BalasHapus
  4. Wuihh pengen banget ke lombok lagi, dan harus sempetin ke desa sade dan destinasi2 wisata lainnya, segera cek tiket ke pegi-pegi ah ;)

    BalasHapus
  5. Aslik baca ceritanya aku jadi envy banget kak, karena salah satu destinasi impian aku itu Lombok dan belum kesampean sampek sekarang hehe. Semoga bisa deh next hehe makasih referensinyaa yaa kak hihi

    BalasHapus
  6. Wah seru nya .. kpn ya AQ bisa pergi traveling k lombok. Pengen bgt ihh jd mupeng denger cerita nya, mks info nya kak ...

    BalasHapus
  7. Suamiku selalu kangen Lombok (ketimbang Bali), katanya Lombok jadi salah satu Destinasi terbaik Para Traveler. Jadi pengen kesana juga deh, sama2 sekeluarga, tentu aja bakal makin happy kalau banyak diskonnya kayak di PegiPegi, hihi.

    BalasHapus
  8. Lombok memang memesona ya. Terpukau Saya liat Desa Sade. Kebudayaannya unik banget. Katanya perawan disana baru boleh nikah kalau udah bisa menenun. Dan harus diculik dulu. Rame

    BalasHapus
  9. Duh, Lombok! Entah kapan saya bisa ke sana, ya. Tetapi, dari dulu memang pengen banget datang ke sini

    BalasHapus