Langsung ke konten utama

Kenapa Harus Menangis Kalau Ada Insto Dry Eyes?


Terlalu lama bekerja di depan layar bagi pekerja lepas seperti saya, selain membuat penat, seringnya menimbulkan rasa kurang nyaman pada mata. Mulai dari mata sepet, mata pegel, mata perih, sampai dengan mata lelah. Itu semua merupakan kumpulan dari masalah mata kering – dan ternyata, hal ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, juga risikonya lebih banyak muncul bagi yang sudah memasuki usia lanjut. Eih, walaupun masih muda, jaman sekarang, kebiasaan berlama-lama menatap layar malah menjadi pemicu yang paling sering terjadi lho. Duh duh ….


Jangan Biarkan Mata Kering Ganggu Saat Traveling

Biasanya kalau sudah terlalu lama menatap layar, saya senangnya menyendiri sejenak untuk memejamkan mata dan memutar kembali memori sedih yang penuh perjuangan di benak saya. Lama kelamaan, eh biasanya saya menangis. Selain membantu saya memperbaiki mood, menangis ini bermanfaat untuk membuat kondisi mata kering yang menimpa saya jadi lebih membaik. Si air mata emosional yang diproduksi oleh kelenjar air mata, juga turut membantu melepaskan hormon stres, sehingga setelahnya, mood saya pun jadi membaik, lebih semangat tentunya.

Sayangnya, memancing ingatan yang bisa membantu saya menangis tadi, nggak selalu bisa dilakukan setiap kali mata saya mulai terasa sepet, pegel, dan perih. Apalagi kalau sedang ada tuntutan pekerjaan dan kegiatan lain yang mengharuskan saya untuk “nggak ngumpet buat mewek” dulu. Kan nggak lucu. Bisa-bisa saya dikira depresi karena kebanyakan kerja dan kurang bersosialisasi.

Apa Sih Mata Kering Itu?
Mata kering merupakan sebuah kondisi dimana mata nggak mendapat pelumas yang memadai dari air mata. Kondisi ini akan membuat mata nggak bisa menghilangkan debu maupun benda asing yang mengganggu, dan inilah yang memicu rasa nggak nyaman tadi. Sepet, pegel, perih, dan jadinya ingin mengucek mata terus deh. Padahal mengucek mata yang sedang dalam kondisi kering, alih-alih menghilangkan rasa nggak nyamannya, bisa memperparah kondisi si mata, menjadikan mata mengalami iritasi dan berair. Makin nggak enak banget deh kalau dibayangin.

Penyebab Mata Kering Ternyata Sulit Dihindari
Biasanya mata kering dialami oleh seseorang yang memasuki usia lanjut, sebab produksi air mata mulai berkurang. Lebih menyeramkan lagi kalau berkurangnya produksi air mata tadi diakibatkan oleh kerusakan kelenjar air mata akibat radiasi atau karena operasi laser mata. Ini nih, makin kepengen nangis saja kalau saya ngebayanginnya.

Penyebab mata kering lainnya adalah kondisi ketika air mata lebih cepat menguap karena cuaca yang panas dan kering. Nah … saat traveling, hal ini paling sulit untuk dihindari. Nggak mungkin juga kan, saat sedang berada di salah satu destinasi wisata, saya mencari pojokan untuk menangis hanya demi membuat mata kering yang menghampiri mata saya pergi?

Kondisi lain yang bisa membuat mata jadi terasa nggak nyaman tadi adalah ketika mata juga jadi jarang berkedip. Biasanya terjadi ketika saya – atau kamu – menatap layar smartphone atau laptop cukup lama, juga saat sedang membaca. Ujung-ujungnya, mata lelah yang makin mengganggu dan memaksa saya untuk beristirahat. Rasanya gemas karena mata jadi terasa SEPET, PEGEL, PERIH deh pokoknya. Padahal seringnya gangguan mata kering itu datang di saat tuntutan pekerjaan sedang tinggi, atau saat saya hanya punya sedikit waktu untuk menyelesaikan bacaan, ditambah rasa penasaran yang susah dihentikan. Lagi-lagi, rasanya pengen banget saya menangis, demi memperbaiki mood dan menghalau rasa nggak nyaman akibat si mata kering tadi.


Menangis Butuh Tempat yang Nyaman
Satu-satunya cara untuk menyamankan mata ya memang menangis. Air mata secara alami akan segera memperbaiki kondisi mata. Tetapi menangis butuh tempat yang tepat dan nyaman. Nggak mungkin banget kalau menangis di tempat umum, alih-alih melegakan perasaan dan menghalau mata kering, malah bisa bikin malu. Lalu solusinya apa? Lho, kan ada Insto Dry Eyes.

Insto Dry Eyes Biar Kamu Nggak Sering Nangis Karena Mata Kering

Sebagai air mata buatan, Insto Dry Eyes bisa menghalau masalah mata kering akibat terlalu lama menatap layar, membaca, bahkan cocok untuk dibawa traveling sebagai bekal untuk persiapan jika cuaca di destinasi wisata impianmu sedang kering. Nah, paling pas kalau dibawa liburan ke pantai nih. Cukup teteskan pada mata yang terasa sepet, pegel, dan perih, lalu berkediplah … dan tadaaaa … sudah coba bagaimana rasanya?

Menangis memang dapat membuat mata jadi terasa nyaman, tetapi Insto Dry Eyes akan membantu menyamankan mata di saat menangis bukan pilihan yang tepat saat mata kering yang mengganggu datang.



 

Komentar

  1. mbaak... tatapan matanya cuantik deh
    cantik banget

    iya, insto sebagai pelumas yang bisa meredakan mata kering
    ampuh pokoknya

    BalasHapus
  2. iya ya kenapa harus menangis.. smoga ga ada yang menangis yaaa semua baik2 saja ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Selagi masih bisa diatasi pake insto dry eyes ya.

      Hapus
  3. Aku biasanya kalo kering tak kucek-kucek, ternyata salah sedia insto aja deh

    BalasHapus
  4. mataku sering banget kering sih.. apalagi keseringan main gadget. butuh banget insto sepertinya hehe

    BalasHapus
  5. Aku udah ngalamin ini ga enak banget loh. Sampai perih mata dan pegal sekali. Benaran ngak nyaman

    BalasHapus
  6. Terlalu lama kerja di depan layar bikin mata pegel, perih, dan sepet, Ini yang disebut mata kering? Untung ada cairan tetes yang bisa membuat mata kembali cling. Gampang lagi belinya.

    BalasHapus
  7. Berarti harus sediain insto ya Kak kalau mau travelling, apa lagi ke pantai karena . Di daerah Saya cukup bantai bantai bantai menarik yang bisa dikunjungi

    BalasHapus
  8. Huhu, aku nih suka abai dengan mata perih ini. Padahal ganggu. Kudu punya Insto ini ya biar gak banyak nangis dan mata seger terus

    BalasHapus
  9. Saya malah alergi air mata buatan, bahkan kalau mata sedang kering jika keluar air mata sendiri makin sakit. Sempat kepikiran mau ke dokter tapi karena nggak mengganggu jadi saya abaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, coba periksakan kondisi kesehatan mata aja mba. Khawatit berisiko.

      Hapus
  10. Meskipun bukan tergolong kondisi medis yang serius, namun bukan berarti bisa menganggap sepele mata kering, karena Dry Eye yang tidak segera ditangani dapat menjadi keluhan kronis dan berkelanjutan ya

    BalasHapus
  11. Ternyata kita butuh air mata yah spy mata gak kering dan tetep sehat. Aku kmrn pake Insto mata kering krn kebanyakan melototin henpon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw kenapa dipelototin henponnya mba. Hihihi.

      Hapus
  12. Sama aku juga mba, akhir2 ini lagi banyak yang harus dikerjain pakai hp dan laptop. Kalau udah sepet banget, ya ampun kering, perih pegel. Tapi mau udahan kerjaan belom beres. Hehe aku harus coba insto kayanya.

    BalasHapus
  13. Aku biasanya kalau mata lelah cuci mata atau tidur aja. Ternyata pakai insto dry juga bisa ya mbak. Makasih mbak buat infonya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.