Langsung ke konten utama

3 Trik Tetap Cantik Walaupun Sedang Banyak Deadline

Perempuan mana sih yang nggak ingin tetap bisa tampil cantik di saat seberat apapun? Seringnya, setumpuk deadline di kantor, apalagi menjelang akhir tahun begini, bikin semangat untuk dandan dan tampil cantik di kantor itu, menurun. Rasanya, kalau boleh ya, datang ke kantor dengan pakaian yang lebih santai, casual, lalu cuma konsentrasi seharian di depan laptop tanpa gangguan. Adakah di antara kamu yang seperti ini?


On A Deadline
(sumber : medtechboston.medstro.com)

Kalau saya ya, hmm … jujur deh, sebagai Copywriter yang kerjaannya lebih banyak kerjaan meja, dandan itu seringnya masuk urusan ke sekian. Tapi jiwa perempuan saya juga ingin agar bisa tetap tampil cantik, sebanyak apapun deadline materi dan program menjelang akhir tahun yang harus saya selesaikan. Rasanya, dengan tampil cantik, walaupun pekerjaan sedang banyak-banyaknya, semangat tetap on.

Ada beberapa kunci agar tetap bisa tampil cantik, segar, dan juga menyenangkan walaupun sedang banyak deadline begini. Berikut 3 trik yang saya dapat dari banyak teman saya yang bekerja di divisi marketing kantor saya.

Senyum Santai dan Percaya Diri
Merasa diri cantik bukan berarti sombong sih ya. Bagaimana pun juga, setiap perempuan itu punya kecantikan alaminya tersendiri. Dengan tersenyum, santai, dan menunjukkan rasa percaya diri dalam sikap yang wajar, akan memancarkan kecantikan kita sebagai perempuan. Seorang teman saya pernah berkata, kalau dengan mencintai diri sendiri termasuk menerima kelebihan dan kekurangan diri kita, cenderung akan menjadi sosok yang percaya diri dan cantik. Sudah … sudah … walaupun to do list pekerjaan yang harus dilakukan masih menumpuk banget, senyum, santai, dan percaya diri, nggak akan membuat kita kehilangan kecantikan kita lho.

Makan dan Minum Sehat Secara Teratur
Sudah nggak bisa begini begini banget nih kalau buat anak anak creative digital edvertising … beruntunglah saya yang bekerja sebagai Copywriter in house untuk sebuah perusahaan swasta. Eits, tapi ternyata saya salah banget soal ini. Mau di agency, mau di in house, pekerjaannya ternyata sama saja, bedanya cuma di jam kerja secara umum. Seringnya setumpuk deadline bikin lupa makan siang, lupa minum karena terlalu berkonsentrasi penuh menyelesaikan deadline, dengan harapan bisa pulang cepat dan di libur akhir tahun nanti bisa liburan dengan tenang.

Lalu berujung kulit jadi kusam, rambut rontok, dan … demi apapun, karena kurangnya tidur dan pola makan nggak teratur binti makan apa saja yang penting makan, sudahlah … tamatlah sudah. Karena cantik itu nggak bisa dimunculkan secara instan, ternyata berbagai makanan dan minuman yang diasup ke dalam tubuh kita, sangat mempengaruhi lho. Baiklah, sepertinya besok besok saya perlu menyediakan buah potong di meja kerja saya, biar nggak ngemil coklat lagi, keripik lagi, gorengan lagi.

Me Time
Hidup ini bukan hanya tentang kantor, keluarga, kantor, hang out, kantor, dan liburan lagi … lalu kantor, urusan percintaan, dan kantor lagi, lalu deadline lagi, dan semua porsi waktunya berakhir di kantor lagi dan lagi. Kapan punya waktu untuk benar benar sendirian demi menyenangkan diri sendiri? Sejak kemunculan seorang partner dalam hidup saya pun, saya menuntut diri saya untuk lebih pandai lagi mengatur waktu saya, termasuk bagi diri saya sendiri. Soalnya, kalau nggak begitu, baik secara fisik dan juga mental, jadi nggak bisa memancarkan aura cantik deh. Me time saya dulunya diisi dengan seharian diam di kamar untuk untuk nonton film, anime, atau baca buku, dan juga traveling sama teman-teman. Lalu belakangan ini, me time saya bertambah menjadi bersantai sambil nonton atau baca, sembari melakukan perawatan tubuh.

Seasonal Body Care by The Body Shop
(sumber : thebodyshop.co.id)

The Body Shop merupakan produsen perawatan tubuh yang menghadirkan berbagai produk mulai dari rangkaian bodycare, skincare, handcare, make up, fragrance, termasuk mens care product juga, bisa menjadikan waktu me time yang kita sisihkan pelan pelan diantara mepetnya deadline di kantor, membuat kita lebih nyaman pada diri kita sendiri dan memancarkan kecantikan alami kita. Dengan melakukan perawatan tubuh di waktu me time, selain pikiran lebih tenang, tubuh pun jadi terawat dan tentu saja hati jadi senang.


Nah, apa saja sih trik trik yang kamu lakukan untuk tetap bisa tampil cantik walaupun kamu sedang diteror banyak deadline pekerjaan kantormu?

Komentar

  1. Aku harus baca tulisan ini berkali2 ah supaya cantek meskis edang detlen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi makasih banyak mba milda. Semoga bermanfaat ya mba.

      Hapus
  2. Perbanyak minum air putih. Aku kalau lagi ngedit biasanya suka dehidrasi. :(

    BalasHapus
  3. Waduh, aku bikin deadline sendiri, kadang kulanggar sendiri. Nggak baik, ya? Hehehehehe :D

    BalasHapus
  4. Jadi pengen pulang trus mandi pake sabun satsuma nya The Body Shopppp mmm.... segeeerrrrr... dan langsung merasa cantik maksimal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huwiiiiii ... happy mandi mandi yippiy biar ringan rasa hati ya mba. Semangat.

      Hapus
  5. makan teratur yang susah, Cha.. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw vind. Semoga kamu bisa rajin maem dan teratur ya.

      Hapus
  6. kalau trik dapetin yang cantik, baik hati, idaman orangtua gimana ya mbak caranya? serius, saya perlu tahu dan saya seharusnya emang tahu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo itu ... mmm ... mungkin cewek lembut, baik hati, percaya diri kali ya?

      *susah ngejawabnya suer

      Hapus
  7. aku sudah senyum santai nih walaupun di belakang itu banyak hal yang harus diselesaikan hehe

    BalasHapus
  8. Btw, ini triknya bisa bikin tetep ganteng juga gak ya? hehe, gak ada salahny abuat nyoba kali aja bisa

    BalasHapus
  9. Yang bikin tetep ganteng ada nggak? Hehehe. Btw, mungkin ini bisa kukasih liat ke temen-temen kampusku yang cewek. ^^ Hahaha

    BalasHapus
  10. Aku suka me time, karena yah kalau udah sendirian dan melakukan hal-hal yang disukai otomatis mood juga makin rileks hehehe
    Jadi deadline bisa dihempas cantik hempas cantik hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap banget. Karena me time itu emang masuk ke kebutuhan ya mba. :)

      Hapus
  11. Aduuuh klo deadline katanya saya kurang bisa santai ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw. Iya juga sih ya. Tapi semoga tetap semangat.

      Hapus
  12. Huaaaah aku kalau banyak kerjaan & DL suka sering skip makan & minum huhuhu.. baru sadar kalau blm makan & minum sore atau siang.. hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduw mba. Semoga masih ingat untuk ngemil ngemil dikit yaaa.

      Hapus
  13. kalo stres bawaannya pengen makan nih :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkah Pohon Enau Dari Tepi Hutan Gunungsari Lombok

Sebuah keping ingatan membawa saya pada suatu malam, sepulangnya saya, dan kedua orangtua saya dari daerah Gondang. Lombok Utara, mengunjungi Kakek Muda – paman dari Mama saya.
Di malam yang mulai beranjak larut, Papa melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut melewati kawasan hutan lindung Pusuk, sebuah jalan panjang membelah hutan yang terbentang sepanjang Lombok Barat hingga Lombok Utara. Tujuan kami adalah kembali ke Kota Mataram, pulang. Sementara sepanjang jalan, Mama terus berdoa, khawatir kami salah jalan karena dikerjai oleh hantu blau. Saya? Ouw, jangan ditanya. Karena sering didongengi cerita horor sedari kecil, saya sudah gemetar dan merem sepanjang jalan. Menikmati setiap kali mobil terasa berbelok, lalu ….

Mercusuar Cikoneng dan Titik Nol Kilometer Jalan Raya Daendels

Kamu penasaran nggak sih, bagaimana rupa dari titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Daendels yang membentang sepanjang Anyer – Panarukan? Saya teringat akan seorang teman sekelas saya di SLTP Negeri 2 Mataram – saat kelas kami sedang ada diskusi untuk mata pelajaran Sejarah – dulu sekali, pernah melemparkan pertanyaan yang pada akhirnya baru bisa saya jawab setelah bertahun kemudian, tentang keberadaan titik nol kilometer Jalan Raya Anyer – Panarukan ini. Hey kamu, saya lupa dulu kamu siapa, terima kasih telah bertanya ya. Kini saya mensyukuri betapa hidup membawa saya untuk langsung menghirup aroma angin laut dari tepian pantai, tepat di titik nol kilometer pembangunan Jalan Raya Daendels yang punya satu bab tersendiri di buku pelajaran Sejarah saat sekolah dulu.

Buku Antologi “Intai” dari Loka Media

Setelah lama, duh kalau terakhir diingat-ingat, saya yang lelet ini baru bisa lagi memunculkan karya fiksi saya dalam buku antologi di tahun ini. Umm … akhir tahun lalu sebenarnya. Berapa tahun berselang coba, saking saya leletnya? Nah, dalam kesempatan ini, saya mau berbagi kebahagiaan saya sama kamu.